Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Kegundahan Exell VS Pendekatan Gebriel


__ADS_3

Langkah besar pria itu semangkin cepat menuji ruang keluarga di Mashionya, sorot matanya yang mengkilat tajam dengan sisa genagan air bening yang masih mengaburi Netra birunya.


"Kinan!"


Teriak Exell memanggil lantang nama sang istri yang sudah membuat jantungnya serasa mau pecah, ia tak tahan dalam posisi ini.


"Kinan!!!"


"Boy!" Momy Chalista terkejut melihat kepanikan dan kesedihan yang terpancar dari wajah Tampan putranya, suara Pria itu juga serak membuatnya bingung.


"Mo..Momy!"


"Apa Baby?"


"Dimana istriku?" tanya Exell sedikit berat dengan Kerongkongan seraknya, ia tak mampu lagi untuk mengalihkan fokus kearah lain selain istrinya,


"Memangnya ada apa?"


Dady Arkan muncul menuruni tangga sana, ia juga tak kalah terkejut melihat apa yang terjadi pada putranya, ia lansung melangkah cepat mendekati Exell yang kacau.


"Ki..Kinan Dad?"


"Kenapa? ada apa dengan Kinan?" pekik mereka terkejut bersamaan dengan Vina dan Serly yang lansung bangun Pagi-Pagi begini.


"Kenapa dengan Kakak Ipar?"


"Apa dia ada disini?"


"Bukannya tadi dia Dikamar saat kau pergi Boy?"


Duarr..


Hancur sudah harapan Exell, ia lansung terduduk lemas dilantai Mashion sana dengan isakan kecil dari mulutnya membuat mereka bertambah bingung dan prihatin.


"Dia..Dia pergi!"


"Ha?" mereka kaget bukan main. Momy Chalista mengepalkan tangan nya erat merasa ada yang janggal disini.


"Dia tak mungkin pergi kalau kau tak melukainya!" tegas Momy Chalista pada Exell yang lansung menatapnya dengan sulit.


"Mo..Mom! aku hanya menjalankan apa yang ibunya perintahkan hiks hiks! dia berfikir selama ini aku membohonginya karna menyembunyikan kebenaran tentang ibu dan masalah mahluk terkutuk itu!" isak Exell pilu.


Momy Chalista lansung mendekap hangat tubuh gagah itu, ia baru melihat kalau putranya serapuh ini, bahkan ia sangat merasakan rasa sakit Exell sebagaimana lukanya dulu.


"Tenaglah sayang! dia pasti akan kembali!"


"Kapan Mom hiks hiks hiks? aku..aku sudah sesak sekarang!"


"Ini hanya kesalah pahaman saja!" sambung Dady Arkan mengusap kepala keangkuhan itu. ia merasa aneh dengan cerita Exell barusan.


Dahliya! telah kembali? lalu kenapa ia tak bisa menengahi kesalah pahaman dari kedua anak muda ini, seharusnya seorang Ratu Bisa memberi solusi kalau tak ada maksud lain dari semua ini.


"Mo...Mom! aku..aku sangat membenci Wanita sialan itu! dia seakan menentang hubunganku dan istriku Mom hiks hiks, aku..aku harus apa?" tanya Exell sudah sangat lelah.


"Kau sudah memeriksa Kediaman Sinmart?"


Degg..


Exell lansung tersadar dari kebuntuannya, ia berdiri dengan Lunglai lalu menatap Asisten Dion yang baru saja datang dengan Gea bersamaan.


"Tuan!"


"Kalian menemukannya?"


"Nyonya di Kediaman Sinmart!"


Wajah Exell yang tadinya surampun tampak mekar, ia seakan mendapatkan air dari dahaga panjangnya dari semalam.


"Momy!"


"Kita pergi bersama!" ucap Momy Chalista yang diangguki Dady Arkan, Vina dan Serly lansung melangkah cepat mengikuti Para keluarganya, mereka masih memakai Pakaian Tidur karna ini baru pagi sekali.


.....

