
Exell melangkahkan kaki kokoh nya ke lantai bangunan pencakar langit yang menjulang tinggi ini.dengan Kinan yang menggandeng lengannya erat serya mengumbar senyuman yang membuat mereka disana sungguh terkesima dalam.
"Selamat Pagi Presedir!" sapa deretan Kariawan disana menunduk dengan Exell yang mengangguk datar lalu melanjutkan langkahnya.
"El! apa El ada Pertemuan lagi?" tanya Kinan pada Exell yang geram saat para Manusia disana mulai menggosipkan dirinya.
"Diam!" geram Exell pada Kinan yang bungkam, gadis itu kembali sendu dan mengikuti langkah cepat Exell yang terkadang membuat ia berlari kecil menyamakan perggerakan nya.
"Bisa tidak kau percepat langkah mu?" geram Exell pada Kinan yang mengangguk berusaha mengikuti Exell yang begitu cepat karna Tubuh Pria itu tinggi dan sangat gagah di pandang mata.
setelah beberapa lama, mereka sampai ke ruangan Exell yang luas dengan Furniture yang tak berlebihan.
"Duduk!" titah Exell mendudukan tubuh Kinan ke kursi di hadapannya, Kinan mengangguk patuh dengan Exell yang duduk di kursi kerjanya.
"Mana berkasnya?" tanya Exell pada Asisten Dion yang mengatur segalanya, sesekali Asisten Dion menatap kasihan pada Kinan yang seperti tak di openi oleh Tuannya.
"El!" panggil Kinan tapi tak dijawab Exell yang fokus dengan Dokument di tangannya, Kinan merasa tenggorokan nya sungguh kering, ia ingin minum tapi takut jika El nya marah.
"El!"
" Kenapa kau terus menggangu ku ha?" bentak Exell membuat Kinan mengembun, bibir Sensual itu gemetar menahan isak membuat Asisten Dion prihatin.
"Ki..Kinan hanya haus hiks hiks!" isak Kinan dengan tubuh gemetarnya, Exell menghela nafas berat lalu mengambil gelas di samping meja nya yang selalu di ganti oleh Staf disini.
"Minumlah!" ucap Exell datar memberikan gelas itu pada Kinan yang tersenyum cerah membuat Asisten Dion terpana dengan lengkungan indah itu.
"Terimakasih El!" ucap Kinan lalu menegguk habis air digelas itu tanpa sisa, Exell terkejut saat Kinan mengelap mulut nya yang basah dengan Dress nya sendiri.
"Kau ini wanita atau apa? jangan jorok begitu!" ucap Exell lalu mengambil tisu dan berjongkok dihadapan Kinan untuk membersihkan mulut gadis itu.
Deggg...
jantung Exell berdegup kencang melihat bentuk bibir indah marah natural ini. wajah keduanya begitu dekat dengan mata yang sama sama menatap dalam menembus relung hati masing masing.
Desiran rasa hangat mengalir ke hati Exell saat melihat Netra bening itu menatap nya lembut penuh cinta membuat Exell tak ingin mengalihkan tatapannya.
__ADS_1
Aisten Dion menatap bergantian wajah kedua manusia sempurna ini yang hanya berjarak helaian kertas saja dengan tangan Exell yang menyentuh lengkungan indah itu Sensual membuat Asisten Dion meremang sendiri melihatnya.
"Ehmmm!"
Exell lansung tersadar lalu berdiri dari jongkokan nya, ia salah tingkah sendiri menatap Asisten Dion yang menahan geli melihat wajah Tampan itu kelagapan.
"Ka..Kau bisa bersihkan sendiri!" ucap Exell memberikan tisu itu ketangan Kinan. lalu kembali duduk di kursi nya, ia mencoba menetralkan dadanya yang bergemuruh dengan kejadian ini.
"Ma..Mana berkasnya?" tanya Exell membuat Asisten Dion sungguh tak bisa melewatkan moment langka ini.
"Sudah Tuan tanda tangani tadi!" ucap Asisten Dion membuat Exell sungguh malu, belum pernah ia begini sebelumnya.
"aa iya! hmm Kau bisa bawa ini keruangan mu!" titah Exell pada Asisten Dion yang mengangguk patuh, lalu melangkah keluar meninggalkan sepasang Mahluk itu.
