Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Kenikmatan hakiki..


__ADS_3

Exell melangkah menaiki Lift yang tersedia disudut sana, ia beberapa kali melenturkan lehernya karna lelah dengan apa yang ia lakukan malam ini. sesekali ia melihat jam yang tertengger diperggelangan kokohnya. helaan Nafas berat itu keluar dari hidung mancung pria itu.


ia sekarang sungguh tak sabar bertemu dengan sang belahan jiwa yang tadi ia tinggalkan saat menyelami mimpi indahnya.


Exell melangkah keluar saat sudah tiba dilantai kamarnya. ia begitu cepat masuk kedalam kamarnya, namun ia menautkan alisnya dengan pintu kamar yang tak ditutup.


"Aku rasa aku menutupnya!"


Exell melihat sang istri yang ada diatas ranjang, namun ia terkejut saat tubuh molek yang tadi ia tinggalkan sudah tak ada disini, pikirannya kembali kacau.


"Sayanggg!" teriak Exell memanggil istrinya yang tak kunjung menjawab, ia berlari ke Walkcloset namun tak menemukan sosok itu, begitu juga dikamar mandi, hanya tetesan air yang lembab menandakan sang empu habis memakai tempat ini.


"Dia mandi?" gumam Exell menautkan alisnya.


"Sayang!"


suara lembut membuai itu seketika bersenyayu ditelinga Exell, pria itu berbalik dengan cepat.


Glek..


Exell meneggang ditempatnya, matanya terbelalak kaget melihat apa yang ada dihadapannya, jaket yang ada ditangannya jatuh seketika seakan Berslowmo memperlihatkan wajah terkejutnya. wajah tampannya terlihat memerah dengan tatapan yang tak biasa.


bagaimana tidak? ia melihat Bidadari Elok yang sedang berpose dengan begitu nikmatnya dengan Bikini yang membalut tubuh indah itu. Gunung kembar yang sekang, nampak membusung padat dengan posisi yang sangat.ahmmm ini sulit dijabarkan. darah Pria itu mendesir hebat tak karuan dengan gelombang kegagahan yang kuat.


"Sudah pulang?" Exell melangkah dengan kosong menuju peraduan Bidadari Sexsi ini, jakunnya naik turun dengan kobaran api gairah yang seketika memuncak.


"Sayangg!" panggil Kinan berdiri berhadapan dengan Exell yang sungguh sudah tak bisa menahan gejolak ini.


Kinan memeluk tubuh gagah itu dengan belaian tangan yang membelai dada bidang pria itu dengan deru nafas yang memburu menerpa pendengarannya.


Cumbuan dari bibir sexsi itu sukses mematik api yang tadi sudah berkobar sekarang menjadi menggebu gebu menyala ruah.


"Kinan!" serak Exell saat Kinan menggerayai lehernya dengan sangat Nikmat, sentuhan abstrak itu membayang diseluruh bagian sensitifnya.


"Lakukan!" Exell tersenyum bahagia disela sela kobaran hasrat yang menyala. Kinan terpekik saat Exell lansung menyambar bibirnya dengan liar seperti singa jantan yang haus akan musuhnya.


"ahmmm!" geraman Kinan mengimbangi ciuman ganas Exell yang begitu memabukan. mereka saling bertaut mesra dengan teggukan liur yang menyatu, Kinan mengkalungkan tangannya keleher Exell yang megungkung tubuhnya dengan bibir yang masih menghisap dan menjilati mulutnya.


"Akhhh!" Suara kenikmatan itu lolos saat bibir pria itu mencumbu lehernya dengan begitu sensual dan tentunya memabukan.


akhhh Sayang, aku tak tahan untuk semua ini...


jeritan Kenikmatan itu terlontar dihati mereka masing masing, sungguh rasa manis yang menjalar dibibir Exell menjilati setiap jengkal kulit mulus ini. Liukan erotis dari tubuh Kinan membuat Exell semangkin menggila.


lidah Pria itu terjulur menghisap kulit leher sang istri yang sudah mengerang dengan sentuhan memabukan Exell.


