Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Kolam pembawa berkah..


__ADS_3

Suara riuh dari gerbongan masal masa itu terlihat berbondong-bondong masuk kedalam lingkungan Agensi JYJ Entertainmen yang sudah kepalang kalang kabut dengan massa yang memberontak untuk menurunkan jabatan Tuan Ramesley sebagai ketua Comisaris dan juga mengembalikan pembangunan yang sempat tertunda, bahkan, mereka melakukan kudeta besar-besaran untuk menunjang aspirasinya.


"KAMI INGIN COMISARIS PRESEDIR MOHANA!"


"YAH! KALIAN PENIPU!"


Teriakan mereka membuat seisi gedung sungguh pusing, satu yang bermasalah dan sekarang malah semua petinggi yang menjadi imbasnya.


"Bagaimana bisa Presedir Mohana menjadi Comisaris di berbagai Perusahaan dan Agensi?" gumam Tuan Gerry yang menjadi penagggulang massa ini.


"Lalu apa yang harus kita lakukan? mereka sama sekali tak mau mundur menunggu kejelasan dari pihak atas!"


"Begitulah! semua masyarakat hanya mempercayai para pria itu!"


bahkan Presedir Mohana dan Presedir Gebriel telah menjadi Mr Comisioner dari semua perusahaan yang lolos seleksi dari Prinsip mereka yang ketat.


"Hubungi Mr Hans! dia akan bicara dengan Presedir Mohana!"


"Baik Tuan!"


..........


Sedangkan ditenpat lain, para manusia mempesona itu sedang menyaksikan gejolak publik tentang berita yang kemaren menjadi trending topik secara lansung, tapi, malah kejeniusan para Presedir Mohana itu yang disorot oleh mereka.


"Banyak sekali orang yang berdemo masal!" gumam Renata yang baru saja keluar dari kamarnya, ia tak menyangka masyarakat akan segila ini kalau berurusan dengan para pria mempesona yang hanya duduk dengan wajah datarnya itu.


"Lalu bagaimana keputusan kalian?"


"Menjadi Comisioner?"


"hmm! posisi itu sangatlah kuat dan besar! lumayankan?" sambung Gea yang menimpali ucapan Gebriel, Kinan hanya diam seraya menerima suapan Salad buah yang dibuat suami memukaunya ini, ia tak mau lagi membuat Exell marah seperti semalam.


"Bagaimana?"


"Aku tak berminat!"


"Aku tak bertanya tentangmu!" ketus Renata selalu jengkel menatap wajah tampan pria ini, ia duduk disamping Gea yang berhadapan dengan Asisten Dion.


"Cihh! belum jera juga kau ternyata!"


"Kau tunggu saja giliranmu!" dua manusia itu selalu berdebat tak tahu tempat dan situasi. Exell berfikir sejenak, seraya menyuapi makanan istrinya.


"El! Mau..!"


"Habiskan dulu makananmu sayang!" Exell memberi segelas air pada Kinan yang lansung menegguknya tandas, Exell dengan cekatan membersihkan mulut wanita cantik ini.


"Kau terlalu manja!"


"Kau irikan?"


"Mana ada!" kesal Renata, jujur ia punya rasa dan angan, selama ini ia selalu memperhatikan kehidupan rumah tangga sepasang pasutri yang selalu membuatnya iri itu, ia tak ada niat untuk merebut siapapun, tapi ia pernah bermimpi untuk hidup normal selayaknya wanita biasa.


Melihat Renata yang sedikit berbeda Gea menatap Kinan yang juga mengutarakan hal yang sama dari mata wanita itu.


"hmm! bagaimana dengan Perusahaan Ayah?" tanya Gea mengalihkan pembicaraan, ia menatap Renata yang kembali santai seakan tak ada beban sama sekali.


"Seperti biasa! hanya, ayah sekarang sedang membuat museum untuk Ratu Dahliya!"


"Di Mashion yang sama?"


"hm! Dia tak mungkin melepas kenagan bersama istrinya begitu saja Kinan! dia membangun kembali Kediaman Sinmart dengan simbol khas ibu ratu yang kau lindungi itu!"


"hm! aku rasa ayah memang sangat membutuhkan ibu!" sendu Kinan merasa ayahnya begitu luar biasa bisa mempertahankan cinta kuat itu selama bertahun-tahun ini.


