Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Kemarahan..


__ADS_3

Netra biru Pria itu mengobarkan kemarahan yang membara, seakan ada kobaran api yang menayala nyala dengan kegeraman yang nyata membuat semuanya diam terbungkam dengan ketakutannya sendiri.


"Kalian memang ingin mencari mati?" geram Exell menggertakan giginya membuat mereka semua lansung terduduk didepan pria ini.


"Maaf Tuan! kami memang tak melihat Nona!" ucap para Staf hotel ini yang tertunduk takut, namun mata tajam Exell menatap salah satu wanita yang terlihat berkeringat dingin dengan wajah pucatnya.


"Laptopku!" pinta Exell pada asisten Dion yang menyerahkan Laptop ditangannya ke tangan Exell yang duduk di kursinya dengan tangan yang sibuk mengetik deretan angka rumit didalam benda itu.


Asisten Dion tahu apa yang dilakukan oleh Tuan Mudanya yang sudah ahli dalam bidang IT ini. tak hayal pria ini bisa memperketat pertahanan Perusahaannya dengan Program yang ia rancang sendiri.


Takk..


Laptop itu berbunyi dengan guratan biru yang terlihat di wajah Exell yang kelam, mata Pria itu terlihat memancarkan amukan murka yang luar biasa.


"Kauuuu,..!" geram Exell pada salah satu wanita yang ingin pergi itu tapi aggota Exell dengan cekatan menagkapnya.


"Lepass! Bu..Bukan aku..aku tak bersalah!" teriak wanita itu meronta ronta membuat Staf lainnya saling pandang lalu menunduk takut.


"Kepung semua area ini!" geram Exell lalu melangkah pergi dengan aura membunuh yang berkobar didalam tubuh gagah itu.


....


sedangkan ditempat lain, seringaian iblis diwajah Pria itu mekar melihat tubuh molek gadis cantik ini sudah terbaring tak sadarkan diri diatas ranjang miliknya.


mata pria itu berkejolak nafsu dengan hasrat yang membara, ia membuka atasanya dengan menyesakan celana panjang hitam yang masih membungkus benda bertuah yang terlihat membengkak itu.


"Kau Milikku sekarang! Dia akan senang dengan apa yang akan ku lakukan!" ucap Pria itu lalu merangkak mendekati tubuh Kinan yang hanya dibaluti A-Line Dress pendeknya tanpa mantel tadi membuat semuanya tercetak jelas di mata pria itu.


"Sayang hmm!" bisik pria itu ketelinga Kinan yang perlahan menggerakan matanya, Pria itu mengulurkan tangannya untuk menyentuh dada Kinan.


"Aaaa!"


Plakkk...


Kinan terbangun dan Refleks menampar wajah mesum pria ini. ia beringsut ke punggung ranjang dengan tubuh yang gemetar takut.


"Tolong hiks hiks! Tolong Kinan!" teriak Kinan melempar apa yang ada didekatnya kepada Pria itu yang sudah memerah marah.


"Kau sangat Liar!" desis Pria itu menghapus lelehan merah disudut bibirnya karna tamparan Kinan yang kuat.

__ADS_1


"Pergii!" pergi dari sini!" bentak Kinan pada Pria itu, namun ia tak bisa membaca pergerakan Pria itu karna ada sesuatu yang membantunya.


Srettt..Tubuh Kinan ditarik ke bawah lantai dengan telak membuat Kinan merasa nyeri dipunggungnya.


"Kau jangan Munafik!" desis Pria itu lalu merobek pakaian Kinan di sekitar bahu gadis itu.


Srett..


"Ellll!" pekik Kinan merasa kulit bahunya terluka dengan tarikan paksa ini. ia menutupi bagian dadanya yang aggak terlihat dari pandangan Pria ini.


"Ini milikku sayang!" ucap Pria itu mendekat kearah Kinan yang bringsut mundur dengan lelehan bening di pipi gadis itu.


"Tolong lepaskan Kinan hiks hiks!" isak Kinan memohon dengan wajah memilukannya.


"Kau hanya..


Brakk..


pintu itu didobrak kasar oleh kaki kokoh seseorang yang lansung menghunuskan tatapan Membunuhnya ke wajah Pria ini.