"ehmm El!" pekik Kinan saat Bera nya sudah di lepaskan dengan sedikit kasar karna Exell yang seperti kesetanan lansung membenamkan wajah bergairahnya ke belahan gunung sintal itu.


Kinan meremas rambut Suaminya yang kelewat Tampan ini, bagaimana tidak? Lidah pria itu sedang menjilati belahan dadanya dengan kedua tangan yang meremas lembut benda kenyal itu.


Kinan terngangak saat bibir Suaminya ini malah memainkan kelereng yang ada dipuncak gunungnya, menghisap dengan lembut lalu menoel noelnya gemas lalu mengigit kecil membuat Kinan mendesah halus.


Exell tak lagi bisa menahan bengkakan dibawah sana, ia membuka Kaos hitam yang membalut tubuh gagahnya dan celana Jeans itu, sungguh ia sudah panas tak tahan untuk menyelami lembah kenikmatan yang sudah lama ia tahan.


"Ell!" lirih Kinan gemetar saat melihat benda yang sudah tegak menantang dengan begitu perkasa. digeluti urat kegagahan yang membuat jiwa siapa saja meronta ronta ingin mendapat hujaman itu.


"Aku Tak Tahan!" suara berat pria itu menatap berat Kinan yang juga memandangnya penuh damba dan juga kegugupan.


"Rileks Baby!"bisik Exell lembut menjilati kuping cantik ini memberi rasa aman, entahlah.. Ia sungguh memuja tubuh ini hingga ia tak bisa lansung menyerang kasar.

__ADS_1


Kinan mengigit bibir bawahnya saat benda besar yang sudah teggak menjulang itu sengaja digesekan pria ini ke Daleman merahnya yang sudah lembab,


Sesekali Exell menekan membuat Kinaa terngangak dengan tangan yang meremas rambut suaminya yang sedang asik memainkan lidah digudukan sintal itu.


"Ready Baby!" Exell menyusuri lekukan tubuh istrinya dengan lidah basahnya, ia menuruti garis belahan dada hingga ke pusat dan sekarang wajahnya dihadapkan dengan inti kenikmatan yang ia damba itu.


"Ini miliku!" ucap Exelll lansung membuka penutup inti basah ini, ia menegguk ludahnya berat melihat bentuk yang sempurna, mulus dan tentu ini sangat.. sangat ia gilai.


"Ahmmm!" Kinan mencengkram erat bantalnya saat lidah pria itu bermain dengan lihai dibawah sana.


Akhh..ini terlalu nikmat untuk dilepaskan, Semuanya adalah Perpaduan yang menggiurkan.


Decapan dari lidah dan bibir yang meregguk madu dibawah sana terdengar nyaring, tubuh indah itu bergetar dengan sangat erotis dengan permainan lidah suaminya.


"Elll!" erangan Kinan tak tahan, ada rasa gugup yang tadinya menghantui pikirannya perlahan menghilang diganti dengan rasa memuja dan tak sabaran..


"Apa hmm?" pancing Exell masih menjilati apem tebal ini. ia membuka selangkahan kelincinya ini hingga bagian goa basah itu terngangak menunjukan kekuasaanya.


"Ellll!" pekik Kinan saat Exell malah memberi garis abstrak dibibir goa sana dengan pusaka pria itu. menggesek dengan halus lalu menekannya lembut menciptakan sensasi yang memabukan.


"Katakan kau menginginkanku!" titah Exell masih dengan cumbuan di goa gadisnya itu, ia tak tahan berlama lama.. tapi ia suka melihat wajah tersiksa namun menggugah sang istri cantiknya ini.


