
Tatapan seluruh mata manusia di Mashion itu bingung saat mendapati kotak besar berukuran 1 hasta kiriman dari seseorang, mereka juga bingung, siapa yang mengirim Paket sebesar ini? bahkan nama pengirimnya tak diketahui.
"Siapa yang mengirimnya?"
"Saya tak tahu Tuan besar! saya hanya mendapati ini didepan gerbang Mashion. dan ini kartunya!" Penjaga Mashion menyerahkan Kartu berwarna merah cantik dengan banyak corak indah seperti hari Valentine yang masih seminggu lagi.
"Baiklah! kau bisa pergi!"
"Baik Tuan!"
Dady Arkan menghela nafas lalu menatap anggota keluarganya yang lain, mereka juga tampak bingung.
"Sudahlah! mungkin ini hanya dari Fans kalian!" ucap Momy Fania menengahi, ia tak ambil pusing karna Keluarga Mohana tak lagi asing dengan bingkisan seperti ini.
"Baiklah! ini tertuju untuk Menantu kita Kinan! jadi tunggu saja mereka pulang!"
"Ada apa Mom?"
Mereka lansung menoleh keambang pintu ruang utama sana, terlihat Exell dan Para putra mereka lainnya yang menggandeng istri masing-masing.
"Hati-Hati sayang!" Gebriel membantu Renata melangkah, wanita itu berusaha untuk terlihat seperti biasa meski pinggang dan bagian intinya serasa remuk.
"Kak! kau sangat ganas!" delik Jordan ngeri melihat cara jalan Kakak iparnya yang berbeda, mereka hanya mengulum senyum geli saja.
"Oh iya! ini apa?"
"Tidak tahu! ini punya Kinan!"
"Ha?" Kinan dan Exell saling pandang, wajah Exell terlihat masih biasa datar tanpa guratan berlebihan.
"Kau memesan paket sayang?"
"Tidak El! Kinan tak memesan apapun!"
"Mungkin ini dari Fansmu Nak!"
"Buang saja!" ketus Exell santai dan duduk di sofa berhadapan dengan Momynya, ia merangkuh tubuh molek Kinan untuk duduk disampingnya.
"Boy! kau tak patut begitu, walau bagaimanapun itu kiriman dari orang lain sayang! kau tak boleh seperti itu!"
"Karna itu kiriman dari orang lain makanya aku suruh buang Mom! aku bisa memberinya lebih dari itu!" santai Exell seraya menyerahkan putranya pada Momy Serlin, Liona dan Momy Mela yang lansung bermain dengan Baby Ars.
"Tapi Kinan penasaran El!" Kinan menatap Kotak besar itu dengan jari yang mengetuk-ngetuk dagunya berfikir.
"dari kotaknya menunjukan barangnya besar!" Asisten Dion sedikit menyelidik, ia tak bisa menduga apapun karna yang jelas, ini tak berbahaya karna bisa masuk kedalam Mashion dengan penjagaan ketat ini.
"Kinan buka ya El?"
__ADS_1
"Hm!"
"Hm apa sayang? kau bicara yang jelas!" gerutu Kinan mengecup pipi pria itu membuat Exell mereda.
"Bukalah! tapi jangan sampai kau menyukainya!"
"Ok Sayang!"
Kinan ingin membuka benda itu tapi Exell menyuruh Pelayan untuk membukanya, Kinan hanya pasrah yang jelas, ia harus melihat sesuatu didalam sana.
"Biasa saja liatnya!"
"Hm El!" Kinan melepas bekapan matanya oleh tangan besar itu, Mereka menggeleng-geleng melihat Keposesifan Exell yang sangat ketat.
"Ini Tuan!"
"Boneka?" gumam mereka geli, mereka kira entah apa tadi, ternyata hanya sebuah Boneka beruang warna pink begitu besar dengan pita yang mengikat leher benda itu, hiasan berlian dan mutiara didekat pergelangan tangan Boneka itu terlihat begitu cantik dan Megah.
"Exell! ini hanya Boneka, kau sudah seperti mendapat bingkisan guna-guna!" ejek Dady Johan yang tak habis pikir, Tapi Exell diam memperhatikan Desain dan bentuk benda itu.
"Bonekanya sangat cantik!" puji Vina dan Serly kagum, sedangkan para Momy itu sudah tak ambil pusing dan memilih bermain dengan Baby Ars diatas karpet sana.
"Ada amplopnya Tuan!"
"Berikan!"
