Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Pertempuran Gila...


__ADS_3

Langkah pria itu semangkin cepat menuju Loby khusus untuk Mobil mereka itu, ia tak tahan dengan jilatan lidah basah yang sedang menysuri leher kekarnya ini.


"Sayang!"


"Akhmm Ki..Kinan mau El!" rengek Kinan berat, ia bisa saja menghilangkan pengaruh obat ini, tapi ia ingin merasakan bagaimana sensasi bercinta dengan obat.


"Sebentar sayang!"


Exell masuk kedalam Mobilnya dengan anggotanya yang tertunduk seraya kembali menutup pintu Mobil mewah khusus ini.


Kinan duduk gelisah diatas pangkuan suaminya, ia melepas balutan Mantel itu karna terlalu panas seraya bibir yang mengigit kulit leher Exell.


"Akhmm! Sa..Sayang! tunggu sebentar!" serak Exell yang sangat terpancing, dengan bersentuhan saja dengan kulit lembut ini sudah membuatnya tak bisa menahan diri, apalagi dengan Kinan yang menggerogoti lehernya hingga merah sedari tadi.


"Sss hmm!"


Exell mendesis nikmat saat tangan lembut itu mengelus bengkakan dibawah sana, ia mengigit bibir bawahnya merasa begitu berhasrat dengan belaian tangan wanita itu.


"El hmm Kinan ingin sayang!" rengek Kinan memainkan jarinya ke rahang Exell membuat pria itu meremang, jari lentik itu menyusuri garis rahang pria itu sensual, melewati bibir, garis leher hingga bagian kemeja Exell yang terbuka akibat sentuhan jari-jari lentik itu.


"Kinan hmm!" geraman Exell memejamkan matanya saat Kinan mengulum stompel yang ada didada bidangnya, tangannya membelit erat pinggang ramping yang sedang berkoala padanya itu.


"Haik mm Ka..Kau..!"


"Kinan mau!" rengek Kinan menolek gemas benda kecil coklat itu, membuat Exell menggelijang beberapa kali, sungguh, wanita ini selalu bisa membuatnya panas dingin.


"Tidak mau!" serak Exell masih ingin melihat sejauh mana istri cantiknya ini berbuat liar, ia hanya bisa memejamkan mata menikmati sensasi ini seraya kepala yang tersandar pasrah ke kursi Mobilnya.


Beberapa kali Exell mencengkram kurisi Mobilnya menahan desahan akibat lidah basah itu malah berkeliaran didadanya, nafanya sudah memburu dengan sangat berat.


"Masih tak mau hmm?" gumam Kinan menyeringai licik seraya membuka bagian atas suaminya membuat Tubuh gagah berotot kekar itu terpampang nyata membuat Kinan berdenyut menegguk ludahnya kasar.


Tangan nya terangkat mengelus tonjolan otot-otot Exell yang berbelit dengan urat kegagahan yang melingkar melintang didaerah perut bawah kotak-kotak kerasnya.


Bagian intinya sudah basah melihat semua ini, bagaimana bisa ia tahan mendiami tubuh gagah Suaminya sendiri?


Srett..


Kinan membuka Gaun yang ia pakai dengan mudah karna hanya memakai Resleting saja, ia begitu tergesa-gesa karna ingin mencicipi tubuh kekar miliknya ini.


"Sayang! apa yang kau lakukan? " serak Exell masih menutup mata, ia sebenarnya ingin menatap istrinya, tapi ia suka membuat wanita ini memohon.


Kinan menyeringai licik dan liar, untung saja Mobil ini mempunyai peredam dan pembatas dengan supir sana , jadi kegiatan mereka tak diketahui siapapun.


"El!"


Degg..


Exell menelan ludahnya berat saat Kinan mengarahkan tangannya untuk menyentuh sesuatu yang besar dan kenyal, Kinan dengan nakalnya membuat tangan pria itu meraba Dua benda sekang miliknya yang sudah tak dibungkus itu.


"Shitt!"


Umpat Exell membatin saat merasa Pusakanya membengkak ruah, ini sangat lembut dan kenyal, bahkan genggaman tangannya serasa nyaman dan empuk.


