
Netra biru Pria itu menatap penuh keterkejutan dan lega pada gadis yang ada di pelukannya ini. jantung nya sudah berdetak kencang seiring dengan Truk besar tadi melaju ingin menabrak tubuh Molek ini.
"Apa kau ingin mati ha?" bentak Exell tak habis pikir dengan Kinan yang masih menatapnya kosong membuat ia tertegun.
"Kinan!" panggil Exell menepuk pipi Kinan yang masih terbengong membuat ia mulai tahu apa yang mempengaruhi wanita ini.
"Kinan! Sayang..kau bisa mendengarku kan?" ucap Exell lembut membuat Kinan tersentak kaget dengan wajah bingung dan takut wanita itu.
"El! Itu..Itu suara .."
"Sutttt! Tenaglah! kau aman sekarang!" ucap Exell memeluk tubuh Kinan yang gemetar saat melihat Mobil Truk Tangki besar itu terlihat berasap dikerumuni banyak orang.
"Ap..apa yang terjadi El? itu..ini semua Ell..Kinan.."
"Sutt Tatap mata ku!" ucap Exell menagkup pipi basah Kinan yang mulai menagis, Netra indah itu terkurung dengan Netra biru yang seakan memberinya perlindungan dengan begitu damai.
"Kau tak melakukan apa pun! kau tak tahu apa apa! kau mengerti hmm?" ucap Exell lembut mengecup berulang kali bibir ranum itu membuat Kinan terisak memeluk Exell.
"Ell hiks hiks! Dia..Dia kembali hiks hiks!" isak Kinan membuat Exell menjadi sesak, ia saja sudah jantungan dengan kejadian ini, lambat sedikit saja sudah dipastikan Kinan akan hancur dilindas mobil Tangki besar itu.
"Tenaglah Sayang hmm! kau akan aman" ucap Exell menghujami puncak kepala gadisnya dengan penuh cinta lalu menggendong Kinan kembali melangkah menuju lingkungan perumahannya.
Exell berusaha memberi ketenagan pada Kinan yang masih gemetar, entah seperti apa Mahluk yang menganggu kehidupan mereka hingga wanita ini sampai setakut itu.
"Tenaglah!" bisik Exell pada Kinan yang perlahan diam dengan kehangatan yang Exell berikan padanya.
"apa yang terjadi?" tanya anggota Keluarga Mohana yang sudah berkumpul di gerbang besar bangunan ini melihat Kinan yang tampak kacau.
"ada Mobil yang ingin menabrak Kinan!"
"Apaa?" pekik para wanita disana terkejut lalu dengan cepat membantu Exell membawa Kinan kedalam Mashion sana. namun tatapan lain mata Renata membuat Exell hanya diam tapi otaknya berfikir keras.
"Momy akan mengantarkan Makanan!" ucap Momy Chalista dan Momy yang lainnya saat tersadar tadi Kinan tak sempat makan.
"aku akan membantu?" ucap Gea namun Renata dengan cepat menarik tangannya dengan geram.
mata wanita itu terlihat mengobarkan kemarahan sekaligus aura Misterius yang membuat Gebriel di pertengahan mereka bingung.
"Renat! kalau kau tak mau ya sudah, tapi aku tak akan membiarkan mereka terluka!" ucap Gea lalu melangkah pergi meninggalkan Renata yang mengepalkan tangannya erat.
"Kalau kau berada dibalik kejadian ini! maka aku sendiri yang akan membunuh mu!" geram Gebriel pada Renata yang hanya diam menunjukan wajah santainya.
"Sampai mati pun aku akan melakukan apa yang menurut ku benar!" geram Renata menatap kepergian Gea dengan amarah yang meluap saat Gebriel sudah melangkah pergi meninggalkannya.
....
__ADS_1
Exell membaringkan tubuh Kinan keatas ranjangnya dengan ia yang memeluk gadis itu erat dengan ucapan kata penenang yang membuat Kinan nyaman dan aman.
"Kau aman Sayang! Tenaglah, aku disini!" ucap Exell mengecupi pipi gadis itu membuat para dady di ambang pintu sana mengulum senyum lembut melihat Exell yang sudah jatuh cinta pada seseorang.
"Dia kalah!" ucap Dady Arkan tersenyum membuat para temannya juga ikut bahagia.
"El sudah punya Cinta dan tujuan hidupnya King!" ujar Johan yang juga terharu jika Exell yang tak mudah jatuh cinta itu, sekarang memiliki tambatan hati yang juga tak kalah cantik dari Momy Chalista.
"aku tak tahu apa yang akan menghadang mereka kedepannya!" sambung Dady David yang diangguki dady Frank.
"Yah! ini masalah yang besar King! lihatlah, kita saja tak tahu bagaimana cara menghentikan semua ini karna Kinan sendiri tak bisa melawannya!" Dady Frank berucap lemah membayangkan kata kata Kinan yang mengatakan gadis itu berbeda dengan mereka.
