Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Kalian percaya itu..?


__ADS_3

Kemerlap lampu malam ini begitu memukau dengan Future yang luar biasa, hiasan panggung yang bernuansa gelap dengan deretan lampu yang bercahaya berbagai warna untuk menghiasi dinginnya malam ini.


Lapangan luas didaerah Peggunugan Syuhan itu terlihat dipenuhi dengan kursi-kursi yang akan menampung manusia yang sudah melangkah memenuhi tempat yang sudah disediakan oleh panetia acara ini.


Acara malam ini bertajuk glamor dengan Cuaca musim dingin karna memang selalu dingin pada saat malam harinya, Tenda besar di Camp para Sultan itu terbentang luas menyusuri garis Lapangan yang sudah dibentuk sedemikian rupa untuk menampung manusia malam ini, Dinding kaca tebal yang berhiasan lampu kecil itu memperjelas rintikan hujan salju yang turun membuat suasana begitu asik dan tentunya intim.


"Tuan dan Nyonya Sekalian! silahkan menempati kursi yang telah disediakan!" suara lantang Host yang mengarahkan Tamu undangan itu kedalam Ruangan Kaca tebal hangat yang menyediakan Fasilitas mumpuni untuk kasta atas.


"Disainnya sangat pas untuk Malam puncak Event ini!" puji Nyonya Nichol yang terkagum akan semua ini, begitu juga istri Tuan Nias dan para petinggi lainnya.


Setelah beberapa lama, Ruangan luas itu sudah terisi dengan berbagai macan orang yang berpakaian terbuka karna meski diluar sana dingin, didalam ruangan ini tetap hangat karna Teknologi cabggih dan keahlian dari Pihak Management.


"Baiklah Tuan dan Nona! sebelum kita menuju acara lanjutan puncak Miss Millioner Event Stars ini, mari kita sambut, Presedir Mohana!"


Prokkk..Prokkk..


Ruahan tepuk tangan menyambut seorang pria gagah yang dibaluti stelan jas lengkap begitu rapi dan memukau, langkah tegasnya tetap beraura dengan tatapan datar yang membuat mereka menggila.


Netra birunya menatap penuh arti para ribuan manusia yang ia undang sendiri dengan namanya yang sangat jarang orang dapatkan, makanya mereka semua datang dengan gejolak memuja yang luar biasa.


"Selamat Malam Semuanya!"


"Malam Presedir!!" Suara tegas berkharisma itu mampu membuat mereka meleleh, para wanita disana berpangku tangan menyaksikan bagaimana rupa pangeran impian yang berdiri dengan gagah dan penuh auranya diatas sana, mereka tak bisa berkedip dengan aura yang memikat itu.


"Malam ini adalah Malam yang penting! Top 3 yang akan diumumkan akan maju untuk melanjutkan Event ke Pantai Maroyan! tentu itu sangatlah bergensi dan tak main-main! jadi,...!" Exell diam dengan menatap semua Wartawan yang sedang sibuk mengambil gambarnya dengan cepat dan semangat, jarang-jarang mereka bisa menyiarkan lansung Pria ini berbicara tanpa harus takut akan aura intimidasinya.


"Lakukan pekerjaan kalian dengan baik! jangan melebih atau mengurangi sesuatu yang kalian dapat!"


"Baik Presedir!" jawab mereka membungkuk hormat, Exell berbicara lantang dengan suara yang tak terbantahkan, mereka hanya bisa hening meresapi bagaimana memukaunya sosok ini hingga Exell kembali menutup Pembicaraannya.


"Terimakasih Presedir Mohana!" Exell meliriknya saja, lalu melangkah tegas dengan satu tangan yang berada disaku celananya menuju kursi kekuasaanya disamping sana, salah-salah kaprah, pasti dia yang akan dikatai Model Pria oleh orang.


"Baiklah! dengan penuh hormat! Mari kita saksikan Miss Mode yang sudah terpilih masuk ke3 besar malam ini!"


Prokk..Prokkk..


Suara riuh tepuk tangan mengiringi hentakan kaki jenjang 3 wanita yang sudah berlenggok dengan Gaun malam yang memukau, lirikan mata yang indah itu begitu penuh aura dengan senyuman ramah dari mulut cantik itu.


Miss Mirayuana tampak memakai Gaun Bodycan Dress yang begitu ketat membungkus tubuhnya, bagian punggungnya terbelah dengan warna Coklat yang kontras dengan kulit putihnya, Heelsnya begitu pas dengan kaki dan paha putihnya.


Sama halnya dengan Miss Hanna Ramesley yang memakai Gaun Sexsle Royels yang menampakan paha dan dan belahan dadanya yang sintal, rambutnya yang digulung memberi kesan dewasa dan matang.


"Wowww!" pekik mereka girang akan penampilan dua Miss Model itu, tapi kemana Miss satu lagi, bukankah ada 3 Miss Model yang akan diumumkan malam ini?


"Kemana Miss Varolina?" tanya Juri Anjely yang tak menemukan wanita itu, yang lainnya juga kebingungan.


"Bukankah dia sudah bersiap diRuang kostum?"

__ADS_1


"Panetia Pant!" Pria itu mendekat dengan wajah yang bingungnya.


"Kemana Miss Varoline?"


"Sebentar Nyonya!" Panetia Pant bertanya ada Kru yang bertugas khusus untuk itu, tapi mereka juga tak tahu.


"Tadi sudah Standbay di stars catwalk!" jawab Kelley yang menjadi juru Make-upnya.


