Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Kembalinya..


__ADS_3

Peraduan empuk itu itu terlihat menampung tubuh molek yang telah lama bersemayam penyempurnaan tubuhnya, dengan kelilingan kuntum kuntum mawar biru yang perlahan mekar merebakan aroma wangi yang memabukan penciuman.


Sinaran mentari pagi itu, untuk pertamakalinya tersenyum memberi aura kehidupan bagi sang Mahluk sempurna yang tampak dibalut Kemban putih yang selaras dengan kulit bening itu. kaki jenjang yang tampak ramping pas dengan postur pinggang dan lekukan tubuhnya, surai hitam legam itu tergerak lembut karna sentuhan angin yang memberikan pijatan pada tubuh indah itu.


"Kapan dia bangun?"


"Sampai dia mau bangun!"


"Ayolah! Aku sudah tak bisa menunggu lebih lama!" ucap seorang wanita yang tampak tak sabaran melihat sang penguasa Mahluk baru itu membuka mata indahnya.


Pria dengan tubuh gagahnya itu menghela nafas berat, ia mengibaskan tangannya untuk memeriksa sejauh mana Gadis Kesempurnaan ini bermeditasi.


Whussss..


Angin itu tampak menggulung pelan kelopak bunga mawar yang tadi tertabur didekat peraduan Peri ini, menyusuri kulit lembut itu memberikan interaksi alam yang bahkan membuat jiwa mereka bergejolak damai.


"Bagunlah! Jika kau sudah selesai dengan Pencarian jati dirimu!" ucap Pria itu memejamkan matanya, begitu juga wanita yang berdiri disampingnya, mereka seakan memanggil sang Phoenix yang menjadi inti dari perputaran waktu ini.


Seketika kilau kebiruan itu muncul dari pertengahan kening gadis itu, simbol itu tampak mengeluarkan rupanya dengan bentuk mawar biru yang tampak indah dengan begitu memukau.


"Lihatlah!" Wanita itu tersenyum girang melihat kelopak mata indah itu perlahan terbuka menyebarkan kedamaian dan ketakutan disetiap lekuk Bangunan besar ini.


Mereka menatap kagum akan pahatan sempurna , dengan tatapan mata Sendu, Keangkuhan, Kelembutan, Kekuasaan dan yang lainnya itu bercampur menjadi satu seperti Bunglon yang berubah ubah.


"Selamat datang Aliniya Dahliya Sinmart!" ucap kedua Mahluk itu membungkuk hormat akan kedatangan hal yang telah ditunggu tunggu selama bertahun tahun ini.


Kaki jenjang itu perlahan bergerak teratur, kulit sehalus sutra itu bergesekan lembut dengan Perpaduan kapas putih bak timbunan keempukan yang nyaman. mata mereka lansung terngangak saat telapak kaki itu menyentuh lantai membuat cahaya kebiruan yang mengubah lantai yang tadinya kering menjadi berkilau bersih dengan desiran angin yang mengiringi pergerakan tubuhnya.


"Kau Keterlaluan!" geram gadis itu mengubah tatapannya begitu menohok tajam pada Pria yang malah tersenyum itu.


"Ini jalan terbaik! Kau tak ditakdirkan bersama dengannya!"


"Siapa kau hingga berani memerintahku?" ketus gadis itu menatap mereka dengan angkuhnya, tak ada raut kepolosan atau kebodohan di netra indah itu membuat mereka menghela nafas berat.


"Kau jangan menakutiku!" pekik Wanita itu pada Gadis cantik mempesonanya yang malah terkekeh geli, Dia seakan memiliki berbagai kepribadian hingga bisa berubah rubah sesuai suasana hati.


"Aku hanya bercanda! Kak, kenapa si butek ini malah bersama kita?"


"Siapa yang kau bilang Butek ha?" bentak wanita itu merasa tersindir, mentang mentang gadis ini sudah terlihat memukau mata dengan begitu mempesona tapi ia tak terima di katai begitu.


"Sudahlah! Sekarang, ganti pakaianmu! Dia akan membantumu!" ucap Pria itu dengan suara datarnya, ia hanya bisa berlagak berbeda jika hanya berdua dengan gadis kesayangannya ini.


"Kau memang tak tahu diuntung!"


"Cihhh! Kau memang tak pantas di kasih untung!" ketus gadis itu menyilangkan kedua kainya angkuh, terlihat begitu memukau dan tampak seksi.


Pria dihadapan gadis itu menggeleng geleng, dia juga Mahluk laki laki normal, tubuh ini sangat beracun dan berbisa, ia bisa bisa khilaf melihat pahatan menggoda ini.

__ADS_1


"Pergilah! aku menunggu kalian di Starts!"


"Hmmm!"


"ayo cepat! kau biasakan jadi kacung?"


"Yang mulia pewaris yang terhormat! saya juga bagian darimu!"


"Tapi aku tak sudi!"


"Terserah kau saja!"


Wanita itu mengiring gadis angkuh berkepribadian Bunglon ini menuju tempat pemandian dan jejeran pakaian yang begitu berkelas dan tentunya menambah kesan beraura pada tubuh gadis ini.


