
Sepasang netra Elang yang saling menatap intens itu terlihat menyimpan berbagai pertanyaan, keduanya duduk berhadapan dengan sikap yang berkharisma dan tentu saja sangat mempesona.
"Apa yang ingin kau bicarakan?"
"Kau tahu?"
"apanya?"
Exell menghela nafas, ia menegguk Wine yang ada di atas meja dihadapannya, Gebriel menggeleng geleng melihat Exell yang kembali minum.
"Kau tak takut sesuatu?" Exell mengkerutkan keningnya dengan Pertanyaan Gebriel yang bermakna ambigu, Takut? Cihh..Memangnya apa yang ia takuti selain kehilangan orang yang ia cintai?
"Aku tak takut apapun!"
"Benarkah?"
"Bicara yang jelas!" geram Exell merasa Gebriel ingin mengatakan sesuatu yang terlalu berbelit belit.
"Hmm! bukankah kau yang tadi ingin bicara?"
"Baiklah! Kau tahu sesuatu?"
"Tentu!"
"Sudah ku duga! kau tak kehilangan ingatan masalalu seperti yang lainnya!" tutur Exell dingin, ia begitu muak dengan Gebriel yang tak mau berterus terang padanya selama setahun ini.
"Walau aku tak bicara! kau juga akan tahu!"
"Cihh! menyebalkan" ketus Exell melempar botol minum ke wajah tampan kakaknya yang lansung menagkapnya, Pria itu menghela nafas berat melihat semua ini.
"Berhentilah Minum!"
"Untuk apa?"
"Kinan!"
Degg..
Exell lansung tersigap dengan ucapan Gebriel, ia menatap gelas di tangannya secara bergantian dengan wajah sinis Gebriel.
"Jangan menyebut nama istriku lagi!" geram Exell mengetatkan rahangnya erat, ia tak suka, Gadis penuh pesona yang telah membuat ia merindu itu dipanggil penuh puja oleh pria lain.
"Kau mungkin tak mencintainya lagi!"
"Jaga bicaramu Kakak!" bentak Exell murka, Sumpah demi apapun. Cinta itu masih bersemayam didalam hatinya, tak pernah berkurang atau meyusut, bahkan, rasa itu membukit ruah memenuhi dadanya.
"Kalau begitu! Kenapa kau minum?"
"Supaya dia kembali padaku!" jawab Exell datar, Gebriel malah terkekeh geli mendengar jawaban yang tak memikirkan keadaan sendiri itu, Exell memang sudah kecanduan dengan Peri yang satu itu.
"Kau berharap jika kau sakit dia akan kembali?"
"Yah!"
"Bodoh!"
"aku memang bodoh! dia tak suka aku minum, maka aku akan minum mulai sekarang, dia harus kembali bagaimana pun caranya!"
"Terserah kau saja! aku sarankan, jangan melakukan apa yang ia benci, atau dia akan melupakan rasa cintanya padamu!"
"Walau dia tak mencintaiku lagi! aku akan tetap mengikatnya dengan cara apapun!"
__ADS_1
"Licik!"
"Kau baru tahu!"
Gebriel tersenyum simpul akan tingkah Exell yang selalu Arogan dan tak mau kalah, ia mengalihkan tatapannya keluar jendela ruangan ini.
"Aku rasa Mahluk itu masih ada di Mashion ini?"
Exell mengangguk menegguk tandas minumannya lalu kembali pada gayanya yang begitu menggetarkan jiwa, ia tetap santai karna prediksinya tak meleset.
"Dia ada! tapi dalam bentuk baru!" Gebriel lansung menatap wajah datar dan sikap tenang Exell yang seakan tak tahu apa apa.
"Apa maksudmu?"
"Istriku dulu bilang! Kalau Azua itu adalah junjungan bagi penyembahnya, dia adalah ketua dari semua kelompok dihutan itu!"
"Jadi?"
