
Jari lentik wanita itu tertahan untuk mengetik pesan yang baru saja masuk kedalam Ponselnya, Notifikasi asing itu membuat Kinan bingung, ia rasa, Selain Nomer anggota keluarganya, ia tak pernah menyimpan nomer lain.
Exell yang sedang berselonjoran diatas sofa panjang kamar mereka dengan Laptop yang dipangkuannya itupun bingung, kenapa wanita cantik itu sedari tadi diam dan terlihat berfikir keras? hm ini sedikit janggal.
"Sayang!"
"Ah iya El!" Kinan tersadar dari lamunannya, ia mematikan Ponselnya dan menatap Exell yang mengisyaratkan ia untuk mendekat menepuk pahanya sendiri.
"Kemarilah!"
Kinan mendekat dengan hati-hati karna suaminya sedang Meeting Online, ia tak mau mereka terganggu dengan kehadirannya.
"Ada apa hm?"
"Apanya El?"
Exell menghela nafas halus lalu merangkuh wanita itu untuk duduk dipangkuannya, ia meletakan Laptopnya dipaha Kinan yang menghindari kamera benda itu.
"Presedir! bagaimana keputusan anda?"
"Kalian lakukan yang pernah ku berikan rancangannya! jangan melakukan kesalahan apapun!"
"Baik Presedir!"
Exell mematikan Laptonya lalu mulai serius memeluk wanita diatas tubuhnya ini.
"Ada apa dengan ponselmu? sepertinya ada yang salah!"
"Hm El!"
"Iya sayang! ada apa hm?" Exell merapikan helaian rambut hitam istrinya yang jatuh kekening wanita cantik itu dengan mesra.
"Tadi Kinan mendapat pesan!"
"Lalu?"
"Kinan bingung El! yang tahu nomer Kinan cuman El sama yang lainnya saja, tapi itu ada nomer yang tak dikenal!"
Exell diam dengan tangan yang mengelus paha putih istrinya dengan lembut, sedari siang tadi memang ia tak bisa mengindahkan setiap kejadian yang janggal ini.
"Coba lihat Ponselmu!"
"Ini El!"
Kinan memberikannya pada Exell yang mengutak-atik benda itu, kelopak netra birunya menyipit dengan dahi yang mengkerut melihat isi pesannya.
"Selamat Pagi Nyonyaku"
"Ini pesan dari pagi El! tapi Kinan baru buka Ponsel sekarang!"
"Blok saja!"
"Terserah El saja! Kinan juga jarang Main yang begituan!" ucap Kinan bersandar kedada bidang suaminya dengan tangan yang mengelus rahang tegas pria itu.
"Sayang!"
"Hm! ada apa El?" tanya Kinan menelusupkan tangannya kedalam belahan kemeja Suaminya, ia suka menyentuh tonjolan keras berbelit ini.
"Kau tak usah keluar dulu ya?"
"Memangnya Kinan pernah keluar?"
Degg..
Exell meneggang ditempatnya, ia baru selama ini Kinan tak pernah pergi kemanapun kalau tak bersamanya.
Kinan terkekeh melihat wajah tenang namun penuh pemikiran itu, ia hanya menyentil halus saja, sejujurnya ia ingin berlibur bersama keluarga mereka, tapi Exell selalu sibuk membuat Kinan tak berani mengungkapkannya.
"Sudahlah El! selesaikan saja pekerjaan El dulu, nanti baru membahas itu!"
"Kau tak keberatankan kalau dirumah saja?"
"Tidak! Kinan sudah biasa!"
"Sayang! ini demi kebaikanmu, aku takut sesuatu akan terjadi padamu!"
Kinan menghela nafas berat, ia menatap netra biru mempesona itu dengan lembut, senyumnya terukir mengatakan kalau ia menurut saja.
"Kinan hanya menurut saja! selagi itu wajar El!"
"Kau mengertikan?" Kinan mengangguk seraya kembali memeluk tubuh suaminya.
"Kinan ngerti! ah sudahlah, sekarang ayo turun, Baby pasti haus!"
__ADS_1
"hm, Ayo!"
Exell pergi dengan kebingungan Kinan. ia seakan tak tahu apapun membuat Kinan menjadi tenang tak memikirkan apapun lagi, tapi Kinan tahu, pria ini tak mungkin diam tentang Hadiah tadi.
................
Langkah besar pria itu begiru cepat menerobos masuk kedalam kamarnya, ia tak membiarkan satu orangpun melihat apa yang akan ia bawa.
"Boy!"
"Ah Mom! kau mengejutkan aku!" ucap Pria itu menunjukan lesung pipinya yang begitu manis, wanita paruh baya itu bingung apa yang dibawa putranya dalam kotak kecil itu.
