
Gemercik rintikan air deras yang turun dari langit gelap sana mengguyur habis semua Benda dan Mahluk dibawahnya, ia tak perduli dengan dingin yang ia ciptakan. ia tak perduli dengan kesakitan seseorang yang menagis dibawah rendungan awan gelap ini.
Kaki jenjang tanpa alas itu terus berlari tak tahu arah, air mata kesakitan penuh luka itu terus mengalir bercampur dengan air hujan yang membasahinya.
Mengabaikan geludukan petir yang menyambar nyata, tak perduli dengan tubuh yang basah dilanda kesejukan dengan kaki yang berdarah karna berjalan menapaki tanah yang bercampur dengan kerikil yang tajam.
"Kinannnn!" teriakan seorang pria yang mengejar sang kekasih hati yang telah membuat separuh nyawanya hilang seiring dengan kepergian gadis itu.
Kinan hanya diam, ia terhenti ditepi jalan Tol yang dulu tempat ia nyaris kecelakaan dilindas Mobil.
"*Tepati janjimu!"
"Berikan nyawamu Adikkk*!"
Bisikan itu kembali melanda Kinan yang bungkam, kedua tangan gadis itu terkepal dengan mata yang menatap kearah Mobil Mobil yang lalu lalang ditengah badai hujan ini.
Whusssss...
Terpaan angin kencang menerbangkan kibaran Dress yang membalut tubuh Molek itu, Pakaian yang ia kenakan sudah mengetat lengket membentuk lekuk tubuh indahnya. namun, Kinan tak perduli, Alam sudah menginginkan nyawanya sekarang.
"Apa harus sekarang?"
Batin Kinan merasa dadanya begitu sakit, ini lebih sakit dari hari hari sebelumnya, ia merasa tubuhnya seperti dicabik cabik untuk meluluh lantahkan segalanya.
"Uhukkk!" Kinan terbatuk darah dengan cairan merah segar bercampur lendir yang keluar dari mulut dan hidungnya, ia tersenyum miris, Inilah akhir dari segalanya, tak ada yang bisa memutus sumpah yang telah ia ambil.
"*Kau harus Pulang Adikkk!"
"Kau akan menjadi Tumbalkuuu! hahahahah*!"
tawa mengerikan itu datang terus menerus, Kinan sudah lelah, ia memaksakan kakinya untuk melangkah ketengah jalan yang ramai itu, ia tak perduli dengan suara klakson dan teriakan mereka yang tak habis pikir dengan kelakuannya.
"Kinann! Sayang ..kau jangan melakukan ituu!" teriak Exell yang berseberangan dengan Kinan, Exell sungguh tak bisa bernafas lagi, kenapa gadis ini memelih pergi dengan jalan seperti ini.
Kinan menoleh kebelakang, ia tersenyum menatap Exell yang terkejut melihat hidung dan mulutnya yang berdarah, Pria itu menggeleng geleng saat Kinan melangkah ketengah jalan dimana Mobil Bak pengangkut barang yang melaju dengan kencang.
"Jangan! Jangan aku mohonn!"
__ADS_1
"Kita terikat oleh darah! maka aku pergi juga harus melepaskan semua itu!" ucap Kinan seraya melambaikan tangan pada Exell yang berlari kearahnya.
"SELAMAT TINGGAL EL!" teriak Kinan lalu menghadang kedatangan Mobil besar itu.
Brakkk...
"Kinannnnnnn!" teriak Exell berlari menyonsong tubuh Kinan yang sudah terbawa jauh melanting ke tepi jalan, Exell hilang akal melihat tubuh Kinan yang bersimbah darah tengkurap di Aspal basah ini.
Semua orang disana lansung histeris melihat kecelakaan yang besar ini, anggota Exell yang tadi tak bisa bergerak karna sesuatu menahan langkah mereka pun berusaha mengamankan Tuannya yang meraung raung meneriaki Gadis malang itu.
"Kinann hiks hiks! Sayang ..Bangun, Kinan!" isak Exell memangku tubuh Kinan yang sudah dingin, tangan Exell gemetar menyingkirkan rambut Sang istri yang sudah lengket dan bermaindian darah.