"Ayah hanya punya satu Cinta! dia tak akan meminta yang lain selain Cinta kasih istri dan anaknya sayang, kau jangan sedih, aku sudah mengirim anggotaku untuk membangunnya secepat mungkin!"


"Terimakasih El!" Kinan menyatukan kening mereka begitu mesra membuat mereka kesal, apalagi Gebriel yang tak tahan terus berada didekat Jalang sialan ini.


"Tuan! anda harus memberi pernyataan untuk membungkam masa yang memberontak!" ucap Asisiten Joy yang baru saja datang mengurus apa yang baru ia dapatkan pagi ini.


"Hm! Tuan juga, mereka meminta kalian memberi pernyataan pasti!"


Exell dan Gebriel saling tatap tenang, mereka sangat malas untuk membahas tentang masalah ini, tapi apalah daya, resiko orang besar memang begitu.


"Kita pulang sa..!"


"Tapi Kinan masih ingin disini!"

__ADS_1


Mereka menautkan alisnya melihat bumil satu itu, memangnya mau apalagi disini? memang pemandangannya sangat indah, tapi mereka juga tak bisa keluar karna hujan salju yang terus menerus.


"Kau mau apa hmm?"


"Kinan mau seperti mereka!"


"Mereka siapa sayang?"


"Miss Model yang..!"


"Kau mau berjalan mempertontonkan bentuk tubuhmu seperti itu ha?" geram Exell panas membuat Kinan manyun, sepertinya sekarang pria ini memang sedang bertekanan darah tinggi.


"Mana ada begitu El? haiss..semalam sudah janji tak marah-marah lagi!"


"Tapi kau ada-ada saja! mau mempertontonkan ini! ini ha?" Exell menepuk paha dan bokong istrinya kesal, Kinan sudah kepalang kesal dengan amukan pria itu.


"Kinan mau buka baju disana!" pekik Kinan lalu menyambar camilan yang ada ditangan Renata, ia memunggungi pria itu seraya memakan keripik renyahnya.


"Itu punyaku!" sewot Renata yang kesal akan tabiat bumil satu ini.


"Apa katamu tadi?" geram Exell pada Kinan yang menghela nafas berat, nah sekarang apa? kak Adres memang benar, bayi mereka sungguh membutuhkan drama untuk menatap dunia ini.


"El! Kinan hanya ingin berfoto ala Model seperti mereka saja, hanya itu sayang, kita pergi kepantai! jalan-jalan! itu sesuatu yang menyenagkan bukan? lagi pula El tak memperbolehkan Kinan untuk bekerja dan melakukan apapun!" jelas Kinan mencoba mengerti akan perasaan suaminya.


Exell tersentak mendengar ucapan dari hati wanita ini, ia baru sadar, kalau sikapnya terlalu mengekang dan posesif hingga membuat Kinan tak nyaman.


"Kinan merasa dikurung!"


Grep..


Exell lansung meraup tubuh molek ini, ia seakan merasakan bagaimana sepinya Kinan saat ia tinggal untuk bekerja, tentu Renata dan Gea tak bisa menemaninya setiap hari bukan?


"Kenapa tak bilang dari dulu hm?" Kinan menggeleng seraya mulut yang masih mengunyah camilannya.


"Nanti El marah lagi!"


Cup..


"Kau cukup katakan sayang! aku hanya ingin kau jujur dan mengutarakan semuanya hm?"


"Jadi! apa boleh?"


Whattt? Mereka menahan tawa melihat ekspresi Kinan yang susah pasrah akan kurungan suami posesifnya ini, ia menggerutu kesal.


"Kau harus temani Istriku saat aku tak ada disampingnya! mengerti?" Gea dan Renata menganggukinya paham.


"Kinan kira El mengerti! tapi..!"


"Hey Nona Pewaris! kau berhutang hukuman padaku, kau tak boleh melakukan perjalanan jauh lagi, dan ikuti semua arahan Dokter! hm?"


"Hmm!"


"Apanya yang hmm?" gemas Exell mengunyel pipi lembut istrinya yang mengembung karna menguyah camilan itu.


"Iya Kinan nurut!"


"Tapi, kau boleh beraktifitas seperti biasa! aku hanya membatasi jammu saja, dan kau harus melakukan apa yang sudah aku susun rapi sayang!"


Exell sudah membuat sebuah rentetan jam Tidur, Makan, Bermaian dan kegiatan lainnya, kalau tak seperti itu, Kinan tak akan mematuhinya.


