Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Pagi indah pasutri!..


__ADS_3

Pagi ini begitu berkabut, embun basah yang masih tampak segar itu masih melekat didedaunan pepohonan yang begitu segar dan mekar pagi ini, Sang mentari pembawa berkah itu terlihat malu-malu menampakan senyumannya, ia masih mengintip dibalik awan gelap yang membuktikan bahwa kemendungan yang akan melanda langit sana.


Cuaca yang dingin itu membuat sepasang pasutri diatas ranjang sana yang menjadi saksi bisu percintaan mereka semalampun menggeliat dengan tubuh yang saling memeluk.


Selimut tebal yang membalut tubuh keduanya terlihat kusut dengan rambut acak-acakan dari keduanya.


"Ehm!" Pria tampan itu menggeliat melenturkan otot lengannya yang pegal akibat menopang kepala seorang Wanita yang ia peluk dengan mesra, dada bidangnya terasa dingin diterpa hembusan nafas teratur itu. Senyumannya terukir menatap wajah cantik kusut Gea yang tampak imut dengan bibir bengkak dan rambuk kusutnya.


Asisten Dion menghela nafas lega, ia sungguh Syok semalam melihat paras wanita ini begitu membuatnya terpukau, ia tak mengharapkan kecantikan paras sang belahan hati yang kembali seperti semula, tapi ia bersyukur karna Gea tak berpaling darinya setelah keadaan nya sudah membaik.


"Pagi!" Lamunan Asisten Dion buyar saat suara serak Gea yang mengadah menatap wajah Tampan Suaminya, tangan pria itu terangkat mengelus pipi lembut istrinya.


Cup..


bibir mereka bertemu tanpa gerakan. hanya saluran perasaan yang menunjukan isi hati masing-masing.


"Pagi sayang!"


Seketika mereka saling bertatap mesra membuat Gea malu akan tatapan lembut itu, ia tak pernah merasakan begitu dicintai begini.


"Jangan menatapku begitu!" gumam Gea membenamkan wajahnya ke belahan dada bidang itu membuat Asisten Dion gemas bukan main.


"Ada apa hm? ayo mana pipinya?"


"Tidak mau!"


"Hey! pipinya..aku lihat tadi ada merah-merah! sayang ayolah, Pipi aaaa adeh!" Asisten Dion terpekik saat dadanya malah digigit gigi putih itu.


"Sayang! kau sangat agresif!"


"berhenti menggodaku!"


"Tidak mau!"


"Sayang!" rengek Gea manja, ia begitu mengeluarkan semua sifat yang dulu ia pendam, bahkan, ia tak malu untuk memimpin permainan karna Suaminya tahu kalau ia sudah tak perawan lagi.


.......


Tatapan mata pria itu begitu tajam melihat Majala yang mempertontonkan bagaimana sempurnanya pasangan yang sedang berpose memukau itu.


Buku tangannya memutih akibat kepalan tangan yang menguat, hatinya sakit, sungguh.. baru pertama ia mencintai seseorang tapi kenapa wanita itu malah dimiliki orang lain, ia bahkan tak bisa berbahagia sedetik saja, kapan Takdir itu akan adil?


"Kau tetap Syila-ku!"


"Boy!"


Pria paruh baya itu menghampiri putranya yang semenjak Berita pempublisan Pernikahan Tuan-Tuan muda itu yang menggegerkan ia terus mengurung diri didalam kamarnya, mereka tak mengetahui apa yang terjadi dengan pria itu.


"Ah iya dad! ada apa?" seketika wajahnya berubah ceria seakan tak merasakan apapun, ia menyambut kedatangan Dadynya dengan bahagia.


"Kenapa kau tak pernah keluar Nak?"


"Aku?"


"Shit! lalu siapa lagi? hanya kau putraku disini, adikmu juga tak keluar sedari kemaren!"


Pria tampan dengan ciri khas tai lalat di samping bibirnya dan lesung pipit di salah satu pipinya itu tersenyum geli, ia seakan bisa mengendalikan suasana.


"Apa kalian secinta itu padaku hm?"


"Hey! kau jangan membual, kami tak mungkin mengabaikanmu!"


