Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Teka Teki ..


__ADS_3

Langit diatas sana dipenuhi bintang bintang yang seakan mewarnai acara yang akan dilaksanakan malam ini. Kegelapan malam diluar sana menjadi saksi bisu pernikahan Tersembunyi yang dilakukan sepasang Manusia sempurna dimalam yang sunyi itu.


Mata yang saling tatap penuh Cinta dan Keyakinan itu begitu dalam yang terpancar dari sorot mata Elang dan Sendu itu. Menembus jantung dengan panorama cinta yang menggebu.


"Tuan Exell Mohana Gravindas, apakah anda bersedia menjadikan Nona Kinan sebagai istri mu!"


Suara pendeta menggelegar lantang di Gereja yang telah di tempati anggota Keluarga Mohana yang menyaksikan secara lansung ikrar janji suci pernikahan yang dilakukan sepasang Manusia menggugah ini .


"Saya Bersedia!" jawab Exell dengan mata yang tak terlaihkan dari sosok cantik yang begitu bersinar malam ini. kulit bening itu sangat Kontras dengan Gaun Pernikahan yang berwarna Putih dengan kilauan Mutara di pinggang dan segaris dadanya. belum lagi dengan ekor gaun yang menjuntai dengan bagian depan yang pendek menunjukan kaki pulennya kaki jenjang itu.


"Mereka sangat memukau!" pekik Serly dan Vina terkagum kagum. walaupun pernikahan ini hanya dihadiri mereka saja tanpa Wartawan atau yang lain. tapi tetap saja, Pesona keduanya memang tak terbantahkan.


apalagi Gebriel yang sudah terngangak melihat bagaimana cantiknya Rupa Bidadari mempesona yang keluar dari istana raja itu, sedari tadi matanya tak teralihkan membuat sang empu yang gagah perkasa di atas altar sana menggeram murka dengan wajah dingin yang begitu kelam.


"Tenanglah!" Kinan menggengam tangan Exell yang terkepal erat, ia terkadang geli sendiri dengan sikap Posesif Exell yang melampaui batas, Gebriel kan Kakaknya. apakah rasa Cemburu itu tetap berkobar?.


"Nona Kinan, Apakah anda bersedia menerima Tuan Exell Mohana Gravindas sebagai Suami anda kedepannya?"


"Kinan bersedia!" jawab Kinan seraya menatap Exell lembut membuat Pria itu sungguh tak tahan dengan semua ini. Jiwa nya terasa diporak porandakan oleh seorang Kinan yang Notabentnya gadis yang jauh berbeda darinya.


Ohh Sayang, Malam ini kau sangat memukau..Aku Sangat Mencintai mu.


Jeritan batin Exell ingin melupakan semua isi yang bergejolak didalam dadanya. ingin sekali ia mengurung gadis ini didalam kamarnya tanpa ada mata Pria Lain yang menatapnya mendamba.


Setelah beberapa lama Proses yang mereka lalui dengan Hikmat, akhirnya mereka dinyatakan sebagai sepasang suami istri oleh Pendeta yang telah mengurus surat resminya.


"Elll!" lirih Kinan saat Exell menarik tangannya lembut hingga tubuhnya merapat bersentuhan dengan tubuh gagah ini. Netra indah itu menatap gugup pada Exell yang menatapnya berat, mata Pria itu seakan ingin melahapnya habis habisan dengan deru nafas yang mulai tak beraturan.


"Wowwww!" pekik mereka girang saat Exell lansung menagup liar bibir merah itu membuat Gebriel mengelus dadanya pasrah, bersamaan dengan para gadis yang begitu ngeri melihat Exell yang menghisap bibir Kinan lapar.


"Kak! Tunggu di Kamar Sajaaaa!"


Kinan lansung melepaskan tautan mereka dengan wajah yang memerah tomat, ia sudah malu dicium didepan banyak orang ini ditambah tatapan kagum para anggota keluarganya.


"Kinan Malu!" ia menyembunyikan wajahnya ke belahan dada bidang Exell yang masih berpakaian Jas lengkap membalut tubuh gagahnya.


Exell mengulum senyum geli melihat rona merah itu, dia saja sudah mati matian menahan hasrat yang melunjak ketika melihat Bidadari ini. bagaimana ia tahan untuk berlama lama ditempat ini?.


"Sayang!" lirih Momy Chalista menatap haru sang Putra yang selama ini ia kira tak akan bisa berdiri diatas sana dengan menggandeng seorang wanita yang bahkan melampaui kesempurnaannya.


"Ini masih permulaaan Sayang! Firasat ku sangat buruk akan hal ini" dady Arkan berucap lembut pada sang istri yang meneggang, Benarkah? tapi ia rasa juga begitu. aura saat pernikahan ini saja sudah ada yang menusuk kulit mereka. Selain rasa bahagia, disini juga terpapar rasa geram dan kebencian seseorang.

__ADS_1


"Sa..Sayang!" lirih Momy Liona saat melihat kilat bayangan hitam yang ada diluar Gereja, entah apa yang terjadi hingga rasanya suasana di sini sangatlah mencekam setelah pengucapan janji Suci itu.


"Tenaglah!"


"Tapi itu.."


"Kita tak mungkin menghancurkan Moment ini Sayang! Biarlah acara ini diselesaikan dulu!"


Momy Liona mengangguk mengerti tapi ia merapatkan tubuhnya ke tubuh gagah suaminya karna ia masih gemetar dengan Kebenaran yang ia tahu tentang Mahluk ganjil itu.


