
Kilauan biru itu tiba-tiba datang menyambut tubuh Molek Kinan dan menyambar Azua yang lansung masuk kedalam kurungan Kelopak mawar hitamnya.
Whusss...
"Dahliya!!!!!" teriakan Azua sebelum tersegel kedalam sana.
Mereka tersedak melihat Tubuh indah itu berubah menjadi Sang Putri Mahkota yang begitu memukau, kilauan dari pertengahan keningnya menampakan simbol mawar biru dengan kibaran Pakaian aslinya yang membalut perut besar tampak seksi itu, ia persis bak anime kekaisaran yang begitu cerah dengan netra indahnya itu.
"I..Ibu!" lirih Kinan menatap terkejut pada sosok yang sama sepertinya, Netra keduanya berbenturan indah dengan kulit yang sama-sama bercahaya, wajah yang sangat cantik menampakan bagaimana sempurnanya Dua Mahluk ini.
"Sa...Salam Yang Mulia!" Renata membungkuk diikuti mereka, kecuali Exell yang masih berdiri dengan wajah yang sudah kelam dengan aura membunuh yang nyata.
"I..Ibu! ba..bagaimana..?"
"Suamimu!"
"Ha?" Kinan lansung menatap Exell yang juga menatapnya penuh cinta tapi juga guratan lain, pria itu terlihat marah akan sesuatu.
"E..El kau..!"
"Kau tak bisa datang dengan baik-baik?" ucap Exell dengan kepalan tangan yang menguat, ia hampir saja jantungan melihat Tubuh istrinya yang tertarik bersamaan dengan Mahluk itu tadi, tapi ternyata! Cihh.. wanita yang selama ini ia pantau yang melakukan pemanasan jantung ini.
"Menantu!"
"Bagaimana jika istriku Terluka?" geram Exell menggertakan giginya geram, ia nyaris saja berhenti bernafas dengan semua ini.
"Apa..Ini? El?" bingung Kinan bukan main, ia ingin memeluk Wanita ini tapi tangannya digengam Exell yang tadi lansung berlari melindunginya.
"Kau mengenalku?"
Mata Kinan mengembun dengan bibir yang bergetar menahan isak tangisnya, satu tangannya memeggang pipi Wanita paruh baya yang masih tampak segar itu.
"I..Ibu hiks hiks!" isak Kinan lansung memeluk wanita itu erat, pertubrukan kedua tubuh itu memancarkan kilauan kebiruan damai menuju Gea dan Carl bersamaan.
Whuss..
Angin pelan yang menerbangkan semua yang ia sapu halus, Asisten Dion masih memangku tubuh Gea yang dikitari cahaya biru itu.
Perlahan semua kekacauan itu kembali terbangun seperti semula, puing-puing bangunan yang perlahan terbentuk kembali, bara-bara api yang tadi terlempar berantakan, perlahan padam menjadi abu yang menyatu dengan rerumputan hijau yang kembali tumbuh seakan menghayati pertemuan dua insan yang sama itu.
"Carl!" pekik Renata menyambar tubuh bocah kecil yang ada didekapan Hisyana saat mata bening itu bergerak dengan tubuh yang merespon.
"Mom!"
Cup..
Renata mengecup lama kening Carl yang lansung memeluk tubuh Renata erat dengan isak tangis bocahnya.
"Momy hiks hiks! Momy baik-baik saja kan?" Renata mengangguk dengan lelehan bening yang keluar sempurna, ia menghujami wajah tampan Carl dengan kecupan sayangnya.
Carl menatap Tubuh gagah seseorang yang berada didekat dua mahluk berkilau yang sedang melepas rindu dan gejolak perasaan.
"Ka..Kalian siapa?"
Kinan lansung tersentak dan menatap bocah Tampan itu, ia menoleh pada Exell yang masih dengan wajah datarnya.
"El!"
"Kau melanggar Perjanjianmu!"
