
Acara itu masih berlanjut dengan deretan Ritual tradisional khas dari Kerajaan Rings Flowers, mereka perlahan lansung masuk menuju tenda besar yang sudah disiapkan dilapangan luas sana, Tenda besar itu tampak mewah didisain Khusus dari pihak Owner ternama di pihak Negara.
Tentu, Exell tak akan main-main dalam menjamu tamunya, ia mengerahkan setiap pelayan yang bahkan ratusan untuk melayani para Tamu diTenda luas itu.
"Ini bahkan lebih mewah dari Kerajaan Kita!" ucap Ratu Firtelona Catrinealiote bersama suaminya, apalagi, dengan hiasan yang begitu memukau mata membuat ini sangatlah menakjubkan.
"Kau seperti tak tahu saja Suami Aliniya, bahkan, kalau dia tak berkuasa dan sekaya ini! dia tak akan terpilih menjadi seorang Raja!"
"Tidak juga!"
Ratu Dahliya datang bersama dengan Tuan Sinmart yang selalu mendampingi wanita itu, Ratu Firtelona tersenyum menatap wajah cantik Ratu Dahliya.
"Kau selalu sensitif Yang Mulia!"
"Menantuku itu bukan Pria sembarangan! walau dia tak punya kekuasaan dan Harta! bukan berarti dia tak bisa mendampingi putriku!"
"Maksud anda Yang Mulia?"
"Dia memiliki jiwa yang tegas dan Berprinsip, punya kharismatik dan aura pemimpin yang kuat! buat apa mempunyai harta dan kekuasaan tapi tak ada keberanian dan prinsip didalamnya!"
Mereka saling pandang, Ratu Rings Flowers ini memang sangat bijaksana, tak hayal Kerajaan besar itu akan jaya hingga sekarang.
"Kami mengerti Ratu Dahliya!"
"Hmm! aku harap kalian tak mempermasalahkan tentang apapun!"
"Baik Yang Mulia!"
"Oh iya! selamat datang kembali Yang Mulia!" Raja Alinous memberi salam pada Tuan Sinmart yang membalasnya tak kalah ramah, pria ini tak pernah berubah, selalu polos dan baik hati.
"Ibu!!!"
Kinan datang dengan Exell yang selalu menguntit wanita itu, bahkan, Kinan tak bisa lepas sedetik saja dari jangkauan netra biru suaminya.
"Yah Sayang!"
"Apa Kinan bisa ganti baju?"
Ratu Dahliya dan Ratu Firtelona-pun saling pandang bingung, bukankah acaranya belum selesai? lalu kenapa harus berganti Kostum?
"Memangnya kenapa Nak?"
"Terlalu Sexsi! aku tak suka!" sambar Exell dingin, tangannya sedari tadi tak lepas dari belahan gaun dipaha istrinya, bagian dada Kinan juga ia baluti Mantel hangat.
"Tapi itu Pakaian khas dari Kerajaan kami!"
"Aku tak suka! maka itu tak bisa dipakai!" kekeh Exell tak mau kalah, ia sedari tadi dibuat menggila melihat tatapan memuja dari para Pangeran dan anggota yang lain, bagaimana bisa tubuh istrinya yang begitu aduhai ini malah di fantasi liarkan oleh orang lain?
"Tidak usah ganti! pakai saja Mantelmu!"
"Ganti!"
"Menantu! kau ingin kubuat sendiri lagi hm?"
Exell mengepalkan tangannya erat dengan sorot mata yang tajam, Mertua apa-apaan yang ingin memisahkan putrinya dari cinta yang tulus itu?
__ADS_1
"Awas saja jika kau melakukannya!" geram Exell lalu menggendong Kinan pergi, mereka hanya menggeleng melihat keposesifan Exell.
"Sayang!"
"Hmm!"
"Banyak yang liat!" gumam Kinan malu saat Exell melangkah ditengah-tengah kerumunan ini, mereka semua menghentikan kegiatannya dan terfokus pada Kinan dan Exell.
"Biar saja!"
"Tapi Kinan malu!"
"Sembunyikan wajahmu!" ucap Exell membuat Kinan patuh menyembunyikan wajahnya ke belahan dada bidang suaminya, Exell tak rela membagi pemandangan indah ini dengan pria lain.
Berbeda dengan Exell dan Kinan yang mengundang perhatian banyak orang, pasangan satu itu hanya sibuk diam dengan guratan wajah masing-masing, entah apa yang mereka pikirkan tapi yang pasti, hanya rasa kesal yang mendalam.
"Sayang!"
Gea hanya diam seraya menatap lurus pada semua orang yang tak jauh dari mereka.
