Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Hasrat keras..


__ADS_3

Netra biru laut itu menatap Kinan yang sedang meringkuk di samping sofa sana. hatinya merasa tercolos melihat penampilan kacau gadis ini yang baru ia lihat saat beberapa menit tadi.


ia tadi nya ingin meninggalkan Kinan yang begitu bergantung padanya itu, tapi, ia kembali berfikir, jika tanpanya Kinan tak akan mau menuruti orang lain.


"Heyy!" ucap Exell berjingkok menyamakan tingginya dengan Kinan yang masih meringkuk tanpa perggerakan.


"ada apa dengan mu?" gumam Exell saat melihat kedua kaki Kinan yang lecet karna berlarian tanpa alas dari taman tadi.


"hmmm!" gumam Kinan saat tangan Exell menyentuh luka dikakinya, Netra indah itu perlahan terbuka mengerijap beberapa kali melihat wajah tampan Exell yang membuatnya kelut.


"El !" lirih Kinan dengan bibir yang gemetar mengelus pipi pria itu, Exell terkejut saat melihat Kinan menitihkan air mata setiap memanggil namanya dengan penuh kesakitan dan rasa takut.


"Ka..Kau kenapa hmm?" tanya Exell pada Kinan yang dengan cepat memeluk tubuhnya erat dengan isakan halus itu.


"El hiks hiks! Kinan tak ingin pergi hiks hiks, Jangan usir Kinan ya !" pinta Kinan sekugukan menatap Exell yang mengangguk saja.


"Kau bisa mengobati luka, lalu kenapa kau biarkan luka ini?" tanya Exell aggak kesal pada Kinan yang masih dilanda sekugukan.


"Ki..Kinan tak sekuat itu! setiap energi yang Kinan keluarkan maka itu akan membuat Kinan sakit!" jelas Kinan menggesekan hidungnya ke dada Exell untuk menghapus ingusnya membuat Exell jengkel.


"Kau jangan terlalu jorok!" pekik Exell mengelap dadanya yang basah karna air mata Kinan yang terkekeh menatap wajah kesalnya.


"Jangan tertawa! mulut mu bau" ketus Exell menutup mulit Kinan yang masih saja terkikik membuat Exell gemas.


"El!" rengek Kinan mengguyang lengan kekar Exell yang sedang melihat lecet di kakinya.


"Hmmm!" gumam Exell masih fokus pada Kaki Kinan yang sedikit berdarah.


"El!" panggil Kinan lagi membuat Exell menghela nafas lalu menatap wajah cantik gadis ini yang sembab.


"apa?" tanya Exell sinis pada Kinan yang merangkuh lehernya.


"Gendong!" pita Kinan sudah membelitkan kedua kakinya ke pinggang Exell yang menggeram melihat kelakuan gadis ini.


Pugh..


" haaa Ellll!" rengek Kinan saat bokongnya di tepuk gemas pria itu. memanyunkan bibirnya menatap Exell yang berusaha menahan diri melihat bibir ranum yang menggoda itu.


"berhenti manyun begitu! bibir mu jelek!" ucap Exell ketus lalu berdiri dengan satu tangan memeggang bokong Kinan yang merapat ke tubuhnya.


"Benarkah! tapi mereka bilang Kinan cantik," ucap Kinan memiringkan bibirnya dengan begitu imut membuat Exell beberapa kali di buat meneggang olehnya.


"Kau kerempeng tapi tubuh mu berat! makan batu ya?" ejek Exell yang tak sesungguhnya, ia hanya mencoba mencari pokok bahasan supaya pikirannya tak di kuasai hal liar itu lagi.


"Benarkah? tapi Kakak bilang tubuh Kinan pas di peluk! dan ini.."


"Stopp!" ucap Exell saat Kinan menunjukan belahan dadanya pada Exell yang menegguk ludahnya kasar. gunung kembar yang sintal itu begitu padat dan terlihat kenyal jika di gigit dan diremas.

__ADS_1


"El kenapa?" tanya Kinan menagkup pipi Exell yang terlihat merah dengan sesuatu yang mulai menusuk pahanya.


"El! kau sakit?" pekik Kinan panik menatap intens wajah Exell yang terlihat menahan sesuatu.


"Cepatlah!" geram Exell memencet tombol Lift di hadapannya. setelah beberapa lama, ia sampai ke lantai kamarnya dengan langkah yang cepat menuju kamarnya.


"El!" panggil Kinan saat Exell duduk disamping ranjangnya dengan dadayang mulai naik turun membuat Kinan semangkin panik.


"Ell! Kenapa..kenapa begini?" tanya Kinan menagkup pipi Exell yang semangkin menggila dengan sentuhan tangan lembut itu.


"Ini..ini apa yang keras?"


"akhh ja..jangan disentuh!" geraman Exell saat Kinan malah menggengam batang bertuah itu.


"Ma..Maaf! apa sakit?" tanya Kinan turun dari pangkuan Exell yang menatap resleting celananya yang sudah sesak membukit tinggi.


"Berbalik!" ucap Exell pada Kinan yang mengangguk lalu berbalik memunggungi Exell yang menghela nafas melihat tanjakan ini.