"El!" lirih Kinan dengan tatapan sendunya menatap Exell yang sudah dikuasai amarah, apalagi saat melihat bagian bahu Kinan yang terkoyak membuat bekas merah di kulit mulus itu.


Bughh..


Pria itu terhempas ke samping meja sana dengan na'as, tak cukup disitu saja, Exell kembali menarik rambut Pria itu lalu kembali menghujaminya dengan tinju keras itu.


Bugh...Bugh...


"Berani kau mengusiknya ha?" geram Exell mencengkram kuat leher pria itu membuat ia sulit bernafas dengan wajah pucat yang begitu tragis.


Asisten Dion mengalihkan tatapannya pada yang lain melihat wajah Pria itu yang sudah babak belur dengan dahi yang berdarah, sungguh, Pria tampan bernetra biru ini memiliki jiwa yang sama seperti dady Arkan yang sangat Kejam dan beraura Pshycopat.


"Kau pantas mati!" geram Exell lalu membenturkan kepala Pria itu kedinding di sampingnya.


Bugh...


darah segar yang mengalir dari kulit kepala Pria itu membasahi wajah dan leher yang mengerikan membuat mereka meneggang ditempatnya.


Degg..

__ADS_1


Kinan meneggang ditempatnya saat melihat kilatan hitam yang menyelumbungi mata Pria itu.


"Elll!" panggil Kinan saat Exell ingin kembali membenturkan kepala itu dengan keras pun berhenti mendengar suara lembut itu.


"Kinan ingin pulang hiks hiks!" isak Kinan pada Exell yang melempar tubuh pria itu ke sudut ruangan sana lalu melangkah mendekati Kinan yang mengulurkan tangannya minta di gendong Pria ini.


Grepp..


Kinan mendekap tubuh gagah ini dengan erat disertai isakan kecil dari mulut gadis itu.


"Ell hiks hiks!" isak Kinan pada Exell yang membalut tubuhnya dengan jas dan sentuhan lembut yang ia berikan ke kepala Kinan.


"Suttt! Tenaglah, aku disini!" ucap Exell lembut mengusap kepala Kinan yang membelit lehernya erat.


"Bereskan ini!" titah Exell pada Asistrn Dion yang menganggukinya lalu memerintahkan anggota Exell untuk mengurus semua kekacauan ini.


Exell melangkah keluar kamar Hotel ini dengan bibir yang mengecup puncak kepala dan kening Kinan berulang kali membuat siapa saja yang melihatnya begitu iri.


"Bagaimana dengan wanita itu Tuan?" tanya anggota Exell yang tak bisa memanggil Exell King karna King Arkan masih menjadi pimpinan terbesar mereka lagi pula Exell tak mau terjun ke dunia yang sama seperti dadynya dulu.


"Bawa dia kemarkas!" ucap Exell dingin lalu melanjutkan langkahnya menuju Loby luar Hotel dimana Mobilnya sudah terparkir dengan siap di depan sana.


"apa kau terluka?" tanya Exell mendudukan diri mereka ke kursi mobil itu seraya Asisten Dion yang mengemudikannya cepat.


"Heyy!" panggil Exell saat Kinan malah melamun dan tersentak dengan panggilannya.


"Kinan baik baik saja!" ucap Kinan dengan wajah kusutnya dan kembali memeluk Exell yang geram saat melihat bahu Kinan yang merah dan memar.


"Seharusnya aku menggiling tubuh Pria itu!" geram Exell mengatupkan rahangnya erat. ia mengambil kotak obat di belakang sana lalu mencari antiseptik yang digunakan untuk menghambat pertumbuhan Bakteri atau Patogen lain pada memar dan luka goresan ini.


"Dion!" geram Exell pada Asisten Dion yang dengan segera mengalihkan pandangannya dari kaca Spion yang ia turunkan kebawah supaya Exell leluasa mengobati Kinan tanpa tatapan dari siapa pun.


"Sss aaau!" desisan Kiann saat Exell menyentuhkan kapas ke bahunya.


"Tahan ya!"ucap Exell lembut meniup niup luka kecil itu membuat Kinan menikmati pemandangan indah ini.


namun, ia kembali kusut saat memikirkan tentang Pria yang mencoba melecehkannya tadi, ada bayangan hitam yang mempengaruhi pria itu membuat semuanya runyam.


.....

__ADS_1


Vote and Like Sayang..


__ADS_2