__ADS_1


Netra cantik wanita itu perlahan terbuka dari Tidur singkatnya, tatapan sendu itu muncul saat menatap kesebelah keranjangnya, Kehampaan itu muncul meruak mengisi kekosongan hatinya.


Baru saja beberapa Jam ia jauh dari pria itu, tapi rasanya kenapa sangat lama, pasti sekarang suaminya sedang sibuk mencarinya, apalagi penerbangan dari Negara Tinaia ke Negara Y memakan waktu yang cukup lama. apalagi, semalam mereka selesai bertempur saat Dinihari, sungguh, gejolak kehawatiran itu muncul.


"El!" lirih Kinan memeggangi dadanya yang sesak, ia tak menyangka ucapan Exell dulu malah diakui oleh alamnya hingga sekarang Pria itu memakan omongannya sendiri.


"Kinan!!"


Bumil cantik itu lansung tersadar dari kegundahannya, ia berusaha bersikap tenang menatap lembut wajah ibunya yang membawa nampan dan segelas air hijau semalam.


"Ibu!"


"Putri ibu sangat cantik hm?" Ratu Dahliya mengecup kening Kinan yang memeluknya sebagai sapaan selamat pagi.


"Dimana Ayah?"


"Ayahmu sedang mandi! sekarang kau makanlah Sayang!"


"Mandi?" tanya Kinan dengan senyum jailnya, ia tak bocah lagi hingga tak tahu arti dari semua itu, bagaimana tidak? sepasang manusia ini baru saja bertemu setelah sekian lama. apalagi Ayahnya yang semalam sangat Syok saat melihat ibunya datang.


Pletak..


"Hentikan pikiran Mesumu! sekarang makanlah!"


"Ibu!"


"hmm!"


"Apa ayah menagis?"


Ratu Dahliya menghela nafas lalu mengusap kepala Bumil itu lembut menyalurkan rasa keibuannya.


"Kau tentu tahu apa yang kami rasakan sayang!" Kinan tersenyum mengangguk mengerti, ia yakin, ayahnya pasti sangat haru semalam.


"Ibu! Kinan tak nafsu makan?"


"Ini masakan Ibu Sayang! kau tak mau memakannya?"


"Bukan begitu!"


"Biasanya El yang menemani Kinan!" gumam Kinan kembali memeluk Ratu Dahliya yang mengulum senyum geli, beginilah kalau seseorang yang sudah mabuk Cinta, tak adalagi semangat kehidupannya.


"Tenaglah! ini hanya beberapa waktu saja, sampai dia menemukanmu!"


"Kapan Mom?"


"Kau pasti mengerti sifat Suamimu Nak!"


"Sekarang!" binar Kinan bukan main, ia yakin, Exell akan menemukannya karna Ibunya tak berniat membawa Putrinya jauh, ia hanya ingin memberi pelajaran pada Exell yang tak


bisa menyaring kata-kata dan perasaannya.


"Ibu!"


"hm?"


"Apa ibu menyukai El Kinan?"


Ratu Dahliya tersenyum, ia membelai surai panjang nan lembut itu penuh kasih sayang.


"Ibu tak bisa menceritakan dari pertama! hanya Suamimu yang berhak berbagai kisahnya, yang jelas, Ibu sangat menyukai Pria itu, dia sangat percaya diri dan tentunya Tangguh, dia tak akan membuatmu sengsara sayang! Di Tampan, cocok denganmu, Sifatnya Teliti, sangat berkharisma dan mempunyai aura yang sungguh luar biasa! Kalian memang diciptakan untuk bersama, Tapi, untuk sekarang, Ibu hanya ingin melihat lagi betapa dia mencintaimu Sayang!"


"Tapi El Kinan sangat lelah Ibu!"


"Kenapa begitu?"


"Dia mengurus Kinan dengan sangat-sangat baik, dia tak perduli kesehatannya sendiri, bahkan setiap sebelum tidur, El selalu memijat Kinan untuk mengurangi pegal karna perut Kinan yang berat dan besar!" cerita Kinan tampak begitu bahagia, Adakah wanita yang ingin melepas Pria Sesempurna itu, Bahkan Elnya sangatlah gagah dan tentunya Perkasa, Kinan mengelus perutnya dengan lembut.


