
Semilir angin yang segar itu tanpak bersenyayu behembus menenagkan jiwa, suara kicauan burung yang terlihat sibuk menatap mentari yang sudah beranjak naik keatas kepala sana.
cahaya mentari siang ini sangatlah terik, tapi juga diselingi dengan angin segar yang menerpa tubuh mereka.
Yah..Mungkin mereka sedang melakukan aktifitas rutin siang ini sehingga deru kendaraan dijalan sana begitu nyaring dengan suara deritan langkah dari pejalan kaki yang melakukan Kegiatannya.
Tapi. Ahhh ini sulit dipaparkan, diruangan yang semalam menjadi tempat Pernaungan gila gilaan itu terlihat sunyi, tenang seakan ini adalah ruangan Sepasang Dewa Dan Dewi yang tampak begitu nyaman.
Ohh Shitt.. Lihatlah, wajah mereka, sangat imut dan Sempurna, apa ini memang Ciptaan Tuhan yang tiada duanya? Cihh.. siapa yang bisa tahan melihat sepasang manusia yang kelelahan ini.
"Ehmmm!" Si Putri tidur yang tadinya dipeluk erat dengan hangat oleh sang pangeran pun menggeliat disela sela rasa nyamannya, kelopak mata itu berkedut dengan hidung yang menempel sempurna didada bidang sang pangeran yang tampak terlelap dengan sangat..sangat Mempesona.
Secercah senyuman kebahagian itu melengkung indah, Netra cantiknya menatap sang pangeran yang dinihari tadi menggempurnya dengan begitu perkasa.
Shitt.. Kenapa bagain inti itu berkedut kembali saat melihat bentuk tubuh kegagahan ini.
"Pagi Sayang!" bisik Kinan dengan penuh kelembutan. namun, Kinan terpekik kaget saat bibirnya malah disambar tangupan ikan Piranha jantan ini. ia berusaha mengelak tapi sayang bibirnya sudah dihisap dengan lembut penuh jilatan membuat Kinan terhanyut membalas pergumulan ini.
"Ehmmm Elmm!" Pekik Kinan tertahan saat bagian intinya terkena tekanan dari pusaka Exell yang terlihat terpancing juga.
"Maaf Sayang! aku lupa!" ucap Exell melepaskan ciuman dahsyatnya saat mendengar rintihan sang istri. ia baru sadar kalau ia melakukannya dengan ganas dan kelepasan semalam membuat Kinan kesakitan.
"Akhh ss Sakitt Ell!" desis Kinan saat Exell melihat luka robekan dibawah sana, entahlah .. ia pun tak habis pikir dengan Kegiatan mereka yang melelahkan tapi juga sayang untuk dilewatkan.
"Ell! Jangan macam macam!" pekik Kinan saat melihat tatapan lain dari wajah mesum Exell yang seketika gagal fokus melihat bentuk tubuh istrinya. darahnya kembali mendesir panas dengan lonjakan hasrat yang naik kepermukaan.
"Ayo Mandi!" Exell menggendong tubuh wanitanya menuju kamar mandi. ia mati matian menahan hasrat saat kulit lembut dan dada empuk itu bersentuhan rapat dengan dadanya.
"Ell! Kenapa Tegak lagi?" tanya Kinan polos melihat bagian inti suaminya yang terlihat kembali berdiri membuat wajahnya memerah saat mengetahui apa penyebabnya.
"Lain kali aku akan membuat mu terlentang sampai seminggu!" ketus Exell merasa panas dingin dengan tatapan istrinya itu. wanita ini kalau didiamkan sangat sayang bukan? tapi apalah daya, ia harus menahannya karna Goa lembab itu sedang mereigenerasi sekarang.
"Ell! Kinan mau mandi!"
"Ya mandi! lalu mau apa?" goda Exell mengedipkan mata jailnya membuat Kinan memerah tomat lansung membenamkan wajahnya ke dalam Bathup yang telah di isi air oleh Suaminya. Exell menggeleng geleng gerah, ia harus menundukan tombak ini kembali.
"Ell! untuk apa?" saat melihat Pria itu menuangkan cairan Aromaterapi ke dalam rendamannya.
"Biar kau Rileks Baby!"
__ADS_1
"Terimalasih!"
"Sayangnya mana?" tanya Exell ingin mendengar ucapan saat ia membuka mata tadi dimana Sang istri membisiskan ucapan selamat pagi yang memuaskan.
"Terimakasih Sayang!"
