Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Badai kabut...


__ADS_3

Suara deru Mobil mewah itu membelah kegelapan malam yang hanya diterangi remangan lamu jalan yang mulai redup. Kesejukan yang menerpa kulit mereka begitu kuat sehingga membuat mereka memakai Mantel untuk menghangatkan diri.


"Kinan!" panggil Momy Chalista pada Kinan yang pucat pasih dengan tatapan yang sangat sulit diartikan untuk mereka.


"Elll!" gumam Kinan merasa ada sesuatu yang mulai menyerangnya, dadanya sakit dengan ketakutan yang mulai merasuki tubuhnya membuat Momy Chalista panik.


"Sayang! Dengarkan Momy Sayang!" Momy Chalista menagkup kedua pipi Kinan yang terlihat begitu pucat dan gemetar.


"Dia..Dia datang Mom!" lirih Kinan merasa mereka berada dalam bahaya. Momy Chalista saling tatap dengan Dady Arkan yang sedang menelfon memberi arahan pada Mobil yang lain dibelakang sana.


"Waspadalah! akan ada bahaya yang.."


Bummm....


Ledakan terjadi pada Mobil Anggota Exell yang mengawal mereka membuat Kinan histeris melihat bayangan hitam itu.


"Aaaa Momy! Itu..Itu dia Momy hiks hiks!" isak Kinan memeluk Momy Chalista yang kelimpungan dengan kejadian diluar Nalar ini, ia merasa Kinan begitu ketakutan dengan nafas yang sangat cepat serta detak jantung yang kuat. Gadis ini benar benar ketakutan dengan tubuh yang mulai dingin.


"Sutt Tenaglah! Kami bersama mu!"


Ledakan beruntun itu kembali terdengar membuat pohon disamping jalan sunyi ini tumbang kehadapan Mobil Mereka.


"Mundurrr!" ucap Dady Arkan pada Supirnya yang sudah terlatih hingga bisa menghadapi situasi genting ini.


Wushhhh...


Suara desiran angin kencang yang begitu kuat menerpa Mobil mereka hingga sedikit oleng. Kinan gemetar, Ketakutannya sungguh besar dengan rasa cemas didalam hatinya. Yah! Itulah Laksana angin yang menyusun Mahluk terkutuk itu dengan inti utama asap hitam yang beracun.


"Jangan keluar!" tegas Dady Arkan memantau situasi. yang mereka hadapi ini bukanlah manusia hingga tak bisa satupun yang mengusirnya Telak. Suara desiran itu semangkin kencang memuat ranting yang berjatuhan ditanah ini. Sungguh Peristiwa ini sangat mengerikan bagi orang awam seperti mereka.


"Adikkkkkk!"


"Pergiiiii!" teriak Kinan menutup telinganya mendengar suara menyeramkan itu membuat rasa takutnya kian meningkat dengan deru nafas yang tak stabil. dadanya semangkin sakit dengan wajah pucat yang menyedihkan.


"Kinan! Kinan kau kenapa?" pekik Momy Chalista melihat Kinan yang seperti kehilangan kesadaran lalu membuka mata kembali.


"sepertinya ada yang mencoba menguasai pikiran gadis ini!"batin Dady Arkan mengambil asumsi yang nyatanya memang benar.


"Mo..Momy Sakittt!" desis Kinan memukul mukul dadanya yang sesak entah diisi apa didalam relung jiwanya.

__ADS_1


"Adikkku Sayanggggg! Menyerahlah Sayang..ikutlah denganKuu!"


"Mo..Momy!" lirih Kinan saat nafasnya mulai tak bisa dikendalikan membuat wajah yang tadinya pucat begitu merah karna Kinan menahan sakit yang seakan menghisap jiwa raganya.


Brakk..


Mobil mereka tertubruk dari belakang oleh Mobil Frank yang kelut saat melihat Supir mereka hilang kendali.


"Ada apa ini?" tanya Serly memeluk Momynya dengan erat, melihat Supir mereka pun mulai diselumbungi asap tebal.


Perlahan semua Supir dimobil merka hilang kendali. mereka satu persatu keluar dari Mobil masing masing dan melangkah ke Mobil Kinan yang sudah tak bisa,mengendalikan diri.


Bugh..


Gedoran kuat ke Cup Mobil itu dengan Balok kayu yang tiba tiba ada ditangan keempat Pria itu membuat Semuanya runyam.


"Kalian tunggu disini!"


"Tapi Bagaimana dengan Kinan Sayang?" tanya Momy Chalista tak tega melihat Kinan yang kesulitan bernafas membuat ia ingin membantu gadis ini. tapi dengan cara apa? dia pun bingung menghadapi keadaan ganjil yang sungguh membutakan ini.


"Temani dia sampai Exell datang!" ucap Dady Arkan lalu mengecup kilas bibir istrinya dan melangkah keluar bersamaan dengan para Pria lainnya.


"Berhentiii!" suara Bariton berat itu menggelegar membuat 4 Supir yang telah dikendalikan itu menghentikan kegiatannya memukul mukul Mobil mereka dengan Balok.


"Kita tak bisa melakukan apapun kalau dia masih ditubuh mereka?" sambung Frank menimpali ucapan Johan, sedangan David dan Gebriel bertugas menjaga wanita wanita didalam Mobil sana dengan Jordan yang memeluk Vina yang menagis takut.