"Musuh kita adalah Pengikutnya!"
"Tapi siapa?"
Exell diam, ia terlihat mempertimbangkan sesuatu dengan tangan yang memeggang lengan Sofanya yang empuk,
"Aku juga tak tahu! tapi yang jelas jangan percaya siapapun di Kediaman ini!"
"Kau tahu!" bantah Gebriel tak percaya dengan ucapan Exell, pria ini terlihat tenang seakan tak menyelidiki kejadian yang menimpa Momynya sedari kemaren, tapi, nyatanya pria ini bertindak dalam diam.
"Hutan itu telah berubah menjadi Lapangan yang indah! tumbuhan mawar biru yang cantik, apa itu tak ada hubungan dengan kejanggalan di Mashion ini?hmm!"
"Jadi maksudmu! ada kejadian besar setelah penyerangan itu terjadi?"
"hmm yah! Pasti terjadi sesuatu hingga Hutan Kematian itu berubah menjadi Hutan kehidupan, dan kenapa ingatan tentang Masa istriku tak bisa mereka ingat?"
"Ell!"
"hmm!"
"Gea!"
Exell lansung merubah auranya menjadi Dingin dengan ke tidaksukaan yang terpancar dari tubuh gagah ini, terlihat sekali Pria ini sudah menduga kearah sana.
"Dia sudah berubah! Gadis berkuncir culun itu tak adalagi, dan sikapnya juga aneh! dia seakan ingin mendekatimu El!" decah Gebriel kesal, ia pun sudah berlaih jijik dengan sikap Gea yang terus mencari perhatian mereka berdua, terutama Exell yang begitu berkuasa dan tentu sangat memukau.
"Dia sama seperti Renata!" geram Gebrial mengepalkan tangannya erat, ia sungguh muak dengan jalang satu itu.
"Jaga diri saja! aku rasa semua ini ada hubungan dengan dia!" sambung Exell yang terlihat sangat malas menyebutkan nama gadis itu.
.....
Kaki jenjang itu tampak bersilang angkuh dengan begitu Elegan, Dress panjang selutut tanpa lengan itu terlihat membalut tubuh indahnya dengan tatapan yang tak biasa menatap dua orang di hadapannya.
"Kapan aku bisa bermain?" suara lembut penuh kekuasaan itu bersenyanyu digendang telinga mereka.
"Apa kau siap?"
"hmm! kalau aku tak siap, aku tak akan bertanya!"
"Baiklah! kau akan menunjukan jati dirimu pada dunia sebagai Pewaris utama Kerajaan Bisnis keluarga Sinmart saat pesta besar besaran 3 hari lagi!" ucap Adres yang masih dengan bayang bayang tubuh gagahnya, ia tak bisa menjadi manusia nyata seperti dua wanita cantik di hadapannya ini.
"Bagaimana denganmu?"
__ADS_1
"aku adalah Mahluk terkutuk itu Adik! jangan buat aku menjadi lebih kotor dengan menjadi manusia seperti kalian!
Aliniya menghela nafas berat, Pria ini memang sangat sulit di pengaruhi, ia menatap Renata yang terlihat bungkam.
"Kau juga ikut?"
"Tentu saja! lalu kenapa aku repot repot menunggumu sampai bertahun tahun Nona Muda, jangan membuat ulah!" kesal wanita itu, ia membayangkan hal apa yang terjadi dimalam itu hingga membuat jantungnya serasa mau copot saat gadis ini malah memporak porandakan hutannya.
Fleshback..
Wusshhhh..
Putaran angin yang bergelut nyata dengan kibaran petir yang terlontar dahsyat, cahaya kebiruan yang menyilaukan mata itu terlihat menerangi seluruh penjuruh Hutan lepas ini.
"Siapa yang melakukan ini?" bentakan mengerikan dari Azua yang sudah gemetar melihat bagaimana petir dan angin kencang itu menggulung semua peraduan tumbalnya, ia juga berusaha mempertahankan pendiriannya pada tanah yang bergetar ini.
