Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Suara bisikan..


__ADS_3

Kinan menatap dalam luka yang berada di kaki Serly yang terlihat berbeda, semua orang disana menatap Serly yang masih menangis dengan rintihan kesakitan itu.


"Momy hiks hiks !" isak Serly merasa lukanya yang begitu perih, dady David mengobati luka putrinya, kebetulan ia dan sang istri adalah Dokter jadi mereka siap siaga membantu gadis belia ini.


"Jangan di perban!" ucap Kinan pada mereka yang menautkan alisnya bingung, Luka seperti ini harus diperban bukan?


"apa maksud mu?" tanya Exell pada Kinan yang lansung berlari mengambil air putih dibelakang sana dengan kain tipis ditangannya.


"Tahan ya Ser!" ucap Kinan lalu melihat luka sobekan dan tusukan itu, ia melihat pinggiran luka itu yang terlihat menghitam. Kinan mejamkan matanya mencontoh apa yang dulu dilakukan Adres saat menyembuhkan luka goresan dari Siluman Azura itu.


Wushhh...


hembusan angin yang menerpa wajah cantik Kinan yang membuat mereka terpana dengan rasa sejuk yang menerpa kulit mereka.


"aaa Mom hiks hiks!" pekik Serly saat Kinan menyiramkan air putih itu ke luka Serly yang perlahan berhenti mengeluarkan darah.


mereka terkejut melihat itu semua, apa lagi Serly yang meneggang ditempat saat melihat simbol Mawar biru yang ada di kening Kinan yang sedang melakukan sesuatu yang tak mereka mengerti.


"Selesai!" ucap Kinan lalu membersihkan ceceran darah itu dan meniup luka Serly yang merasa dingin dengan hembusan nafas segar itu.


"Ke..Kenapa bisa?" lirih mereka selain Exell yang tetap bungkam ditempatnya melihat wajah Kinan yang sedikit pucat dengan senyuman yang masih mekar di bibir itu.


"Luka mu jangan terkena api atau asap Ser! karna mereka tersusun akan itu maka luka mu akan kembali memburuk sampai malam nanti!" ucap Kinan membuat mereka bertambah bingung.


"Kau siapa?" tanya dady Arkan mulai serius akan hal ini. tadi siang istrinya yang dibuat kualahan dengan Mashion yang berantakan setelah beberapa kali dibersihkan. dan sekarang Serly yang terluka dengan cara yang tak masuk akal.


"Kalian dan Kinan berbeda!" ucap Kinan tersenyum lembut, membuat mereka sungguh tak bisa berfikir dengan jernih.


"Kau manusia kan nak?" tanya Dady Johan pada Kinan yang tertegun diam, lalu gadis itu menatap Exell yang juga menatapnya dalam.

__ADS_1


"Kinan tidak tahu! Adres bilang Kinan adalah Jiwa yang menjadi incaran mereka!" lirih Kinan menatap penuh cinta pada Exell yang mengalihkan padangannya tak sanggup bersitatap dengan Netra indah penuh sendu itu.


"Kau tak tahu identitas mu sendiri hmm?" tanya Gebriel lembut memeggang bahu Kinan yang mengangguk.


"Kinan hanya tahu kalau Adres Kakak Kinan! dia yang menjaga Kinan sebelum sumpah yang Kinan ambil!" jawab Kinan pada Gebriel yang mengerti.


"Kak! kalau kau tak bisa cerita banyak tidak apa apa!" ucap Serly memeggang lengan Kinan yang terlihat berkecamuk memikirkan pembicaraan mereka.


"Ya sudah! Sekarang istirahatlah, ini sudah larut malam kan!" ucap Momy Chalista pada anggota keluarga lainnya yang mengangguk.


"Hati hati!" ucap Exell pada Serly yang di bopong dady David ke kamar mereka dengan anggota keluarga lainnya yang mengikuti langkah mereka.


"El!"panggil Kinan pada Exell yang melangkah pergi meninggalkannya bersama Gebriel.


"Sudahlah! kau mau tidurkan?" tanya Gebriel lembut pada Kinan yang menggeleng.


"Kinan cuman mau El!" lirih Kinan dengan mata yang mengembun, Kinan berlari keluar Mashion menuju Taman di belakang sana.


