Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
3 wanita Gila!..


__ADS_3

Masih diruangan yang sama, mereka tak bisa mengalihkan tatapan dari Keluarga Nicholas yang sudah terdiam dengan semangat kehidupan yang menghilang, hanya wajah kosong dan air mata yang masih mengalir membuktikan betapa kejamnya siksaan balasan dari Manusia yang telah diusik oleh Putra bodoh mereka.


"Pre..Presedir!"


Tuan Nicholas memelas untuk yang kesekian kalinya menatap wajah datar Exell yang berdiri membelit pinggang istrinya posesif.


"Aku tak akan memusuhi kalian kalau kalian tak mencari masalah denganku!" ucap Exell tegas membuat Tuan Nicholas tak bisa berbuat apa-apalagi, bagaimana kehidupan mereka kedepannya sedangkan satu peser hartapun tak lagi tersisa.


"El!"


Exell menatap istrinya lembut yang menunjuk Gea dengan sendu, ia juga paham dengan perasaan Gea, tapi ia tak bisa menolong Asisten Dion karna ini masalah antara mereka berdua.


"Ayo kita pulang!"


Exell mengiring istrinya pergi bersamaan dengan Gebriel, tapi mereka terhenti karna Renata dan Kinan tak mau meninggalkan Gea sendirian dalam keadaan rapuh ini.


"Biarkan kami menunggu keputusan Gea, yah sayang?" Renata dan Kinan memelas membuat kedua Pria tampan berbeda bola mata itu terdiam sejenak, lalu menghela nafas lembut.


"Baiklah!"


"Terimakasih!"


Mereka kembali berbalik menatap Gea dan Asisten Dion bergantian, terlihat sekali dua manusia itu sedang berperang dalam pikirannya masing-masing.


"Ge..Gea!" lirih Asisten Dion merasa sangat gugup dan pasrah menanti jawaban wanita itu, ia sudah menduga kalau Gea akan menuntut cerai padanya.


"Apa benar kau yang melakukannya?"


Degg..


Asisten Dion memejamkan matanya mendengar suara bergetar penuh luka itu, ia mengepalkan tangannya mencoba menerima kenyataan.


Yah! aku memang pantas kau ceraikan, aku pria bajingan yang memang tak layak mendapatkan wanita sempurna sepertimu!


Batin Asisten Dion berteriak pilu, ia tak lagi bisa menahan ini lebih lama.


"Dion?"


"Yah! Aku yang melakukannya!"


Gea bungkam dengan tatapan datarnya menatap sang suami yang sudah berpacu jantung, Asisten Dion menyiapkan hatinya mendengar kata pisah itu.


"Kau sengaja?"


"Tidak! Aku tak pernah terpikir untuk merenggut hal berharga dari wanita manapun selain istriku sendiri, aku tak tahu siapa malam itu yang membuat aku tak bisa mengendalikan diri hingga..!"


Asisten Dion bungkam tak sanggup melanjutkan kata-katanya, ia menunduk dengan dada yang bergemuruh, sungguh..ia tak ingin berada diposisi ini, dimana ia harus bertengangan dengan Cintanya.


"Aku menerimanya jika kau meminta..!"


Grepp..


Asisten Dion terkejut saat tubuhnya malah dipeluk wanita itu dengan isak tangis pilunya, tangannya gemetar membelit tubuh istrinya.


"Te..Terimakasih hiks hiks!"


Duarrr..


Asisten Dion terkejut bukan main, ia tak mengerti dengan yang Gea ucapkan.


Terimakasih? untuk apa?..sayang, aku mohon kau jangan mengucapkan kata perpisahan.


Jeritan Batin Asisten Dion memohon, ia sungguh tak sanggup jika itu sampai terjadi.


"Ma..Maksudmu apa sayang?"

__ADS_1


"Terimakasih hiks hiks! Ka..Kau telah membuat aku berharga hiks hiks!"


Grepp..


Asiaten Dion menagkup pipi basah itu dengan wajah tak puasnya, ia dengan sigap menghapus lelehan bening itu dengan mata yang membulat tak percaya.


"A..Apa kau tak marah?"


Gea menggeleng dengan isak tangis harunya, ia tak marah, Bahkan, ia sangat bahagia dengan fakta yang baru saja ia ketahui itu.


"Aku tak marah sayang! hiks hiks..aku..aku sangat senang karna kau yang mengambil hal berharga itu, setidaknya aku masih bisa menyerahkannya pada suamiku sendiri!"


"Aaa Sayang!"


Cup..Cup..


Kinan memeluk Exell geli seakan merasakan kesenagan sepasang pasutri itu, ia yakin, Gea bisa bersikap dewasa dalam hal ini.


"Mau!"


"Mau!" Kinan ingin menyambar bibir manyun suaminya tapi Exell menutup mulut istrinya yang terlalu agresif ini.


"Nanti saja!"


