
Kilatan bayangan hitam itu terlihat gesit secepat kilat menelan tubuh anggota keluarga Mohana yang sedang berada dilantai bawah sana.
"Aunty!"pekik Vina melihat Momy Chalista yang menghilang seiring dengan desiran angin kuat yang kencang itu.
Whusss..
Serly berpeggangan ke ujung sofanya saat melihat Vina yang sudah hilang di netra matanya, angin kuat itu berhembus kencang memporak porandakan perabotan Mashion.
Whusss.. Prank...
"Tolong hiks hiks!" teriak Serly merasa kilatan hitam itu mulai mendekatinya, namun Serly lansung berlari menuju Dady Arkan yang baru turun, alangkah terkejutnya pria itu melihat seisi Mashionnya yang berantakan.
"Uncle Ar...!"
Whusss..
Serly lansung tertelan oleh bulatan kehitaman kuat itu hingga membuat para pelayan Mashion histeris ketakutan bukan main.
"Diamana istriku?" teriak Dady Arkan pada Pelayan-Pelayan yang lansung gemetar dengan bencana ini.
"Tu..Tuan! Nyonya dibawa bayangan hitam itu bersama yang lainnya!"
Dady Arkan terkejut bukan main, ia menatap angin yang menggulung kencang itu dengan sangat geram dan murka.
"Keluar kau brengsek!"bentak Dady Arkan dengan netra tajamnya yang berkilat tajam membaca pergerakan kilatan hitam itu.
"Kematiannnnn!"
Whusss...
"Tuannnn!" teriak Pelayan-Pelayan disana melihat Dady Arkan memasrahkan dirinya ditelan kabut hitam itu, ia tak ingin terpisah dari istri dan para ponakannya yang sudah lebih dulu hilang tak tahu arah.
....
Sedangkan diruangan ini, Pria tampan bernetra biru itu menatap geram pada kejadian yang diluar duga'an, kariawannya yang ada di ruangan Meeting ini semuanya tumbang dengan kepala yang sudah terputus menyemburkan darah segar amis. ceceran darah yang begitu kental menyeruk masuk kedalam indra penciumannya.
"Siapa yang melakukan ini?" gertakan gigi pria itu beradu kuat, ia baru saja datang bersama Asisten Dion yang lansung terkaget dengan keadaan ruang pertemuan mereka yang sudah kelam mengerikan dengan darah yang terjiprat ke dinding sana.
"Tuan! ini..!" Exell lansung merampas surat yang dituliskan dengan darah itu, ia mengepalkan tangannya erat melihat kata kata ini.
Kinan atau Keluargamu...
Asisten Dion merasa aura yang dikobarkan Tuannya sudah tak bisa lagi dirinya kontrol, jantungnya berdetak kuat seiring dengan tubuh yang gemetar tak berani menatap wajah kelam itu.
Tanpa banyak bicara, Exell lansung melangkah keluar dari ruangannya dengan netra biru yang sudah memancarkan aura iblisnya, ia tak memperdulikan salam hormat para manusia yang bertemu dengannya, yang ia tahu sekarang, hanya istri dan juga keluarganya.
Asisten Dion melajukan mobilnya cepat membelah keramaian kota yang ingin menginjak sore ini, ia tak berani mengeluarkan satu katapun karna gentar akan Tuannya yang sudah dingin mengerikan dibelakang sana. setelah beberapa lama, mereka sampai kekediaman besar ini.
"Hubungi anggota lainnya!" Asisten Dion mengangguk patuh dengan Exell yang lansung turun berlari kedalam Mashion sana.
__ADS_1
Wajahnya semangkin mengeras melihat keadaan Mashion yang berantakan, sudah pasti terjadi penyerangan disini.
"Dimana istriku dan yang lainnya?" Exell melangkahi mayat penjaga Mashion yang sudah tergorok sadis tak berdaya dengan tagapan matanya pada para pelayan yang nampak masih pucat pasih.
"Tu..Tuan! Yang lain dibawa bayangan hitam itu! kalau Nyonya, kami tak melihatnya turun sedari pagi!"
Deggg..
Jangung Exell berpacu cepat dengan perasaan yang berkecamuk membuat ia terkadang sulit bernafas.
"Sayang!" teriak Exell berlari menuju Liftnya, ia merutuki dirinya yang tadi meninggalkan wanita itu sendiri. Lift itu sampai kelantai kamarnya, setibanya disana ia lansung mendobrak masuk kamarnya.
Brakk..
Pintu itu terbuka kasar dengan tatapan kacau Exell menatap kamarnya yang kosong, ia berlari menuju balkon, tapi sayangnya sosok pulen itu tak ada lagi di kamar ini.
"Sayanggg!" Teriak Exell mulai kacau, ia berlarian keseluruh ruangan kamarnya mencari wanita itu, namun nihil, tak ada sama sekali tertangkap oleh netranya.
"Brengsek!" umpat Exell sudah kepalang geram dengan semua ini, otaknya liar mencari keberadaan semua keluarganya.
"Tuan! Mereka sedang ada di Kediaman Sinmart!" Exell lansung berlari menuju mobilnya dengan Asisten Dion yang kembali memacu kendaraannya cepat.