"Kenapa ini selalu sakit hiks hiks?" isak Kinan mencengkram dadanya yang berdenyut.


tak cukupkah kehidupan ini mempermainkan Jiwanya, ia sudah lelah dengan perjuangan dan Penantian yang terkadang membuat Kinan terhanyut dalam hasutan iblis itu.


tapi ia ingat, ia punya Cinta yang tulus yang bisa ia banggakan, tapi kenapa semangkin hari kehidupan ini semangkin menuntutnya untuk tenggelam di dalam kegelapan.


"Tuhan! kau Tuhan kan, kata Adres kau yang menciptakan kami dan mereka, lalu kenapa kau membuat semuanya menjadi sakit hiks hiks Kau membuat Kinan menjadi Simbol kesucian dan ketulusan kan, lalu kenapa kau juga mengarahkan Kinan ke lembah kebusukan hiks hiks!" isak Kinan dengan suara yang begitu menyayat hati membuat burung burung dimalam hari itu teridam senyap meresapi setiap kesakitan dan rasa yang melanda tubuh indah itu.


Kinan menagis menumpahkan rasa sesak yang ia tahan selama bertahun tahun ini, apa dia harus merelakan dirinya untuk Kematian yang busuk itu, atau berjuang dengan kebahagiaan yang bahkan ia pun tak tahu apa itu akan tercapai atau tidak.


Wusshhh....

__ADS_1


hembusan angin yang menerpa tubuh Kinan yang meneggang saat mencium aroma Mawar busuk ini. ia sekugukan dengan mata indah yang berkabut memandangi sekitarnya.


"Adikkkkk !" suara bisikan itu pada Kinan yang benar benar gemetar mendempetkan dirinya ke pangkal pohon itu.


"Ja..Jangan ganggu Kinan! Jangan ganggu mereka !" ucap Kinan menatap gumpalan hitam yang remang remang menyatu dengan kegelapan malam ini.


"apa dia sudah mencampakan mu adik?hmm!"


"Tidak! El Kinan Mencintai Kinan! kau Pembohong..Pergi..Pergi dari sini!" ucap Kinan memeggang dada nya yang kembali berdenyut.


"Kau itu lemah Adik! Cinta itu Busuk, Cinta itu kemunafikan yang nyata..Lihat lah Adik, apa yang kau dapatkan dengan mengorbankan nyawa mu untuk mereka hmm!"


suara Misterius itu sungguh mengerikan telinga siapa saja yang mendengarnya, Kinan berusaha kuat untuk berpeggang teguh pada Prinsip nya yang sudah ia bangun sejak lama.


"Cinta itu Kuat ! Dia rela melakukan apapun demi melihat ia bahagia! Kinan Mencintai El dengan tulus, dan Kinan yakin, Cinta bisa membangun kehidupan baru tanpa campur tangan kebusukan!" ucap Kinan pada bayangan gelap itu.


"Aku adalah kau adik! dan kau bukan lah aku..Kita sama Sayang, ikutlah dengan ku untuk menjadi kuat tanpa rasa sakit dan luka ini, hmm..Ikut aku adikkk!"


Kinan menggeleng geleng, lalu berlari kembali masuk kedalam Mashion Mohana, ia merituki dirinya yang tak bisa melawan Azua.


"Lemah hiks hiks! Kinan lemah tapi bukan Cinta Kinan hiks hiks!" isak Kinan lansung meringkuk di samping Sofa sana menekuk kedua lututnya dengan kepala yang terbenam ke kedua lututnya.


"Adiiikuu.! Hahahaha Jangan menagis sayang, hmmm. Cinta itu membutakan, bukan dengan kejahatan yang menguatkan Adik...Ikutlah dengan kuuu !"


Kinan menggeleng geleng dengan tubuh yang gemetar, dia tak mau menjadi seperti Azua yang terlahir dari rasa dendam, kebusukan dan kejahatan yang mendalam.


ia bukanlah Mahluk jahat yang meminum darah seperti Azua yang menyeramkan. ia ingin bersahabat dengan siapa saja dengan ketenagan yang ada.


....

__ADS_1


Vote and Like Sayang.,


__ADS_2