
Exell melangkah kedalam kamarnya dengan Gadis yang baru ia persunting beberapa jam lalu berada didalam gendongannya. ia melihat jam yang ada dipergelangan tangannya menunjukan pukul 11 malam, ia melihat wajah cantik istrinya yang tampak lelah dengan guratan kecemasan yang nyata
"apa masih sakit hmm?"
"Sedikit!" jawab Kinan murung saat Exell meletakannya dipinggir ranjang. ia masih memikirkan tentang kejadian tadi yang membuat hatinya tak tenang, apalagi ucapan Renata yang sangat mengena dihatinya.
"Kenapa?" tanya Exell lembut berjongkok dihadapan Kinan dengan menggengam kedua tangan istrinya lembut.
Sorot mata keduanya menunjukan Perasaan yang menggebu, kobaran Cinta itu terlihat menggelora menusuk jantung mereka masing masing. entahlah, semangkin lama rasa ini semangkin besar, bagaimana bisa mereka saling berjauhan dengan hati yang sudah bertaut mesra.
"Bagaimana dengan Renata?"
"Kenapa memikirkanya Sayang? biar itu urusan ku!" ucap Exell mengecup kedua tangan Kinan lembut membuat rasa hangat dihati gadis itu. Wajahnya terlihat kembali berseri memancarkan kekuasaan kecantikan tiada batas itu, sekarang, Exell yang terpanah dengan lekukan indah dan senyum cantik yang menggugahnya.
"Coba Senyum lagi?" pinta Exell memangku dagu dengan satu tangannya menatap penuh candu pada wajah Kinan yang memerah tomat. Pria ini selalu bisa membuat dia panas dingin dengan ucapan dan perlakuan yang sangat romantis.
"Ellll!" rengek Kinan mengelus kepala Exell yang masih setia menatap wajahnya dengan posisi yang tak berubah dengan tatapan memuja itu.
"apa hmm?"
"Berhenti menatap seperti itu!"
"Memangnya kenapa? hmm!"
"Elll!" rengek Kinan lalu menyelumbungi wajahnya dengan selimut yang sudah memerah karna ucapan manis Exell yang memabukan.
"Ada apa ? ayo katakan padaku!" desak Exell mangkin gencar menggoda Sang istri yang selalu bertingkah menggemaskan jika di goda begini.
Exell membuka selumbungan selimut itu dari wajah cantik istrinya yang perlahan terlihat, ia mengigit bibir bawahnya menahan rasa gemas dan hasrat yang berkesinambungan menghantui tubuhnya.
"Ellll!" pekik Kinan saat Exell mengigit pipi merahnya dengan gemas membuat Kinan terkaget.
"Kenapa kau selalu membuatku ingin menerkam mu hmm?"
"Tidak tahu!" jawab Kinan polos membuat Exell menggeram dengan kepolosan yang membuat hasratnya semangkin naik ini.
"aaa Sayang!" pekik Exell frustasi dengan bagian bawahnya yang sudah meneggang, ia tak mungkin menggempur istrinya tengah malam begini, ia tak tega membuat gadis ini kelelahan.
"Sayang!" panggil Exell manja mengguncang lengan Kinan yang asik melepas gaunnya dengan sangat imut.
"apa El?"
"Itu!"
"Itu apa?"
Exell memang ingin menghantamkan kepalanya ke dinding sana, apa ini memang takdir jika otak udang istrinya ini harus berfungsi sekarang? Cihh..Menyebalkan.
__ADS_1
"Sayang! Kau jangan bercandaaa!" renggut Exell mengacak rambutnya frustasi dengan wajah yang memelas menatap Kinan yang menautkan alisnya bingung.
"Ell! bicara yang jelas! Kinan tak mengerti"
"Ituuu!"
"Itu apa?"
Exell memeggang paha Kinan dengan lembut dengan wajah berserinya menatap Kinan yang terlihat mengerti.
"Jadi El ingin itu?"
"Kau mengerti!" pekik Exell girang, entahlah, wajah datar dan dinginnya entah pergi kemana jika sedang bersama sang pujaan hatinya ini.
"Iya! El mau ini kan?"
"Iya Sayang! kau memang sangat luar biasa!" puji Exell sudah membuka Jasnya begitu juga Kinan yang membuka Gaunnya,
Degg...
