Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Obat!..


__ADS_3

Tubuh molek itu tampak bersembunyi dibalik jejeran para Model yang sedang berdandan diruang Make-up ini, mereka tampak begitu bersemangat dengan kilauan khas yang terpancar dari tubuh masing-masing, tampaknya, acara malam ini akan menjadi seleksi panas bagi para Model yang kurang Kreatif mengolaborasikan gestur dan pancaran inner beauty mereka.


"Miss! anda dari Negara mana?" Miss Ruenkael Molen menatap kagum lekuk tubuh Wanita yang sedang memakai pakaian serba tertutup itu dengan wajah yang tertutup masker, tapi, aura yang dikobarkan Tubuh itu membuat mereka tak bisa berkata-kata lagi.


"Hmm! Saya dari Negara Y Miss, saya bukan Model seperti kalian, saya hanya Staf Owner!" jelas Kinan dengan suara yang aggak berubah berat, ia tak mungkin menunjukan suara aslinya yang begitu lembut dan halus membuat siapa saja meremang dibuatnya.


"Ohh! berarti anda satu Negara dengan Presedir Mohana?"


"Hm! Yah Miss!" jawab Kinan memaksakan senyumannya lalu pamit pergi mengikuti Panetia yang sudah bekerja sama dengan wanita Lintah itu.


"Kau sudah mencampurnya?"


"Sudah Tuan! makanan yang dikirim kepenginapan Presedir sudah dicampur!"


Panetia itu mengangguk mengerti lalu melanjutkan langkahnya, sesungguhnya ia tak ingin mencampuri urusan para petinggi itu, tapi, Karirnya diambang batas kalau tidak melakukannya.


"Kinan! kau ikuti dia, dan cari obat penawar dari benda itu!"


"Hmm!" Kinan melanjutkan langkahnya dengan penuh kehati-hatian, ia harus bersiaga saat bagian penghianat Miss Hanna akan menemukan gerak-geriknya.


"Kau sudah menyiapkan kartuku kan?"


"Tenang saja! aku sudah mengurusnya, kau tinggal masuk dan cari apapun yang bisa meredam obat itu, Suamimu akan bergantung padamu!"


"Cihh! diamlah!" geram Kinan pusing, ia pura-pura menelfon saat ada seseorang yang lewat tepat disampingnya.


"Akh iya! hmm lakukan saja, nantiku konfirmasi ten...!"


"Nona!"


"Yah?" Kinan berbalik membuat Pria itu terpesona akan tatapan mata indah itu, ia menatap lekuk tubuh Kinan yang memang sangat beraura dan berbeda dari yang lainnya.


"Anda Model disini?"


"Tidak Tuan! saya hanya Staf biasa!" jawab Kinan menyerakan suaranya, bisa gawat kalau pria ini terbuai dengan kelembutan alunan halus itu.


Kinan tak tahu kalau yang ada dihadapannya itu adalah Tuan Muda Nichol yang baru saja mengecek persiapan malam ini, tapi ia merasa aneh dengan wanita satu ini.


"Yasudah Tuan! saya permisi!"

__ADS_1


"Nona!" Kinan menggeram saat pria itu malah memeggang lengan jagetnya dengan mata yang menusuk tajam.


"Eh! Maaf, sa..saya mau tanya, na..nama anda siapa Nona?"


"Untuk apa kau tahu?" ketus Kinan merasa tak nyaman dengan tatapan penuh damba itu, ia juga risih dengan Kru lain yang memperhatikan kedekatan mereka.


"Ma..Maaf Nona! tapi, saya hanya ingin berkenalan!" Tuan Muda Nichol sangat terkejut dengan reaksi Kinan yang tak seperti wanita biasa yang ia dekati, Mahluk ini lebih Misterius dan menarik.


"Saya hanya Staf! seharusnya Tuan tak pantas berkenalan dengan saya!"ucap Kinan kembali ingin melangkah pergi, tapi, Pria itu kekeh memeggang ujung jagetnya.


"Nona, saya petinggi disini, karirmu bisa hancur jika kau tak berkenalan denganku!" ancam Tuan Muda Nichol yang tak punya cara lain.


"Syila!" jawab Kinan semabarangan lalu melangkah pergi menyentak kasar ujung jaketnya dari tangan Pria itu, Tuan Muda Nichol tersenyum berbinar cerah.


"Syila! haisss..Syilaaa!" gumam Leo yang merupakan Pria Muda anak dari Tuan Nichol yang juga Tampan.


...


Kinan mencari sesuatu yang berada didalam saku Pria tadi, ia pergi kekamar mandi pria dengan membuat Pria itu terbengong kosong dengan ilusi yang ia ciptakan.


"Ups! Maaf!" Kinan terkekeh saat celana pria itu malah merosot akibat tarikan tangannya, ia menutup matanya seraya mencari benda itu dengan sedikit mengintip.