Kinan mengigit bibir bawahnya dengan kepala yang terkadah nikmat, tangannya masih sibuk mengarahkan tangan Exell untuk menjelajahi dadanya dengan bokong yang bergerak menekan bengkakan dibawah sana.


"Akh Akh El hmm sss akhmm!" desah Kinan lembut manja, tubuh wanita itu menekuk dengan bokong yang mmeberi sentuhan pada benda bertuah Exell yang ingin mengoyak resleting celananya.


Kedua kaki Kinan yang berkoala pada paha pira itu terbuka membuka gawang untuk memudahkan bagian intinya yang lembab masih tertutup daleman itu menyentuh tanjakan sana.


Exell membuka matanya, ia terngangak melihat gumapalan daging kenyal itu sudah tepat berada didepan matanya, netra birunya berkabut dengan jakun yang naik turun membasahi kerongkongannya dengan liur yang pekat.


"Sayang!" serak Exell berat, Kinan semangkin merapatkan tubuh mereka berdua membuat dua gudukan sintal itu lansung melekat didada bidang Exell yang membusung merasakan tusukan dua buah kelereng coklat yang mengeras itu.


"Akhmm!" Kinan meremas rambut Exell yang melahap puncak gunungnya lapar, kepalanya terkadah dengan tangan yang terus meremas rambut Exell memberi rasa sengatan bagi pria itu.


"Ssss yeah El hmm!" erangan Kinan bergetar dengan semua rasa yang bercampur didalam tubuhnya, rasa panas tadi semangkin membuncah mendamba lebih.


Exell juga tak tahan dengan semua ini, ia meremas kedua benda itu, mengulum permen coklat itu lapar, menjilat sensual lalu menariknya gemas hingga beberapa senti, ia memberi getaran halus didalam tubuh istrinya yang mendidih.


"Exell!"


"Akhmm!"


Exell masih sibuk memerah Asi yang terus mengalir didalam mulutnya itu, ia seakan kehausan menoel-noel gemas lalu menghisapnya kembali membuat Kinan melenting hebat.

__ADS_1


Oh shitt! ini sangat enak, ini lembut dan empuk..aku tak bisa mendiami ini sayang!


Jeritan batin Exell membeludah, ia ingin sekali Posesif untuk memiliki benda ini seutuhnya, tapi ia sadar, kalau Baby Ars juga punya hak untuk ini semua.


Grett..


Exell menekan tombol hijau disebelah nya menurunkan Kursi Mobil seraya mulut yang masih sibuk menghisap permen coklatnya.


Kursi itu lansung turun perlahan setengah duduk, begitu juga kursi yang lain turun kebawah melipat hingga meebentuk sebauh tempat pembaringan yang empuk, tak ada tonjolan keras karna besi baja yang tadi menanjak perlahan terbenam membentuk sebuah pijakan ranjang yang cukup luas menampung tubuh mereka berdua.


Saat dirasa sudah Selesai, Exell mengiring tubuh mereka untuk berbaring diatas Peraduan empuk sana, Kinan hanya menurut saat tubuhnya dikungkung pria itu.


Plup..


Exell melepas hisapan dan tarikan lembut mulutnya dari puncak benda kenyal itu, sekarang, ia lansung bersitatap mesra dengan netra berkabut istrinya yang menatap netranya membara, nafas keduanya naik turun dengan gebuan gelombang hasrat yang membuncah ruah.


"Kau nakal sekali hm?"


Cup..


Exell mengecup benda kenyal itu, Kinan hanya diam dengan tubuh yang ingin dibelay lebih.


"Aa!" Kinan membuka mulutnya menjukurkan lidah basahnya, dengan kedua tangan yang lansung merangkuh leher suaminya untuk mendekat.


Cup..


bibir keduanya bertemu dengan panas, saling menghisap penuh rasa, dan membelit kan lidah berteguk silva yang sama, decapan erotis dari pertubrukan mulut itu membuat suasana semangkin panas.


Suara mobil diluar sana tak terdengar sama sekali, ini persis seperti kamar mereka yang adem mendukung suasana.