Pelayan itu menyerahkan sebuah amplop besar yang begitu tebal, entah apa yang diisi disalam benda itu merekapun tak tahu.
"Kertas kosong?" gumam mereka melihat amplop itu berisi kertas kosong saja, bahkan banyak lembaran yang sangat putih dan tak bernoda.
"Mereka mempermainkan Kita!" gumam Dady David merasa kesal, tapi tidak dengan Exell dan dady Arkan yang saling pandang dengan guratannya sendiri.
"Tapi ini ada Kartu sayang!"
Kinan mengambil Kartu seukuran kartu undangan dan terlihat sangat Elegan dan mewah, ia melihat nama yang terukir disana.
"Syila!" gumam Kinan merasa tak asing dengan nama itu, tapi siapa? ia seakan Dejavu memikirkan sesuatu.
"Kau kenal?" Kinan menggeleng, tapi ia tak bisa mengacuhkan nama itu.
"Kinan rasa! Kinan pernah mendengar nama itu!" gumam Kinan menyeringitkan keningnya bingung berusaha mengingat.
"Sudahlah Kak! Mungkin mereka salah kirim!" Serly menegahi perdebatan mereka seraya berpanku kepaha Dadynya manja. begitu juga Vina ke dady Frank.
"Kau jangan terlalu memusingkannya Nak!" ucap Dady Frank seraya mengelus kepala Vina putrinya yang baru saja bertemu tadi malam.
"Hm!" gumam Exell datar, ia mengeratkan belitannya ke pinggang ramping itu membuat Kinan sedikit sesak, ada apa dengan pria ini? ia tak tahu menahu dan tak ambil pusing dengan kiriman ini setelah ucapan mereka.
__ADS_1
"E..El!"
"Kau mau ambil Bonekanya?"
"Kinan minta Boneka dari El saja!"
Cup..
"Itu baru istriku!" ucap Exell mengecup lembut bibir istrinya, ia memeluk wanita itu seakan tak ada bosan-bosannya untuk bersentuhan.
"Oh iya Boy! bagaimana tentang Peretasan Perusahaan Kalian? Thomas pagi tadi pamit pulang karna mengurus masalah di negaranya, dia titip salam untuk kalian!"
"Apa Carl menagis?"
"Iya Nak! Bocah tampan itu ingin bertemu denganmu!"
Hati Renata lansung mencolos, ia menatap Gebriel yang mengerti dan memberikan ponselnya.
"Bicaralah!"
Cup..
"Terimakasih sayang!"
Renata dibantu dua cecunguk itu melangkah menuju Momy-Momy mereka untuk menelfon bocah tampan itu.
"apa kalian sudah menemukan pelakunya?"
"Ini hanya pancingan untuk membuat kita bergerak sesuai arahannya! kalau kalian terlalu membahas ini dan membuat dia punya peluang untuk menganalisis kekuatan lawan, sehingga dia bisa mencari tahu Kode Etik yang bisa menembus Program yang ku buat!" jelas Exell seraya mengambil mengecup kening istrinya penuh cinta.
"Lalu kita harus bagaimana?"
"Biarkan saja! kalian ganti Program dari perusahaan cabang dan Berlin dengan Prograp IFD Ke Program perusahaanku! Mereka tak akan bisa melacaknya karna jaringan Seluler Komputer tak akan mampu menembusnya!"
"Kau punya rancangan baru El?" tanya Dady Frank yang merasa kalah dengan Pria tampan ini, ia juga ahli dibidang IT, tapi Exell, Cihh.. ia terlalu banyak diam tapi mengena.
"Tidak tahu!" jawab Exell ambigu membuat mereka saling pandang jengah.
"Apa itu tak masalah El? Perusahaan Kalian sudah dibobolkan?"
"Dia hanya membuka kunci cadangan!" jawab Exell tak dimengerti, tapi dady Arkan tahu apa yang dipikirkan putranya.
"Kalian pasti sedang membatinkan?" tanya Gebriel sinis menatap wajah Adiknya dan Dady Arkan bergantian, ia sangat tak mengerti dengan pola pikir kedua pria ini.
"Otakmu belum sampai Boy! banyak-banyaklah menonton Vidio berkuda!" canda Dady Arnold merangkuh bahu Gebriel jantan.
"Cih! aku saja baru melakukanya tadi malam! Tapi enak, lain kali aku akan mengajak kalian main bersama!" sinis Gebriel kesal, ia sedang serius tapi malah dicandai.
__ADS_1
......
Vote and Like Sayang..