Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Kalian sudah jadian?


__ADS_3

Tampa terasa 8 bulan telah berlalu dengan sangat cepat, perubahan kehidupan yang nyata bisa dirasakan oleh setiap orang yang sedang menunggu kelahiran sang buah hati dari sepasang pasutri yang memiliki paras mempesona itu.


Pekerjaan yang semangkin banyak akhir-akhir ini dilimpahkan pada sang Asisiten yang selalu standbay membantu Tuannya, Problematika rumah tangga yang mereka lewati bersamapun menjadi acuan bagi semua orang untuk menjadikan diri mereka lebih baik dari sebelumnya.


Seperti sekarang, Pria tampan itu sibuk mengurus sang istri yang tak bisa banyak beraktifitas lebih lama karna tubuh yang sudah berat dengan perut buncit itu, mereka begitu kagum akan kegesitan dan kesiagaan Pria itu membantu semua yang diperlukan istrinya.


"Exell! kau sudah makan?" Gebriel menghampiri Adiknya yang sedang melihat-lihat bahan makanan yang digunakan untuk memasak koki dapur utama.


"hmm!"


"Kau sibuk sekali!"


"Hmm! oh iya, kau sudah menghendel pekerjaan kemaren?"


"Seperti biasa! bahkan Jalang sialan itu yang menggantikan istrimu memimpin perusahaan!" kesal Gebriel mengambil wortel didalam lemari pendingin sana lalu ia kunyah dengan renyah.


"Itu baguskan? kau bisa sekalian mendekatinya!"


"Whatt? yang benar saja, dia bukan Tipeku!"


"Yah! aku harap kau benar" Exell mencabikan bibirnya seraya melihat kentang dan kol yang tampak segar.


"Kau tak lelah begini setiap hari?"


"Begini apanya?"


Gebriel menghela nafas kesal, pria ini memang sudah gila kalau berhubungan dengan Kinan, tapi ia salut dan bahagia melihat Exell yang selalu mengutamakan wanita itu.


"Kau sedari tadi memasak! memilih sayuran sendiri, mengecek pekerjaan Maid dan memborong isi toko perlengkapan bayi! apa kau sudah gila ya? Kinan bisa marah kalau kau tak istirahat!"


"Tunggu!" Gebriel diam melihat Exell yang berfikir, kelihatannya pria ini mulai mengerti akan ucapannya.


"Kau paham?"


"Shitt! aku lupa!"


"Lupa apa?"


"Menyetel air mandi istriku!"


Duarr..


Gebriel lansung terduduk dikursinya menatap kesal Exell yang sudah berlari kedlaam Lift sana untuk menyetel Air untuk permandian bidadari cantik itu.


"Aku kira dia mau mendengarkan aku!" gerutu Gebriel mencomot sawi yang sudah diteliti Exell tadi.


"Ketombe!"


Suara panggilan alam itu membuat Gebriel kesal, wanita itu sudah satu Partner dengannya hingga ia terus bertemu dan berdebat setiap saat.


"Pagi Mom!" sapa Renata menyapa Momy Chalista yang tampak melihat benih bunga yang dipesannya tadi.


"Pagi Sayang!"


"Dimana Ketombe itu?"


"Entahlah Nak! tadi dia bersama El!"


Renata manggut-manggut mengerti, selama 8 bulan ini, banyak sekali hal yang berubah membaik membuatnya merasa hidup dilingkungan manusia yang memang berhati malaikat.


"Renat!"

__ADS_1


"hmm!"


"Kau dipanggil Kinan! dia juga meminta Gebriel untuk menemui mereka diatas!" Gea berucap seraya membaca laporan yang ada ditangannya, penampilan wanita itu masih sama, ia masih malu menunjukan rupanya hingga memakai masker dan pakaian tertutup setiap hari.


"Pertanyaanya ! dimana si Ketombe itu? Momy tak tahu diamana dia!" kesal Renata menghempaskan tubuhnya ke sofa empuk disampingnya.


"Carilah didapur! biasanya dia makan wortel pagi-pagi begini!" ucap Gea yang sering memergoki Gebriel mengunyah Wortel setiap paginya.


"Sepertinya aku harus mengganti gelarnya!" Decih Renata dengan kasal melangkah kedapur Utama saja, Momy Chalista hanya menggeleng melihat kelakuan anak-anaknya.


"Apa Udin sudah datang Mom?"


"Belum Nak! sepertinya dia kelelahan!"


"hm baiklah!"


Pria tampan itu bersembunyi dibawah meja pantri saat sudah melihat Jalangnya yang sudah mendekati dapur ini, ia memeggang baskom berisi Es batu kecil-kecil dari Kulkas sana.


"Ketombe!!!!"


