
Wajah tampan Pria itu tampak serius menatap Laptop nya yang sedang mengadakan Meeting Online bersama Klien Bisnisnya membuat gadis cantik di Sofa sana begitu bosan menatap ke sekeliling nya yang begitu sunyi.
"Huaaaam!" Kinan menguap berbaring di Sofa panjang di sudut sana, ia memainkan Furniture menara berbagai negara di meja disampingnya.
sungguh ia bosan dengan semua ini, sesekali ia menatap dinding kaca besar di samping belakang Sofanya yang terhubung lansung dengan dunia luar sana,
"Kakak!" lrilih Kinan bangun dari baringannya dan melangkah kedinding kaca transparan itu, ia tertegun melihat gedung gedung pencakar langit yang menjulang tinggi dengan hutan hutan yang rimbun di seberang sana.
tangan lentik itu terangkat menyentuh kaca yang terbayang rimbunan hutan itu, hati mencolos membayangkan hal apa yang terjadi jika ia terhapus dari Dunia ini.
wajah tampan El nya tak lagi bisa ia lihat, pemandangan indah ini tak akan lagi ia nikmati dengan bebas,
"Kakak!" lirih Kinan memejamkan matanya mengenag masa kecil dimana Adres lah yang melindunginya hingga sebesar sekarang, Cinta dan kasih sayang pria itu menjadikannya gadis yang manja dan tentunya tak tahu apapun karna Adres lah yang menuntunnya selama ini.
Rindu? Cihh..Sumpah demi apapun Kinan begitu merindukan Pria itu, tapi ia tak bisa kembali karna sumpah dan janji yang telah ia ambil pada saat itu.
Kinan terus termenung dengan jari yang perlahan mengukir di dinding kaca itu, ia mengikuti hatinya meliukan jari telunjuknya dengan perlahan embun yang mengikuti jari lentik itu.
semua tingkah laku Kinan tanpa sadar oleh gadis itu terpantau di mata Elang Pria tampan yang terlihat sibuk tapi sungguh ia sedari tadi tak melepaskan Kinan dari jangkauan Netranya.
ia bingung melihat Kinan yang seperti memikirkan sesuatu, ia juga menautkan alisnya melihat Kinan yang memejamkan matanya seraya jari yang mengukir di kaca itu.
"Aneh!" gumam Exell lalu menutup Laptopnya karna tak fokus untuk melanjutkan Meeting ini.
Exell berdiri dari duduknya lalu melangkah mendekati Kinan yang asik dengan kegiatannya sendiri, matanya tak lepas dari jari Kinan yang masih bergerak tak searah dengan penuh perhitungan seakan gadis ini tahu dimana jarinya bergerak sesuai arena.
"Ehmmm!" deheman Exell memasukan kedua tangan kesaku celananya dengan gaya angkuh yang begitu berkharisma membuat siapa saja tergila gila dengannya.
Kelopak mata indah itu perlahan terbuka menampakan Netra sendu yang begitu menghanyutkan.
"El!" ucap Kinan tersenyum pada Exell yang mendesir hangat melihat wajah damai ini.
"Sudah selesai hmm?" tanya Kinan pada Exell yang mengangguk dengan tatapan yang masih lekat kewajah gadis itu.
"Kau sedang apa?" tanya Exell dengan suara yang datar seperti biasa tapi hati pria itu sungguh ingin bengetahui lukisan abstrak yang gadis ini buat.
"El bisa liat atau tidak?"
"Tidak!"
Kinan tersenyum miris, itu tandanya hati Pria ini belum menyatu dengannya hingga Exell tak bisa melihat perasaannya tanpa harus di tuliskan.
tapi berbeda dengan Exell yang sesungguhnya ia melihat bayangan yang perlahan membentuk sebuah lekukan, kelopak mata Pria itu menyipit menggabungkan setiap garis yang terlihat oleh Netra nya.
"Mawar!" batin Exell melihat kuntum cantik dan harus itu yang terlihat begitu jelas, tapi ia tak bisa memastikan apa itu mawar biru atau merah membuat ia semangkin memfokuskan penglihatanya.
"El jangan terlalu memaksakan melihat nya! Kinan tak melukis apapun, Sudahlah!" ucap Kinan memilih mendiami perasaanya pada Exell yang hanya mengangguk datar.