"Itu apa sayang?"
"Oh! Hm ini hanya barang biasa Mom!" ucapnya gugup, ia takut, wanita ini akan memeriksa barang-barangnya nanti.
"Hm! yasudah! kau harus kekantorkan Nak, dadymu sudah lebih dulu kesana!"
"Iya Mom! aku masuk dulu!" ucap Pria itu seraya mengecup pipi Momynya penuh sayang lalu melangkah pergi, Wanita paruh bayah itu hanya menggeleng heran saja.
"Anak jaman sekarang, memang sangat berbeda!"
Setelah beberapa lama, pria itu keluar dengan mekai pakaian serba hitam, ia seakan tak bisa diam untuk terus melangkah dengan hati-hati, Mashionnya sangat besar membuat ia harus waspada.
.......
"Apa-Apaan ini?" gumam Asisten Dion saat melihat Ruangannya yang berantakan, ia sangat bingung, padahal baru tadi ia keluar dan sekarang malah menjadi kapal pecah seperti ini.
Para Staf pekerja disanapun juga bingung, padahal tadi mereka baru saja membersihkannya, tapi kenapa sekarang malah berantakan kembali?
"Pak! kami sudah membersihkannya sedari tadi, kami tak tahu menahu soal ini!"
"Hm! kalian bisa pergi!"
Mereka bernafas lega, akhirnya pria ini tak mengamuk hingga bisa memberi udara yang rileks.
"Ada apa ini?" gumam Asisten Dion tetap tenang, namun perhatiannya tertuju pada satu carik kertas yang ada didekat gelas air nya, tadi kertas ini tak ada, lalu dari mana datangnya?
"Surat?"
Asisten Dion mengambil benda itu dengan bingung, ia melihat tulisan yang berwarna merah darah itu.
"Kau datang kehutan sebelah barat, datang sendiri, atau rahasia terbesarmu akan terkuak"
Asisten Dion mengoyak asal kertas itu lalu duduk diatas kursi kerjanya, ia masih penasaran dengan semua ini.
Namun, matanya kembali menyipit saat melihat satu kotak kecil sebesar kotak ponsel itu ada dibawah mejanya, ia menatap sekelilingnya namun ia rasa tak mungkin ini dijatuhkan para Klien.
"Kalau ini omong kosong lagi! aku akan membunuh kalian yang mengirimnya!" geram Asisten Dion lalu mengambilnya.
Alangkah terkejutnya pria itu melihat apa yang tertera didalam sana.
Bugh..
Kotak jtu terjatuh dengan na'as, netra Asisten Dion terbelalak kosong dengan ingatakan yang kembali menghantui kepalanya.
"Pemerkosaan !" gumam pria itu gemetar, ia menatap nanar kaca mata yang menjadi saksi bisu jeritan kesakitan Gadis yang pernah ia rusak tanpa sadar malam itu.
"Si..Siapa yang mengirim ini?"
Drett..
Ponsel Asisten Dion menyala, nomor asing yang tertera disana lansung mengundang tanda tanya dibenak Pria itu.
"Hallo Tuan Asisten!"
"Hm! ada apa ini?"
"Hahaha! kau tak perlu tahu, yang jelas, Temui aku di hutan sebelah barat, aku akan memberi tahu segalanya tentang Kejadian malam itu"
Degg..
Asisten Dion meneggang ditempatnya, ia sangat asing dengan suara berat ini, tapi ia juga Penasaran tentang apa yang akan pria ini lakukan.
"Apa maumu brengsek! kau mau bermain-main denganku ha?" geram Asisten Dion menggertakan giginya kuat, buku-buku jari pria itu memutih geram.
"Kau datang saja, SENDIRi! ingat itu"
Tutt..
"Hey! Kau..! Shitt..kenapa masalah ini tak pernah selesai!" gumam Pria itu mengacak rambutnya frustasi.
Entahlah, ia juga tak tahu, entah apa yang melandanya sekarang, yang jelas, ia tak ingin rumah tangganya hancur gara-gara masa lalunya yang buruk.
__ADS_1
........
"Sayang!"
"Aa iya!"
"Dimana dasiku?"
"Disamping ranjangmu!"
"Tidak ada!"
"Shitt! kalau ketemu maka ku gigit kau ya sayang!" teriak Renata garang, ia keluar dari kamar mandinya dengan menggunakan handuk, sore-sore begini, Gebriel sangat bertingkah.
"Mana dasiku?"
"Di..!" Renata diam saat tak melihat Dasi biru bergradasi mewah yang ia siapkan diatas ranjang tadi.
"Tadi aku sudah menyiapkannya disini!"
"Tapi tak ada, Coba cari dulu sayang!"