"Melanggarnya kau akan kukurung selama Baby masih didalam perut!" Kinan dengan cepat mengangguk, pria ini tak pernah main-main dengan ucapannya.


"Bersiaplah jadi Rapunsel Nona!"


"Diamlah!" ketus Kinan melempar bungkusan makananya ke wajah cantik Renata yang hanya mencibir saja.


"Hm! Kalian berdua, gantikan aku ke pertemuan?"


"Ha?" Gebriel dan Renata lansung terngangak akan titahan Exell yang serius, mereka saling tatap lalu kembali memandang wajah datar Exell.


"Aku tak mau!" bantah keduanya serempak melotot tajam.


"Itu Perintah bukan tawaran!"


"Ell! ayolah, aku tak mau satu Partner dengan jalang ini!"


"Kau pikir aku mau ha? Kepalaku bisa gatel dekat Ketombe tak berguna seperti mu!"

__ADS_1


"Kalian menikah saja!"


"Kinan!" pekik Keduanya lansung berdiri dengan wajah mengerasnya menatap Kinan yang menjulurkan lidahnya masa bodoh.


"Jaga bicaramu Nyonya! dia tak selevel denganku" ketus Renata membuat Gebriel geram.


Srett..


Gebriel menarik tangan Renata menuju kolam ikan disamping ruang bincang mereka.


"Berani kau menghinaku!" geram Gebriel mengubun, ia menekan kepala Renata untuk masuk kedalam kolam ikan Koi yang sudah berenag mendekat menuju wajah Renata yang sedikit lagi menyentuh air.


"Renata tak pernah kalah!" Renata kembali menarik dasi Gebriel kuat lalu mendorong tubuh gagah itu sekuat tenaganya untuk terduduk dipinggir kolam, ia menaiki punggung Gebriel untuk menceburkan pria ini.


"Kau memang ingin mati ha?"


"Kau yang.."


Whuss..Byurrr..


Mereka menatap geli sepasang musuh itu tercebur masuk kedalam kolam berukuran besar itu, Kinan tergelak atas apa yang telah ia lakukan.


"Kinannnn!" teriak keduanya yang sudah kelam, Renata ingin naik tapi Gebriel kembali menarik bahunya hingga tercebur kearah gerombolan Koi yang mengeliingi mereka.


"Urusan kita belum selesai!" geram Gebriel dengan liciknya menatap bungkusan Makanan ikan disampinya. melihat itu Renata tak mau kalah, ia ingin menggapai benda itu tapi tangan panjang Gebriel lansung merampasnya dan menuangkannya kekepala Renata.


"Rasakan ini!"


"Brengsek kau!"


"Kau baru tahu!"


bantahan keduanya, Gebriel tertawa girang melihat tubuh Renata yang dikerumuni ikan Koi itu karna mencomot makanannya,


"Hahaha! Lihatlah Jalang, kau hanya mau disentuh hewan i...!"


Byurrr..


Gebriel ikut terbenam kedasar kolam sana dengan Renata yang berkoala padanya, wanita itu mengunci tangan Gebriel kuat dengan lihainya menjadikan Pria itu bentengnya.


"Rekam!"


"Saya Tuan!"


"Lalu siapalagi?"


Asisiten Dion menatap Gea yang acuh membuatnya kesal, seharusnya wanita ini yang jurusan merekam.


"Dion!"


"Baik Tuan!"


srett..


Gea tertarik paksa oleh tangan besar itu menuju kolam sana,


"Lepass!"


"Kau harus membantuku!"


"Aku tak mau mempunyai Partner penghayal sepertimu, Udin Mesum!"


"Kau bilang apa ha?


"Kau pria penghayal dan mesum! kau mudah meneggang Udin ..!"


Whusss..


Kedua manusia itu lansung masuk kedalam kolam yang sama dengan Renata dan Gebriel, gelak tawa Kinan mengiringi umpatan mereka semua.


"Hahah! Lihat El, mereka sudah pas!"


"Kau jahil sekali hmm?" Exell mengecup kilas bibir istrinya, ia tahu, kalau semua ini hanya rencana wanita cantik ini untuk mengabadikan moment itu dikamera Asisten Joy.


"Kolam pembawa berkah!" gumam Asisiten Joy yang bahagia melihat Tuannya yang bergulat dikolam sana.


...

__ADS_1


Vote and Like Sayang..'


__ADS_2