....
Cetassss....
Satu Gumpalan asap yang memenjarakan 5 manusia yang sudah tak sadarkan diri itu menatap kosong kearah luar gumpalan tebal itu, mata mereka terlihat tak bergairah untuk hidup dengan netra hitam yang menandai kesadaran mereka telah diambil oleh sang empu yang sedang duduk disinggasanah di seberangnya dengan Tuan Sinmart yang ada disampingnya, pria itu juga tampak sama.
Dady Arkan terlihat di ikat oleh tali hitam yang mengendalikan Kurungan sihir ini, hanya dia yang masih sadar karna ia sempat menghindar dari cairan hitam yang tadi Mahluk itu jipratkan.
"Momy!" Wanita cantik itu terlihat menyeringai menatap Kurungan kegelapan yang telah ia buat untuk melancarkan serangan besar kali ini.
"Sayang! tunggu sebentar lagi! dia akan menjadi milikmu!" ucap Nyonya Ambers tersenyum misterius, ia menatap sosok cantik yang sudah bermandian darah yang memberi pagar Kematian di sekeliling ini.
"Lihatlah! sebelum detik kehancuran mereka! Budakku itu masih melakukan ritualnya untuk menyempurnakan kekuatan kita Sayang!"
Renata menatap tajam Kurungan anggota keluarga Mohana itu, tatapan netranya terkadang sendu lalu gelap kembali seakan ia tersiksa dengan semua ini.
"Jangan menyentuhnya!" bentak dady Arkan saat Renata ingin menyerang istrinya yang tak sadarkan diri, ia berusaha lepas dari ikatan ini tapi semangkin ia menarik kuat, maka ikatan ini semangkin erat.
"Kematiann!" gumam Renata menyeringai penuh kesadisan, ia mengambil kepala yang sudah ditata di kolam penuh darah sana lalu melemparnya kedalam kurungan itu membuat Dady Arkan kelam akan sihir terkutuk ini.
"Sayang! heyy..Chalista! sadarlah!" teriak Dady Arkan saat Momy Chalista ingin memakan potongan kepala manusia itu, ia sungguh ingin menghabisi mereka tapi ia malah terperangkap disini.
Whusss...
"Makanlahhh!"
"Chalista! Sayang kau dengar akukan? jangan turuti dia!" bentak Dady Arkan menatap wajah kosong istrinya, ia memutar otaknya mencari jalan keluar hingga ia melihat jam tangannya.
__ADS_1
"Tak akan ku biarkan kau membawa istriku!" geram Dady Arkan lalu melepas paksa jam tangannya dan berusaha melemparnya ke tangan istrinya yang ingin mengigit benda itu.
Bugh..Whussss..
Momy Chalista lansung terkejut bukan main melihat apa yang ada ditangannya, ia melempar benda itu jauh lalu menatap Dady Arkan yang bernafas lega.
"Tenaglah!" Momy Chalista mengangguk walau jantungnya sudah berpacu cepat melihat lautan darah di depan mereka dengan 3 Mahluk yang tampak seperti iblis menentang di luar sana.
Namun, mereka semua terkaget saat melihat luncuran Bom dan senjata dari atas sana.
Bummmm...Duarrrr..
satu sisi bangunan besar itu roboh dengan gelunturan kehancuran yang terdengar nyaring, sepasang pasutri itu tersenyum lembut melihat Putranya dan anggota lainnya yang sudah datang mengepung tempat ini.
"Momy! dia datang mom" Gea sungguh bahagia melihat kedatangan pria tampan itu sama seperti apa yang Momynya janjikan padanya.
"Tenaglah Sayang!dia milikmu, sabarlah!" Nyonya Ambers menatap Renata yang dengan secepat kilat menyerang Exell yang memasuki pekarangan halaman luas ini.
Whussss..
liukan tubuh wanita itu cepat menuju Exell yang dengan gesit bersalto menendang Pot diatas pagar di kepalanya membuat Renata terkena hantaman benda itu.
Bugh..
"Kau mencari kematianmu sendiri!" geram Exell sudah kelam, ia tak menghiraukan tatapan penuh puja Gea diatas singasana kehitaman sana.
"Kematianmu!"
Whusss...
Exell bersiaga saat wanita itu sudah hilang dinetranya, ia mengandalkan kulitnya yang begitu peka akan aura yang disebarkan Renata begitu kelam.
"Exellll!" pekik Mereka melihat Renata yang muncul dari atas kepala pria itu, Exell memutar tubuh kekarnya mundur dengan netra yang tajam gesit membaca gerakan wanita ini.
"Kena kau!" geram Exell lalu menendang perut Renata hingga terhuyung ke dinding beton itu.
Bugh...
Renata terbatuk darah dengan tubuh yang luruh kelantai, ia mengadah menatap Exell yang sudah menduga kalau wanita ini dikendalikan.
"Ka..Kalung uhukk!"
Whusss..Duarrrr...
"Exelllll!" teriak Momy Chalista luruh melihat apa yang terjadi pada putranya.
...
Vote and Like Sayang..
__ADS_1