
Exell menghela nafas kesal melihat tatapan Asisten Dion padanya, untung saja ia sudah selesai menutup pemandangan indah itu hingga Pria pemburuk sangka itu tak bisa melihatnya.
"Singkirkan pikiran kotor mu!" ketus Exell lalu mengancing kemejanya yang tadi dibuka oleh Kinan, ia duduk disamping wajah Kinan untuk menutupi gadis ini dari pandangan buruk Asisten Dion yang terperangah.
"Kau masih ingin bekerja?" geram Exell membuat Asisten Dion tersentak kaget lalu dengan cepat memesan Makanan baru karna bungkusan yang ia bawa telah berserakan dilantai sana.
"Tu..Tuan! aku sudah memesan yang baru! maaf untuk kesalahan ku ini,"ucap Asisten Dion membungkuk sopan pada Exell yang merasa lelah setelah melakukan semua ini.
"Pergilah! jangan biarkan siapa saja masuk " ucap Exell
"Baik Tuan!" Asisten Dion membersihkan sampah nya dilantai sana lalu melangkah pergi.
Exell berbaring disamping Kinan yang sudah terlelap, ia menjadikan tanganya sebagai bantalan untuk memandangi wajah tenang gadis ini, tubuh gagah Exell memang tak muat berbaring seperti ini di Sofa yang juga ada Kinan yang berbaring lurus, makanya Exell miring menyamping dengan tubuh yang begitu rapat dengan Kinan, bahkan kakinya melebihi panjang Sofa itu.
"Menyusahkan! dasar gadis menyebalkan!" gumam Exell memencet gemas hidung Kinan membuat gadis itu menggeliat.
"El hmmm!" gumam Kinan lansung memeluk Exell yang terkekeh melihat Kinan yang seperti anak ayam yang mencari ketek induknya.
Exell memperbaiki Dress Kinan yang tersingkap dengan Jas nya yang sudah tak terpasang dengan sempurna.
"Kau kalau tidur menghabiskan tepat hmm!" gumam Exell menepuk nepuk bokong Kinan yang membuat sang empu semangkin nyenyak tertidur. Exell tahu, Kinan memang seperti anak kecil, maka tak hayal gadis ini akan selalu manja padanya walau Exell sering mengketusinya.
setelah beberapa lama, Exell pun memejamkan matanya dengan kantuk yang mulai melanda. mereka tertidur dengan saling memeluk membuat jiwa siapa saja iri melihat Mahluk sempurna itu.
tapi, berbeda dengan Keriuhan di luar ruangan Exell sana, Asiaten Dion tak tahu harus bagaimana melihat Sepasang pasutri gila yang sudah melangkah masuk kedalam lantai Ruangan Tuan Mudanya.
"Shitt! bagaimana aku mengatakan ini?" gumam Asisten Dion mundar mandir sambil melonggarkan dasinya yang membuatnya sesak dengan semua ini.
"Kalau begini bukan urusan kantor yang membuat ku Stres! tapi, Kehidupan Tuan Muda angkuh itu!" ketus Asisten Dion mengupat.
"Asisten Dion!" panggil Momy Chalista yang membawa tempat makanan yang biasa di antarkan wanita ini pada Putranya yang jarang makan itu.
"No..Nyonya!" ucap Asisten Dion yang memang sudah Frustasi untuk mengatasi ini. jika ia memperbolehkan Kedua manusia ini maka ia akan digoreng oleh Tuan Mudanya itu, jika tidak, Maka mata Elang biru itu yang sedang menggandeng istri cantiknya ini akan memanggangnya hidup hidup.
"Jangann!"
Dady Arkan dan Momy Chalista saling pandang saat Asisten Dion menghentikan mereka yang ingin masuk kerungan putranya.
"Kenapa?" tanya Dady Arkan dingin membuat Asisten Dion pucat.
__ADS_1
"I..Itu! Tuan..Tuan Muda..!"
"apa yang terjadi pada anak ku?" tanya Momy Chalista khawatir membuat dady Arkan menatap tajam Asisten Dion yang ingin gantung diri saja.
"Jangan membuat istriku Panik!" geram dady Arkan lalu membuka pintu rungan itu, mereka lansung menatap meja Putranya yang berantakan.
"Sayang! Putra kita," gumam Momy Chalista panik, mereka masih belum melihat sepasang manusia yang berpelukan di sudut ruangan sana.
"Tenanglah mereka.." Dady Arkan terdiam melihat pemandangan langah ini. bersamaan dengan Momy Chalista yang mengerijap beberapa kali memastikan penglihatannya.
"Dia..Dia El kan sayang?" tanya Momy Chalista pada dady Arkan yang menganggukinya dengan senyum geli diwajah tampan Pria itu.
sepasang pasutri itu mendekati Sofa panjang itu, dengan Momy Chalista yang sungguh berjingkrat kesenangan.