"Kenapa kau harus bagun setiap bersamanya ha? menyusahkan kusaja!" geram Exell membuka celana panjangnya dan hanya menyisahkan ****** ***** Boxer nya saja.


"El!"panggil Kinan saat Exell tak bersuara karna sibuk dengan urusan batang ori itu.


"Shitt! celana ku disana" umpat Exell baru sadar kalau celana pendek yang biasa ia gunakan saat tidur ada didalam Walkcloset.


"El!"


"Ell! kau kenapa?" tanya Kinan mulai gelisah


"Aku..


"Ell!" panggil Kinan berbalik tertegun melihat tubuh kekar pria itu yang terpampang nyata


hanya dengan dibaluti CD yang membengkak.


Mata indah itu mengerijap beberapa kali melihat ini semua, Exell melangkah mundur saat Kinan mendekatinya dengan wajah yang tak tertebak itu.


"Ma..Mau apa ?" tanya Exell gugup saat tubuhnya sudah mentok di samping ranjang itu.


"Kenapa bengkak?" tanya Kinan polos menunjuk selangkahan Exell yang sama sekali tak ia ketahui apa pun. sedari kecil ia tak pernah tahu apa pun.


"I..Ini..


"apa itu sakit El?" tanya Kinan panik berjingkok didepan Exell yang bertambah teggang, sungguh ini siksaan terbesar baginya.


"Ti..Tidak! kau..kau bisa tidur," ucap Exell menarik pelan tangan Kinan untuk tertidur disampung tubuhnya.


"Shitt! bagaimana ini?" gumam Exell merasa hasrat nya semangkin lama semangkin naik dengan mencium aroma tubuh Kinan yang memabukan.

__ADS_1


"El!"panggil Kinan menarik tangan Exell untuk berbaring di sampingnya, Exell bertambah panik saat tubuh empuk ini malah berdempetan dengannya.


"Ja...jangan seperti ini!" suara serak berat itu pada Kinan yang mengadah menatap wajah tampan Exell.


Cup..


Exell meneggang sempurna dengan mata yang melotot saat bibir ranum itu malah menyatu dengan bibirnya. untuk sesaat ia menikmati kelembuatan rasa manis itu.


"Malam El!" ucap Kinan terasnyum lembut lalu membenamkan wajahnya ke belahan dada Exell yang berusaha tak banyak bergerak.


tapi, Kinan tak nyaman dengan bengkakan dibawah sana, ia beberapa kali melihat kebawah lalu menatap wajah Exell yang seperti menahan sesuatu dengan mulut yang tertutup.


"Akhh hmm!" geraman Exell saat Kinan malah menggengam benta bertuah itu membuatnya mengigit bantal yang ada di bawah kepalanya.


"Ja..Jangan di peggang!" geraman Exell dengan berat menepuk tangan Kinan yang masih menggengam lembut pusakanya.


"Tapi El seperti enakan kalau di peggang begini!" ucap Kinan pada Exell yang sungguh ingin berkuda dengan gadis ini.


"Kinan! jangan buat aku menerkam mu!" ucap Exell serak pada Kinan yang cemberut, Kinan kembali menggengam benda itu dengan lembut membuat Exell terngangak membuat Kinan terkekeh geli.


"Ini mainan yang seru El!"ucap Kinan mulai ketagihan dengan benda ini yang asing baginya,


"Akhh Kinan kau.hmmm!" umpat Exell saat tangan Kinan menelusup masuk kedalam sana membuat jiwanya sungguh meronta ronta.


"Ell! Kinan baru tahu kalau El juga punya benda seperti ini sama seperti punya dady!"


"apa ?" pekik Exell tertahan, pada Kinan yang berfikir lalu seketika ia berbinar saat menemukan ingatan sesuatu.


"Kinan pernah melihat Momy melakukan ini!" Kinan duduk lalu membuka CD pria itu dan menjilati pangal benda itu membuat Exell menggeram kuat.


"Akhhh hmm ! Su..sudah!" ucap Exell pada Kinan yang terlihat melakukan percobaan pada benda bertuah itu.


"Tapi El ! pada saat itu dady minta seperti itu pada Momy!" ucap Kinan benar adanya.


"Ka..kau melihat benda dady ha?" geram Exell pada Kinan yang berfikir.


"hmm tidak ! saat itu remang remang, Kinan hanya mendengar suara lembut itu saja dengan erangan dady Arkan, Kinan dengan Momy melakukan itu jadi Kinan coba pada El yang juga sama!"


Exell menghela nafas lalu memejamkan matanya menetralisir perasaan dan hasrat ini. ia semangkin ingin mengetahui asal usul gadis ini.


"Tidurlah! aku tak apa apa..!" ucap Exell menarik tangan Kinan untuk kembali berbaring.


Exell memeluk tubuh molek itu dengan satu tangan yang memperbaiki CD nya yang tadi sudah merosot sampai kepaha.


" Untung aku bisa menahan! kalau tidak sudah habis kau" gumam Exell lalu memejamkan matanya mendaki mimpi yang akan mereka raungi itu.


....

__ADS_1


Vote and Like Sayang..


__ADS_2