"El! Kenapa wajah mu memerah?" ucap Kinan mendekat dan menangkup wajah Tampan Pria itu. Exell bertambah teggang dengan sentuhan kulit lembut itu.
"Su..Sudahlah! aku tak apa apa, kau bisa duduk!"ucap Exell melepaskan tangkupan tangan lembut itu.
namun, Exell menautkan alis nya saat Kinan menyeret kursi nya tadi lalu mendempetkannya dengan Exell.
"Kinan mau duduk begini!" ucap Kinan lalu menyandarkan kepalanya ke bahu Exell yang menghela nafas jengah. kalau ia mengomeli Gadis ini maka Netra indah itu akan mengembun membuat ia tak Tega.
"Baiklah! tapi jangan menganggu!" Kinan mengangguk akan titah Exell yang mutlak baginya, ia tak akan menuruti perintah siapapun kecuali Pria ini.
Setelah beberapa lama, Kinan beberapa kali menguap merasakan kantuk yang melanda matanya,ia meletakan dagunya ke pangkal lengan Exell yang sedang mengetik di Leptopnya.
"Kenapa cepat sekali mengetiknya?" tanya Kinan membuat Exell gemas melihat mata itu mulai sayu sayu menatap Leptopnya.
"belum cukup umur untuk mengetahuinya!" ucap Exell asal pada Kinan yang mengangguk.
"Heyy! Kau mau apa?" pekik Exell saat Kinan malah duduk dipangkuannya dengan berkoala ke pinggang kokoh itu.
"Kinan ngantuk El! Kinan mau tidur," ucap Kinan mengalungkan kedua lengannya ke leher Exell dengan kaki yang membelit pinggang Pria itu.
"Shitt! kenapa jadi begini?" umpat Exell saat baru pertama kalinya, Si Batang dibawah sana menegang saat bertemu dengan sang empu yang dibalut daleman itu.
__ADS_1
Exell beberapa kali menghela nafas saat merasakan dua benda kenyal yang padat menyentuh dadanya dan lehernya yang terkena hembusan nafas segar gadis ini.
"Sempit!" geraman Exell merasa selangkahannya sakit, sudah dipastikan benda bertuah itu sudah merespon mangsa empuk ini.
"Heyy! ayolah..turun!" ucap Exell menepuk nepuk pipi Kinan yang malah semangkin menelusupkan kepalanya keceruk leher Exell yang meremang.
"awas kau ya!" geram Exell lalu mulai membiasakan dirinya dalam keadaan begini. namun, ia harus beberapa kali di buat mengangak saat bokong gadis ini bergerak menggeliat membuat benda bertuah itu juga tersentuh dengan Nikmat.
"Akhh Shitt! aku sudah gila," umpat Exell lalu menutup Leptopnya dan menatap wajah bening Kinan yang terlelap indah.
tapi, Netra biru nya lansung terkurung dengan bibi merah mudah itu. Exell menegguk ludah nya sendiri dengan pikiran liar nya yang tiba tiba naik kepermukaan.
"Momy! doakan El untuk menahan semua ini!" gumam Exell mengadah dengan kedua tangan yang membelit pinggang ramping Kinan. ia meletakan hidungnya ke puncak kepala Kinan untuk meresapi aroma mawar ini.
......
Sedangkan didalam Mashion besar sana, Momy Chalista dibuat bingung saat melihat Dapur utama yang berantakan, padahal tadi ia melihat sendiri perabotan ini sudah bersih.
"Kenapa begini?" gumam Momy Chalista memunguti perabotan yang berserakan itu.
"Nyonya!" ucap Pelayan disana menghampiri Momy Chalista yang menunjuk Dapur nya yang berantakan membuat para Maid itu pucat.
"Sumpah Nyonya! kami sudah membersihkan ini dari tadi, ini bukan kami yang melakukan!" ucap para Maid itu jujur pada Momy Chalista yang mengangguk.
" Sudahlah! sekarang kalian bersihkan saja, nanti atur kembali ya."
"Baik Nyonya!"
Momy Chalista melangkah ke luar dapur, namun ia terkejut saat melihat sesuatu yang terlihat gelap menyelinap masuk ke lantai atas.
"ada apa ini?" gumam Momy Chalista lalu melangkah ke kamarnya, dimana sang suami yang biasa mandi jam begini.
.....
Vote and Like Sayang..
__ADS_1