"Yeahh! Dia Exell ! Putra ku ternyata Normal ya?" ucap Momy Chalista membuat dady Arkan gemas untuk mengecup bibir merah itu.
"Dia hanya perlu waktu Sayang!" ucap dady Arkan lalu mengiring istrinya duduk di Sofa berhadapan dengan Exell dihadapannya.
"Mau apa sayang?"tanya Dady Arkan saat Momy Chalista mengeluarkan ponsel pintarnya dan mendekat ke arah Exell dan Kinan.
"Momen langka Sayang!" ucap Momy Chalista memotret sepasang Manusia yang menggemaskan ini.
Momy Chalista mengarahkan tangan Kinan untuk memeggang lengan kekar Exell yang sedang memeggang bokong bulat itu, membuat posisi ini begitu intim.
"Jangan terlalu banyak! nanti tak ada lagi Foto ku di Ponsel mu!" ketus Dady Arkan menyilangkan kakinya dengan kedua tangan yang berada di kedua sisi peggangan Sofa Singel itu dengan wajah masamnya.
Momy Chalista terkekeh melihat Suaminya yang sudah berumur 46 tahun ini tapi masih tampak begitu gagah dan perkasa sama seperti Putra putra nya sekarang karna Hobby Arkan yang suka membentuk tubuhnya bersama kedua anaknya.
"Nanti aku buatkan Album khusus untuk mu Sayang!" ucap Momy Chalista mengedipkan mata liarnya pada Suaminya yang sungguh kesemsem dengan Istri cantiknya ini, ia berharap Exell bisa menemukan wanita yang sama seperti Istrinya yang sampai sekarang sungguh membuatnya selalu tenang dan nyaman.
"Kemarilah!" ucap dady Arkan menepuk pangkuannya untuk diduduki wanita itu. Momy Chalista duduk dipangkuan sang suami yang tak ingin melihatnya duduk di tempat lain selain paha kokoh itu.
"apa Sayang hmm?"
"Kenapa kita tak menambah adik saja untuk mereka hmm?"
"Jangan membual! ingat umur" ucap Momy Chalista menyandarkan kepalanya ke dada bidang Pria ini.
Cup..
__ADS_1
dady Arkan malah menyambar bibirnya membuat ia harus melayani pria ini yang selalu bernafsu tinggi padanya.
"Dadyyyy!" pekikan seorang Pria yang lansung bangun saat melihat sepasang pasutri gila ini malah berbuat mesum dihadapannya.
"Ell!" suara Kinan serak lalu bangun dari baringanya, tapi ia tercekat melihat Momy dan dadynya malah berciuman liar dihadapannya.
"Jangan dilihat!" ucap Exell menutup kedua mata Kinan dengan tanganya, bisa bisa gadis ini akan mempraktekannya pada orang lain.
"Kau sudah bagun ya Boyy?" tanya dady Arkan dengan santainya tanpa rasa bersalah menatap wajah geram Exell.
"Siapa yang menyuruh kalian masuk?" tanya Exell pada dady Arkan yang menaikan bahunya acuh.
"Jangan marah marah! wajah mu tampak lebih tua dari dady!" canda Dady Arkan mengelus kepala istrinya yang sedang asik dengan Ponselnya itu.
"Momy juga! Kenapa mau menuruti ajakan mesum dady itu?" protes Exell pada Momy Chalista yang menunjuk dirinya sendiri.
"Momy Boy?" tanya Momy Chalista pada Exell yang mengangguk manyun.
"Salahkan dady mu! dia yang tak tahu tempat melakukan itu!" ucap Momy Chalista seraya mengecup kilas bibir rahimnya membuag Exell bertambah naik pitam.
"Kau yang memancing Sayang!"
"Siapa suruh kau terpancing Sayang, hmm?" sangka Momy Chalista yang tak ingin kalah membuat Exell sungguh pusing.
"Siapa yang memancing?" tanya Kinan menyingkirkan tangan Exell yang menutup matanya.
"Exell yang memancing Sayang! dia yang selalu menggangu kami," ucap Momy Chalista memanas manasi putranya yang sudah kelam.
"El! jangan begitu, kan Momy sama Dady juga harus punya waktu berdua, jangan diggangu ya?" ucap Kinan membuat Exell sungguh ingin mencabik cabik penuh geram wajah dady nya yang menatapnya sinis.
"Mereka yang kelewat mesum! Cihh..Tua Tua keladi!" ketus Exell pada dady Arkan yang terkekeh.
"Kita taruhan Boy! kalau kau juga sama seperti dady suatu saat nanti, maka dady akan mengasingkan Kekasih mu! bagaimana?"
"aku tak akan sama seperti mu dad!" sangkal Exell meminum air di botolnya.
"Kita lihat saja nanti! kau terima atau tidak?"
"Baiklah! aku terima!" ucap Exell tanpa pikir panjang.
__ADS_1
.....
Vote and Like Sayang..