"Jalani saja apa yang bisa dijalani! kalau tidak bisa pun, Exell tak akan melepasnya, aku tahu Prinsip putra ku!" ucap Dady Arkan yang percaya pada Putranya itu.
"Elll!" panggil Momy Chalista membawa nampan Makanan kedalam kamar Exell yang lansung menyambutnya.
"Terimakasih Mom!" ucap Exell pada Momy Chalista yang mengangguk lalu mendekati Kinan yang menatapnya polos.
"Sayang! kau makan ya, dan istirahatlah dengan nyaman, kami ada untuk mu!" ucap Momy Chalista mengecup kening Kinan yeng tersenyum lembut lalu melangkah pergi menutup pintu kamar Exell.
"Duduklah Sayang!" ucap Exell pada Kinan yang bersemu.
"Sayang?" tanya Kinan mata Exell yang mengulum senyum geli dengan wajah tampannya yang terlihat begitu lembut menatap Kinan.
"Suka! Kinan sangat suka!" ucap Kinan mengecup kilas bibir Exellnya lalu duduk bersandar kekepala ranjang dengan wajah bahagia menatap Exell yang tak kalah senang ketika mengucapkan kata itu.
"Makan yah?"
"Hmm!" ucap Kinan Menganggukinya, Exell menyuapi Kinan dengan telaten dan begitu lembut, ia sesekali meniup makanan yang aggak panas ini karna baru saja dimasak kembali oleh mereka.
"Enak hmm?" tanya Exell mengusap bibir Kinan yang sedikit belepotan dengan tangannya lalu memasukan jempolnya kemulut membuat Kinan terkekeh geli.
"Kemaren Es Cream! Sekarang ini, Kenapa El Kinan selalu suka menjilat hmm?" gemas Kinan mencubit hidung mancung Pria tampan ini.
"Karna kau candu ku!" goda Exell mengedipkan mata jailnya membuat Kinan bertambah bersemu memeggang pipinya.
"El bisa saja membuat Kiann begini!" ucap Kinan pada Exell yang terkekeh, meletakan nampan makanan yang sudah ludes itu.
"Seperti apa hmm?" goda Exell mendekati Kinan yang menutup wajahnya malu membuat Exell sungguh gemas.
"Elll!" rengek Kinan tak tahan dengan Perlakuan Exell yang membuatnya meleleh cair dengan rasa yang tak terjabarkan.
"Hmm ayolah! memangnya seperti apa hmm?" goda Exell membuka tangan Kinan yang menutupi wajah cantik wanita itu.
"Elll hmm!" rengek Kinan saat Exell berhasil membuka tutupan tangannya. Exell mengigit pipi merah ini dengan gemas membuat Kinan terkekeh geli merasakan gigi dan lidah pria itu mengunyel pipinya lembut.
__ADS_1
"Ell! kau Drakula!" pekik Kinan pada Exell yang terkekeh lalu membawa tubuh Kinan kedalam pelukannya dengan posisi berbaring seraya Kinan yang berada di dadanya.
"apa ada Drakula setampan ini Sayang hmm?" ucap Exell mencengkram lembut kedua pipi Kinan membuat bibir ranum itu manyun Sexy.
"Ada!"
"Siapa?"
"Elnya Kinan!" jawab Kinan mendapat kecupan penuh cinta oleh Exell.
Cup..Cup..
"Hayoo Tidur! kau bisa ku terkam nanti!" ucap Exell menyalangi tubuh Kinan seperti guling dengan tangannya yang menjadi bantalan kepala gadis itu.
Cup..
"Malam El!" ucap Kinan lalu membenamkan wajahnya ke dada bidang Exell yang mengecup kening nya lembut.
"Malam!" ucap Exell mengelus punggung Kinan lembut membuat Kinan perlahan terlelap dengan cepat.
setelah beberapa lama, Exell merasa nafas Kinan mulai teratur barulah ia mulai melepaskan pelukannya.
Cup..
Exell mengecup kening Kinan lama meresapi gejolak rasa yang melanda dirinya, kelihatannya ia memang diam, tapi ia tak akan membiarkan semua ini berlarut larut.
"Tetaplah disamping ku!" ucap Exell lalu menyelimuti Kinan dengan selimut tebal dibawah kakinya.
ia melangkah ke Balkon kamarnya dengan ponsel yang menghubungi seseorang.
"Hallo Tuan!"
"Kau sudah menyelidikinya?"
"Sudah Tuan! datanya sudah kukirim!"
"Selalu pantau dia!"
"Baik Tuan!"
Exell mematikan sambungannya lalu melangkah kedalam kamar mengambil Laptopnya. ia melihat data yang dikirim anggotanya tadi di Gmail yang telah ia rahasiakan.
.....
Vote and Like Sayang..
__ADS_1