
Diatas Balkon kamarnya itu, Pria tampan yang sedang menatap serius pada para bayangan gelap yang bahkan tak bisa dilihat dengan sekilas saja, Netra biru yang mempesona itu tampak menatap datar penuh guratan para para anggotanya.
"Apa kalian mengerti?"
"Mengerti Tuan!"
Ucap anggota Exell yang sealam ini menjadi pengawal bayangan dan penjaga Kastil yang telah berdiri dengan kokoh ditempat luas itu.
"Aku tak ingin ada kesalahan! lakukan dengan tepat sesuai rencana, kesalahan kecil saja maka nyawa kalian taruhannya!"
Suara berat bariton berkharisma Exell berkumandang membuat mereka mengangguk patuh, sepertinya pria ini memang sudah sangat jatuh dalam pesona Nyonya berparas bidadari itu.
"Kami akan lakukan sesuai Titahmu Tuan!"
"Baiklah, umumkan pada semua anggota dan Klan barat, anggota Queen Nora dan Drak Devil untuk berkumpul pada waktu yang telah kutentukan! siapkan semuanya dengan baik!"
"Siap Tuan!"
"Pergilah!"
Whuss...
5 Pria berpakaian gelap itu hilang dengan helaan nafas Exell yang halus, pria itu mengambil ponselnya diatas Meja balkon sana seraya melangkah kedalam kamarnya.
"El!"
"Hm! ada apa Sayang?"
"Lagi apa?"
Exell melangkah mendekati istrinya yang terlihat sangat sexsi memakai Lingerie trasparan seperti biasa dengan bentuk tubuh yang menggiurkan, wanita itu tampak berdiri didepan Meja-rias sana, seraya menyususi Baby Ars yang asik mengedot pada Momynya.
"Berikan padaku!"
Exell mengambil alih ikatan rambut istrinya, ia menguncir rambut wanita itu keatas lalu menggulungnya untuk memudahkan Kinan untuk menyususi putranya.
"Apa ada masalah sayang?"
"Tidak ada! hanya urusan Bisnis" ucap Exell merapikan helaian rambut istrinya, ia sangat pandai menata rambut Kinan yang panjang sepertengahan pinggang, Kinan terlihat terkagum akan sanggulan cantik dan khas dari tangan kekar itu.
"El darimana belajar menata rambut begini? Kinan saja susah sayang, Rambut Kinan kepanjangan!"
"Hm! Dimana, Ya?" gumam Exell memeluk tubuh istrinya dari belakang seraya bibir yang menempel ke leher jenjang yang sudah terpampang nyata itu.
"Dari internet!"
"Kenapa harus belajar! kan Kinan bisa minta tolong pada yang lain!"
Exell menghela nafas halus, ia mengiring Kinan mundur dengan perlahan duduk ditepi ranjang sana, tubuh Kinan berpangku kepaha kokoh itu dengan kepala Exell yang tersuruk diceruk leher istrinya.
"Karna aku hanya ingin, Istriku harus menganggap aku ada! aku harus bisa melakukan segalanya karna aku tak ingin kau Percaya kepada orang lain selain aku, aku tak ingin kau membutuhkan orang lain selain aku, Hanya ada aku disetiap kebutuhan dan apa yang kau lakukan, Sayang!"
Kinan bergetar mendengar ucapan tulus itu, ia tak percaya Exell akan melakukan semua itu hanya demi dirinya seorang, dari hal kecil hingga besar, Pria itu selalu sigap melakukan segalanya dengan sangat sempurna.
"E..El hiks hiks!"
"Hey! kenapa menagis hm?"
Kinan terisak menunduk dengan bibir yang bergetar, Baby Ars tersigap melepas hisapannya dengan wajah polos yang beralih sendu menatap Netra indah itu mengembun.
Tangan mungil Bayi itu terangkat menyentuh pipi Momynya yang basah, ia terlihat sedih dengan Netra biru yang juga mengembun.
"Jangan menagis sayang? lihatlah Baby, dia tak suka kau menagis!" pujuk Exell mengecup pipi putih itu lembut, ia tak tahu kenapa wanita ini jadi menagis.
