Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
ganti nama..


__ADS_3

Suara semilir angin yang sejuk ini membuat suasana begitu mengasikan dengan kicauan burung menyambut Mentari yang baru keluar sepenggalan tangan.


pagi yang bersemangat dengan senyuman yang mekar gadis cantik itu menatap Pangerannya yang sedang bekerja diruang kerja di lantai atas kamarnya. ia tak tahu kenapa Pria ini tak pergi ke Perusahaan, tapi yang jelas, gadis bernetra indah itu sangat senang menghabiskan waktu dengan Pria bernetra biru mempesona itu.


"Pagii Ellll!" sapa Kinan berlari menuju Exell yang lansung merentangkan tangannya menyambut tubuh Molek gadisnya ini.


Grepp...


Asisten Dion menolehkan wajahnya ke arah lain, karna merasa iri dengan Tuan Mudanya ini karna telah mendapatkan Tambatan hati yang sempurna itu.


"Sudah Makan hmm?" tanya Exell memangku tubuh Kinan yang berkoala pada tubuhnya.


"Hmm Sudah!"jawab Kinan mengelus kepala Exell yang sedang mengetik di Laptopnya dengan satu tangan yang memeluk pinggang Kinan lembut.


"El!"


"apa hmm?"


"Kenapa El tak ke Perusahaan?" tanya Kinan pada Exell yang berfikir, lalu mengecup bibir Kinan dengan lembut.


"Lagi ingin dirumah, kau kenapa manja sekali hmm?" gemas Exell mencubit gemas hidung mancung Kinan yang bersemu menyembunyikan wajahnya ke ceruk leher Exell.


Membuat Asisten Dion gemetar melihat berkas di tanganya, tak di Perusahaan, tak dirumah, Semuanya sama saja, Kemessuman sepasang manusia ini memang menurun dari Kedua orang tuanya.


"Tuan! tanda tangannya!" pinta Asisten Dion gemetar menyerahkan berkas ditangannya pada Exell yang asik menciumi dan menggoda gadis kesayangannya itu.


"Tuan!"


"apa?" tanya Exell sinis menatap Asisten Dion yang menghela nafas berat.


"Silahkan anda tanda tangani ini karna sedari tadi sudah menganggur!" ucap Asisten Dion dengan memaksakan senyum biasanya pada wajah datar Exell yang memanandatangani Berkasnya.


"Penggangu!" ketus Kinan pada Asisten Dion yang tercekat, membuat Kinan terkekeh geli.


"Kinan hanya bercanda Dion!"


"apa?" tanya Exell sinis menatap Kinan yang begitu cantiknya menyebut nama Pria itu.


"Kinan kan hanya bercanda El! iya kan Dion?" tanya Kinan pada Asisten Dion yang menelan ludahnya kasar, gadis ini memang menggali lubang kematian untuknya.


"Kau menyukai nama Dion?" tanya Exell geram menatap Asisten Dion yang ingin lari saja.


"Suka!"


"Dion!" geram Exell menggertakan giginya membuat Asisten Dion siap siaga dengan amukan singa kasmaran ini.


"i..iya Tuan!"


"ubah nama mu!"


"Whattt?" pekik Asisten Dion tersentak kaget, apa dia yang gila atau Tuan Mudanya ini yang sudah kesurupan?.

__ADS_1


"Ell! Kenapa dirubah? Namanya bagus!" ucap Kinan polos tanpa memimirkan arti penting dari ucapannya membuat Asisten Dion memelas.


"apa nama ku tidak bagus?" tanya Exell geram, entahlah, baru kali ini ia merasa sejengkel ini pada Asisten Dion yang membuat ia terbakar panas.


"Nama Dion bagus dan na.."


"Kalau begitu kau pergi bersamanya saja!" kesak Exell pada Kinan yang tersentak kaget dibuatnya, apa ia salah bicara hingga Elnya sekesal ini?,


"Ell!"panggil Kinan tapi tak direspon Exell yang menatap Asisten Dion penuh aura permusuhan.


"Ell!"


"hmm!"


"Nama Dion memang bagus!" ucapan Kinan membuat Exell geram, ia menurunkan Kinan dari pangkuannya dengan wajah tak bersahabatnya.


"Pergilah bersamanya!" ketus Exell kembali fokus pada Laptopnya membuat Kinan geli melihat wajah masam Pria Tampan ini.


"Tapi..!" Kinan memeluk leher Exell dari belakang dengan wajah yang berada di samping pipi Exell yang semberaut.


Cup..


"El nya Kinan lebih dari siapapun! Elnya Kinan yang paling Tampan, Baik dan Sangat Kinan Cintai! jadi, Pria terbaik yang berarti dalam hidup Kinan adalah Exell Mohana Gravindas Seorang!" ucap Kinan mengecup pipi Exell yang tak bisa menyembunyikan rona bahagia itu, ia sungguh tak tahan jika gadis ini mengeluarkan rayuan pulau cinta itu membuat jiwanya melayang layang keangkasa sana.


