
Suara Televisi LED yang nyaring itu terdengar lantang diseluruh sudut Mashion Mohana yang tampak fokus melihat siapa dan apa yang disiarkan secara lansung itu, mereka hening dengan mata yang begitu fokus.
"Benarkah Miss Hanna Ramesley sebejat itu?" gumam Serly seraya memakan camilan kering yang ada ditangannya, Vina hanya menaikan bahunya acuh, ia tak tahu menahu urusan politik atau hukum.
"Kenapa Kak El dan Kak Riel yang membongkarnya?" Sambung Jordan membuat Momy Chalista dan Dady Arkan menggeleng-geleng saja.
"Itu karna mereka tak suka kebohongan dan penipuan!" Momy Chalista mengelus kepala Jordan yang duduk disampingnya, Dady Arkan hanya diam seraya bibir yang sibuk mengunyel-gunyel leher istrinya.
"Tapi, kenapa sangat sadis sekali! ini terlihat menakutkan, Kak El sangat kejam!"
"Singa yang tidur tak akan membunuh siapapun kalau kau tak menggangunya!" jawab Dady Arkan simpel, ia tahu, mereka pasti telah mengusik ketenagan Putra-Putranya hingga berakibat fatal begitu.
"Uncle!"
"hmm!"
"Leher Aunty merah!" tegur Serly yang merasa sepasang pasutri ini selalu membuatnya iri, walau umur yang tak muda lagi, tapi tubuh dan kemesraan mereka semangkin membuat jiwanya meronta-ronta.
"Ini biasa Ser! Uncle belum melakukannya di..!"
Pughh..
Momy Chalista menepuk gemas mulut suami mesumnya ini, orang bilang, semangkin bertambah umur maka gairah bercinta akan berkurang! Cihh..itu tak berlaku pada Spesies satu ini, dia sangat perkasa membuat Momy Chalista sungguh tak bisa menolak apapun yang dilakukan suami tampannya ini.
Ia tak munafik karna ia pun suka dengan kelihaian dan gairah bercinta Suaminya yang tetap sama seperti dulu, bahkan tubuh keduanya begitu terjaga hingga tak ada kata bosan untuk menjamah.
"Mereka masih kecil!"
"Cihh! aku tahu isi otak ponakanmu Sayang!" Dady Arkan menatap Serly yang cengengesan.
"Santai saja Aunty! dirumah Momy sama Dady tak pernah mengerem kemesraan mereka!"
"Bahkan Aku pernah melihat Dady dan Momy berciuman didapur! haiss Uncle , aku ingin punya suami seperti kalian!" pekik Vina yang begitu mengidolakan para pria ini.
"Kalian tak praktekan?" tanya Jordan penuh selidik, ia harus menjaga ketat adik-adik nakalnya ini.
"Sumpah Kak! kami tak pernah begituan, pacar saja tak punya! iyakan Vin?"
"Hmm! benar Kak, kami masih ori!"
Momy Chalista dan Dady Arkan saling tatap tersenyum lembut, kelihatannya mereka memang bebas mempertontonkan kemesraan, tapi, penjagaan ketat dan nilai yang diambil dari situ sangatlah kuat.
Ketulusan, Kesucian dan Kemesraan itu membuktikan betapa setianya mereka pada pasangan masing-masing, meski umur yang tak muda lagi.
"Aku mencintaimu!"
"Aku juga Sayang!" Dady Arkan memeluk tubuh indah istrinya dengan hangat, inilah yang membuat anak-anak mereka damai, keluarga yang harmonis menjadi contoh bagi mereka.
.......
Berbeda di Mashion Mohana, Kamar yang kuas itu terlihat sunyi dengan desiran angin yang masuk melalui Fentilasi udara, semua pintu tertutup rapat dengan penghangat ruangan yang menyala.
Netra indah itu tak mau terpejam dengan suasana sunyi ini, ia merasa bersalah atas apa yang ia lakukan hingga membuat Suaminya marah dan tak mau bicara dengannya.
"Ell!" gumam Kinan yang merasa kesepian dikamar ini, tadi Exell pergi saat ia pura-pura tidur, ia takut pria itu marah hingga Kinan harus bersandiwara.
"Bosan!" gumam Kinan melirik kanan-kiri kamar ini, ia melangkah turun dari ranjang menuju Balkon.