"aku juga tak ingin tahu!" ketus Exell lalu berbalik melangkah ke Sofa di belakangnya, tanpa memperdulikan Kinan yang sudah beberapa kali tertusuk dengan ucapan ketus itu,
ia tak masalah jika Exell mencacinya, tapi ia mohon jangan membuat Pria itu tak ingin tahu tentangnya karna ia perlu identitas dari Exell yang harus memilikinya jika pria itu memang serius.
"apa kau mau terus berdiri disitu?" ucap Exell tanpa melihat kearah Kinan yang dengan cepat menghapus lelehan bening yang tadi sedikit menetes dan melangkah mendekati pria itu.
__ADS_1
"El ! ini sudah siang, El makan kan?" tanya Kinan yang dijawab anggukan oleh Exell.
"Dion akan membawanya kesini!" ucap Exell lalu kembali sibuk dengan Ponselnya membuat Kinan aggak risih jika Pria ini selalu fokus tanpa menghiraukannya.
"Elll!" rengek Kinan menguncang paha Exell yang tak meresponnya.
"Elll! jangan sibuk sendiri"
"Apa?" tanya Exell sinis pada Kinan yang manyun, namun ia terkejut saat Kinan merampas Ponselnya membuat Exell geram.
"Beraninya kauu!" geram Exell pada Kinan yang masih dengan wajah tak sukanya.
"El tak boleh mengabaikan Kinan!" ucap Kinan pada Exell yang sungguh ingin mengigit bibir manyun itu.
"Bukan urusan mu! berikan ponsel ku!" ucap Exell pada Kinan yang menggeleng membuat Exell naik pitam.
"Kau memang ingin mencari Mati ya!" Exell membuka jas yang membalut tubuh gagahnya dan melepas dasinya, ia bersiap untuk mengambil Ponselnya pada Kinan yang mencari cara untuk lari dari terkaman pria ini.
"Kembalikan!"
"Tidak mau!" kekeh Kinan memeluk erat benda pipih itu ke dadanya yang terbaluti Bluse coklat dengan pita pengikat di bawah leher itu.
Exell mengayunkan tanganya mengambil benda itu tapi Kinan malah meloncat ke lantai dengan bawahan Dress nya yang tersingkap menunjukan paha mulus itu.
"Kinan! jangan menguji kesabaran ku" geram Exell pada Kinan yang juga menjulurkan lidahnya mengejek wajah tampan Exell yang tampak kesal.
"kalau El mau! ambil saja, Kinan tak masalah!" ucap Kinan memasukan benda itu kedalam bera di dadanya, ia pernah melihat kelakuan seperti ini di Filim yang ia lihat di TV LID Serly..
melihat itu semua Exell begitu geram dan bercampur gemas, sayang sekali bukan , nasip Ponselnya yang begitu beruntung di unyel benda kenyal itu.
"ayo hahaha Kejar Kinan Ell !" tawa Kinan pecah saat melihat Exell yang meruntuhkan perabotan mejanya yang kacau akibat kelakuan mereka berdua.
"Awas kau ya!" ucap Exell lalu kembali mengejar Kinan yang meloncati Sofanya dengan indah dan berjingkrat saat Exell tak bisa meraih tubuhnya.
"Shitt! dia liar juga" umpat Exell merasa di kerjai oleh gadis kanak kanak ini. otak licik Exell berfungsi saat memikirkan sesuatu.
"aaaa Sss sakitt!" pekik Exell memeggangi dadanya yang dibuat begitu sakit di pandangan Kinan yang membulatkan matanya melihat Exell yang teduduk dilantai sana dengan ringisan di mulutnya .
"Ell! Ell kenapa?" pekik Kinan mendekati Exell yang masih meringis memeggangi dadanya.
"Sa..Sakitt!" rintihan Exell membuat Kinan terlihat panik dan ingin menagis.
"El hiks hiks Jangan begini El!" iska Kinan lalu memeluk tubuh Exell yang sungguh mengulum senyum geli dan merasa bersalah melihat Kinan yang terlihat begitu merasa sakit melihatnya begitu.
"El hiks hiks!" isak Kinan memeggang dada Exell dan mengecup kening pria itu beberapa kali membuat Exell melayang.
"Sudahlah! aku tak apa apa!" ucap Exell menyudahi sandiwaranya melihat Kinan yang sembab karna sekugukan.