"Ah Romantisnya!"


"Cih! kau kapan memberiku menantu! lihatlah para Tuan Muda keluarga Mohana itu, mereka sudah menikah dan bahkan sudah memiliki cucu!"


Wajah Pria itu berubah dingin dengan tatapan yang berubah tajam, ia menatap majala yang tadi ia lihat dengan penuh rencana.


"Dia cantikan Dad?"


Pria paruh baya itu tercengang saat melihat wajah cantik wanita yang memakai gaun pengantin mewah itu, ia tak bisa berkata karna ia sebagai laki-lakipun mengakui itu.


"Sangat! bahkan dia lebih menonjol dari berbagai wanita, auranya sangat kuat dengan tatapan yang menusuk jantung, tapi menurut dady, Momymu lebih cantik!"


"Cih! itu sudah pasti karna dia istrimu dad!"

__ADS_1


"Hm! tapi dady kagum pada keluarga Mohana, paras anggota keluarga mereka sangat khas dan memukau, bahkan Presedir Mohana yang paling membuat gila itu malah bisa mengait sang bidadari seperti istrinya, Dady tak bisa membantah pesona mereka!"


"Hmm!"


.........


"Sayang!"


"Yah Sayang! ada apa?" teriak Exell seraya memakaikan popok pada Baay Ars, Si unyil ini subuh-subuh sudah bangun membuat mereka mau tak mau harus menyibak selimut panasnya.


"Kinan harus pakai apa?" Kinan membawa dua jenis Dres kehadapan Exell yang tampak berfikir, dada istrinya sudah seperti sisik ikan merah membiru karna gigitannya dan bokong wanita itu merah akibat remasan tangannya semalam, ia terkekeh memandang Tubuh istrinya yang meninggalkan jejak Bercinta semalam.


"Yang Hitam saja!"


"Tapi ini cantik sayang! Kinan suka warnanya!" sambung Kinan mepaskan Dres merah maron dengan belahan dada rendah serta bawahan sisi paha, tampak anggun dan Sexsi.


"Kau inginku kurung hm?" geram Exell membuat Kinan terkekeh geli, ia sekarang hanya mekakai bera dan daleman saja, tentu Exell suka pemandangan dipagi hari ini.


"Kinan bercanda El! Kinan suka yang warna hitam, karna El pilih ini!"


"Sini sayang!"


Kinan mendekati ranjang dengan Exell yang lansung merangkuh pinggang istrinya untuk duduk kepangkuannya, ia mengecup bahu polos itu lembut dengan satu tangan yang sedang dimainkan Baby Ars.


"El! ramuan ibu memang Terbaik! perut Kinan jadi datar lagi sayang!"


"Benarkah?"


"Hm iya! bahkan rasanya sangat ringan!" ucap Kinan seraya mengadah menatap Exell yang sedang mengelus perut istrinya lembut.


"Mau ini besar lagi?"


Pugh..


"El! besarkan dulu Baby Ars, Kinan tak mau kalau Baby kurang kasih sayang nantinya!"


Cup..


"Baiklah sayang! terserah padamu saja aku hanya mengikut!" Ucap Exell lalu mengambil satu set pakaian yang dipegang Kinan.


"El! biar Kinan saja!"


"Aku bisa kenapa kau harus melakukannya hm?"


"El! Kinan..!"


"Menurut atau kau tak pakai apapun!"


"Ok! Kinan nurut!"


Wanita itu hanya pasrah saat tubuhnya dikeloni sang suami, sedari subuh Exell yang mengurus Baby Ars karna Kinan kurang paham tentang memandikan bayi atau mengganti popok, ia hanya memberi Asi saja.


"Sayang!"


"Ada apa hm?"


"Ajarkan Kinan mengasuh Baby!"


"Bukankah kau sudah bisa hm?" tanya Exell seraya memperbaiki bera istrinya, ia sama sekali tak keberatan dengan semua ini, bahkan ia begitu senang bisa mengurus dua manusia yang sangat ia cintai ini.


"Kinan hanya bisa menggendongnya saja! itupun masih labil tak sehebat El!" gumam Kinan merasa bersalah.