Whuss..


Kinan menghilang dengan Pria itu kembali sadar dalam pengaruh ilusinya, ia tercengang saat relsetig celanannya terbuka.


"Kenapa jadi begini?"ucapnya lalu memperbaiki pakaiannya.


....


Diatas panggung megah ini, susah berderet berbagai Model yang ingin kembali berlenggak dengan gayanya sendiri, Fotografer yang Satndbay dengan juru kamera yang siap menagkap apa yang bisa mereka ambil menarik bidikan benda canggih itu.


"Miss Forenislia!" Host berucap lantang dengan wanita cantik dengan tubuh lansingnya yang tampak kembali berlenggok dengan kaki jenjang yang berkilau akibat sentuhan Foldeing Glow yang bersinar dikilauan lampu utama, matanya menatap lurus dengan senyum ramah khas yang ia miliki. begitu juga dengan Miss lainnya,


Namun, tak ada yang menarik perhatian sama sekali, kecuali Miss Mirayuana dan Miss Hanna yang menjadi pembuka acara ini.


Lenggokan Casual itu terlihat memukau dengan lirikan mata yang mengena, Inner beaty yang mereka kobarkan sempat membuat mereka terkagum, sepertinya dua pesaing ini akan menjadi lawan berat nantinya.


"Aku rasa Miss Mirayuana sangat memukau setiap tampilannya!" ucap Juri yang merasa potensi wanita itu sangat besar, apalagi dengan senyuman khas yang begitu menggoda dan tentunya tulus.

__ADS_1


"Tapi, Miss Hanna Ramesley juga sempurna! dia tak bisa diremehkan urusan Catwalk Tuan!"


Perdebatan juri-juri yang merasa dua wanita itu selalu menjadi bintang kamera Fotografer didepan sana, apalagi dengan Miss Ruenkael Molen yang tiba-tiba memundurkan diri dengan alasan yang mengecewakan.


wanita itu tiba-tiba saja mengajukan surat pengunduran diri saat ingin tampil malam ini, penyebabnya pun masih ambigu.


"Perhatikan jalanmu Miss!" ejek Miss Hanna yang melirik sinis pada Miss Mirayuana yang hanya diam saja, gaun yang mereka pakai malam ini cukup terbuka hingga menampakan lekuk tubuh nyaris sempurna itu, belahan yang singat dengan kilauan khas dari kelebihan diri masing-masing.


"Kenapa dengan Miss Mirayuana?" gumam mereka melihat Miss Mirayuana yang sedikit oleng, entah sepatu yang kebesaran atau cara berjalan yang masih kakupun tak tahu.


"Kenapa sakit sekali?" gumam Miss Mirayuana merasa ada sesuatu yang melukai kakinya didalam High heels hitamnya yang terasa tertusuk benda tajam.


Miss Hanna menyeringai licik melanjutkan langkah memukaunya dengan kibaran Gaun Al-dress Frouthn yang tampak berwarna cerah dengan kulit bersihnya yang mengkilat.


Whusss..


Miss Mirayuana merasa telapak kakinya dingin dan begitu ringan, ia berhenti didekat Stars Catwalk dengan wajah yang bingung, namun ia sadar saat melihat Model lain yang kembali masuk.


"Miss Mirayuana!"teriak penggemarnya histeris melihat perempuan itu kembali melenggok dengan memukau, liukan pinggang dan hentakan kaki jenjang itu tampak khas mengalahkan Model lainnya.


"Bagaimana Bisa?"


Batin Miss Hanna yang terkejut, tapi sebisa mungkin ia kendalikan dengan mimik memukaunya.


Perempuan berpakaian hitam ditengah kegelapan disamping panggung megah itu menyeringai licik menatap wajah ular wanita itu.


"Aku akan melindungimu selagi kau masih dijalan yang benar!" gumam Kinan lalu melangkah mendekati Gea yang sedang berbicara dengan seseorang.


"Nyo..Nyonya!" Pria itu terkaget saat melihat netra khas wanita cantik yang dirindukan Tuannya itu, ia tadi juga geram bukan main melihat Gea yang ternyata menguntitnya.


"Kita bicara dipenginapan!" Suara dentuman musik pengiring itu terlalu keras membuat Kinan sedikit mual, ia juga kurang istirahat sedari tadi.


"Tapi Nyonya! Tuan masih ada diruang utama penginapan!"


"ayo kita kesana!" ucap Kinan sudah lelah, lagi pula ia harus mencegah makanan sialan itu untuk masuk kedalam Penginapan suaminya.


"Jangan biarkan satu orangpun masuk kedalam Penginapan suamiku!"


....

__ADS_1


Vote and Like Sayang..


__ADS_2