"Mau kemana kamu?"
Degg..
Kinan meneggang ditenpatnya saat suara bariton berat beruara itu lansung menusuk jantungnya,ia menelan ludahnya kasar dengan tangan yang saling meremas takut.
"Kau punya Mulut?"
__ADS_1
Kinan mengangguk menunduk tanpa menoleh kesampingnya, Pria itu melangkah masuk duduk diatas sofa disamping sana dengan wajah datar dan dinginnya.
"Kau tak mau bicara?"
"Ki..Kinan mau kesitu!"
Kinan dengan gugup menunjuk kearah balkon kamarnya dengan kepala yang tertunduk, Exell masih mempertahankan sikap tegas nan dinginnya, wanita ini memang harus diberi pelajaran.
"Untuk apa?"
"Hm! U..Untuk..!"
"Apa yang ku suruh tadi?"
Kinan semangkin gugup, ia tak tahu kalau Exell akan pulang secepat ini, ia hanya bosan sendirian digelapnya malam yang dingin ini.
"El Kinan..!"
"Apa yang ku suruh tadi?" ucap Exell penuh penekanan pada Kinan yang gemetar, ia takut melihat tatapan netra biru mempesona itu.
"E..El suruh Kinan Tidur!"
"Lalu!"
"Ta..Tak kemanapun sa..sampai El datang!" ucap Kinan gugup, ia berusaha tak cengeng setiap dimarahi begini.
"Dan kau melanggarnya!"
"Tapi Kinan..!"
"Kembali ketempatmu atau..!"
"Kinan tidur El!" pekik Kinan lansung meloncat keatas ranjangnya, ia menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut tebal itu. tak ada yang tampak selain puncak kepala Kinan membuat Exell terkadang geli.
Exell menghela nafas berat lalu melangkah menuju ruang ganti dengan satu bungkusan hitam yang ia taruh di atas nakas ranjangnya,
"Apa ini?"
"Hanya Minyak!"
Brugh..
Exell menagkap tubuh istrinya yang terjatuh dari ranjang karna terkaget akan suaranya barusan.
"Kau sangat ceroboh! bagaimana kalau kau terluka? sudah sedari tadi aku memberitahumu tapi kau mambatu!" cerocos Exell pada Kinan yang ada dipelukannya.
Kinan menunduk dengan satu lengan yang menutupi matanya yang berair, bibir wanita itu bergetar menahan isakan membuat Exell kembali dilanda rasa sesak.
"Kau..!" Exell menghela nafas berat, ia sudah membaca semua buku panduan ibu hamil dan suami siaga keluar tadi, ia tahu, istrinya pasti sangat sensitif akan suara meninggi dan marah-marah, apalagi keturunannya yang dikandung Kinan memiliki kekuatan yang besar.
"Sayang! aku hanya..!"
"Kenapa harus ma..marah- Marah ha? Hiks hiks!" isak Kinan sekugukan, ia menepis kasar tangan Exell yang ingin menyentuhnya dengan air mata yang luruh sempurna.
"Aku hanya tak ingin kau dan baby terluka! kalian..!"
"Ta..Tapi tak usah membentak hiks hiks! kau ..kau suka marah-marah padaku!" omel Kinan dengan isak tangisnya, entah mengapa ia begitu kesal dan jengkel dengan sikap Exell yang selalu menyalahkannya.
"Sayang! heyh..aku tak marah padamu! aku hanya ingin kau menurut dan mengerti kalau kau sedang hamil Sayang, kau harus hati-hati!"
"A..Aku tak perduli!" ketus Kinan menagis ingin melangkah pergi tapi Exell dengan cepat menarik tubuh wanita itu kepangkuannya.
Grepp..
"Lepass hiks hiks!" pekik Kinan memberontak, hatinya terlalu sakit, entah mengapa ia terkadang kehilangan kendali.
__ADS_1
"Sayang! kau jangan begini, kau salah paham maksudku!" pujuk Exell merasa istrinya memang sangatlah labil, emosi wanita ini suka naik turun, lihat saja cara bicaranya yang begitu menakutkan.
Kinan menagis diam dengan hidung yang merah karna menagis, matanya sudah sembab dengan sekugukan itu.