"E..El hiks hiks! Ki..Kinan saja tak bisa melakukan apapun hiks hiks, Me..Memasak, Mencuci, Ba..Bahkan Ki..Kinan..!"
"Suttt!"
Exell membalikan tubuh Kinan hingga menghadapnya, netra indah wanita itu berair dengan hidung yang merah karna menagis, bahkan sekugukan itu masih melanda pernapasan Bidadarinya itu.
"Aku tak pernah ingin kau melakukan semua itu!"
"Ta..Tapi Kinan malu El hiks hiks! E..El yang selalu melakukan segalanya, Memandikan Baby, mengurus Kinan dan mencuci! bahkan El bisa memasak, Dan Kinan apa..Ki..Kinan hanya bisa menjadi Beba- Ehm!"
__ADS_1
Kinan bungkam saat bibirnya sudah dihisap lembut pria itu, Exell meneroboskan lidahnya untuk menaut bersama lidah wanita itu, Kinan hanya menurut membalas pergumulan Pria ini.
Baby Ars yang berada ditengah merekapun tersenyum, ia menggapai wajah Exell dan Kinan bersamaan, kedua tangan mungil itu menyentuh dagu Kedua orang tuanya lembut seakan ikut merasakan keharuan ini.
Desiran halus itu bisa Kinan dan Exell rasakan, sentuhan tangan mungil itu membuat hati keduanya menguat dengan perasaan yang tenang.
Plup..
Exell melepaskan hisapannya dengan nafas Kinan yang ngos-ngosan, wajah wanita itu memerah karna kehabisan nafas.
"Masih ingin mengomel Momy?"
"Ki..Kinan tak mengomel E..El! tap..tapi!"
"Kau tak pernah menjadi beban, kau sebuah anugrah yang bahkan tak pernah aku impikan!"
"Tapi Kinan tak bisa menjadi istri yang baik!" lirih Kinan menunduk malu, ia baru sadar kalau ia terlalu manja dan tak bisa apa-apa.
"Siapa yang bilang begitu sayang, hm? Kau itu Istri yang sangat sempurna bagiku, Memasak, Mencuci, mengurus Bayi atau membersihkan Rumah itu hanya sebuah Formalitas bagiku, aku bisa mencari itu dari pembantu, Babysister atau pekerja lainnya sayang!"
"Tapi..!"
"Tapi aku tak bisa menadapatkan ini!" Exell menyentuh dada Kinan lembut, dengan tatapan penuh cinta yang lansung menembus jantung Kinan.
"Aku tak bisa mendapatkan Cintamu dari orang lain, aku tak bisa mendapat Perhatian dan kasih sayang setulus yang kau berikan padaku, Cinta, Kasih sayang, Kemanjaan, itu semua tak akan kudapatkan dari orang lain sayang!"
"Tapi El pria sempurna! Kinan han..!"
"Kau lebih sempurna! Lihat Baby!" kedua pasang netra mempesona itu lansung menatap lembut wajah polos Baby Ars yang mempertahankan wajah sendunya.
"Tak ada yang bisa memberi aku Putra seperti dia, tak ada yang bisa memberi aku Kebahagiaan yang bahkan tak pernah aku pikirkan sebelumnya, jadi..!"
Exell kembali menatap wajah cantik istrinya yang terlihat begitu terharu dengan ucapannya barusan.
"Kau itu melebihi apapun bagiku, kau punya Tahta tersendiri dihatiku sama seperti Momy, kalian itu sangat berarti bahkan tak bisa kukatakan bagaimana bahagianya aku memiliki istri sepertimu!"
"El hiks hiks!"
Grepp..
"Sudahlah hm? Kau tak perlu malu atau merasa kecil sayang, aku tak ingin kau bisa apapun karna aku ingin kau perlu aku, dan tak ingin melakukan semuanya sendiri!"
"Terimakasih hiks hiks!"
"Hmm! apapun untukmu!"
"Terimakasih untuk semua yang El berikan sayang!"
Cup..