Renata mengangguk lalu mencari disekitar tempat tidur, ia tak sadar kalau tatapan singa liar itu tertuju pada Handuk minim dan paha putihnya.
"Coba cari dibawah tempat tidur sayang, siapa tahu jatuh!"
"Ah iya benar!"
Renata tanpa curigapun menungging melihat kebawah ranjang sana.
Glek..
Gebriel menelan ludahnya berat melihat bokong padat istrinya yang sangat menggiurkan, apalagi dengan belahan bulat itu membuat aliran darahnya tersumbat dengan pandangan yang berkabut.
"Tidak ada sayang!"
"Cari dengan teliti!" ucap Gebriel berusaha biasa-biasa saja, padahal ia berjongkok melihat pemandangan indah ini. Pusakanya sudah berkedut merasa terpancing dengan semua ini.
"Tapi tak..Akhhh!" Renata terpekik mendesah saat pria itu malah menyerangnya tiba-tiba, bokongnya bertekuk beberapa kali dengan tubuh yang tersengat rasa aneh.
"Sa..Sayang ahmm sss sudah!" geraman Renata mencengkram erat seprey yang menjadi tumpuan tubuhnya.
"A..akh aku ingin!" serak Gebriel melahap habis Goa basah itu, ia bahkan merekahkan belahan bokong bulat itu untuk memperdalam hisapan lidahnya.
Renata seperti kodok betina yang merangkak dipinggir ranjang sana, dengan tubuh yang melenting hebat karna permainan lidah suaminya, ia tak menyangka Gebriel akan seganas ini dalam hal bercinta.
"Akhh Ge..Gebriel!"
Mulut pria itu masih sibuk mendecap rasa dibawah sana, Renata mengigit bibir bawahnya sensual menghadap cermin yang berada dihadapan mereka, ia memberi godaan sensualnya pada Gebriel yang menatapnya panas.
Wajah penuh sensai Renata membuat Gebriel semangkin dilanda pembengkakan, pria itu bahkan tak bisa memberi kendor pada Kodok betina ini.
Lidah basah itu terjulur untuk menjilat sensual membuat bokong wanita itu menggeliat dengan erotis, Renata mengerang nikmat dengan liur yang hampir menetes, ia tak bisa diam dengan tegukan madu dibawah sana.
"Readey Baby akhmm!"
"Yemm akh ss yah!" desah Renata begitu memancing, dengan lidah yang masih sibuk menjilat, tangan pria itu cepat membuka helaian yang membalut tubuh gagahnya.
Bagian inti Renata berkedut melihat pusaka yang sudah tegak berdiri dengan ukuran yang membuat ia terngangak, urat kegagahan itu begitu sexsi memancing libidonya.
"Ge..Gebriel Eughh hmm Cepatlah sayang!" desak Renata tak tahan, Gebriel menyeringai mesum, ia hanya memasukannya sebentar lalu ia keluarkan kembali membuat Renata ingin menagis.
Bagian ingi wanita itu sudah basah dengan perlakuan Gebriel yang menyiksanya, Gebriel melihat kecermin sana, wajah istrinya tampak merah menahan hasrat dengan wajah yang memelas, ia suka semua itu, bahkan ia juga tak tahan untuk melanjutkan permainan, tapi ia tak ingin membuat Moment ini terlampau begitu saja.
"Eughh hm Akh Sayang, kau jangan begitu!" rengek Renata berat, bagaimana tidak? Gebriel hanya memberi garis abstrak saja didekat Goanya lalu menekan lembut dan mengeluarkanya kembali tanpa ada kecepatan.
"Memohonlah!" Serak Gebriel seraya melepas belitan handuk wanita itu, sekarang semuanya terpampang nyata membuat ia semangkin tak bisa mengontrol diri.
"A..Aku mohon sayang hiks hiks! kau tega sekali!"
"Ok Baby!"
Mereka menggeram bersama karna pusaka itu sudah saling menghisap membuat keduanya terkadah nikmat, Renata terngagak merasakan benda besar itu menyengkang goanya yang serasa sempit karna masih baru menerima itu.
Gebriel memacu dengan cepat seraya tangan yang menarik rambut panjang istrinya sebagai tunggangan kuda, ia membuat Renata terpekik-pekik akan sensasi yang ia rasakan.
Oh sayang! akhh ..kau sangat hebat hm.!
batin keduanya meledak menipiskan atmosfer dikamar itu, bahkan Gebriel ketagihan untuk terus bermain, ia adalah Pria perjaka yang baru semalam membuka segel, tentu ia tak bisa menahan gejolak jika sang Belahan hatinya ini sudah sah.
.....
Vote and Like Sayang..
__ADS_1