"Haiss! mereka mulai mencari cela!" desis Panetia Pant melihat para Wartawan yang mulai membuat berita.


Exell hanya diam dengan wajah tampan yang tak terduga itu,sedangkan Asisiten Dion baru saja datang dengan guratannya sendiri.


"Tuan!"


"Ada apa?"


"Semuanya sudah siap!"


"hmm!"


Mr Hans dan Tuan Nias menatap sulit pada kekacauan ini, mereka juga menganggap exspresi wajah datar Presedir Mohana itu terlalu sulit dipahami maknanya.


"Ehmm! Bukannya tadi Miss Mirayuana yang berbicara dengan Miss Varoline?" suara Miss Hanna lantang membuat mereka lansung menatap kearah Miss Mirayuana yang masih mempertahankan exspresi wajah anggunnya seperti biasa saja, ia tahu, Miss Hanna berusaha menjatuhkan reputasinya.


"hm Yah! saya tadi berbincang kecil dengan Miss Varoline, tapi, setelah keatas panggung saya tak bersamanya lagi!"


"Hmm!" Miss Mirayuana hanya tersenyum singkat saja, namun ia tercengang saat ada rombongan pihak Keamanan yang naik keatas panggung ini.


"Miss Mirayuana!"


"Ada apa pak?"


"Kami menemukan ini dikamar anda!" Miss Mirayuana terkejut melihat anting Miss Varoline yang tadi dipakai wanita itu saat bersamanya, ia menggeleng-geleng tak setuju akan ucapan mereka.


"Pak! saya tak tahu menahu tentang itu semua!"


"Lebih baik kau selesaikan urusanmu Miss Mirayuana!"


"Tapi aku tak melakukan apapun Pak!" bantah Miss Mirayuana tegas dengan gestur khas modelnya, ia tak gentar sama sekali.


"Nilai apa yang kalian lihat!" titah Exell pada Para Juri yang menganggukinya patuh. Exell masih diam dengan rencananya sendiri.


"Miss Mirayuana! kami tak menuduh anda, tapi kami hanya ingin menyelidiki bukti saja!"


"Tapi acara saya bisa terganggu pak! anda tentu tahu saya sedang berkompetisi mewakili Agensi saya dan..!"


"Dan Miss Model yang terhormat tak akan pernah berurusan dengan hukum, bukan?"

__ADS_1


"Miss Hanna! saya tekankan pada kalian semua, Kalian boleh melakukan pekerjaan kalian dan saya juga akan melakukan pekerjaan Saya!" bantah Miss Mirayuana menunjukan ketegasannya, para wartawan sana tak tinggal diam untuk menagkap itu semua.


"Pak! saya pernah melihat Miss Mirayuana mendorong Miss Varoline dari tangga!"


Mereka lansung terkejut dengan ucapan Miss Hanna yang mengejutkan, apalagi tamu undangan yang mulai berbisik-bisik membuat 3 wanita yang mengaibkan dirinya itu geram.


"Kapan kita lakukan ini?" desak Renata yang sudah kepalang geram, wanita itu memang pandai membuat karangan cerita yang tak terjadi sama sekali.


"El belum memberi izin!" sambung Kinan yang mengecek kembali apa yang akan mereka lakukan nanti.


"Sudah jelas dia yang ingin membunuh dua wanita itu" Gea panas bukan main, kalau ia ingin bertanding kelicikan, sudah sedari dulu ia musuhi wanita itu.


"Benarkah Miss Hanna?" Miss Hanna berbinar saat Presedir Mohana yang tertarik akan argumennya tadi. ia semangkin percaya diri sekarang.


"Benar Presedir! bahkan, saya pernah mempergoki Miss Mirayuana mengurung Miss Ruenkael disebuah ruangan gelap!"


Gebriel sungguh muak dengan wanita ini, pistolnya sudah gatal untuk menembaki kening ular busuk itu.


"Baiklah! lalu bagaimana dengan ini?"


Exell menatap Asisiten Dion yang mengangguki isyarat Tuannya, ia mulai menjalankan rencananya.


"Miss Ha..Hanna! kau mau apa?" *pekik Miss Varoline ketakutan melihat wanita itu membawa pisau Silet dibelakang panggung sana, ia mundur perlahan hingga tersudut ke dinding beton itu.


"Kau menjadi pesaingku Miss! terlalu berbahaya untuk hidup!" desis Miss Hanna lalu mendorong wanita itu kedalam tangki bak yang mengangkut air dari lembah sana.


Bugh*...


"Ahhhhhh!" pekik Miss Varoline sebelum masuk kedalam Tangki bak itu.


Semua kejadian yang menimpa para Miss Model itu diputar secara jelas membuat mereka semua terngangak tak percaya, Para wartawan sana mulai menyerbu mendekati panggung.


"Ba..Bagaimana bisa?" gumam Miss Hanna pucat, tungkainya seakan tak bertulang lagi melihat Rekaman Vidio itu.


"Apa itu benar anda Miss?"


"Kau keterlaluan Miss Hanna!"


"Miss! jelaskan perbuatanmu?"


Miss Hanna menggeleng tak mengakui semua itu, ia sudah gemetar menatap tatapan tajam semua orang padanya.


"Kalian percaya itu? haa ayolah! aku tak semurah itu, kalian tentu tahu, banyak orang ingin menjatuhkan aku!" sangkal Miss Hanna dengan lagat yang berusaha tenang meski jantungnya sudah serasa mau pecah sekarang.


...


Vote and Like Sayang..

__ADS_1


__ADS_2