"Iya Momy sayang! berhentilah menagis, kau sangat jelek begini terus!" canda Exell menghapus lelehan bening itu, seperti biasa Kinan selalu menghapus ingusnya dengan Kaos Exell membuat pria itu geli.
"Momymu tak berubah Baby!"
"Kinan kan tetap sama!"
"Iya Iya ! Momy cantik tetap sama!"
ucap Exell gemas menghujami bibir merah itu dengan kecupan sayangnya.
"Hm sayang!"
"Ah iya El!"
"Malam ini aku pergi!"
Degg..
Kinan meneggang ditempatnya, netranya lansung termenung kosong menatap wajah tampan pria itu.
"Kemana?" lirih Kinan dengan suara sendunya.
"Sayang! tadi, Managemen Porce meminta aku untuk terbang ke Negara Vasombia malam ini karna ada masalah dibagian keuangan Staf mereka, tentu keputusanku harus memeggang kendali tempat itu!" ucap Exell menagkup wajah sendu istrinya.
__ADS_1
"A..apa harus?"
"Kalau kau tak mengijinkan aku tak akan pergi sayang!" sambung Exell pasti membuat Kinan menghela nafas pasrah.
Mau bagaimanapun, Exell tak hanya dibutuhkan olehnya, Dunia ada diggengaman pria ini.
"Pergilah!"
"Kau yakin!"
"Hm!" Kinan menganggukinya, ia ingin menguntit tapi bagaimana dengan Baby Ars? Exell akan marah jika ia menguntit lagi.
"Tapi kau menagis?"
"Kinan tidak nagis!" gumam Kinan menunduk, Exell menghela nafas halus, ia tahu, pasti Kinan sangat berat melepasnya, tapi ini memang benar adanya, ia harus terbang malam ini juga.
"Ini selama seminggu sayang!"
Duarrr..
Kinan lansung menagis dengan ucapan yang sangat berat baginya itu, bagaimana bisa ia bertahan selama satu minggu kedepan tanpa pria ini.
"El hiks hiks!"
"Tuh kan, kau menagis!"
"Itu kelamaan sayang!"
"Kau tak ingin aku pergi, maka aku tak akan pergi!"
"El boleh pergi, tapi pas Kinan buka mata pagi ini El harus pulang!" rengek Kinan membuat Exell tak tahan.
"Baiklah, Aku tak jadi pergi sayang!"
"Tapi Kinan tak mau egois!"
Baby Ars terkekeh menatap wajah Dadynya yang terlihat berat.
"Sekarang maumu apa hm? aku akan ikuti apapun itu!" ucap Exell lembut.
Kinan berfikir, ia beberapa kali menggerutu kesal lalu menagis kembali.
"Pergilah!"
"Itu dari hatimu?"
"Tidak!"
Haiss.. sayang, kalau kau begini bagaimana bisa aku pergi, sekarang saja kau tak sanggup melepasmu.
"Hey Nyonya! kau plinplan hm?"
"Itu benar! Kinan tak mau El pergi, tapi El punya tanggung jawab lain, maka pergilah, tapi Kinan akan membuat Daftar kegiatan El!"
ucap Kinan tegas lalu memberikan Baby Ars kepelukan Exell dan melangkah menuju meja riasnya, ia mengambil kertas dan pena.
"Jam 6 pagi Ponsel El harus aktif, hubungi Kinan kapanpun, Makan dan Telfon Kinan lagi lalu, Mandi terus Telfon Kinan lagi dan bekerja lalu Tel..!"
"Telfon Momy lagi! iya kan Baby?" gemas Exell menuai gelak tawa Baby Ars yang sangat suka melihat wajah manyun Momynya.
"El! Kinan serius sayang!"
"Baiklah Mom! kami menurut!"
"Baiklah, dengar baik-baik!"
Kinan kembali mengulang Daftar kegiatan suaminya, ia beberapa kali berteriak frustasi lalu kembali menyusun deretan tulisan itu.
Exell dan Baby Ars hanya bisa tersenyum geli lalu saling pandang gemas akan kelakuan Kinan yang menggelikan.
....
Vote and Like sayang...
__ADS_1
Tamat....