"Benarka hmm?" tanya Exell mengecup kilas bibir ranum gadis itu yang mengangguk dengan senyuman berjuta pesonanya.


"Tu..Tuan! saya tidak jadi ganti nama kan?" tanya Asisten Dion pada Exell yang kembali menatapnya sinis.


"Kau ubah namamu jika berhadapan denganya?" Asisten Dion tak bisa lagi berkata kata, Mungkin inilah alasan kenapa banyak kariawan yang berhenti bekerja karna sikap semena mena Exell yang terkadang menyebalkan.


"Udin saja Kak!" sambar Joran dan Serly yang menyembul di ambang pintu sana dengan wajah geli mereka menatap wajah Masam Asisten Dion yang tercekat.


"Ayolah! jangan seperti itu!" ucap Asisten Dion memelas pada kedua mahluk muda yang tak kalah Durjananya ini.


"Kan itu lebih baik! Asisten Udin !" ucap Serly membuat Jordan terkekh geli.


"Tuan!" panggil Asisten Dion memelas pada netra biru pria itu yang menyipit.


"Itu lebih baik!"


Byarrr....


Asisten Dion terduduk lemah dikursinya menatap wajah Kinan sebagai jalan terakhirnya.


"Udin juga tak buruk!"


Degg...


hancur sudah harapannya menerima pembelaan, apa memang sudah takdirnya bertemu manusia manusia tak berakhlak begini?.


"ya sudah Udin! kau bisa melakukan pekerjaan mu dilain waktu! sekarang bantu kami melakukan ini!" ucap Jordan duduk disamping Asisten Dion yang pasrah.

__ADS_1


"Kalian melakukan apa?" tanya Kinan bingung menatap wajah berbinar Serly.


"Kami ingin merancang gaun untuk Pesta nanti Kak! kakak mau bergabung?" tawar Serly mendapat pelototan dari Exell.


"Apa semut gatel itu ikut?" tanya Kinan sinis pada Serly yang saling pandang dengan Jordan bingung.


"Siapa?"


"Yang suka menggoda Elnya Kinan!" ucap Kinan dengan suara tak bersahabtanya memeluk Exell erat. sungguh ia tak menyukai wanita berpenampilan Sexsy itu.


"Dia ikut Kak! kan dia juga mempimpin salah satu perusahaan, jadi dia mewakili itu!" ucap Serly pada Kinan yang mengangguk.


"Kinan tak ikut!" ucap Kinan merasa Moodnya hilang jika bertemu dengan wanita itu.


"Kenapa Bayi polos ku ini tak ikut hmm?" suara Mahluk yang mereka bicarakan dengan leluasanya berjalan melenggak lengokan tubuhnya menuju Kinan yang lansung berkoala pada Exell yang juga merapatkan tubuh mereka.


"Mau apa kau kesini?" sinis Serly merasa terggangu dengan kedatangan Renata yang membuat semuanya buyar.


"Adik ipar! aku hanya ingin menyampaikan sesuatu!"


Mereka hanya diam dengan wajah yang tak bersahabat membuat Renata mengulum senyum misterius.


"Kau harus datang ke pesta itu Sayang! kalau ti..!"


Brakk...


Exell menendang kursi disampingnya membuat benda itu patah dua dengan mengerikan,


"Berhenti memanggilku dengan panggilan menjijikan mu itu!" geram Exell menggertakan gihinya murka membuat mereka menelan ludahnya kasar.


Renata bukam dengan wajah tak terbacanya, ia menatap Kinan dan Exell bergantian dengan guaratan wajah yang hanya diketahui oleh wanita itu sendiri.


"Kau harus pergi ke Pesta itu! karna kalau tidak, nama Perusahaan mu akan tercoreng dikanca dunia Tuan Muda yang terhormat!" ucap Renata menunjukan seringaian liciknya .


"Apa pedulimu! ini urusanku dan kau hanya orang asing yang mencari kandang perlindungan!" ucap Exell pada Renata yang tercekat.


Wanita itu terlihat bungkam dengan mata yang penuh keterkejutan menatap Exell yang menyeringai menatapnya licik.


"Jangan mengusik jika kau tak mau diusik!" geram Exell pada Renata yang melangkah pergi dengan tangan yang terkepal erat membuat mereka bingung.


"apa maksudnya El?" tanya Kinan mewakili pertanyaan dari otak mereka yang tak berani keluar.


"Kau terlalu polos untuk mengetahuinya Sayang!" ucap Exell menggendong Kinan pergi meninggalkan mereka yang menatap penuh tanya kepergian Tubuh gagah itu.


"apa memang Kakak memiliki Kodam?"


"Kenapa semuanya menjadi Misteri begini?"


"Dia punya cara untuk menyelesaikan sesuatu!" ucap Asisten Dion juga melangkah pergi membuat dua remaja tengik itu Frustasi.


"Udiiiinnn! Beritahu kami apa itu?" teriak kedua cecunguk itu mengejar Asisten Dion yang terkekeh geli mendengarnya.

__ADS_1


...


Vote and Like Sayang..


__ADS_2