
Mereka sungguh terkaget dengan Reaksi yang di tunjukan Pria bernetra biru Elang ini. guratan kemarahan yang nyata itu membuat oksigen di sana menipis. bunyi gertakan gigi menahan amukanpun terdengar mengerikan digendang telinga mereka.
"Jaga bicaramu Dad!" geram Exell dengan mata yang mmebara, tingkahnya sudah seperti Exell yang dulu membenci dadynya dan sekarang. Pria ini kembali menunjukan Wujud kekelamannya pada Sang dady yang hanya berwajah datar tanpa ekspresi berlebihan.
Mereka juga bingung, apa yang di pikirkan seorang Ayah ini. Tidak mungkin Pria ini membiarkan Putra kandungnya sendiri mengalami apa yang ia alamai bukan.
"Aku serius! Kau lihat seberapa banyak Korban yang berjatuhan!"
"Tapi semuanya ada jalan keluar!"
"apa?"
Exell bungkam dengan tangan yang semangkin membelit Kinan erat, Matanya menatap tajam sang Dady yang sangat sulit ditebak pemikirannya.
"Aku akan menemukan jalan keluarnya! tanpa harus menyerahkan Dia"
"Baiklah! sampai itu tiba. Kita semua sudah mati disini!"
"Itu lebih baik!"
Whattt? dua Pria ini memang sudah gila, yang satu tak mau kalah dan yang satunya lagi tetap berdiri ditempat dengan kata kata yang membuat mereka beberapa kali menegggang kaget.
"Kau Sudah Gila Boyy!"
"Yah! aku memang sudah Gila, lalu apa masalahnya dengan mu!" ketus Exell yang mulai terpancing dengan suasana perdebatan ini. Kinan hanya diam dengan wajah yang sudah dibanjiri oleh air mata serta sekugukan di mulut gadis itu.
"Sa..Sayang hiks hiks, Sudahlah!" isak Kinan menyembunyikan wajahnya ke belahan dada Exell yang masih berterus teggang dengan Dady Arkan membuat ia sesak.
"Kau membuatnya menagis!" Exell menggeram marah dengan tangan yang mengelus kepala gadis ini lembut membuktikan sebetapa kuat cinta diantara mereka.
"Ini keputusan ku! Lepaskan Kinan"
"Tidak akan pernah!"
"Ell hiks hiks!"
Exell membawa Kinan kepangkuannya untuk menghapus linagan air bening itu, ia menatap penuh cinta netra indah yang sudah menggenag dengan sangat menyakitkan.
"Sayang! Sudahlah..Dady hanya bercanda!" dengus Exell mulai kehabisan akal melihat tangisan gadisnya ini. ia membelit pinggang Kinan dengan wajah gadis itu yang ia letakan ke ceruk lehernya.
"Ell! apa kau serius dengan ucapan mu? dady Tidak bercanda itu!" bisik Gebriel merasa dua Pria ini terlalu misterius untuk ditebak membuat jantung nya sedari tadi tak mau diam seperti ketukan Dram yang begitu laju.
Exell hanya diam dengan mata yang masih bersiteggang dengan Dady Arkan yang tampak sama. mereka juga terlihat menyimpan sesuatu yang membuat otak mereka linglung.
__ADS_1
"Aku tak akan melepaskannya! dan kau tentu tahu apa arti ia bagi ku!"
Exell mengecup kilas bibir ranum itu hadapan mereka membuktikan ia sungguh sungguh dengan ucapannya dan tak ada raut Plin Plan sama sekali.
"Apa itu baik untuknya?"
"Tentu saja! Dia yang datang pada Ku Dad, maka dia tak akan bisa kembali walau apapun yang terjadi!"
"Kau salah El!"
"Aku akan mempertahankan dia selama ini baik untuknya!"
"Lihat lah dia!"
Semua mata mereka menatap Kinan yang masih sekugukan di ceruk leher Exell yang lansung menutupi wajah cantik belahan jiwanya ini dengan tangannya.
"Jaga Mata Kalian!" geram Exell pada Mereka yang mendelik gerah, Kalau disuruh tatap ya tatap, lalu kenapa sekarang malah marah marah? Cihh.. Menyebalkan.
"Dia butuh Status!"
"Dia Kekasih ku!"
"Itu tak cukup untuk mengikatnya!"
"Aku akan menikahinya!"
Deggg...
Gebriel meneggang ditempat dengan 3 kata itu, ia menatap Kinan dengan sulit dan perasaan yang bergejolak sehingga Dady Johan menepuk bahunya meyakinkan perasaanya.
"Kau serius!"
"Yah! Aku akan Menikahinya secepatnya!" Exell berucap tegas penuh keyakinan lalu mencium lama bibir manis itu, sungguh ini jalan yang harus ia ambil, awalnya ia tak mau tergesa gesa, namun keadaan dan desakan yang terjadi membuat Jiwa nya semangkin takut kehilangan gadis ini. entah apa yang mereka lalui kedepannya jika Kinan tak akan terikat dengannya.
