
Sorot mata tajam gadis itu terlihat fokus pada Ritualnya yang akan ia lakukan untuk menyerang gadis angkuh itu yang sudah membuat jiwanya begitu geram.
"Momy!"
"Akan Momy bantu!" Nyonya Ambers memeggang tangan Putrinya yang sedang menyerang Aliniya dari jauh, gumpalan asap hitam itu kembali terbentuk dengan kilauan kemerahan yang mengerikan, Gea memfokuskan pikirannya dengan tubuh yang memberikan energi pada serangannya kali ini.
"Pergi bunuh dia!"
Gumpalan asap yang tampak menakutkan itu berhembus keras keluar dari balkon kamar Gea yang lansung tertuju pada target penyerangan ini.
....
Netra indah itu terlihat menatap sendu sang Bulan yang sedang bersinar terang diatas sana, tatapan matanya kosong membuktikan kesunyian yang dialami gadis itu.
hembusan angin malam yang menerpa wajah cantiknya begitu damai dengan kelembutan kulit bening nan halus itu.
"Sedang apa?"
gadis itu lansung tersigap dan mengembalikan raut wajahnya seperti semula dengan tatapan Netranya pada Adres yang datang ketempat ini.
"Aku sedang melihat bulan!"
"Benarkah?"
"hmm! iya kak!"
"Untuk apa?"
"Maksudnya?" Mata indah itu terlihat membelo membuat Adres menghela nafas lalu duduk disampingnya.
"Jangan berpura pura didepanku!" Gadis itu tersentak kaget dengan ucapan Pria ini, ia berusaha bersikap biasa saja.
"Ka..Kakak! apa yang kau bicarakan? aku hanya..!"
"Kinan!"
Gadis itu lansung menunduk dengan perasaan yang penuh keterpaksaan dan luka membuat Adres tak tega dan segera merangkuhnya didalam pelukan hangat itu.
"Sekuat apapun kau menyembunyikannya maka luka itu akan terlihat juga!"
"Kenapa harus Kinan?" Adres menatap wajah cantik Kinan yang menatapnya lembut, inilah perbedaan dari keduanya, Kinan adalah jiwa yang sangat penuh cinta, kelembutan, kesucian, tulus, itulah yang ada didalam diri gadis ini. sedangkan Aliniya jiwa kebencian, Dendam, Bijaksana, Brkharisma dan pemimpin. bagaimana bisa mereka berdua menyatu dalam tubuh yang sama?
"Aliniya adalah Kau!"
"Tapi Kinan tak suka dengan dia!"
"Kenapa?" Kinan lansung termenung dengan netra yang mengembun, satu tetes cairan bening itu luruh dengan sendirinya seiring dengan guratan kesakitan dari wajah cantik itu.
"Dia membuat Kinan menampar El hiks hiks! Sumpah Kak, Kinan sangat membenci nama itu, El suami Kinan, dia Cinta Kinan, dan dia seenaknya saja menamparnya begitu saja!" isak Kinan sesak, belum pernah rasanya ia dengan sadar melukai pria itu, ia tak kuat jika harus berada didalam masalah ini terus.
"Kinan Sayang!"
"El hiks hiks!"
"Sayang! bukan kau yang menamparnya lalu kenapa kau yang merasa sakit dan bersalah?"
__ADS_1
"Dia Suami Kinan Kak hiks hiks! sedari dulu Kinan rela memberikan nyawa untuk dia! tapi hiks hiks tapi dia membuat Kinan sangat jahat!"
"Dia hanya melindungimu!"
"Tapi Kinan benci dia!"
Adres menghela nafas, ia menggengam kedua tangan lembut itu dengan penuh kasih sayang.
"Kau tak bisa mengelak! Aliniya adalah kekuatan besar dan jiwa kepemimpinan dari penerus yang diturunkan untukmu, mau tak mau kau harus menerimanya sayang!" ucap Adres dengan sangat lembut, ia tak ingin memberi pemahaman yang salah pada Kinan, ia tahu, hati gadis ini sebening embun dan selembut kapas, sangat tak bisa terkena noda yang begitu kotor.
"Tapi dia menguasai tubuh Kinan Kak!"
"Maka jangan biarkan dia menguasaimu!"
"Kak! Kinan tak mengerti!" Adres tersenyum geli, ia paham mengapa Ratu Dahliya menurunkan kekuatan itu pada putri polosnya ini, selain untuk meneruskan tahtah, dia juga berguna untuk melindungi sang putri terlampau baik ini.
"Jangan biarkan dia menguasai tubuhmu! buat dia tahluk karna dia itu sangat angkuh sayang, dia itu kuat dan tundukan dia dengan kekuatanmu sendiri!"
"Kinan tak punya kekuatan!"
Adres menghela nafas berat, ia harus menyampaikan dengan bahasa yang cepat dimengerti gadis ini.
"Kinan Cinta El kan?"
"Sangat!"
"Jika Exell diambil gadis lain dari Kinan lalu dia merampas semua hak Kinan dan..!"
"Exell punya Kinannnn!" bentak Kinan dengan deru nafas yang naik turun, rasanya panas mendengar ucapan menyebalkan itu membuat ia tak bisa mengontrol emosi.
"Nah! Kau mau apa kalau sudah ada yang ingin merampas Exell?"