"Jangan biarkan dia menghisap Kaliannnn!" teriak Azua menghempaskan tangannya keatas hingga menimbulkan kilatan merah tajam, ia berkomat kamit dengan leluhur yang telah ia abdi selama beribu ribu tahun itu.
"Aku Mohon! Bantulah Budakmu ini Leluhur!" teriak Azua lalu melesat cepat menyerang gumpalan cahaya biru yang menyerang para Budaknya.
Whussss...
Cetassss..
Petir merah dan biru itu beradu dahsyat dengan kobaran api yang mengelilinginya. Azua merasa kekuatan ini begitu besar membuat ia kualahan.
"Brengsekk!" umpat Azua saat kilatan biru itu mengenai tubuhnya hingga terlempar jauh ke bebatuan sana.
Kegelapan malam itu menjadi saksi bisu pertempuran Dunia ilusi yang tak terlihat oleh mata Manusia awam, gumpalan asap hitam itu terlihat membukit bersamaan dengan lilitan kilatan biru yang seakan menelannya lenyap.
"Yang Mulia Pewaris! aku serahkan semua ini padamuuuu!" teriak Adres melemparkan jubah kebesarannya ke perpaduan batu besar yang menampung sang gadis yang sudah menghancurkan Hutan Terkutuk ini.
Whusssss...
Perlahan tubuh indah itu bangkit dengan kelopak mata yang terbuka dengan begitu mempesona, tubuhnya di kelilingi bunga Mawar biru yang mekar menerangi malam ini.
Ia bak Ratu yang baru bangkit dari tidur panjangnya, Netra lembut namun penuh kekejaman itu menatap para Siluman dihadapannya dengan sangat mengerikan.
"Kalian merusak kebahagian Putriku!" Suara lembut itu mengelegar membuat aungan serigala yang mengiringi ketakutan Bangsa di hutan ini.
Wanita yang tadi datang dibalik pepohonan itupun menunduk pada sang pimpinan yang telah ia abdikan selama ini.
"Aku menerima Tugasku Yang Mulia Ratu Dahliya Sinmart!"
Mereka lansung berkumpul membentuk Bangsa yang bergabung dengan cahaya kebiruan itu, inilah sang ibu dari Aliniya yang menjadi Putri tunggal Kerajaan Rings Flowers di tanah ini. ia lah pencerah air hitam yang di tebarkan para Manusia yang merusak kehidupan damai Keluarga Sempurna itu.
"Kalian adalah Mahluk terkutuk! aku bumi hanguskan kalian seperti abu, sebagaimana niatmu pada Putriku!" suara menakutkan itu lantang menciptakan pergulungan langit dan petir yang menyambar kuat diatas sana.
Buhmmmmm...
Ledakan besar itu terjadi sehingga memporak porandakan tanah dan kayu yang hancur, Kelopak mawar biru itu membungkus Para Manusia yang tadi mencoba menyelamatkan putrinya.
Adres berdiri dibawah peraduan Gadis itu, ia tahu, Kinan sekarang sedang menyatu dengan tubuh ibunya yang tak kuat lagi melihat anaknya yang tersiksa.
"Tak akan kubiarkan Kalian mengenang kelembutan tutur kata dan sifat putriku! Hanguslah semua kesakitan yang telah membuat Putriku lemah! dan tinggalkanlah Cinta yang membuat ia kuat!"
Duarrrrr...
Ledakan kedua kali ini begitu besar menyebar disetiap sudut tanah ini, kilauan cahaya biru memukau itu menyelumbungi setiap udara dan Mahluk yang terikat dengan Titah sang ibu Tanah Kematian yang diubah oleh Wanita yang kelak akan menjadi Musuh penerus bagi putrinya.
Vote and Like Sayang..
__ADS_1
Ngehalu malam malam boleh khalik ye😂