"Sayang! kau jangan diami aku begini!" ucap Asisten Dion tak tahan, sedari tadi Gea menghindar darinya, bahkan menatapnya saja wanita itu enggan.
"Kenapa pulang?"
Degg..
Asisten Dion menelan ludahnya berat mendengar suara dingin itu, sudah dipastikan kalau istrinya sekarang dalam mode panas.
"A..Aku..!"
Cup..
Asisten Dion lansung memangut bibir merah itu lembut, ia tak tahan mendengar ucapan penuh rasa sakit istrinya, ia tak sanggup.
"Akhmm!" Gea meronta ingin melepas pangutan itu, tapi Asisten Dion tak ingin melepasnya dan malah membelit pinggang Gea erat mengangkatnya menuju tempat sepi diseberang sana.
"Lepa-mm! Hiks-mm lepasmm!"
Asisten Dion memojokan tubuh mereka kedinding didekat Beton besar itu, Bangunan Kastil Kinan masih dibelakang sana membuat mereka hanya bisa berdempet ke pagar Kastil.
Perlahan Gea terbuai dengan ciuman bibir yang sangat lembut ini, Suaminya seakan memberi ketenagan tanpa kekerasan sama sekali.
Plup..
Asisten Dion melepas pangutannya dengan kening yang menyatu, nafas keduanya memburu dengan juntaian benang silva yang bertaut.
"Kenapa ha hiks hiks?" isak Gea bergetar, ia tak mampu lagi menahan rasa sakitnya, sudah berapa hari semenjak pergi Asisten Dion tak pernah memberinya kabar ataupun menelfon, ia terus menduga membuat kepalanya pusing.
"Maafkan aku! aku hanya berusaha membuat sesuatu!"
"Ta..Tapi kau tak seharunya melupakan aku! aku..!"
"Sutt!"
tangan pria itu membekap lembut mulut istrinya, tatapannya begitu lembut menusuk jantung Gea.
__ADS_1
"Aku tak pernah melupakanmu! sedetik saja itu tak akan pernah, bagaimana bisa aku melupakanmu jika Nama dan cintamu saja sudah membuat aku Gila sayang!"
bibir Gea bergetar, ia tak tahu lagi harus apa sekarang, semuanya seakan sangat memberinya rasa sakit, kenapa ia tak bisa mengendalikan emosinya? kenapa rasanya ingin marah saja setiap menatap wajah pria ini?
"Aku tak perduli!"
"Ayolah sayang! kau kenapa jadi pemarah begini, biasanya kau tak pernah marah sepanas ini!" ucap Asisten Dion menggendong tubuh Gea untuk masuk menuju ruang peristirahatan disana.
Gea hanya menurut dengan wajah masamnya, hatinya sangat panas bukan main.
"Pergilah!" ketus Gea saat Suaminya telah mendudukan tubuhnya diatas sofa panjang nan empuk itu, Asisten Dion hanya bisa menggeleng bingung saja.
"Masih marah hm?"
"Tidak tahu!"
Asisten Dion mengigit bibir bawahnya menahan gemas, wajah manyun Gea membuat ia tak bisa berkata apapun lagi.
"Hayolah Momy!"
"What?" pekik Gea kaget bukan main, ia tak menyangka dengan ucapan Asiaten Dion yang menggelikan tapi juga sangat lucu.
"Momy! kedengaranya bagus kan sayang?"
"Tapi kita belum punya Dedek bayi!"
"Pasti akan punya!" ucap Asisten Dion mengelus perut istrinya, ia berjongkok diahadapan wanita itu dengan kepala yang terpapah diatas paha istrinya.
.........
"Hey kau!"
"Hmm! ada apa sayang?"
Pugh..
Anya lansung menepuk mulut Anderson yang sedari tadi menguntitnya, ia tak habis pikir dengan pria ini, apa ia secantik itu hingga pria ini lansung terpikat dengannya?
"Kau kenapa menepuk bibirku?"
"Kau sakit!" gumam Anya menggeleng-geleng tak bia menduga membuat Anderson geli.
"Iya!"
"Lepas!!" geram Anya saat pria itu malah memeluknya, ia sebenarnya merasa nyaman, tapi ia takut kalau Anderson hanya ingin membalas dendam saja, lalu meninggalkannya begitu saja.
"Kau ingin menikahkan?"
"Hmm! kau tak usah carikan laki-lakinya, nanti kau bawakan Warria lagi!"
"Hey! aku tak seburuk itu Nona!"
"terserah kau saja!" ketus Anya melangkah kebelakang tenda sana, Anderson memeluknya dari belakang membuat pergerakannya sangat susah.
.......
__ADS_1
Vote and Like Sayang..