"Tatap aku!" Kinan menggeleng menolak, tapi Exell lansung menagkup pipi istrinya lembut membuat wajah mereka merapat dengan mata yang saling tatap menembus hati masing-masing.
"Apa kau mencintaiku?" Kinan mengangguk polos membuat Exell tersenyum gemas, ia yakin, Keturunannya memang sangat liar hingga membuat ujian yang ketat diantara mereka.
"Maka mengertilah Sayang hmm? kau harus mengendalikan keinginanmu, Baby kita sangatlah kuat, dia butuh perpaduan Momy dan dadynya untuk menatap dunia ini!" jelas Exell lembut sesekali mengecup bibir merah narural itu penuh cinta.
"Ta..Tapi El jangan marah-marah!"
"Tapi kau juga harus menuruti apa yang ku ucapkan! aku hanya ingin kau dan baby aman hingga bisa membuatku tenang hmm?" Kinan tersenyum mengangguk lalu membaringkan tubuhnya dengan merangkuh leher kekar suaminya.
Cup..
Kinan mengecup penuh tekanan bibir suaminya ini, bahkan cara menciumnya saja sudah membuat Exell geli, manyunan bibir sexsi itu terkadang membuatnya lepas kontrol.
"Kau jangan memancing sayang!" Serak Exell menatap berat wajah cantik istrinya.darahnya sudah berdesir hebat dengan gelombang hasrat yang naik.
"Kenapa tak lakukan sekarang El?"
"Karna aku tak ingin anak dan istriku terluka! kalian yang paling utama bagiku!"
"Tapi, El selalu tersiksa berdekatan begini sayang!" Exell tersenyum lembut, ia memeggang dagu lancip itu, lalu mengecup dalam bibir manis istrinya ini.
"Istriku sangat perhatian hmm?" Kinan terkekeh geli saat pria ini mengendus batang lehernya, posisinya sangatlah intim dengan Exell yang mengungkung tubuh indah ini.
"Ell hihi..gelii!" kikik Kinan menggeliat saat lehernya malah dijilati pria itu, Exell mengecup gemas seluruh bagian tubuh istrinya yang hanya dibaluti Gaun malam tipis ini, ia tahu Kinan tak bisa tidur dengan pakaian tertutup makanya ia menyetel ulang penghangat ruangan kamar ini.
"Mau apa El?" Kinan bingung melihat Exell yang membuka setiap helai pakaiannya, pria itu terlihat tertegun menatap pemandangan indah ini. ia harus ekstra menahannya sampai kandungan wanita ini kuat.
"Singkirkan pikiran kotormu sayang! aku hanya ingin memijat!" desis Exell menjitak kening istrinya yang ketularan mesum ini, Kinan cemberut masam.
"Itu apa?"
"Minyak pijat khsusus ibu hamil! aku mencarinya di buku panduan!"
"Kinan aggak ragu!" ejek Kinan menatap remeh suaminya yang ingin memijat ini, apa pria tampan ini sudah beralih profesi sekarang?.
"Cihh! kau lihat saja Nyonyaku!"
Kinan mencibir seraya membiarkan suaminya yang dengan gesit memijat kakinya, Exell terkadang terhanyut akan kelembutan kulit istrinya yang membuatnya meneggang.
"El! Kinan tak sakit Sayang, kita bisa tidur, El tak akan menahan bengkakan itu!"
"Aku tak apa-apa! kau bisa tidur, biar aku yang melakukan ini!"
"Ell Ki..!"
"Sayang!"
Kinan terpaksa mengangguki ucapan suaminya dan mulai menutup matanya, pijatan itu sangat lembut dan penuh ketelitian membuat Kinan perlahan mengantuk.
"Ell!" gumam Kinan dengan setengah sadar
"Yah Sayang!"
"Enak! El pan..huammm! El pandai memijat Sayang!" gumam Kinan menguap lalu diam dengan kantuk beratnya.
Exell hanya mengulum senyum gemas saja dengan wanita ini, ia akan berusaha memahami perubahan sang istri yang selalu membuatnya gila.
"Tidurlah Sayang! Kalian segalanya bagiku!" ucap Exell kembali melanjutkan pijatannya dengan cekatan, butuh berjam-jam untuk mempelajari ini.
...
__ADS_1
Vote and Like Sayang..