
Semua mata terkejut saat melihat apa yang sedang ada di Netra mereka. apa lagi Gebriel yang baru pulang dari negara Berlin karna mengurus perusahaan disana mewakili Exell yang ternyata sedang melakukan hal yang tak di sangka sangka ini.
" I..Ini bukan seperti yang kalian lihat!" pekik Exell panik, ia berusaha melepaskan belitan tangan lembut ini ke tubuh nya. tapi sama sekali tak bisa karna Kinan seperti karet di tubuh Exell.
" Kau luar biasa Boy! dari mana kau dapatkan gadis cantik ini?" tanya dady Arkan menggandeng istri nya untuk mendekati Exell yang frustasi.
" dad! Sumpah aku tak tahu siapa dia?" ucap Exell yang sudah takut Momy nya akan memarahi nya habis habisan karna semua ini.
" El kan selalu bersama Kinan!"
" Tuh kan! mengakulah Boy, kau sudah lama bermain dengan dia!" desak Dady Arkan pada Exell yang ingin mencabik wajah polos ini.
" Kau jangan membual ya! aku tak pernah bertemu dengan mu, kau saja yang datang ke kamar ku!" bentak Exell pada Kinan yang mengerijap polos.
Cup..
mereka terkejut bukan main melihat gadis cantik itu malah mengecup bibir singa ganas ini. bahkan Peri cantik ini seperti senang melihat wajah kesal pria ini.
" Berani nya kauu..!" geram Exell ingin menjambak rambut Kinan namun Momy Chalista dengan cepat menghentikan nya.
" Stopp El!"
" Mom! dia yang.."
" Sudahlah! sekarang bersihkan diri mu, dia biar Momy yang urus!" ucap Momy Chalista lembut pada Exell yang mendengus malas dan melepas paksa pelukan Kinan dengan kasar lalu melangkah pergi kekamar mandi nya
" Momy buang saja dia ke laut!" teriak Exell kesal dari dalam sana membuat Kinan tersenyum karna ia tahu Exell memang bersikap ketus tapi tak dari hati pria itu.
" Kau siapa?" tanya Gebriel sungguh terpesona dengan wajah sempurna yang lugu ini.
" Kinan!" jawab Kinan tersenyum cantik membuat Gebriel meleleh, Pria ini sungguh tak menyangkah gadis secantik ini malah ke timplok ke kamar Pria Gay itu.
" Kenapa kau kesini Nak?" tanya Momy Chalista duduk di samping Kinan yang lansung membelit pinggang Momy Chalista dengan lembut, bahkan gadis ini seperti Menyukai dan sudah lama kenal dengan mereka.
" Karna El ada disini!" jawab Kinan pada Momy Chalista yang saling tatap dengan kedua Pria disana.
" Apa dia yang membawa mu kesini?" tanya Dady Arkan pada Kinan yang mengangguk lalu menggeleng setelah sadar makna kata itu.
" Kinan yang mengikuti El karna dia Cinta Kinan!" ucap Kinan membuat Gebriel gemas karna Gadis ini begitu menggemaskan dengan mata bulat cantik serta bulu mata lentik yang mengitari nya.
__ADS_1
"Dengan aku saja ya?"
" Huss ! Kau bisa di goreng El nanti Boy!" ucap Momy Chalista pada Gebriel yang menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.
" Kan sayang Mom! di negara Berlin tak ada yang begini, apa lagi dia polos sekali hmm!" gemas Gebriel mencubit pipi putih itu membuat Kinan manyun.
" Jangan cubit ! aa Mom, kenapa Riel tak cari istri saja seperti yang kalian mau pada El Kinan?" protes Kinan membuat mereka terlonjak kaget
benar! Gadis ini memang sudah dekat dengan mereka karna seluruh apa yang mereka lakukan akan tahu oleh nya.
" Kau saja ya yang menjadi istri ku?" pujuk Gebriel pada Kinan yang menggeleng, ia memang seperti anak Remaja usia 17 tahun tahun, tapi usia nya sudah 21 tahun sekarang .
" Kan Riel sudah Tua!"
" Prufttt!" dady Arkan menahan tawa nya yang akan menyembur melihat wajah kesal Gebriel yang naik ke permukaan .
