
Tatapan netra Elang itu tampak begitu kuat dengan guratan yang sama sekali tak dimengerti siapapun, kaki kokohnya bertumpang tindih angkuh dengan kedua tangan yang berada dikedua sisi kursi kekuasaannya.
Netra birunya begitu mempesona, sangat memikat dengan aura intimidasi yang kuat diterbarkan tubuh kekar sempurna itu.
"Bagaimana Presedir?"
Exell diam dengan wajah datar dan sangat tenang, ia membaca setiap deretan angka dan huruf yang tertera didalam Berkas yang menjadi penghubung kerjasama besar antara Perusahaan Nicholas dan Mohana Global Crobs.
"Apa kau memang ingin bekerja sama dengan Perusahaan Ku?"
"Sangat Presedir!" ucap Leo yang begitu gembira, ada sudut lain yang bisa terbaca oleh Exell, dari cara pria itu menanti jawaban darinya dan gestur tubuh yang tak sabaran membuatnya hanya tersenyum misterius.
"Baiklah! kau baca Konsekuensinya!"
Asisten Dion memberikan lembar demi lembar kertas putih yang disegel itu, Tuan Muda Nichol dengan serius membacanya diringi tatapan datar Exell yang menohok.
"*Perusahaan Mohana berperan penting dalam setiap perubahan dan penetapan dalam proyek.
"Mall itu adalah investasi terbesar dari Perusahaan Mohana yang akan diolah oleh Perusahaan Nicholas, hak dari semua kontrak kerja tergantung ditangan Presedir Mohana, Pihak pertama tak ada hak untuk membantah selain menuntut keuntungan bila tak sesuai dengan kesepakatan. jika terjadi penyelewengan penipuan perusahaan, maka, Pihak pertama akan dituntut dan membayar semua ganti rugi saham yang sudah diinvestasikan*.
.....
Tuan Muda Nichol menelan ludahnya kasar, Perjanjian ini sangatlah menakutkan, salah sedikit saja, Perusahaannya bisa gulung tikar.
"Kalau kau mau! aku bisa menginvestasi lebih besar dari itu!"
"A..Apa Pak?"
"Aku bisa memberimu Inves lebih besar jika kau memang jenius dalam bekerja!"
Pria muda dengan lesung pipit itu tersenyum licik, pria ini sangat bodoh hingga mau menginvestasi Triliunan juta demi membangun Maal besar yang sebentar lagi akan menjadi miliknya, ia akan membuat Keluarga Mohana hancur dengan pengurasan Harta.
"Anda memberikan saham ini atas nama siapa Pak Presedir!"
"Istriku!"
Duarr..
Leo begitu girang bukan main, ia ingin melihat pria ini bangkrut supaya dengan mudah mengambil apa yang akan menjadi miliknya.
"Kau lihat, bagaimana aku membuat kalian jatuh miskin"
"Hm Pak! saya punya saran, Perusahaan Nichol juga berencana membuat Sebuah Desney yang besar mewakili. Worm Cuyulier di Kota Heren, namun, kami kekurangan investior, apa anda bisa memberi kami dana? Pak!"
Exell berfikir dengan teliti membuat Leo semangkin dibuat tak sabaran, dengan membuat Pria ini berinvestasi ratusan Triliun, ia bisa menguras segalanya, apalagi saat malam itu ia telah merusak Sistem Perusahaan Cabang mereka.
"Hm! Apa keuntunganku?"
"Kau bisa memiliki berbagai cabang Perusahaan mengatas namakan Mohana Global, anda bisa juga membangun sebuah kenagan bersama keluarga anda Pak!"
Exell mangut-mangut mengerti, Asisten Dion sungguh tak habis pikir dengan tawaran yang memakan Triliunan juta ini, ia yakin, Pria ini bukan orang yang baik.
"Aku terima!"
"Yah! Kau memang harus menerimanya!"
"Tapi! Perjanjiannya juga berlaku!"
"Baiklah Presedir! terimakasih banyak"
"Hmm!"
"Bagaimana dengan Pesta Kerjasama nanti malam, Presedir?"
"Sesuai undangan!"
"Baik Presedir!"
Brakk..