"Sekarang El!" rengek Kinan melonjak-lonjak menggapai bibir Exell yang menghindar darinya.


Mereka tak memperdulikan tatapan penuh luka Leo yang teriris melihat Kemesraannya, air mata pria itu lolos dengan sendirinya.


Aku tak menyangka kalau Cinta kalian sekuat ini! kenapa aku sangat bodoh hingga ingin merebutmu dari pelukan Pria yang benar, Dia sangat jauh dibanding aku.


"El hiks hiks!" isak Kinan tanpa air mata membuat mereka gemas bukan main, Renata dan Gebriel hanya menggeleng geli saja seraya berpelukan mesra.


"Sayang!"


"Apa hm?"


"Haus?"


Kinan mengangguk seraya mencari air untuk diminum, Exell menatap Renata yang mengangguk, tapi seringaian diwajah wanita itu terlihat tersembunyi.


"Ini Kinan!"


"Terimakasih Renat!"


"Hmm!"


Kinan menegguk gelas Jus Orange yang tadi Renata bawa dan sengaja ia letakan didekat meja pintu karna ia malas membuang benda itu, tapi, ternyata oh ternyata, Ia berhasil menjebak Kinan yang sedari tadi membuatnya kualahan menunggu ditoilet.


"Renat mau?"


"Ti..Tidak aku..!"


"El!"


"Minumlah!" tekan Exell tak ingin permintaan istrinya ditolak, Renata menggeleng mendapat pelototan dari Kinan yang seakan berubah menjadi kejam.


Glek..


Renata meminum setengah dari minuman Kinan dengan pasrah, ia tak mungkin mencari mati sekarang.


"Gea!"


"Aku?"


"Ka..Kau juga! aku sudah minum bersama Kinan, jadi kau juga harus Minum!" hasut Renata yang tak ingin kena sendiri.

__ADS_1


"Aku tak suka jeruk!"


"Gebriel sayang!" rengek Renata pada Suaminya yang tak bisa melihat bibir Sexsi itu manyun dan lansung mengecupnya.


Cup..


"Kau minumlah!"


"Tapi aku...!"


"Gea!" tekan Renata dan Kinan membuat Gea kembali menelan ludahnya kasar, ia lansung menyambar gelas yang masih tersisa seteguk itu.


Renata dan Kinan menyeringai licik, untung saja gelas itu gelas Jus buah yang panjang, jadi pas untuk satu persatu tubuh.


"Sudah tak haus lagi hm?" tanya Exell menyangka lelehan keringat yang ada dikening lembut istrinya.


"Tidak haus!"


Renata mulai gelisah dengan tubuhnya, ia menggeram merutuki kebodohannya yang memancing Kinan untuk berbuat nekat.


"Kau kenapa malah membalasku?"


"Cihh! kau pikir aku tak tahu kalau gelas itu ada obatnya? dasar pendendam!"


"Salahmu sendiri Kinan, kau membuat aku menunggu terlalu lama di toilet!"


"Tapi kita adil kan? aku dan kau kena, apalagi Gea!"


"Cihh! Terserah padamu saja!"


"Hmm,"


Kedua wanita itu membatin dan saling pandang sinis, bisa-bisanya Renata ingin membalasnya, Cihh..Kinan hanya polos saat bersama El saja.


"Ehmm!"


Gea berdehem saat merasa ada sesuatu yang aneh didalam dirinya, bagian intinya berdenyut dengan tubuh yang panas.


"E..Ell!" lirih Kinan menegguk ludahnya kasar saat merasa tubuhnya mulai merespon obat sialan itu.


Para Pria itu saling pandang, lalu membulatkan matanya saat menduga apa yang telah terjadi, terbukti dengan keringat dingin dari wanita cantik itu yang mulai meruak merasa panas.


"Kalian...!!!"


"E..El!" lirih Kinan mengadah menatap bibir suaminya penuh hasrat, Exell terbengong tak percaya dengan kelakuan para wanita yang tiba-tiba Gila jika bersama mereka ini.


"Kenapa kalian malah meminumnya ha?"


"Renat yang berikan!"


"Aku juga kena Kinan!"


"Aku korban!" ucap Gea mengangkat dua jarinya membentuk huruf V seraya mulai menggerogoti leher suaminya.


"Shitt!"


Umpat Exell menggendong tubuh molek itu kepelukannya dam berbalik pergi meninggalkan tempat ini.


Begitu juga yang dilakukan dengan Gebriel dan Asisten Dion, bedanya, Gebriel tak mengumpat karna ia suka dengan pertempuran liar Renata.


"Yess! Sayang, akhirnya kau kena juga!" bisik Gebriel mengedipkan matanya liar membuat Renata geram bercampur mendamba.


"Awas kau!" gumam Renata lalu memangut bibir pria itu sensual, Gebriel dengan senang hati melayani sambaran kesukaanya ini.


......

__ADS_1


Vote and Like Sayang..


__ADS_2