"Baiklah! Nikahi Dia Nanti sore!"
"Dad! Jangan bercanda lagi" Sewot Gebriel tak tahan, Pernikahan bukanlah lulucon yang bisa dibuat candaan begini.
"aku serius! Ikat dia dengan sekuat tenaga mu dan selagi waktu itu ada! aku rasa kau paham maksudku!" ucap Dady Arkan berdiri dan Menepuk bahu Exell mendukung putranya ini.
"Terimakasih Dad!" Dady Arkan mengangguk tersenyum simpul membayangkan bagaimana Exspresi Putranya yang di suruh melepaskan gadis ini.
Ia Tidak Munafik, kalau itu Chalista istrinya maka apapun akan ia lalui demi membuat wanita itu bertahan disisinya, walau untuk melepas itu susah, Demi kebahagiaan dan ketenagan Istrinya ia akan lakukan. tapi Jika Istrinya sendiri aman bersamanya maka tak ada satupun yang bisa mengambilnya.
__ADS_1
"Pikirkan keadaan Kinan dan Kehidupan Kalian yang akan datang!"
"Baik Dad!"
Dady Kinan melangkah pergi meninggalkan mereka yang terbengong bukan main. apa perang ini sudah selesai? dan ini..Whattt, Mereka Gila, ini hanya sebuah pembuktian belaka.
"Jadi Kalian..."
"Dady hanya mengujiku apa aku serius atau tidak pada Dia!"
Mendengar itu mereka lansung berdiri dan meninggalkan Exell yang terkekeh geli melihat wajah masam para Pria ini. suansana yang tadinya teggang bisa ia kendalikan karna Dadynya tak mungkin merenggut apa yang telah ia ambil.
"Apa El akan melepaskan Kinan?" lirih Kinan dengan wajah sembabnya menatap Exell yang tersenyum simpul mengelus pipinya lembut.
"Aku akan melepaskanmu jika itu baik untuk mu! Jika kau hidup bersama ku dengan Bahagia, untuk apa aku menyerahkan mu pada Mereka hmm?"
"Terimakasih El!" lirih Kinan dengan bibir yang gemetar karna cairan bening itu kembali turun membasahi pipi lembutnya.
"Suttt! Sudahlah, Kau hanya membuat ku sesak kalau begini" Exell menghapus lelehan bening itu dengan sangat halus seakan ini adalah benda rapuh yang mudah pecah, ia harus berhati hati menyentuh dan memperlakukannya dengan sangat baik.
Namun. Exell gagal fokus saat melihat bibir ranum ini berada tepat didepan wajahnya, entahlah, Pikirannya tiba tiba buyar dengan kefokusan yang hanya tertuju pada benda kenyal yang terlihat menggiurkan.
"Elll!" lirih Kinan saat wajah Exell mendekat dan sangat dekat dengan tatapan penuh damba pada Bibirnya, jantung mereka berdua harus diuji dengan kejadian tadi dan sekarang hanya tinggal rasa cinta yang kian menggebu meluluh lantahkan hatinya.
"Ini Milikku!" gumam Exell berat lalu memangut dengan lembut penuh sentuhan, detikan jarum jam yang beradu begitulah gambaran bibir yang saling menempel Nikmat dengan decapan yang menggiurkan.
Akhh..ini sangat sulit dijabarkan. pertemuan lidah yang membelit erat dengan sangat lembut dengan suara erotis yang menggugah syahwat.
Perlahan tangan kekar itu membaringkan tubuh keduanya diatas Sofa panjang disampingnya dengan Kinan yang ada diatas tubuh kekar Pria ini.
Hmmm. Ini sangat Nikmat namun juga memabukan, Regukan madu yang manis dengan rasa candu yang selalu membuat mereka saling membutuhkan,
Siapa yang tahan melihat ini, Tautan bibir yang kian merapat dengan geraman dari keduanya. satu tangan Pria itu memeluk pinggang ramping ini dan satunya lagi berada di tengkuk sang kekasih yang begitu lihai membalas hisapan dan Jilatan dari lidahnya.
Gila? Yah ..ini memang Gila, mereka memang tidak bisa di putuskan walau perbedaan yang kuat dan mendominasi itu.
mereka tak menyadari sepasang mata merah menyala menatap mereka dari kejauhan dengan kepalan tangan yang menguat.
"Ikatlah dia semampu mu! karna Cinta itu yang akan membuat kalian lepas satu sama lain!" geram wanita itu menunjukan taringnya yang begitu tajam.
rasa panas yang menggebu ruah membuat tubuhnya sungguh ingin merasakan bibir Pria itu, ini sudah terlampau batas, ia yang hanya bisa memiliki Seorang Exell yang akan menjadi Budak Cintanya.
,...
__ADS_1
Vote and Like Sayang..