Mereka terlonjak kaget saat dobrakan pintu yang kuat, Tatapan netra Leo begitu terpana melihat siapa yang datang dengan wajah sembab dan Baby mempesona itu.
"E..El!"
"Meeting ini selesai!"
__ADS_1
"Ta..Tapi..!"
"Kau bisa keluar!"
"Baik Presedir!" ucap Leo dengan tak rela, matanya masih menatap Kinan yang tak mau mengalihkan netranya dari Exell yang mengepalkan tangannya kuat.
"Kau tahu pintu keluar?"
"Ah iya Presedir!" Leo ingin melangkah pergi, ia berencana menyenggol wanita itu untuk bersentuhan menghirup aroma wanginya.
Srett..Bugh..
Tubuh Leo aggak oleng membentur dinding karna Kinan sudah ditarik lengan kekar Exell.
"Kau Masih bisa berjalan?"
"Ah iya Presedir!"
Asisten Dion pamit keluar lalu mengunci pintu Ruangan itu, sekarang tinggalah keluarga kecil Exell yang saling diam.
"E..El!"
"Kenapa kesini?" Tanya Exell datar membuat Kinan mengembun, ia sekarang duduk dipangkuan pria itu dengan Baby Ars yang hanya diam menatap tajam wajah Dadynya.
"E..El hiks hiks! ka..kalau Kinan salah, Kinan minta maaf sayang hiks hiks!" isak Kinan menagis, Exell tak tahan mendengar isakan pilu itu, hatinya bergejolak tak menentu.
"Ba...Baiklah! Ki..Kinan hiks, Kinan mengerti!" isak Kinan bangun dari pangkuan suaminya, Baby Ars menggapai dasi Exell membuat benda itu tertarik mengait leher Exell.
"Le..Lepas saja Baby hiks hiks! Dia..Dia bu..bukan Dadymu!"
Duarr..
Bagai disambar petir, Exell meneggang ditempatnya, matanya melotot tajam Menatap Kinan yang acuh, dan malah mengecup pipi gembul putranya.
"Apa yang kau katakan ha?" geram Exell mencengkram lengan Kinan lembut membuat wanita itu heran, bukannya Exell seharusnya marah dan mencengkram erat lengannya kuat? tapi ini?
"E..El!"
"Sutt!" Exell mengusyaratkan istrinya diam dengan tangan yang tetap memeggang lengannya.
"Whattmm!"
Mulut Kinan lansung dibekap tangan besar suaminya, takut seseorang diseberang sana mendengar semuanya.
"Diam sayang!" ucap Exell tanpa suara, hanya gerak mulut pria itu saja dimengerti oleh Kinan.
"Auuu El hiks hiks!"
Exell mengulum senyum geli melihat Acting istrinya yang tak bisa diragukan, ia kembali memangku tubuh wanita itu kepahanya dengan Baby Ars yang masih menarik dasi Dadynya.
"Apa kau memang ingin mencari mati ha?"
"El hiks hiks! Lepas!!" isak Kinan tanpa air mata, ia menatap jijik pada tangannya yang sudah terkena lapisan sadap oleh seseorang yang mereka kerjai ini.
Oeeek..Oeekk..
Kinan dan Exell saling tatap melihat Baby Ars yang menagis, tapi cairan bening itu tak keluar, hanya suaranya saja yang besar.
"Prufftt!" keduanya menahan tawa karna Baby Ars tak ketinggalan berkolaborasi bermain sandiwara.
"Kau tak kasihan pada Putra kita ha?" geram Kinan berusaha tak tertawa, ia menyandarkan kepalanya kedada bidang Exell yang mengelus kepala istrinya lembut.
"Dia hanya beban?"
Whuss..Brugh..
Exell terkena hempasan tangan mungil putranya membuat buku dimeja sana berantakan jatuh, tatapan Netra biru Bayi mungil itu menajam berbenturan dengan tatapan Dadynya.
"Exell!!" Bentak Kinan menyala-nyala, kali ini ia memang sangat marah mendengar hinaan pria itu, Exell menelan ludahnya kasar melihat anak dan istrinya menyerangnya secara bersamaan.
"Aku minta maaf Baby! Sayang, ini hanya rencana!" Exell memelas menagkup pipi lembut istrinya dengan bicara tanpa suara, ia menghujami bibir merah itu dengan kecupan seraya tangan yang melempar barang-barang dimejanya keras. supay suaranya tak jelas.