"Ta..Tapi El Sakitt hiks hiks!" isak Kinan memembuka kancing kemeja Exell menampakan dada bidang berotot pria itu.
"Tapi kenapa Kinan tak merasakan nya juga?" gumam Kinan masih dengan sengugukannya menempelkan telinganya ke dada Exell yang terkekeh geli melihat Kinan yang mudah dibodohi.
"Memangnya kita sedarah hingga kau bisa merasakan apa yang aku rasakan juga?" ucap Exell menyentil gemas kening Kinan yang hanya tersenyum.
__ADS_1
Exell tak mengetahui kalau mereka sekarang satu darah, mereka terikat dengan itu sekarang hingga sakit, senang maka akan dirasakan satu sama lain.
"Kinan kan Cintanya El! jadi Kinan juga bagain dari El!" ucap Kinan menepuk dadanya bangga membuat Exell berdecih.
"jangan menepuk dadamu! Ponsel ku bisa rusak!" protes Exell pada Kinan yang mendelik malas.
"Cihh! Kalau El sibuk dengan benda itu lagi, Kinan akan menghancurkannya!" ucap Kinan lalu melangkah ke aras Sofa sana dan menyandarkan kepalanya ke sandaran itu.
"Kembalikan dulu Ponselku!" ucap Exell pada Kinan yang memejamkan matanya merasa lelah kejar kejaran tadi.
"El" panggil Kinan tanpa membuka matanya .
"hmm?" Exell duduk disamping Kinan yang tiba tiba menaikan kedua kakinya ke atas paha Exell yang geram.
"Kau...
"Kaki Kinan Pegal El! tadi kan El kuat sekali berlarinya!" ucap Kinan memijat pinggang nya lalu memejamkan matanya membuat Exell tak rela untuk mengketusi gadis ini.
"Menyusahkan!" gerutu Exell mulai memijat kaki Kinan yang begitu mulus dan lembut, Exell beberapa kali mencubit betis Kinan membuat sang empu menggeliat.
"Elll!" gumam Kinan tanpa membuka matanya membuat Exell geli.
"Tidurlah!" ucap Exell lalu melanjutkan pijatannya ke kaki jenjang itu. tapi ia kembali diuji dengan Dress Kinan yang tersingkap hingga pangkal paha membuat ia menggeleng geleng resah.
"Kau hanya boleh seperti ini pada ku saja!" ucap Exell lalu menutupi paha gadis itu dengan jasnya dan melangkah mendekati wajah Kinan yang sudah nyenyak.
"Shitt!" umpat Exell saat mengingat Ponselnya masih dihapit gunung kembar itu. Exell mencoba membangunkan Kinan tapi tak direspon gadis itu.
"Kau memang benar benar ya!" gerutu Exell, tak ada cara lain selain membuka bungkusan ini.
Tangan Exell dengan perlahan membuka ikatan pita di leher Kinan, ia beberapa kali menghela nafas dengan keringat yang bercucuran.
"ini sangat rumit!" ucap Exell kembali fokus, ia melepaskan tali kecil di pertengahan dada gadis itu lalu kembali mengambil nafas dalam.
maklum saja, ia tak pernah seintim ini dengan wanita. Exell kembali menggerakan jarinya untuk membuka tali terakhir di pakaian ini.
Degg...
Exell meneggang ditempat melihat pemandangan indah ini , ia meneguk ludahnya berat dengan tangan yang gemetar menyingkap Dress yang membukit itu.
"Sexsi!" gumam Exell saat melihat gudukan sintal yang terbungkus bera hitam yang begitu padat dan putih, sebagai seorang laki laki yang normal tentu Exell terpancing dengan semua ini.
tapi, Exell sadar, ia bukanlah laki laki brengsek yang mau memanfaatkan situasi, dia tak sama seperti dadynya dulu yang memang sekarang sudah jauh berubah dari biasanya.
"Jangan menunjukan ini pada orang lain! ucap Exell lalu mengambil Ponselnya cepat dan mulai menutup kembali pakaian gadis itu.
Ceklekk..
Brugh...
Exell terkejut melihat Pria berjas itu sedang terbengong di ambang pintu sana dengan bungkuaan makanan yang berjatuhan
"Tu..Tuan!" gumam Asisten Dion merasa tersambar petir melihat Exell yang terlihat sudah melakukan sesuatu.
__ADS_1
......
Vote and Like Sayang...