"Ki..Kinan Tak tahan!" germman Kinan merasa pusaka itu semangkin membelai dibawah sana, Exell menyeringai mesum, kembali mengungkung tubuh Kinan yang lansung menyambar bibirnya liar.


ia suka permainan lidah ini, entah dari mana wanita ini belajar selihai ini diatas ranjang, Perlahan Exell memposisikan pusaka bermerek itu. ia mengelus paha Kinan yang ia buka lebar untuk memberi akses masuk yang hakiki.


"ehmmm!" geraman Kinan dengan bibir yang masih bertaut liar saat pusaka pria itu menekan selaput darahnya, Exell memberikan rasa aman sejenak, ia melakukan dengan sangat lembut walau cengkraman Kinan yang ada di punggung dan lengannya.


Shitt.. ini sangat sulit, Dinding keangkuhan ini seakan menguji pusakanya untuk masuk, ia beberapa kali menekan namun masih sangat susah, Entahlah..Tubuh ini seakan memberi tantangan sebelum menyelaminya dengan ruah.


" Elmmmm!" pekik Kinan tertahan saat Exell menekan kuat dinding kenikmatan itu hingga terasa koyak membelah tubuhnya.


"Sakit hmm?"


Kinan mengangguk dengan tetesan air mata yang lewat dipelupuk netra indah itu, Exell berhenti sejenak dengan tangan yang mengelus pipi basah ini. Setelah beberapa lama melihatnya tenang. Exell mulai memompa dengan lembut, membuat Kinan menggelijag kegelian dengan rasa yang bercampur aduk.


perlahan itu sakit, tapi ini luar biasa, penyatuan ini membuat Kinan tak bisa bicara banyak karna Exell yang sudah bergerak dengan liar..


"Nikmatilah Sayang!" bisik Exell lalu mulai memompa dengan sedikit hentakan, kepala pria itu mengadah merasakan sensasi yang menggebu ini..


Akhh..ini terlalu Nikmat Sayang hmm Kau hanya Miliku..Milikku..


Jeritan batin seorang Exell begitu menggila dengan Syahdunya pijatan dibawah sana, ia tak bisa lagi bergerak lamban karna pusakanya yang membengkak ruah.


"Akhh Ell! Elllll!" erangan indah itu terpekik saat Exell memompa dengan cepat, Pria ini seakan kesetanan menghujami goa basah itu dengan memburu.


"Akhh Sayangg!" Geraman Exell tak tahan dengan Kenikmatan yang membuncah ini. ia menghentak dengan cepat membuat kedua gunung kembar itu bergoncang menggugah mata Exell yang menjadi kuda jangan pemburu.


"Erangkan namaku!"serak Exell berat meremas kedua benda itu serya bokong yang asik memompa dengan begitu cepat membuat Kinan terpekik pekik kehilangan akal.


"Exelllll!"


"Yah Sayang akhhh!"


Decapan erototi dari pertubrukan kulit begitu menyatu dengan aura dingin dinihari ini. Exell memacu dengan penuh irama yang juga diiringi desahan kenikmatan dari mulut keduanya.


Sungguh, Tubuh ini terlalu sempurna untuk dijamah Pria lain. Hanya dia yang boleh menyentuh dan mencumbunya Nikmat..


Jiwa dan raga ini hanya Miliknya seorang, Ini terlalu Memabukan dengan panorama cinta yang mengiringi hilir mudik lorong Syahwat itu.

__ADS_1


Exell menggali dengan sangat gila, ini tak pernah ia rasakan. Pengalaman pertama tapi sudah membuat jiwanya meledak ledak.


Ohh Kinan Sayang, Kau luar biasa sayang!


Jeritan kenikmatan itu berteriak histeris menyatakan kepuasan yang hakiki. Belum lepas rasa lelahnya tadi sekarang ia dilanda Kebahagiaan surga dunia yang membuatnya hilanga akal.


