
Langkah pria itu begitu cepat membelah semak belukar di hadapannya, ia tak memperdulikan duri duri dan ranting runcing yang menusuk kakinya. yang ia tahu, ia harus membawa wanita ini jauh dari Perempuan terkutuk itu.
"Sudahlah!" ucap Kinan sudah tak kuat menahan rasa sakit akibat luka di sekujur tubuh dan jiwanya, apalagi ia tahu, Exell juga terluka akibat serangan Azua itu.
"Apa maksudmu ha?" geram Exell menatap tajam wajah pucat Kinan yang sudah tak bisa membuka matanya karna darah yang lengket itu.
"Tu..Turunkan aku!"
"Tidak!"
"Ini Sakit!" lirih Kinan merasa tubuhnya tak kuat lagi digendong kesana kemari, Exell melangkah ke tempat dulu ia bersama Momy dan dadynya,
Sungai? Yah..ia hanya punya tempat ini sebagai Peraduan bagi sang istri diatas batu besar . dengan hati hati Exell menurunkan tubuh lengket dan amis itu.
"Aaaa!" desis Kinan saat Exell melepas ikatan dikaki dan kedua tangannya, Exell mengepalkan tangannya erat melihat pergelangan tangan lembut ini menjadi terluka akibat ritual itu.
Cup...
Exell mengecup tangan Kinan lembut. gadis iru mengembun melihat ketulusan yang terpancar dari manik Biru mempesona itu, apa ini telah berakhir? Aku mohon biarkan aku mendampinginya setiap saat!.
"Sayang! Maafkan aku!"
"Untuk..a..apa?"
"Semuanya! Kata Kataku, perlakuanku! Semuanya sayang!"
Kinan bungkam, ia tak tahan melihat gejolak rasa bersalah itu, tangannya gemetar menghapus lelehan bening yang mulai menetes dipipi suaminya ini. Exell lansung menggengam tangan lembut itu, lalu menghujaminya dengan kecupan yang sangat lembut membuat hati Kinan berdesir halus.
" Jangan Menagis!"
"Lalu aku harus apa?"
Kinan hanya diam, lalu menatap ledakan yang tak jauh dari mereka, langit malam ini seperti kilauan kembang api besar yang menerangi gemerlap malam menyeramkan ini.
"Sayang! Lukamu!" Exell lansung duduk dibalakang tubuh Kinan, ia mengepalkan tangannya melihat punggung lembut ini begitu terluka dalam, tangan Exell membuka ikatan Dress di pinggang istrinya, Perlahan dengan penuh kehati hatian ia melepas bagian atasan gadis itu.tapi, ia heran mengapa perut Kinan masih terlihat bersih tanpa noda, tak ada luka sama sekali disana.
"Haisss!"
"Maaf!" lirih Exell menyentuh luka itu membuat Kinan mendesis sakit, cengkraman tangan gadis itu menguat dipaha suaminya, ia meremas dadanya yang kembali sakit seiring dengan ledakan di seberang sana.
"Uhukkk!"
"Ki..Kinan!" Exell terkejut melihat Istrinya terbatuk darah, ia tak tahan melihat wajah pucat ini, apalagi dengan nafas Kinan yang hanya tinggal helaan saja.
"Sayang hiks hiks! Jangan tinggalkan aku sendiri hiks hiks Jangan!" Exell menepuk pipi pucat itu dengan gemetar, ia merasa beribu hujaman belati yang mengoyak seluruh jiwa raganya, ia tak tahan. Sungguh ini sangat menyakitkan.
"E...Elll!"
__ADS_1
"Yah! aku..aku disini!"
Exell memangku kepala Kinan dengan tangan gadis itu yang mengelus pipinya lembut dengan penuh cinta.
"Bi..Bisa kau lakukan sesuatu untuk ku?" Exell mengagguk dengan air mata yang sudah luruh menetes ke pipi Kinan yang dingin, ia tak henti hentinya mengecup jari jari lentik itu.
"Apapun Sayang hiks hiks! Kau..Kau tetap bersama ku Ya? Kau..Kau tetap memeluku kan?" tanya Exell dengan suara bergetar. ia semangkin tak berdaya dengan rasa sakit ini.
Oh Tuhan! aku mohon..Aku mohon hentikan semua ini hiks hiks! untuk pertama kalinya aku meminta belas kasihmu! Jangan bawa dia bersamamu hiks hiks Jangan Tuhan!.
Jeritan batin Exell meraung menjadi pengiring kehancuran dimalam ini, ia tak perduli dengan ledakan dan suara teriakan di sekitarnya, ia hanya ingin memeluk tubuh lemah ini, dan merangkuhnya penuh cinta. hanya itu.
"Adikkkkkk!"