"Akhm!" geram keduanya saling menghisap bibir, satu tangan Exell menopang tubuhnya didekat kepala Kinan dan satunya lagi berjelajah kebawah sana, mengelus paha halus itu lembut.


Perlahan Exell menelusupkan tangan besarnya masuk kedalam daleman kecil seperti Bikini istrinya.


Kinan menggeram seraya memeggang lengan Exell disamping kepalanya merasa bergetar dengan elusan dibawah sana.


"Ehmm! Elmm!" erangan Kinan dengan bibir yang masih bertaut dalam menyusuri rongga mulut masing-masing.


Pinggang Kinan menggeliat geli bercampur Nikmat saat jari-jari nakal Exell mengelus Goanya yang basah membuat tubuhnya bergetar meliuk erotis.


"E..Ell akhm!" lirih Kinan menggeliat menatap kebawah sana, tangan Exell melepas balutan Daleman terakhir itu membuat Kinan polos pulen membuatnya terbakar panas.


"Sekarang Akh !" pinta Kinan menatap Exell penuh damba, namun, Exell belum puas mempermainkan tubuh wanita ini, ia ingin melihat Kinan meraung menyebut namanya seorang.


"Tidak sekarang Baby!"


"Ssssss Ell!" pekik Kinan melenting saat jari pria itu sudah masuk membuat ia bertekuk, Exell kembali mengulum puncak gunung istrinya dengan mata yang menatap wajah panas Kinan yang begitu cantik.


"Aakhhh Ell hmm!"


Kinan terpekik-pekik tak bisa menahan Kenikmatan yang Exell berikan padanya, adukan jari pria itu sangat cepat membuat paha Kinan terbuka lebar dengan bokong yang terangkat sedikit meliuk geli.


"Aaa hiks hikk Exell!" Kinan meraung mengigit kukunya dengan kepala terkadah tak bisa menahan ledakan ini.


Exell terus mengaduk cepat, ia membuka Pakaian bawahnya untuk memulai memasuki lembah dibawah sana.


"Ready Baby!" suara berat Exell dengan sangat menggetarkan, dengan jari yang sibuk mengaduk, Exell memposisikan benda besar berurat itu untuk mulai menyerang dalam kondisi senikmat ini.


"Hmm!" Exell mengaduk semangkin cepat membuat Kinan meraung-raung histeris, disaat melihat istrinya mulai mencapai pendakian, Exell lansung mengeluarkan jarinya dan memasukan benda besar itu.


"Sssss Aaakhh!"


Tubuh Kinan melenting hebat, dengan desahan panjangnya yang begitu memantik, Exell tekadah merasa pusakanya terhisap dalam ke Goa basah sana.


Liurnya tetes keperut Kinan yang bertekuk akibat permainan gila ini, sungguh, mereka tak pernah bosan dalam melakukan semua ini.


"Ka..Kau sempurna sayang hm!" geraman Exell merasa ini sangat luar biasa, puakanya sekan terbenam sempurna dipijat lembut oleh dinding empuk nan basah itu.


"E..El! Hm.. kau..kau gila!" desis Kinan membuat Exell terkekeh geli, ia memposikan tubuhnya untuk memulai permainan inti.


"Kau pikir aku tak Akhh..aku terpancing hm? Akhh sayang!"


Exell berucap seraya mengayun pinggangnya untuk memompa lembut, kedua tangannya mengungkung tubuh istrinya dengan kedua kaki yang bertekuk untuk melancarkan tarik ulurnya.


"Enak hm?"

__ADS_1


Exell mengangguk dengan mulut yang terngangak seiring dengan tubuh yang bergerak pelan, netra keduanya saling tatap penuh cinta dengan mulut yang sibuk meloloskan desahan lembut itu.


"Akh Akh El!" pekik Kinan saat Exell mempercepat hujamannya lalu pelan kembali. pria itu hanya ingin melihat wajah istrinya yang selalu membuat ia meleleh dan meletup-letup ini.


"Kenapa kau terlalu sempurna hmm?"


"Kinan akh El! Exelll!" Kinan mengerang histeris saat Exell kembali mempercepat hujamannya , Pria itu berhenti lalu terkekeh melihat wajah masam istrinya.