"Yes Baby! Sekarang, berendamlah dulu, nanti akan ku bantu membersihkan diri!"
"Baik Sayang!"
"Anak Pintar!"
"Kianan memang Pintar!" bangga Kinan membusungkan dadanya membuat Exell terlonjak kaget lalu menggeleng geleng saja. kalau bukan karna Goa itu sedang dimodifikasi, ia tak akan tahan kalau seperti ini.
Exell mandi air dingin di Shower sana. sesekali ia menatap Kinan yang asik memainkan busa busa yang ada didalam Bathupnya. memang wanita ini sangat mirip dengan seorang bayi kecil yang sangat ia cintai.
"Sudah? hmm!"
"Sudah Sayang!"jawab Kinan saat Exell menyudahi acara mandinya, Pria itu menyabuni tubuh Kinan yang hanya menurut selayaknya anak kecil pada ibunya. sesekali Kinan menepuk tangan nakal Exell yang meremas gudukannya gemas.
Setelah beberapa menit, mereka keluar dari tempat Pemandian itu dengan Exell yang memakai handuk dipinggangnya dan Kinan memakai Bathrobe di tubuhnya.
"Untuk apa El?" Kinan bingung saat melihat Exell membawa sebuah salep dari laci sana, ia didudukan Pria itu ke tepi ranjang dengan wajah yang serius membaca lebel dibotol kecil ini.
"Apa terlalu para Sayang?" tanya Kinan saat Pria itu tertegun menatap semua ini. Exell menyentuh bibir goa yang sudah bersih dan wangi dengan aroma mawar yang kuat.
"Sangat Parah!" serak Exell lalu mengecup apem itu dengan lembut membuat Kinan mengigit bibir bawahnya.Namun, Suara teriakan diluar sana membuat Exell menggeram frustasi,
"Kakakkkkkk!"
"Shittt! apa mereka memang tak ingin hidup lagi?" geram Exell seraya mengoleskan salep itu ke luka sobekan Kinan, sesekali ia meniupnya takut Sang istri kesakitan.
"Apa Sakit?"
"Sedikit Sayang!"
"Baiklah! Kau istirahat saja disini, biar aku yang mengurus segalanya!" ucap Exell mengambil handuk dan mengerikan rambut panjang istrinya. ia tak suka memakai alat pengering karna ini lebih mengesankan.
"Kakakkkkk!"
__ADS_1
"Biar Kinan liat!"
"aku saja Sayang! kau berbaringlah dengan tenang, Istirahat yang cukup!" cegah Ezell pada Kinan yang sedikit tak enak.
"Tapi Sa.."
"Mau ku gempur lagi?"
"Kinan nurut!" jawab Kinan lansung membaringkan dirinya terlentang membuat Exell mengulum senyum geli. Pria itu memperbaiki baringan Sang istri tercintanya.
Setelah beberapa lama bersiap, Exell keluar dari Walkcloset dengan memakai pakaian santai seperti biasa, ia tak kerja hari ini karna ia masih ingin bersama dengan sang istrinya setiap waktu.
"Kakakkkk!"
"Hmm!" jawab Exell membuka pintu kamarnya, dua cecunguk itu saling pandang lalu terkekeh geli dengan pikiran nakalnya.
"Berhenti cengengesan atau Kakak Cuci otak kalian!" geram Exell pada Serly dan Vina yang mengangkat jarinya berbentuk V.
"Ada apa?"
"Momy menyuruh Kalian turun! ini sudah siang, Kak Kinan harus Makan!"
"Hmm iya Kak! Momy bilang Salepnya dipakai 3 kali sehari, mungkin satu hari sudah kering!"
"Bocah Mesum!" ketus Exell mengunci pintu kamarnya rapat takut nyamuk masuk mengigit kulit lembut sang istri didalam sana.
"Rapat amat kak!" ucap Serly mencoba mengintip tapi Tangan besar Exell menarik lengan mereka berdua melangkah pergi.
"ayolah Kak! intip sebentar!"
"Tidak boleh! Dia Milikku!"
"haiss! padahal semalam aku yang memberi Vidio itau!"
"Kauuu...!" geram Exell pada Serly yang berlari pergi bersama Vina yang menertawakan Exspresi Kakaknya.
"Kakak Terlalu Sensitif! hhahaha!"
"Momyyyy!" pekik mereka saat Exell menarik tangannya untuk mengajari otak kotor bocah bocah tak berakhlak ini.
__ADS_1
....
Vote and Like Sayang..