....


Sedangkan ditempat lain, Pria tampan bernetra biru laut yang tampak memukau itu sedang menatap Megahnya Bangunan bergaya Klasik Moderen dengan perpaduan warna Silver pekat aggak ketuaan, benteng beton yang mengelilingi lapangan luas dengan jalan yang sangat rapi dan bersih. Taman belakang yang begitu indah dihisai dengan Mawar Biru dan Lily yang bermekaran, Sungguh, ini tampak begitu menenagkan.


"Tuan! apa ada yang kurang?" Asisten Dion datang bersama perancang Interior dan Furniture barang barang mewah disini.


"Aku ingin Teras luas yang lansung terhubung dengan puncak menara ini!" ucap Exell begitu bersemangat membangun Peraduan kehidupan bersama istrinya kelak.


"Baik Tuan!"


"Dan ingat! jangan ada yang masuk kedalam kamar kami!"


"Baik Tuan!"


Namun, suara deringan ponsel pria itu membuyarkan pekerjaannya, ia melihat nama yang tertera di layar benda pipih ditangannya.


"Serly? untuk apa dia menelfonku?"


"Hmmm!"


"Kak! Momy jatuh dari tangga!" mendengar itu Exell lansung terlonjak kaget bukan main, apalagi dengan suara cemas Serly diseberang sana.


"Aku pulang!"


Tuttt..


Exell lansung berlari keluar bersamaan dengan Asisten Dion yang mendengar percakapan Tuannya,


"Cepat Pulang!" titah Exell pada Asisten Dion yang mengangguk, seiring dengan lajunya mobil mewah itu, begitu pula detak jantung Exell yang beradu, kenapa setiap ia pergi ketempat ini ada saja yang terjadi di Mashion sana, bukan kali ini saja Momy Chalista menjadi korban.


Setelah beberapa lama ia sampai ke dalam Mashion, kakinya lansung berlari menuju kamar Momynya.


"Momy!" Exell lansung berhambur keatas ranjang wanita prauh baya yang sedang ditangani Dokter Denis itu.

__ADS_1


"Apa? apa yang terjadi?" panik Exell melihat kening dan kaki Momynya yang di perban, sungguh, kalau terjadi sesuatu pada wanita yang sangat ia cintai ini, tak akan ia beri ampun manusia yang melukainya.


"Momy hanya terjatuh dari tangga Boy! hanya luka kecil" Momy Chalista mencoba menenagkan putra posesifnya ini, terlihat sekali guratan ketidak puasan dari wajah tampan itu.


"4 kali!"


Mereka lansung bungkam, Pria ini sekarang sudah tak lagi mau mendengarkan penjelasan dari mereka.


"4 kali Momy terjatuh dari tangga sialan itu, kan ada Lift Mom, jangan membuat aku jantungan!" omel Exell tak habis pikir, ia menatap dadynya yang kelihatannya juga sudah memarahi wanita ini karna tak mau dibilangi.


"Akan ku hancurkan tangga sialan itu!" geram Dady Arkan turun dari ranjangnya, namun, Momy Chalista dengan cepat mencegahnya.


"Sayang! aku tak apa apa! aku hanya..!"


"Bagaimana jika kau terluka lebih parah dari ini Chalista! Kau ini kenapa jadi begini" kesal Dady Arkan pada Momy Chalista yang tersentak kaget.


"Kalian keluarlah!" titah Exell pada Serly, Vina ,Jordan dan Gea yang terlihat khawatir akan keadaan wanita itu.


"Baik Kak!"


Sekarang tinggal Gebriel, Exell dan dady Arkan yang menatap tajam Momy Chalista yang tertunduk dengan pandangan para Pria kesayangannya itu.


"Kenapa bisa begini mom?" Exell mengelus kepala Momynya lembut, membuat Dady Arkan tak tega memarahi wanita ini.


"Ceritakan padaku Sayang! kau jangan merahasiakan apapun! hmm?"


"Iya Mom!"


Momy Chalista menghela nafas berat, ia juga bingung harus menceritakannya bagaimana lagi.


"Bagini! tadi Momy ingin turun kebawah dengan Lift karna Momy juga sedikit ngeri kalau dengan tangga! tapi, Momy tak tahu apapun setelah itu, seakan pikiran Momy kosong dan ..!"


"Dan apa Mom?"


"Dan Momy sadar saat Momy telah terjatuh dari tangga itu! Semua kejadian juga begitu!" sambung Momy Chalista bersandar ke dada bidang suaminya, ia segan untuk menceritakan kejadian ini pada para Ponakannya.


Gebriel dan Exell saling pandang rumit dengan artian masing masing.


"Dad! Temani Momy setiap saat, urusan perusahaan di Berlin biar aku saja!"


"Baiklah!" Dady Arkan mengangguki ucapan Gebriel, ia juga takut, saat ia tak ada bersama istrinya ini seperti tadi, maka hal aneh ini akan menimpa kembali.


"Ikut aku!"


Gebriel mengikuti Exell yang terlihat ingin menyampaikan sesuatu padanya.


....

__ADS_1


Vote and Like Sayang..


__ADS_2