"Hey! kenapa bicara begitu hm? baby saja tak masalah jika Momynya tak memandikannya, dia bahkan sangat senang jika kau selalu menemaninya jika dadynya kerja, kau lihat wajah Tampan putramu yang begitu jatuh cinta padamu sayang!"


Kinan tersenyum penuh cinta menatap wajah Tampan suaminya yang selalu membuatnya damai setiap kegundahan yang melanda hatinya.


"Kinan beruntung punya suami seperti El!"


"Aku lebih beruntung mempunyai istri yang bahkan melebihi apapun bagiku! kau wanita kedua setelah Momy yang aku cintai sayang!" ucap Exell menyatukan kening mereka dengan tangan yang menaikan Resleting Midi Dress istrinya.


Panjang Dress wanita itu hanya sisi lutut tanpa lengan, dengan bagian dada yang mengetat membuat tonjolan Sexsi, terlihat sangat anggun dan Elegan.


"Ini boleh terlihat?"


Plapp...

__ADS_1


Exell menamplok dada membusung wanita itu gemas membuat Kinan terpekik.


"El!"


"Apa? kau harus pakai Mantel, ingat Teoriku dulu!"


"Yang mana?" Kinan berfikir keras membuat Baby Ars dan Exell gemas melihat wajah cantik polos Kinan yang menggelikan, Exell mengigit bibir bawahnya menahan gemas kegelian.


"Oh iya Kinan ingat El!"


"Apanya?"


"Kalau ini dipandang pria lain maka ini akan masuk angin!"


pruftt..


"Kenapa malah tertawa?"


"Tidak sayang! kau benar, jangan membukanya sembarangan, kau hanya boleh menunjukannya padaku!"


"Siap El!"


"Baby! Momy sangat menggemaskan hm?" bisik Exell pada Baby Ars yang tersenyum imut disaat Kinan sudah melangkah meja rias sana.


"El! Kinan boleh makai bedak?"


"Yang tipis! lipstikmu jangan ketebalan!" ucap Exell seraya memasangkan kaos kaki ke kedua kaki putranya.


"Begini?"


Exell terkejut saat wajah wanita itu terlihat semangkin cantik, dadanya bergemuruh panas, Kinan memang sangat mempesona membuat siapa saja menggila.


"Kurangi lipstikmu!"


"Tapi ini sangat tipis El! Kinan tak pakai apapun selain ini!"


"Bagaimana dengan Perawatan yang lain? aku tak suka kau keluar memakai yang berlebihan, akan banyak yang menginginkanmu!"


Kinan menghela nafas dan pasrah, ia tak mempermasalahkan itu selagi Exell masih dibatas kewajaran.


"Ok sayang Ok! Kinan tak pakai apapun, tapi, Jangan larang Kinan pakai lipstik!"


"Kinan aku..!"


"El! bibir Kinan sudah bengak, jadi harus dipermak sedikit!"


"Tidak boleh!"


"El Kinan..!"


"Tidak dan tetap Tidak!"


Kinan menghela nafas berat, ia kembali meletakan benda itu sedikit jengkel. Untuk apa memberi peralatan Make-up sebanyak ini sedangkan ia tak bisa memakainya? walaupun begitu ia paham tentang sifat suaminya.


"Kau marah?"


"Tidak El! ayo, pasti yang lain sudah menunggu!"


"Tidak Tidak! kau pasti kesal!"


"El! bisa kita berangkat sekarang sayang? hm!" Kinan menagkup pipi pria itu lembut untuk mengantisipasi pertentangan, ia tak suka banyak bicara sekarang.


"Baiklah! pakai Mantelmu!"


Kinan menurut saja, ia seperti anak TK yang harus dikeloni ibunya.


"Apa ada yang ketinggalan?"


"Tak ada El! semuanya lengkap!"


"Ayo sayang!"


Exell menggendong Baby Ars dengan satu tangan dan satunya lagi membelit pinggang istrinya erat, 3 Tiganya dibaluti Mantel hangat untuk musim dingin kali ini.


....

__ADS_1


Vote and Like Sayang..


__ADS_2