"Itulah yang seharusnya kau lakukan pada dirimu sendiri sayang! Tubuh ini milikmu, jiwa itu juga milikmu, kau jangan mau dikuasai, cobalah menguasainya kembali!"
"Tapi itu sangat susah Kak!"
"Kakak sudah bilang Sayang! Kekuatan itu sangat angkuh dan kuat, kau harus berjuang, demi cinta dan orang terdekatmu! untuk saat ini, cobalah berdamai dengannya walau itu sulit!"
"hmm Kinan...!"
"awass!"
Brakkk...
Gumpalan asap tebal yang sudah sedari tadi mengintaipun menyerang mereka, untung saja Adres menarik Kinan untuk menghindar.Namun Adres aggak kesulitan saat gumpalan besar itu kembali datang dengan bertubi tubi.
Whusss...Whusss..
"Kinan kau..!"
"Mati kalian semua!" geram Aliniya yang sudah menyerang kembali meliukan tubuh indahnya menghindari gumpalan itu.
"Bajingan!" umpat gadis itu lalu menghempaskan tangannya ke arah gumapalan besar menyala dengan api yang berkobar nyata.
Whusss.. Duarrrr...
__ADS_1
Ledakan beruntun terjadi dengan Aliniya yang gesit memberi perlindungan bagi semua benda dan juga Adres yang masih terkejut dengan perubahan Kinan dan Aliniya yang cepat.
"Aliniya!"
"Kakak tidak apa apa?" suara tenang dengan keangkuhan itu meruak membuat Adres mengerti,
"Yah! aku tak apa apa!"
"Mereka sudah mengibarkan bendera Kematian!" geram Aliniya lalu memejamkan matanya dengan angin yang tadinya berhembus pelan pun tiba tiba menggulung membentuk puluhan Elang putih dengan kilauan biru dari mata burung itu.
"Serang dia dengan brutal!"titah Aliniya dengan seringaian liciknya pada para temannya yang lansung melesat tajam menjalankan titah mutlak penguasanya.
Adres menatap intens wajah cantik Aliniya yang kembali menunjukan aura kekuasaannya, ia paham sekarang, Aliniya akan dengan cepat bereaksi saat Kinan dibentak, diserang dan diperlakukan dengan kasar, secara tidak lansung Aliniya juga mengendalikan tubuh Kinan saat gadis ini tersakiti.
"Aku pamit Aliniya!"
"Yah Kak!"
Adres menghilang seiringan dengan hembusan angin yang menyertai kepergiannya, Aliniya menghela nafas berat.
ia melangkah ketepi ranjangnya dengan tangan yang mengelus dadanya lembut, ia berusaha menormalkan rasa kesal, dan amarah itu hingga ia kembali hilang kendali.
"Ini sangat melelahkan!"
Ia menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang empuk sana, ia membuka Blezer yang menutupi lekuk tubuhnya dari gaun malam yang sangat minim itu.
"Selamat Malam!" gumma Aliniya memejamkan matanya untuk memulai hari baru keesokan paginya, namun, ia seperti biasa tak akan bisa tidur begitu saja.
Setelah beberapa lama, Tubuh gagah seseorang lansung muncul dari Balkon sana, langkah kaki jenjang yang kokoh itu terlihat bergerak pelan menapaki lantai kamar ini dengan sangat hati hati.
Senyuman di bibir menggoda itu mekar melihat sang Bidadari yang membuat ia gelisah itu di atas Peraduan empuk sana, lekuk tubuh yang terlihat dibalik gaun tipis itu terlihat sangat menggiurkan.
"Sayang!"
Ia dengan perlahan duduk disamping Aliniya yang membelakangi tubuhnya, tangannya trangkat untuk mengelus helaian rambut lembut itu.
"Ehmm!" Aliniya menggeliat gelisah tak nyaman disetiap posisinya, melihat itu Exell lansung bersembunyi, tapi ia masih penasaran dengan tingkah Aliniya tadi siang.
"Kenapa kau selalu berubah ubah?" gumam Exell mencoba kembali muncul melihat Aliniya yang masih gelisah dalam tidurnya, Exell terpikir sesuatu, ia perlahan naik dengan kehati hatian yang penuh.
"Ellll!"
Deggg..
Exell meneggang ditempatnya mendengar suara lembut itu, itu sama! suara membuai milik Kinan yang sangat mendambakannya.
"Sayang!" lirih Exell dengan senyuman yang begitu senang, ia mengelus pipi lembut itu dengan penuh cinta.
"Elll!"
"Suttt! aku disini sayang!" Exell merangkuh tubuh indah itu kedalam pelukan hangatnya, gadis itu seakan tak sadar hingga mengikuti gerak tubuhnya yang begitu nyaman dengan pelukan yang begitu dirindukan ini.
"Ellll hmmm!" gumaman gadis itu seraya pelukan lengannya ke tubuh gagah ini, hidungnya juga menempel kedada bidang yang terbalut kaos itu.
"Tidurlah! tak perduli kau Aliniya atau Kinan, kau tetap istriku!" bisik Exell mengecup bibir ranum itu lembut, ia akan tetap mencari tahu dan mengikat kembali gadis ini dalam pelukannya.
__ADS_1
....
Vote and Like Sayang..