Prank..Prank..
"Kinan tak suka!"
__ADS_1
Exell menganggukinya patuh, ia kembali mengecup bibir ranum itu lalu beralih kekening putra menakutkannya ini.
"Maafkan Dady Baby! tapi ini hanya bercanda! kau jangan marah ya sayang!" pujuk Exell mengayun-ngayun tubuh mungil dalam gendongannya seraya Kinan yang menjauhkan telapak tangannya.
"Apa dia mendengarnya sayang?"
"Dalam Radius 1 setengah meter dari tanganmu!"
Kinan manggut-manggut mengerti, ia baru paham, kenapa pagi tadi Exell marah-marah tak menentu dan mengacuhkannya karna Pria bajingan itu sudah menempatkan Sadap Abstrak ditangannya, dimana benda itu seperti cairan lengket yang bisa diserap kulit tanpa terlihat, benda IT itu bisa menyadap dalam jarak dekat, tpi tidak dengan kejahuan.
"Bagaimana dengan Asisten Dion?"
"Biarlah dia memilih!" ucap Exell pelan, ia tak ingin memberi tahu banyak pada Kinan yang bisa saja membuat Rencana bersama komplotannya itu, ia tak ingin wanita ini terlalu banyak berfikir.
Kinan mengambil ponselnya dari saku Suaminya, ia membuka Aplikasi WhatsAppnya dan mencari Kontak Exell.
Suami Tercinta! Cihh..itulah nama Exell yang tertera disana, bukan Kinan yang memberinya, tapi pria itu sendiri.
"Lihat Ponselmu El!"
Exell mengangguk, ia menggendong Baby Ars dengan satu tangan lalu melihat Ponselnya yang mendapat notif pesan dari My Love nya.
"*El! bukankah dia orang yang sama ketika Kinan ke Event dulu?"
"Iya! dia yang kau beri nama SYILA*"
pesan sinis Exell dengan Emoji marah, Kinan mengulum senyum geli melihat wajah kesal Suaminya. Pria ini memang hebat hingga bisa menemukan dan tahu setiap aktifitasnya.
"Kinan tak tahu banyak El, dia mendesak Kinan memberi nama, jadi Kinan kasih asal, itupun sekarang Kinan aggak lupa"
Mendapat pesan itu, Exell kembali membalasnya dengam cepat. mereka persis seperti ABG yang sibuk Cetan mesra namun terkadang mempunyai Exspresi wajah yang menggelikan disetiap pesan yang tersampaikan.
"*Kau hanya boleh mengingat namaku, Exell"
"Kinan selalu ingat sayang, lalu bagaimana dengan pestanya?"
"Kita pergi dan kau jangan berlebihan*"
Exell kembali menyelipkan Emoji Marah bertanduk membuat Kinan terkikik tertahan, Baby Ars menatap mereka secara bergantian dengan kesal.
dari sorot mata tajam itu, ia bisa mengatakan.
"Bisa-Bisanya kedua manusia langka ini mengacuhkan aku!"
Yah, mungkin itu yang sekarang ia pikirkan, sangat jengkel melihat Exell dan Kinan yang berbalas pesan romantis dan penuh rencana.
"Lihat wajah Baby!"
Kinan lansung menatap wajah putranya yang mengkerut menatap ia dan Exell bergantian, kerutan kening Baby Ars membuat Kinan geli tapi masih bisa menahannya,ia kembali pada ponselnya.
"Baby marah El!"
"Biar saja! dia sangat menggemaskan!"
"Tapi, kalau baby marah bisa gawat sayang!"
"Apanya?"
"Pokoknya, Ibu bilang, Baby Ars itu berbeda, dia bisa saja pendendam padamu El!"
"Biar saja, paling dia hanya bisa menagis minta Asi!"
"Kau tanggung sendiri ya sayang, Kinan tak ikut campur!"
"Bocah tetap Bocah!"
Whuss..Prank..
Exell melotot melihat Ponselny jatuh akibat sentaan tangan mungil itu, ia menatap Kinan yang mengangkat tangan tak ikut campur.
Oeeeekk...
.......
Vote and Like Sayang..
__ADS_1