"Aku hanya ingin Putriku bahagia dan Selamat dari masalah apapun, aku tak bisa menunggu lebih lama!" keangkuhan wanita paruh bayah itu membuat Exell naik pitam.
"El! dia ibu Kinan!"
"Lalu?" sinis Exell menaikan satu alisnya acuh, ia sudah kepalang geram dengan apa yang Yang Mulia terhormat ini lakukan pada istrinya.
"El! Dia..Dia ibu Kinan sayang! Kau..Kau kenapa begini ha?" tanya Kinan dengan suara bergetarnya, ia sudah ingin berteriak kegirangan melihat wajah cantik ibunya yang hanya satu kali ia lihat saat Penyatuan jiwa dulu. tak perduli dengan beribu pertanyaan yang bergelut dibenaknya.
"Maaf Yang Mulia! bagaimana bisa ini terjadi?" Renata menunduk sopan dengan wajah yang berusaha tak syok, ia mengamati wanita itu begitu sama dengan apa yang seharusnya.
__ADS_1
"Adres!"
Whuss..
pria Tampan itu tiba-tiba muncul disamping Ratu Dahliya yang masih menatap mereka datar dengan angkuhnya, Klan kebangsawanan dan keluarga kerajaan itu terlihat nyata dengan geatur yang sempurna.
"Aku tak punya waktu membahasnya sekarang!"
"Baik Yang Mulia!"
"Tapi Ratu! kami..!"
"Kau membantahku?"
Renata bungkam dengan hormat, meski ia ingin bertanya banyak tapi tak sanggup akan titahan mutlak itu.
Tatapan keangkuhan itu melembut saat melihat perut putrinya yang membesar, ia mengangkat tangannya menyentuh perut kekuasaan ini.
"I..Ibu!"
"Apa kau percaya dengan ibu?"
"Kinan percaya!"
"bagaimana dengan Suamimu?"
Exell lansung menarik lembut tangan Kinan kepelukannya, matanya terlihat tenang tapi penuh dengan kewaspadaan yang bisa saja kembali merenggut keselamatan istrinya.
"A..Ada apa?"
"Kau pilih ibumu atau Dia!"
Degg..
Kinan lansung meneggang ditempatnya, genggamannya ketangan kekar Exell menguat dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Yah!"
"Kau mencintai Suamimu?"
"Sangat!"
Exell mendesir hangat mendengar ucapan tegas Kinan tanpa plin-plan sama sekali, wajah cantik wanita itu terlihat tanpa kebohongan apapun.
"Jadi kau memilih siapa?"
Kinan terdiam, ia sedang berfikir sekarang, Kelihatanya Exell tahu semuanya, lalu kenapa Pria ini malah diam saja tanpa memberi tahunya?
"Tidak!"
Mereka tersentak dengan jawab Kinan, Gea yang baru sadarpun juga terngangak dengan apa yang ada dihadapnya.
Apa ini? kenapa Ratu Dahliya malah berada disini? apa ini mimpi?"
"Kau tak memilih?"
"Tidak!"
"Jadi kau tak ingin memiliki salah satu dari kami?"
Kinan diam membuat jantung Exell meronta keras, kalau Bumil ini akan meninggalkanya demi bersama Ibunya sendiri, Exell seakan tak bisa bernafas jika itu sampai terjadi.
"Sa..Sayang!" lirih Exell saat Kinan melepas gengaman tangannya, dadanya semangkin sesak menduga apa yang akan dilakukan wanita ini.
"Kau memilih ibu?"
Jantung Exell semangkin berpacu, ia dan Ratu Dahliya memiliki cerita panjang hingga bisa sampai ketahap ini, semuanya ia sembunyikan dari Kinan atas perintah Ibu Ratu itu sendiri.
"Aku ingin hidup berdua dengan Anakku!"
__ADS_1
Srettt...
"Sayang!" Exell lansung merangkuh tubuh molek itu kepelukannya, ia takut kalau Kinan akan meninggalkannya lagi.