"Adikkkkk!" ucap Keempat Pria itu menatap lurus kedalam Mobil Kinan yang sudah meneggang dengan semua ini. sungguh, Azua berencana menyeret jiwanya paksa membuat ia tak tahan dengan rasa sakit yang memenuhi dadanya.


"E..Ellll hiks hiks!" isak Kinan semangkin menggila dengan rasa sakit ini.ia ingin berteriak meluapkan segalanya, tapi ia tahan tak ingin membuat suasana yang kacau ini bertambah berantakan.


"Ringkus mereka!" titah Dady Arkan pada anggotanya yang sudah mengepung jalan dan mengamankan anggota keluarga lain.


"Adikkkk!"


"Keluar kau!" bentak mereka memeggangi ke 4 Pria itu yang menatap mereka tajam dengan begitu menyeramkan. tanpa sadar mereka tertegun melihat mata merah yang berkabut itu.


"Jangan lihat matanyaaaa!" suara Tegas penuh tekanan itu datang bersama dengan rombongannya menyerbu Mobil mereka dengan Dekade penyelamatan yang rapat.


Pria bernetra biru penuh daya pikat itu keluar dari Mobilnya dengan berlari menghampiri mereka. wajah tampannya tak lagi terhitung dosis Kedinginannya, aura yang disebarkan tubuh gagah itu begitu menakutkan dengan wajah yang kelam membawa angkara murka yang nyata.

__ADS_1


"Dad!"


" Didalam Mobil!" ucap Dady Arkan saat tahu tatapan yang begitu Khawatir itu mengarah pada gadis yang sudah lemah didalam Mobil sana.


"Sayangg!" panggil Exell membuka Pintu Mobil. alangkah terkejutnya ia saat melihat Kinan sudah pucat dengan nafas yang tersendat, Kelut! itulah yang ia rasakan. jantungnya serasa diremas melihat Separuh jiwa raganya ini seperti ditarik paksa dari tubuhnya.


"E..Elll Hiks hiks!" isak Kinan menggapai tubuh gagah Exell yang lansung memeluknya erat dengan perasaan yang berkecamuk begitu sakit ditubuh gagahnya.


"Sayang! Kau ..Kau kenapa? apa yang harus aku lakukan?" tanya Exell mulai panik saat merasa Kinan mulai kehilangan kesadaran. kalau masalah sesama Manusia ia bisa dengan mudah mengatasinya. ini bangsa lain. tak pernah terpikir olehnya untuk berhadapan dengan iblis yang nyata.


"Sa..Sakittt!" desis Kinan membuat Exell hilang akal. sungguh ini Sakit Sayang! kau jangan menyiksa ku dengan semua ini, Aku tak kuat Sayang !.


Jeritan batin Pria itu taktahan melihat semua ini. namun ia dibuat terkejut saat angin kencang itu menyeret tubuh Kinan dari pelukannya yang tak ada persiapan.


"Ellllll!" teriak Kinan lansung terhantam ke Cup Mobil dibelakang dengan begitu keras membuat Exell berteriak Histeris,


"Kinannnn!" Exell berlari ingin menggapai tubuh lemah itu tapi tubuhnya sudah dihempaskan ke samping membuat ia tersungkur dengan Na'as. tapi matanya masih menatap Kinan yang mengadah dengan tangan yang mencengkram gaunnya menahan sakit.


"*Adikkkk! Ikutlah Sayangg..Tinggalkan merekaaa!"


"Alinnn! kuasai dirimuu.. Alinnnnn*!"


Suara itu berkecamuk didalam pikiran Kinan yang sudah tak bisa bicara lagi. tubuhnya mulai kaku dengan nafas yang telah berhembus sendat membuat keadaannya yang begitu menyayat hati.


Wusshhh...


angin kencang itu kembali berputar membuat mata mereka kabur karna debu yang tiba tiba berputar menghalang jalan. Exell bangkit berusaha menerjang Badai yang melandanya.


"Sayanggg!" teriak Exell pada Kinan yang perlahan terselumbung kabut tebal itu membuat Jiwa Exell seakan ikut terhisap merasakan sakit yang teramat.


Sakittt! Tubuhnya bisa merasakan bagaimana Sesaknya Gadis itu, ia bisa merasakan bagaimana Putus asanya Kinan mengendalikan diri yang begitu sulit untuk dikemukakan.


Di kegelapan malam yang nyata itu. tiada lagi suara lain selaian terikan dan jeritan mereka yang menatap Badai besar dengan kabut yang tebal.


ini Nyata! Mereka ada.. Lalu kenapa harus gadis itu. kenapa harus Kinan yang begitu mereka sayang dan Di Cintai Oleh Seorang Exell.


Deruan kabut yang nyaring berputar dengan angin yang sungguh kencang menggulung apa saja dihadapanya.


"Ellll! Kembali Nakkk!" teriak Momy Chalista melihat Exell yang membelah Badai dengan sangat nekat untuk menggapai tubuh Kinan yang sudah tak terlihat di pekatnya bencana itu.

__ADS_1


....


Vote and Like Sayang...


__ADS_2