"Kalau begitu kau harus membalasnya dengan kelembutan dan Perhatian!" Kinan mengangguk semangat, tapi mereka lansung terkejut menatap Pria Paruh baya yang terlihat tergesa-gesa masuk kesini.


"Ada apa Sayang?"


"Arkan!"

__ADS_1


"Ha?"


"Keluarga Mohana datang kesini Sayang!"


Ratu Dahliya menggeleng geli, suaminya yang kelewat polos ini selalu membuatnya jantungan dengan mimik wajahnya.


"Biarkan saja! lagi pula nanti mereka juga pergi!"


"Ibu!"


"Setidaknya kau harus memberi kejutan Sayang!"


"Baiklah!" decah lemah Kinan lalu melangkah kekamar mandinya setelah mengecup pipi Ayahnya.


"Apa mereka sudah dekat?"


"Sudah!" jawab Tuan Sinmart memeluk istrinya, ia sudah seperti ABG yang begitu merindukan istrinya.


Cup..


"Ayah!" pekik Kinan dari kamar mandi sana terkejut saat membuka pintu melihat Ibu dan Ayahnya yang berciuman.


"Mandi saja! nanti ayah bantu berdandan!" teriak Tuan Sinmart pada Kinan yang menggerutu didalam kamar mandi sana.


......


Tatapan pria itu terlihat tak berhenti memandang penuh damba pada seorang wanita cantik yang baru saja membersihkan dirinya bersama si bocah tampan itu.


"Sudah siap?" tanya Gebriel menyonsong kedatangan Renata yang tampak memukau,keduanya saling tatap membuat Carl yang ada dipertengahannya merinding merasa aura yang aneh ini.


"Mom!"


"Eh! iya Baby!"


Gebriel merasa jengkel dengan Carl yang merusak Momentnya, ia ingin mengatakan Perasaanya sekarang, tapi sepertinya harus ditunda sampai waktunya tiba.


"Yasudah! ayo kita berangkat, Exell pasti sedang mengamuk sekarang!"


"Yah! aku baru saja sadar kalau ternyata Exell sedang dibalas oleh mertuanya sendiri!"


"Ayo Sayang!"


"Ha?" Renata tercengang dengan panggilan Gebriel yang membuatnya meremang, baru kali ini ia panas dingin dengan suara berat khas Gebriel mengucapkan kata 'Sayang' itu.


"A..Ai..!"


"A..Ai apa?"


"Hm..Itu..aku..!"


"Mom! kapan kita pergi?"


Fyuhh..


Gebriel bernafas lega, setidaknya jantung yang tadi berdetak kencang dengan deburan kegugupan itu seketika plong menunggu saat yang tepat.


"Ah Iya! ayo pergi!"


Gebriel mengangguk lalu menggendong Carl dengan satu tangan, Renata mengulum senyum haru menatap Gebriel yang sangat pengertian dan lembut, apalagi dengan sikap Gebriel yang selalu ada setiap ia membutuhkan Pria itu.


Degh..


Gebriel meneggang saat tangannya malah digenggam tangan lembut itu, ia berhenti melangkah menatap Renata yang terlihat merasa gugup dipandangi begitu.


"Ma..Maaf!" Renata ingin melepas genggamanya tapi tangan Besar Gebriel kembali menautkan jari-jari mereka.


"Tidak apa-apa!" jawab Gebriel tanpa beban, Renata tersenyum senang lalu melangkah beriringan dengan Gebriel yang sesekali kelepasan mengecup tangan Renata membuat wanita itu begitu sport jantung olehnya.


"Kau..!"


"Ha..Hanya memeriksa bibirku kering apa tidaknya!" gugup Gebriel memberi alasan, padahal ia kecolongan.


"I..Iya!" Renata memerah, entahlah, ia tak pernah merasa hatinya begitu berbunga-bunga seperti ini.

__ADS_1


....


Vote and Like Sayang..


__ADS_2