"Ni..Nikmat Sayang akhh Kinan!" geraman Exell menghentak kuat dengan raugan kepuasan batin yang menggebu, ia mengiringi desahan Kinan yang membuat ia semangkin naik darah.


"Exelll!" pekik Kinan merasa ada sesuatu yang ingin meledak bawah sana, sungguh ia hanya bisa mencengkram apa saja yang ada didekatnya.


"Yeah Baby!"


Exell kembali memacu dengan cepat, ia membenamkan wajahnya keceruk leher Kinan menjilati batang leher itu sensual membuat Kinan betambah gila.


"Ell ahkmm!"


"Sedikit lagiii!" geraman Exell memaungut puncak bukit bergoyang itu menahan ledakan dibawah sana, Bokongnya terus memompa kuat membuat deritan ranjang yang nyaring. Exell mengigit bibir bawahnya karna pusakanya sudah membengkak ingin menembakan lahar panas itu.


Memompa cepat ..Cepat dan...


"Akhhhhhhh!" keduanya melenguh panjang dengan kepala yang terdongak keatas membuktikan puncak Nirwana itu sudah mereka raih dengan sempurna, tubuh Kinan bertekuk dengan getaran halus saat merasa ledakan dibawah sana sungguh Dahyat.


"Nikmat hmm?" tanya Exell dengan nafas yang memburu serta wajah berseri penuh kepuasanya menatap geli Kinan yang mengangguk lalu menggeleng tak tahu arah.


"Kenapa berkeringat?" tanya Kinan polos mengusap keringat yang berjatuhan dileher dan kening suami Perkasanya ini.


"Karna kau terlalu memabukan Sayang!" jawab Exell mengecup kilas bibir bengakak itu. ia masih mengungkung tubuh Molek istrinya dengan kepala yang terbenam keceruk leher wanita itu.


"Sudah Ell!"


"Belum!"


"Haaa?" pekik Kinan terkejut, apa Pria ini begitu Perkasa hingga tak ada henti hentinya memompa?


Exell mengangat wajahnya menatap wajah lugu istrinya. Salah sendiri membuatnya kecanduan hingga tak bisa berhenti begini. maka jangan menolaknya karna Exell tak bisa ditolak.


"Tadi itu hanya pemanasan Sayang! Aku belum mengeluarkan semuanya!" alasan Exell yang tak masuk akal.


Sudah jelas Pria ini seperti kuda jantan yang kesurupan tadi, lalu kenapa sekarang Minta lagi?


"El! Kinan ngantuk.. Kinan..Akhhh Ellll!" pekik Kinan diakhir kalimatnya saat Exell maraup gunung kembarnya ganas.


Kinan tak bisa berbuat apa apa. selain menikmati kembali sugguhan kenikmatan yang suaminya berikan.


Akhh Shitt.. Dia terlalu perkasa untuk didiamkan, tapi tubuhnya juga tak menolak sentuhan lembut ini.


Mereka kembali berkuda mendaki puncak nirwana itu, Kali ini semangkin ganas dengan Exell yang merubah gaya bercinta mereka. Kinan hanya bisa terpekik mendesah tak karuan serayah Exell menghujaminya dari belakang dengan sangat cepat dan memabukan.


Begitulah arungan Kenikmatan Dunia ini. Tak ada henti untuk menyelam dan menghujami dinding lembab itu,


Kinan harus dibuat memohon untuk dilepaskan dari belenggu yang Menyiksa tapi juga tak bisa ia tolak. Sentuhan itu juga telah membuat tempat ditubuhnya hingga Kinan hanya pasrah dan menikmati apa yang ada..


..


Vote and Like Sayang ..


Sampai disitu saja ya ayank.. ntar yang daun mudak kagak bisa nahan, takutnya tangkai cangkul yang jadi hantaman..hihi..


canda.. ini boncap hota yang ditunggu tunggu..Author Kesayangan ini mah baek mau kasih yang ahh sedapp 😂

__ADS_1


__ADS_2