"Haha Sayang! kau ini sangat unik!" gumam Exell meloloskan tawa kecilnya.


"apanya yang unik?"


"Wajamu!"


"Biasa saja,.. Akh Exell!" pekik Kinan seraya menepuk kesal bahu Exell yang selalu suka bermain seperti ini, pria itu kembali menekan goanya.


"El!"


"Apa?"


"Lanjut sayang! Kinan masih panas!" pinta Kinan, sebenarnya obat itu tak berfungsi di tubuhnya terlalu lama karna Kinan sudah menetralisirnya sendiri.


"Tapi aku tak mau! bagaimana?" santai Exell membenamkan wajahnya ke gudukan sintal itu, jujur ia ingin kembali bertempur, tapi, Kinan harus istirahat sejenak.


"Kalau begitu Kinan yang diatas!"


Grett..


Exell mengunci paha wanita itu dengan posisi yang sama.


"Aku tak akan membiarkanmu tidur malam ini!" desis Exell sudah pas dengan perhitungan istirahat istrinya.


Ia ingin melepas semuanya malam ini, jadi, jangan salahkan Seorang Exell kalau Kinan tak bisa bangun besok.


Mereka kembali bertarung, Kinan dibuat terpekik histeris dengan hujaman benda bertauh Exell yang begitu kokoh setelah beberapa jam ini, pria itu seakan menggila menggempurnya dengan berbagai gaya.


"Akhh Sayang! hmm I..ini sangat Nikmat!" Exell tak bisa berkata lain seraya pinggang yang terus mengayun, keringat keduanya berjatuhan dengan snagat panas.


Begitu juga Kinan yang tak mampu berbuat apapun, ia begitu remuk akibat gempuran berhasrat ini, tapi tubuhnya tak munafik menolak Exell. ia tak bisa mendiami Benda berurat dan permainan pria ini.


Begitulah mereka hingga sampai ke Bagasi Lingkungan kelaurga Mohana, Exell tetap melanjutkan pertempurannya, terkadang Kinan yang memimpin membuat ia meledak gila akan sensasi permainan istrinya.


Anggota Exell tahu apa yang dilakukan Taunnya, ia hanya diam meletakan mobil itu dibakasi Khusus Exell, dan mengunci rapat pintu itu sesuai arahan Tuannya biasa.


Mobil itu tak berguncang seperti halnya mobil biasa, inilah kelebihan Mobil yang didisain pria bernetra biru itu, Perlengkapan baja yang mumpuni dengan kualitas Sistem dan program yang dirancang sendiri.


Penambahan Teknologi Digital ID dari tangan Pria tampan itu membuat Barang Elektfonik yang sering digunakan pria itu menjadi lebih simpel dan tak bisa dipandang sebelah mata.


.........


Oeeeekkk...Oeekkk..


"Sut Sut Baby! sayang...kenapa Cucu kita tak mau diam sedari tadi, asinya sudah diminum tapi dia tak mau tenang!" ucap Momy Chalista pada Dady Arkan yang lansung membantu istrinya.


"Ini sudah Jam 4 dini hari, kemana para pasutri tak ada akhlak itu!" ketus Dady Arkan menggendong Baby Ars yang menagis tapi tak ada air matanya.


membuat Dady Arkan bingung, apa cucunya memiliki penyakit langka? oh shitt..bayi ini memang sangat aneh.


"Ada apa Baby hm? cerita sama Kakek sayang!"


Oeeeekk..Oeekk..


"Mau Momy?"


Baby Ars mengangguk membuat Dady Arkan dan Momy Chalista terperanjat kaget, Sungguh! Bayi ini benar-benar langka.


"Momy lagi di Pesta sayang!"


Tatapan netra biru Baby Ars menajam dengan wajah yang masam, sepertinya Bayi mempesona ini sedang marah akan sesuatu.


..........


Vote and Like Sayang..


Sebelum Babang El dan Kinan tamat, harus kasih boncab dulu buat kalian lahπŸ˜‚,

__ADS_1


__ADS_2