Kinan lansung terlonjak kaget, ia mencengkram tangan Exell yang menggengam tangannya.
"Sakitt hiks hiks Ini Sakitt Elll!" pekik Kinan memukul mukul dadanya yang sungguh serasa di remas remas dengan jantung yang tertarik paksa.
Exell sungguh kehilangan akal melihat pekikan kesakitan istrinya ini, ia berteriak minta tolong pada penghuni yang mau berbelas kasih padanya sekarang.
"Tolong! hiks hiks Tolong istriku ..aku mohon tolong dia hiks hiks!"
"Pe..Pergii uhukkk!"
"Tidak Sayang hiks hiks! aku..aku akan tetap bersamamu!"
"Aku akan menemanimu!"
"Exellll! Pergi kataku brengsekkk! apa kau gila ha? kau ingin mati, Jangan jadi Bodohhhh!" bentak Kinan tak tahan jika melihat pria ini ikut ikutan menjadi tumbal Mahluk terkutuk itu.
"Yahhh! Yahh Kinan hiks hiks..Aku Aku pria bodoh, aku sudah gila! aku sudah gila karnamu Sayang hiks hiks..jadi jangan buat aku mati dengan kehilanganmu seperti ini hiks hiks! aku mohon jangan!" teriak Exell mengatupkan tangannya pada Kinan yang sudah tak kuat lagi menahan rasa sesak didadanya.
Exell sekarang berubah menjadi Pria yang lemah karna takdir Cinta, ia tak kuasa dengan luka yang Tuhan berikan padanya, ia tak kuat dengan siksaan batin! Dia bukanlah orang yang tak punya hati dalam urusan mencintai.
"Kenapa Sayang hiks hiks? Aku yang pertama datang padamu..jadi biarkan aku pergi, dan hiduplah seperti dimana kau hidup tanpa aku! tanpa..tanpa mengenalku dan dan..
"Diammm!" bentak Exell sudah tak kuat mendengar kata kata perpisahan itu, untuk pertama kali ia mengenal cinta, untuk pertama kali ia menggilai wanita dan untuk pertama kalinya ia memberikan jiwa dan raganya pada wanita.
Lalu! Lalu kenapa takdir begitu buruk hingga membuat ia Terluka! apa salahku..kenapa kau tak ingin melihatku hidup normal sedetik saja ha? Kenapa?
"Sekali lagi kau ucapkan kata kata itu! Maka aku yang akan membunuh diriku sendiri!"
Exell berucap tegas dengan guratan kemarahan dari netra biru itu, Kinan hanya bisa menunduk meremas ujung Dressnya, Pria ini tak pernah mau mengerti posisinya, Selalu keras kepala.
"*Adikkkk! Kemana kau Sayang?"
"Adikkkkk!"
__ADS_1
Whussss*...
Kinan hanya diam ditempatnya, ia merasa sudah waktunya ia pergi, Azua telah melakukan ritual pada tubuhnya, maka tak hayal, Mahluk itu akan mengetahui setiap keberadaannya.
"Ell!"
"Hmmm!"
"Bisa kau memelukku?"
"Tentu Sayang!" Exell mendekap hangat tubuh lemah Kinan, ia tak memperdulikan darah yang berlumuran merah itu, Kinan memejamkan matanya menikmati rangkuhan lembut ini.
ini yang ia rindukan selama ini, Setidaknya ia pergi didalam dekapan penuh cinta suaminya.
"Sayang!"
"Hmmm!"
"Sayang!"
"hm!"
"Kinan!"
Degg...
Exell meneggang ditempatnya merasa tubuh lemah ini sudah lunglai dengan kaku, ia menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajah pucat itu.
alangkah gemetarnya Exell melihat wajah pucat istrinya yang tak berona, tanda mawar biru dikening Kinan bercahaya membuat penerangan dinalam ini.
"Kinannnnnnn!" teriak Exell menguncang tubuh Kinan yang perlahan memancarkan cahaya biru yang lansung menerangi semua hutan ini.
Ledakan di seberang sana perlahan berhenti berganti dengan gulungan petir yang menyambar.
Wushhhhh...
Cetassss..
"Tidakkkk! Jangan!" teriak Exell saat Tubuhnya perlahan tertelan cahaya biru itu hingga tak bisa lagi menggapai tubuh sang istri yang terbaring lemah diatas batu besar ditepi sungai ini.
Whusssss..
Exell lansung menghilang dengan hembusan angin yang mengantar tubuhnya menjauh keluar dari alam gadis itu.
Sepasang mata cantik menatap kejadian itu dengan senyun Simarknya. seringaian iblis dibibir wanita itu mekar sempurna.
....
__ADS_1
Vote and Like Sayang..