Wussshhhh...


Angin disekitar tempat itu mulai berhembus kencang menerbangkan dedaunan lembab yang tadinya tertimbun tenang. kibaran lembaran kertas diatas meja Pendeta sana berterbangan membuktikan betapa kerasanya udara yang menerpa tempat ini.


Wushhh...


"Mommmm!" teriak Vina saat kakinya kembali terkena cakaran Mahluk yang selintas menyerang di pelupuk netranya.


Mereka terkejut panik dan segera berkumpul mengamankan anggota keluarga yang lain.


anggota Exell bersiaga melindungi King mereka dengan kesiaggaan yang ketat. Renata hanya diam, dia tetap duduk ditempatnya dengan gaya berkelas yang membuat mereka geram.


"Apa kau yang melakukan semua ini ha?" bentak Gebriel menggebrak kursi yang ada dihadapanya. angin itu terus bergelut dengan suara retakan pohon diluar sana yang tumbang berjatuhan.


"Mereka bukanlah Hantu Mom! Mereka hanya Jiwa yang disesatkan, Mereka menjalankan apa yang Majikan mereka perintahkan. Tempat ini tidak berguna untuk menghalang mereka yang merupakan Jiwa paksaan dari Azua !" jelas Kinan yang telah di kurung Exell didalam pelukannya erat.


Renata menatap datar gumpalan angin yang menggebu ruah, Gea terlihat bersembunyi dibalik tubuh Gebriel yang melindunginya. Seringaian geramnya mekar dengan aura yang begitu kelam.


"Aaa Ell!" desis Kinan memeggangi dadanya yang berdenyut sakit, entah apa yang terjadi hingga akhir akhir ini dadanya serling nyeri terasa di sayat sayat.


"Sayang! Kau..Kau kenapa?"


"Sakitt!"


Melihat itu semua Exell bertambah kelam. ia menatap gumpalan asap itu dengan sangat marah membara dengan pikiran yang sulit.


"Jika kau ingin Melwanku, maka keluarlah Brengsekk...Jangan menyakitinya dalam diam begini!" bentakan Angkara Murka itu menggelegar membuat seisi Bangunan itu menggama.


Pendeta tadi membacakan ayat ayat suci yang diharap bisa mengusir Mahluk terkutuk itu. namun semuanya hanya bualan karna Mereka tak sejalan dengan kaidah yang diajarkan.


"Keluar dari tempat ini! atau semua ini akan roboh!" Pendeta itu melihat kursi kursi yang berantakan dengan sangat menghancurkan.

__ADS_1


Mereka melangkah keluar ditengah badai yang kembali menerpanya. anggota Exell bersiap melindungi para Tuannya untuk menghalangi Badai yang semangkin kuat saja.


"Cihh! Percuma!" desis Renata tak ambil pusing, dia sendiri pun terlihat santai menyenggol tubuh Gea hingga terhuyung, untung saja Gebriel dengan cepat menagkapnya lalu mengejar Renata dengan amukan amarahnya.


"Mau kemana kau ha?"


"Bukan urusan mu!"


"Kau yang melakukan semua ini?" bentak Gebriel meluap luap, tapi Renata hanya tersenyum simpul dengan pandangan yang tertuju pada Exell dan Kinan.


"Dia bukan Milikmu! Kalian berbeda, Cinta itu lemah karna awal yang buruk!" ucap Renata pada Kinan yang tertegun melihat kilatan merah dimata wanita itu.


Exell memerintahkan anggotanya untuk menangkap Renata yang hanya diam ditempat dengan wajah Misteriusnya.


"Kau akan menerima Konsekuensinya!" geram Exell pada Renata yang juga mengatupkan rahangnya menatap Gea yang terlihat bersembunyi di balik rangkuhan tubuh Gebriel.


"Kembalikan apa yang bukan menjadi milikmu! Kalau kau tak mau ditindas maka berusahalah untuk menindas!"


Kinan hanya dia seraya pikiran yang mencerna ucapan Renata. apa ini? Dia pun tak tahu semua ini! Renata? Jiwa yang berkecamuk yang menyelumbungi dirinya.


"Sayang!"


Exell menggendong Kinan kedalam pelukannya dengan ekor gaun yang di peggang para Pelayan mereka.


"Kenapa tiba tiba berhenti?" gumam Mereka melihat badai yang tadi menerpa kembali berhenti.


Ini seperti peringatan akan sesuatu, Badai ini tak biasa seperti Badai yang lalu. ini seperti percampuran energi yang bentrok hingga berusaha mengendalikan keadaan.


"Pikirkanlah Elll Sayanggg!" teriak Renata sebelum hilang didalam Mobil yang meringkusnya pergi. ia terlihat santai duduk dengan Elegan seakan tak ada masalah apapun yang menimpanya.


"Dia sudah gila!"


"Renat memang sangat Tempramental!" gumam Gea mendadak lesu menatap kepergian Mobil itu.


"Tenaglah! Masalah ini akan cepat berakhir!"


"aku harap begitu!"


Mereka kembali memacu Mobil membelah malam ini. entahlah, Kejadian ini sudah berulang kali terjadi, tapi masih sulit mereka ketahui, Mengintrigasi Renata, sama halnya berbicara dengan orang gila.


Teka Teki yang wanita itu berikan kadang kadang membuat mereka keluar jalur kebenaran yang ada.

__ADS_1


.....


Vote and Like Sayang...


__ADS_2