Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Pengunduran diri!..


__ADS_3

Tatapan netra indah itu saling berbenturan dengan cimestri yang terlihat menyembunyikan luka, dentuman musik yang keras dengan alunan lagu Club itu begitu nyaring dengan liukan tubuh manusia yang menikmati suguhan manis dari dunia ini, mereka sibuk bergoyang ria melepas emosi dan gairah yang menderu bersamaan.


"Kau tak bisa pergi!"


"ini hidupku! terserah aku mau pergi atau tidak!"


Bantahan keduanya tak begitu terdengar karna kebisingan yang ada, kepalan tangan wanita itu menguat, sudah seharian ia membujuk wanita ini supaya tak pergi, tapi dia tetap kekeh seakan tak ingin menikmati hidup lagi.


"Kau gila ha? Kinan bisa marah kalau kau pergi Renat! dia sedang hamil, dan sebentar lagi akan melahirkan! kehadiran kita akan sangat ia butuhkan!"


"Aku tak pernah ingin ini terjadi! tapi, Takdir yang mengatakan aku harus membayar hutangku saat kami bekerja sama dulu, aku meminta sebuah rumor dan jalan untuk masuk kedalam dunia malam dan dia sudah lakukan! sekarang giliran aku yang membalas perjanjiannya, dia menginginkan aku sejak lama Gea, aku tak bisa menentangnya!" ucap Renata penuh rasa sakit, dia yang mengundang pria itu tentu disini bukanlah Thomas yang salah, pria itu hanya mengambil apa yang menjadi miliknya saja, bahkan putranya dulu yang ia lindungipun sudah berada ditangan pria itu.


"Aku yang membuat masalah ini maka, aku yang harus pergi, bukan kau!"


"Sudah berapa kaliku bilang Gea! jangan mengurus urusanku, aku punya kehidupan sendiri! dan aku tak ingin dia menyakiti anakku!" geram Renata bukan main, Gea menatap sendu wajah cantik Renata yang sama sekali tak pernah merasakan kebahagiaan selama ini.


"Dia bukan anakmu!"


Plakkk..


Tangan lentik itu menampar Gea hingga tersungkur kelantai sana, mereka berada di sisi sudut Club hingga mereka tak bisa melihat kegiatanya.


"Sekalilagi kau mengatakan itu! maka aku akan membunuhmu!"


"Tapi aku benar! dia bukan anakmu, dia bukan keturunanmu! apa kau tak bisa berfikir ha?" bentak Gea tak tahan lagi, ini semua salahnya, ia yang mempertemukan Thomas dan Renata hingga membuat semuanya runyam.


"Dia tetap putraku! dia adalah Cinta pertamaku, kau jangan pernah mengusiknya!" geram Renata pada Gea yang menunduk lemah.


"Tapi dengan mengakuinya sebagai putramu! maka.! maka kau bersedia menikah dengan dia Renat!"


"aku tak masalah! aku tak ingin lagi jauh darinya, sudah cukup untuk semua ini! Aku tak pantas hidup bersama kalian, aku hanya Budak untuk Pria itu dan ibu bagi anakku! kau tekankan itu!" ucap Renata menepuk kasar pipi lembut Gea yang tak bisa berkata apa-apa lagi.


"Maafkan aku!"


"hmm!"


Renata ingin melangkah pergi, tapi Gea lansung memeluknya sebagai seorang saudari yang sangat menyayangi para saudarinya.


"Kau Kakak atau aku?"


Senyum pelit dibibir cantik itu mekar, ia menggengam tangan Gea yang memeluknya erat, ia baru merasakan bagaimana indahnya tali persaudaraan yang erat sekarang.


"Sudahlah! kau jangan menagis, kau tak cocok menjadi lemah Gea!"


"Aku memang lemah hiks hiks dan pa..payah!"


"Kau lahir 10 menit mendahului aku!"


"Darimana kau tahu?"


"Hanya menebak!"


"Cih!"


"Hm! apa Si pencuri perawanmu itu sudah ketemu?"


Degg..


Gea meneggang ditempatnya, ia baru sadar kalau pria bajingan itu belum juga ia temukan.


"Shitt! aku tak pernah bisa melacaknya!"


"Memangnya kau mau apakan dia?"

__ADS_1


"Membunuhnya!"


"Kau yakin?"


"hmm!"


"Baiklah! ku tunggu saat itu!" ucap Renata mengelus kepala Gea lalu melangkah pergi diiringi tatapan sendu Gea.


"Thomas hanya depresi karna ditinggal istrinya! dan kau yang menjadi pelampiasannya!"


.....


Kerutan dikening mereka terlihat melipat menatap pada seorang Pria tampan yang sedari tadi melamun didepan TV sana, acara yang ditontonpun hanya Filim Kartun yang tak asik, tapi dia seakan tak bergerak untuk menukarnya.


"ada apa dengan Kak Riel?"


"Tak tahu!"


Vina dan Serly berbisik bingung, begitu juga Tuan Sinmart yang juga heran dengan Gebriel, tak biasanya Pria tampan ini melamun tak tentu arah.


"Boy!"


Gebriel hanya diam saat Dady Arkan memanggilnya, ia seakan menuli membuat mereka semangkin dilanda kepanikan.


Pugh..


"Riel!"