Exell menegguk ludahnya kasar melihat Pemandangan indah ini. jakunnya naik turun dengan deru nafas yang memburu, Netra birunya terlihat berkobar api gairah yang memuncak. mata Pria itu bergelut liar melihat gunung kembar yang sintal dan empuk dengan lekukan tubuh yang menggoda, belum lagi dengan inti kenikmatan yang masih dibalut daleman hitam yang aggak transparan dengan bera yang membokong benda empuk itu seperti tempurung kelapa yang terbelah ruah dengan sekangnya.
"Sa..Sayang!" suara serak dan berat pria itu terdengar nyaring dengan wajah yang merah menahan hasrat yang membara. Kinan hanya diam melihat perubahan Exell yang selalu begini setiap melihat tubuhnya.
"Ell!"
Exell tak lagi memperdulikan suara itu, pikirannya sudah kacau dengan semua ini, ia hanya tertuju pada satu titik yang itu bagian yang paling Nikmat dengan aura yang seakan memanggil manggil nya untuk menyentuh lebih liar.
"Ini El!"
Exell mengerijab beberpa kali saat Kinan menyerahkan Gaunnya pada Exell yang kebingungan.
"Untuk apa?" dengan suara mendesak karna tak tahan lagi dengan ini semua, Pusakanya sudah membengkak dibawah sana membuat ia kelimpungan.
"Kan El Mau ini!"
Bugh..
Tubuh Exell lansung tumbang keatas tempat tidur geraman di mulut pria itu. Exell terlentang terkapar na'as, bagian inti Pria itu nampak menonjol dengan ketat dengan dada yang naik turun dengan cepat.
"Ell!"
"Akhhh! Jangan ..Jangan dipeggangg!" pekik Exell saat Kinan malah memeggang tonjolan Keperkasaan itu dengan bingung.
"Pasti itu tegak lagi ya El?"
"Hmm!" jawab Exell malas bicara, ia masih kesal dengan istrinya yang terlampau bening ini. dari Tubuh yang bening hingga otak pun bening. Sungguh, ia harus banyak kedokter untuk mengecek tekanan darahnya mulai sekarang.
__ADS_1
"Elll!"
"Hmmm!"
"Kenapa diam?"
"Hmm!"
"Elll!"
"apa?"
"Kinan tak suka El diam diam begini!" renggut Kinan berbaring memeluk Exell dengan kepala yang berada didada bidang pria itu.
"Tidur hmm?"
"El bicara ?"
"Ya terus siapa lagi yang bicara Sayang?kau memang menguji iman Suami mu ini!" ucap Exell gemas menepuk nepuk bokong bulat istrinya yang terbiasa tertidur begini. ia seperti mempunyai Bayi Molek sejak keberadaan Kinan.
Setelah beberapa lama, Exell bisa mengendalikan Hasratnya, ia masih menepuk nepuk bokong padat itu dengan senyuman yang mekar melihat wajah cantik ini yang terlelap.
"Kenapa kau selalu menyiksa ku hm?"
Exell mencubit gemas pipi putih itu. tapi ia menghela nafas berat melihat Kembali pemandangan indah ini.
"Lain kali kau tak akan lolos!" gumam Exell lalu hati hati membaringkan tubuh istrinya, ia melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan wajah istrinya itu.
Lalu kembali membawa Spon putih dan pembersih wajah yang hanya digunakan untuk membersihkan debu saja karna Kinan tak ber Make up tadi.
"Sutttt!" Exell kembali menepuk bokong istrinya saat gadis ini menggeliat saat ia melakukan ritual pembersihannya hingga Kinan kembali tidur.
Begitulah yang Pria Tampan itu lakukan setiap malamnya, ia sangat suka mengurus bayi cantiknya ini dengan kelembutan yang selalu ia tunjukan.
Tak ada kata Bosan untuk memandang, Tak ada rasa jengah untuk menyentuh, ia menikmati masa masa ini. Kapan lagi dia bisa menjadi Tiang dan pelindung bagi Gadis ini, kalau tidak sekarang?.
"Tidurlah dengan nyenyak hmm!" bisik Exell lalu mengecup bibir itu lama dan menyelimutinya dengan sangat tenang seakan ini seekor kucing manis yang bisa saja terggangu akan perggerakannya.
"Hmm!" gumam Exell saat Asisten Dion menelfonnya seraya tangan yang merapikan helaian rambut istrinya.
"Dia bersikap aneh Tuan! Dia tak ingin bicara apa pun!"
"Aku kesana sekarang!"
"Baik Tuan!"
Exell merapikan kemejanya lalu melangkah ke Walkcloset untuk mengganti pakaian. ia tak bisa mendiami wanita itu lebih lama.
__ADS_1
....
Vote and Like Sayang..