"Kenapa kau membohongiku Lagi ha?" suara bergetar Kinan membuat mereka tersetak kaget.
Apa yang terjadi? kenapa semuanya jadi membingungkan begini?
"Aku..Aku..!"
"Kau terlalu banyak merahasiakan sesuatu hiks hiks!"
"Aku hanya menuruti apa yang ibumu perintahkan demi Kau! dia ingin kau belajar dari keadaan karna keturunan kita tak seperti biasanya sayang! hanya itu saja, aku tak ada niat apapun!"
Thomas yang masih terkejut dengan semua ini bertambah Syok dengan Exell yang ternyata sangat mencintai wanita itu, ia tak menyangka pria datar seperti Exell yang memberikan jiwa dan raganya pada sosok mempesona yang baru ia lihat saat ini saja.
"Tapi..Tapi kau membuat aku menjadi Permainan!" bentak Kinan membuat mereka menunduk, netra indahnya menggenag dengan begitu memilukan.
"Aku pikir Kau Percaya pada kekuatan cinta kita! aku pikir kau percaya dengan Ketulusanku Exell hiks hiks, tapi..tapi kau menghancurkan segalanya!"
"Sayang! Kinan.. aku tak pernah berfikir begitu!"
"Kapan kau merencanakan semua ini?"
"Ki..Kinan aku..!"
"Aku tak pernah menyangka kau akan membuat aku sakit untuk yang kedua kalinya!" lirih Kinan perih membuat Exell sungguh kehilangan akal, ia sudah tak bisa berbuat apapun lagi dengan luka yang ditorehkan Kinan.
"Kinan!"
"Ibu juga sengaja melepas Segel kekuatan dari hutan kematian bukan?"
Ratu Dahliya bungkam dengan wajah tenagnya, sedari awal ini hanyalah ujian bagi Putrinya, Azua adalah Mahluk terkutuk yang selalu mengincar jiwa manusia, budak pertamanya adalah Ambers yang mengorbakan kedua putrinya.
Makanya, ia ingin menjadikan Kinan kuat dengan Keadaan, karna ia takut, Kinan akan lemah dengan kebahagiaan yang wanita itu dapatkan. bisa dibilang, ini hanyalah Pengujian menuju Puncak kekuasaan Aliniya yang harus diduduki Kinan.
"Kau..!"
"Kinan! Ka..Kakak!"
"Diam!"
Mereka semua bungkam dengan Exell yang sudah bergetar dengan kemarahan istrinya.
"Apa kalian tahu betapa banyak nyawa yang kalian korbankan ha?"
"Mereka memang sudah di Takdirkan!"
"Dengan mengorbakan keluarga mereka?"
Mereka lansung menatap Thomas, Renata dan juga Hisyana dengan sendu.
"Aku tak butuh Kekuasaanmu!" ketus Kinan melepas mahkota yang ada dikepalanya, lalu ia serahkan ketangan ibunya dengan segala hormat.
"Kinan! kau berani menentang ibumu sendiri?" geram Ratu Dahliya menguarakan aura intimidasi yang kuat membuat mereka gemetar. tapi Renata tahu, ada sesuatu yang dilakukan Yang Mulia besar itu sekarang.
"Aku tak ingin menjadi Putri Mahkota yang hanya bisa terus diuji tanpa ada Keadilan bagi para Rakyat dan Saudariku!"
"lalu bagaimana dengan Suamimu? dia telah membodohimu dan tak percaya akan cinta kalian!"
"Aku tak pernah berfikir begitu!" Bentak Exell murka, sumpah demi apapun ia sangat percaya akan Cintanya, tapi kenapa? kenapa wanita ini seakan meragukan Ketulusannya dan membuat istrinya benci padanya.
"Lalu kenapa kau menuruti Perintahku untuk Membodohi istrimu?"
Kinan hanya diam dengan perasaanya sendiri, Netra indahnya menatap datar setiap manusia yang memandangnya sulit.
.....
Vote and Like Sayang..
__ADS_1