"Eh Mom!" Gebriel terinjak kaget akan tepukan lembut dibahunya, ia menatap wanita cantik itu yang sedang memandangnya rumit.


"Ada apa sayang?"


"Tidak apa-apa!"


Momy Chalista mendekat dan duduk disamping putranya, Gebriel memeluk wanita itu dengan erat menyalurkan perasaannya yang sudah berkecamuk tak tahu arah.


"Mom!"


"Iya sayang!"


"Malam ini Riel tidur sama Momy ya?"


"Etsss! mana bisa!" pekik Dady Arkan lansung meloncat berhambur membelit pinggang istrinya, ia tak bisa jauh dari wanita ini walau sekejap saja.


"Kau harus mengalah dad! aku masih kecil!"


"Kecil apanya? kau sudah pantas memproduksi bayi!" sewot Dady Arkan tak mau kalah membuat Tuan Sinmart yang sedang menyuapi Bumil mempesona ini buah pun terkekeh geli.


"Mertuamu sangat menggelikan, Sayang!"


"Tapi Kinan suka Ayah! mereka sangat menghibur!" ucap Kinan dengan mulut penuhnya, ia semangkin suka makan jika disuapi Exell atau Ayahnya ini, kalau tak begitu ia tak akan makan.


"Benar Nak! ayo habiskan makananmu!" Kinan mengangguk dengan kaki yang terjuntai berayun di Sofanya, ia sedikit bersandar ke dada bidang ayahnya karna sulit duduk dengan perut buncit itu.


"Mom! Aku tidur sama Momy-kan?"


"Iy..!"


"Tidak boleh!"


"Momyy!" rengek Gebriel manja membuat Vina dan Serly geli melihat kemanjaan Kakaknya yang selalu muncul saat bersama Momy Chalista.


"Baiklah sayang! kita tidur bersama!"

__ADS_1


"Yess! Thanks Mom!"


Gebriel semangkin membuat Dady Arkan kesal, Pria paruh bayah itu hanya bisa pasrah dengan keputusan istri tercintanya ini.


"Dad!" Pria Tampan berbalut Kaos santai dan celana panjang hitam Casual itu turun menatap mereka dengan secarik kertas ditangannya.


"Iya Boy!"


"Apa Perusahaan kita pernah bekerja sama dengan Perusahaan Thomas?"


Dady Arkan berfikir seraya menatap Exell yang duduk diatas peggangan Sofa disamping istri cantiknya dengan tangan yang mengelus perut buncit itu.


"Dady rasa tak pernah! Perusahaan Thomas itu Perusahaan asing di Negara Tinaia yang bergerak di bidang Fashion bukan?"


"Hm! iya dad!" jawab Exell setelah menagup potongan apel dari mulut istrinya, Vina dan Serly memerah melihat keromatisan dan kemesraan Kakaknya itu, mereka sungguh kagum bukan main.


"Mau?" Kinan memberi sepotong mangga manis pada Exell yang memasukannya kemulut sang istri lalu ia memangut lembut mulutnya.


"Kakak!"


"Apa?" tanya Exell santai tak memperdulikan tatapan jengah mereka, Kinan hanya mengulum senyum geli akan tingkah menggemaskan suaminya.


"Oh iya El sayang! dimana Gea dan Renata?


Gebriel lansung menatap serius pada wajah tampan Exell yang tampak berfikir.


"Mereka memundurkan diri!"


Uhukkk..


Brugh..


Kinan tersedak buah yang ia kunyah, Exell lansung mengambil air didepan meja sofa dan lansung membantu istrinya untuk minum. mereka juga terkejut dengan kedatangan Asisten Dion diamang pintu sana dengan wajah pucatnya.


"Hati-Hati Sayang!" Exell memijat tengkuk wanita itu lembut membuat Kinan lebih baik.


"Kenapa?"


"Minum lagi!" Kinan menurut tapi ia masih belum puas dengan pertanyaan itu.


"El! Ke..ehemm.. Kenapa Mereka melakukan itu?"


"Tu..Tuan!"


"Hmm!"


"Berkas tadi siang !" jawab Aisiten Dion menyerahkan Dokumen kerjanya, ia masih bergetar dengan pernyataan Exell tadi.


Exell bungkam menatap Gebriel yang sungguh menanti jawabanya.


"Aku tak tahu! tapi mereka sudah menandatangani surat itu dan menghilang setelahnya!"


"Apa mereka sudah gila ha? seenaknya saja pergi tanpa mengabari siapapun!" geram Gebriel mengepalkan tangannya erat, Momy Chalista tersentak melihat Netra Elang putranya yang berkecamuk murka.


"Jangan kau tanda tangani!"


"Aku sudah memberinya izin!"


"Exell!" bentak Gebriel tak tahan membuat wajah Exell sudah mengeras tak tahu kenapa.


"Aku tak bisa mencegahnya! itu hak mereka, jika kau ingin mencegahnya seharunya kau lakukan sejak lama!" tegas Exell membuat Gebriel bungkam.


....

__ADS_1


Vote and Like Sayang..


yang ini eps yang betulnya ya ayank..maaf kalau ada dua, author juga bingung dengan NT yang eror gini, udah di hapus yang onoh..eh malah nongol balik..maaf!!!!!


__ADS_2