"Kena kau!" gumam Gebriel lalu mengintip dari cela damping meja, saat kaki jenjang itu mulai melangkah menuju meja ini, ia lansung keluar.


"Buaaaa!"


"Aaaaa brengsekk!" Pekik Renata berjingkrat saat Es batu sialan itu masuk kedalam Kemeja kerjanya.


"Hahaha! Lihatlah, pasti kau mulai terpesona denganku kan?"


"Kau sudah tak waras ha? Pakaianku basah karna Mu!" bentak Renata pada Gebriel yang masa bodoh, pria itu malah kembali melempar kotak Es kepakaiannya.


"Cih! salah sendiri kau menemuiku!"


"Kauuu...!"


"Sudahlah! percuma berbicara dengan Ketombe busuk sepertimu!" ketus Renata lalu menarik tangan Gebriel untuk mengikuti langkahnya.


"Jalang mulai aktif ya bun!" ejek Gebriel menyentil kuping Renata yang seenaknya memperlakukan seorang Gebriel seperti ini.


"Diamlah! kita harus cepat, atau kau mau dipanggang oleh Adik gila mu itu!"


"Cihh! bilang saja kau hanya ingin mencari perhatianku!"


"Bisa kau diam?"


"Tidak!"


....


"Ell! Kinan bisa sendiri sayang"


rengek Kinan saat Pria ini malah mengurusinya hingga mandi pun pria ini yang melakukannya, ia kadang merasa bersalah karna menyusahkan suaminya.


"El! Kinan..!"


"Sutt! jangan bersisik, babynya sedang tidur sayang!" ucap Exell seraya mengecup perut buncit istrinya yang semangkin hari membuatnya gemas, ia menikmati masa-masa ini.


"Nanti El sakit kalau tak istirahat!"


"Tidak akan! kau menurut saja hm?"


Kinan menganggukinya pasrah, ia hanya menurut saat pria ini mengeringkan rambut panjangnya dan mengganti pakaiannya.

__ADS_1


"Exell!"


Kinan menoleh kearah pintu kamar lalu menatap Exell yang tampak tak open, pria ini masih sibuk menata rambutnya dengan handuk kecil dibahu suaminya.


"El! mereka sudah datang!"


"Biarkan saja! aku belum selesai dengan ini!"


"baiklah!"


Exell menata rambut istrinya cantik, sudah dari lama ia belajar semua ini, sekecil apapun itu ia akan lakukan demi bumil ini.


"Etss! mau apa?"


"Make-up!"


"Tidak usah! kau sudah cantik!" cegah Exell saat Kinan ingin berdandan, bukan apa-apa ia melarangnya, wanita ini saja tidak berdandan sudah membuat siapa saja terngangak, ia tak suka Kinan berdandan membuat orang yang melihatnya jadi terobsesi.


"Tapi, ini semua untuk apa sayang? sesekali bolehkan Kinan Dandan!"


Ucap Kinan seraya mengadah menatap suaminya yang menggeleng membuatnya pasrah.


"Kau hanya boleh berdandan saat dikamar saja sayang! nanti kalau kau terlalu cantik aku tak terima kau dipandangi pria lain!"


"Iya El! tapi Lipstik bolehkan?" Exell berfikir sejenak, ia membalikan tubuh istrinya seraya berjongkok dihadapan wanita itu.


"Lihat bibirnya dulu!" Kinan memanyun-manyunkan bibirnya pada Exell yang menelitinya, bentuknya sudah sangat menggugah, merahnya pas dan segar.


"Boleh El?" tanya Kinan penuh harap, Exell mengangguk lalu mengambil Lipstik pink yang pas dengan kulit dan bibir sexsi ini.


"Aku yang pakaikan!"


Exell memakaikan benda itu pelan dan sangat tipis, bahkan Kinan merasa Lipstik ini tak tertempel pada bibirnya, hanya menyusuri lekukannya saja.


"El!"


"Sudah selesai!"


"Whatt? ayolah sayang, ini tipis sekali!"


"Ini atau tidak sama sekali! bagaimana hm?" ancam Exell pada Kinan yang merotasi malas, dulu memang ia yang membuat ulah, sekarang, Pria ini sanga posesif dan tentunya tak suka dibantah.


"Baiklah!"


Cup..


"Istriku yang penurut!" ucap Exell tersenyum puas lalu membantu istrinya berdiri karna kendala perut besarnya itu.


"Kinan!!!!"


"Yah! Sebentar!"


Cekleakk..


Brugh..


Exell dan Kinan menautkan alisnya melihat Gebriel dan Renata yang terhuyung tersungkur keatas lantai dengan Gebriel yang ditindih tubuh indah itu.


"Kalian sudah jadian?"


"Tidak!!"

__ADS_1


....


Vote and Like sayang..


__ADS_2