" 30 itu usia yang matang untuk Menikah! lama lama aku kurung juga kamu" gerutu Gebriel duduk disamping Kinan yang terkekeh.
ia tahu Gebriel kalau diluar pasti bersikap dingin pada wanita hingga di umur segitu tak pernah mendapat jembatan hati.
" Mom! kenapa dia masih ada disini?" suara kesal Exell yang baru keluar dari kamar mandi dengan Bathrobe yang membalut tubuh gagahnya.
Brakk..
Pintu itu tertutup rapat membuat Kinan merenggut, ia beberapa kali memejamkan mata nya untuk menghilang seperti biasa tapi ia sadar , ia sekarang sudah terlihat hingga ia tak bisa lagi menghilang seperti laksana angin.
" Kau kenapa?" tanya Gebriel pada Kinan seperti memikirkan sesuatu.
" Kinan tak apa apa!" ucap Kinan lalu menatap Pintu Walkcloset sana dengan intens, ia menunggu kedatangan Exell yang tak kunjung terlihat.
" Sudahlah! dia akan datang nanti, sekarang kau ikut Momy!" ucap Momy Chalista menggandeng Kinan yang menggeleng
" Tapi Ell.."
" Tak apa Sayang! nanti juga dia turun kebawah, sekarang kita bersihkan dulu tubuh mu, masak baru bangun tidur tidak mandi!" ucap Momy Chalista yang diangguki Kinan yang menurut.
sekarang tinggalah Gebriel dan dady Arkan yang sedang berfikir, mereka memang seperti menerima kedatangan Kinan, tapi mereka tak akan membiarkan orang asing masuk membuat ulah.
" Dady Kira dia itu musuh apa tidak?" tanya Gebriel pada dady Arkan yang sedari tadi mengamati perggerakan Kinan yang seperti gadis polos tanpa di buat buat. tapi tentu saja ia tak mudah percaya dengan itu.
__ADS_1
" Biarkan dia melakukan apa yang dia mau! kalau dia musuh, maka Membunuh nya akan lebih mudah!" ucap Dady Arkan pada Gebriel yang berat hati.
" Tapi dia sangat cantik dan menggemaskan dad!"
" Jangan tertipu dengan apa yang mata mu lihat Boy! bisa saja dia musuh yang menyamar!"
" hmm baiklah!" ucap Gebriel lalu membaringkan diri nya di atas ranjang Exell , sungguh wangi mawar ini membuat ia tenang.
" Jangan berbaring di ranjang ku! " suara dingin itu membuat mereka menoleh melihat Pria Tampan bertampang dingin itu menatap mereka dengan kelam
" Tapi bau nya enak! jangan jangan kau.."
" Jangan buat aku menghancurkan perusahaan mu kak!" Exell lalu melangkah pergi keluar kamar nya.
......
sedangkan di kamar tengah sana, Momy Chalista di buat terkagum dengan lekuk tubuh gadis cantik di hadapan nya, Kinan sama saat ia masih remaja dulu , bahkan Gadis ini lebih beraura membuat mata nya tak ingin melepaskan pandangan kagum
" Mom! apa ini cocok?" tanya Kinan melenggak lenggokan tubuh nya yang di balut Gaun Mind pendek sebatas lutut dengan warna merah maron yang menyatu dengan kulit putih itu,
apa lagi dengan kaki jenjang yang terlihat indah memakai pakaian apa saja.
" Sempurna!" pekik Momy Chalista memeluk Kinan yang tersenyum. ia bahagia membuat orang terdekat El nya senang dengan kehadiran nya.
" Momy juga Sempurna! Kenapa menikah lagi saja?"
tanya Kinan polos membuat Momy Chalista terkekeh geli.
" Suami ku sudah ada Sayang! untuk apa menikah lagi hmm?" ucap Momy Chalista seraya memakaikan kalung keleher jenjang itu sebagai pelengkap dandanan Anggun ini.
" Tapi dady Arkan selalu menyiksa Momy kan! padahal Momy sudah minta ampunan saat malam dan pagi kemaren!"
Glek..
Momy Chalista menelan ludah nya kasar, dari mana gadis ini tahu tentang pergulatan panas mereka selama ini.
" ha iya ! ayo Turun , kita makan!" ajak Momy Chalista mengamankan rahasia nya itu.
......
__ADS_1
Vote and Like Sayang..