Deggg..
Exell meneggang ditempatnya melihat wajah berlumuran darah dengan lebam biru yang memenuhi dada gadis itu, mata indah itu tak lagi terbuka dengan nafas yang terhenti.
Bibir Exell gemetar merasakan detak jantung Istrinya berhenti, ia menggeleng geleng lemah dengan air mata yang sudah merembes keluar dengan ruah.
"Kinannn hiks hiks! Bagun kataku! bangunnn hiks hiks..Kau tak bisa pergi! kau tak bisa pergi dengan luka itu hiks hiks! Jangan Sayang hiks hiks!" isak Exell menguncang tubuh kaku Kinan yang sudah lemas tak berdaya lagi,
Mereka menunduk melihat kesedihan Tuannya, Jalan ini di Block sementara karna tak ingin peristiwa ini keluar ke Publik.
"Baik Tuan!" anggota Exell mulai melakukan tugasnya, ia beberapakali melihat Tuannya yang tak henti hentinya meneriaki Nyonya Muda mereka.
"Sayang hiks hiks! Jangan begini..aku mohon hiks hiks Aku..aku Tak kuat Sayang hiks hiks Kinann!" Exell mengguncang tubuh kaku itu dengan keras tapi tetap saja tak ada respon dari Kinan.
"Sayang! Kita..Kita kerumah sakit sekarang!" ucap Exell menggendong tubuh lemah bersimbah darah itu dengan Asisten Dion yang siap siaga disamping Tuannya.
"Tuan! Tapi Nyonya...!"
"Dia akan baik baik saja! Dia tak bisa pergi dengan keadaan seperti ini!" bentak Exell pada Asisten Dion yang mengangguk mengerti.
Ia melajukan Mobilnya di selingi dengan para anggota keluarga Mohana yang menyusul mereka dari belakang.
"Kinan! Sayang hiks hiks kau ..kau dengar aku kan! Kinan..hiks hiks jawab aku sayang! jangan tinggalkan aku dengan memberi luka baru hiks hiks! Jangann !"
Sakit? ini terlalu sakit membuat Pria itu hilang akal, matanya sudah memerah karna digenangi cairan penyiksa itu terlalu lama, ia tak bisa membendung ini terlalu lama, Exell sungguh merasa dunianya hancur melihat tubuh molek ini menjadi lemah tak bergerak sama sekali.
__ADS_1
"Tu..Tuan!" lirih Asisten Dion melihat kaki Kinan membiru, Exell gemetar melihat tubuh Kinan yang sudah dingin seperti es dengan kebiruan dan tubuh yang perlahan ringan.
"Ke..Kenapa ini?"
Exell terbelelak kaget saat separuh Tubuh sang istri yang tak lagi terlihat oleh matanya, ia meraba raba tubuh Kinan yang perlahan tak bisa ia sentuh.
"Sa..Sayang! Ini..ini..!" Exell tak bisa lagi berkata kata, ia memeluk kepala Kinan yang hanya sebatas sampai dada sedangkan tubuh lainnya tak lagi bisa ia lihat dan sentuh.
"Jangan hiks hiks Jangan ambil dia dari ku! aku mohon hiks hiks! Jangan Bawa dia!!!!!" Exell berteriak histeris, saat seluruh tubuh istrinya hilang dari pelukannya, ia mencari cari seperti kehilangan akal dengan semua kejadian ini.
"Kinan! Kinan Sayang hiks hiks Kau dimana Sayang?" Exell melempar semua barang barang yang ada didalam kursi mobilnya, ia seperti kesetanan meneriaki nama sang istri.
"Hentikan Mobillnyaaa!" bentak Exell pada Asisten Dion yang lansung menginjak rem dengan telak, ia terkejut saat Exell keluar dari Mobil dan berlarian kesana kemari mencari keberadaan wanita itu.
"Kinann! Kinann Sayang.. kau dimana Sayangg?"
"Ada apa El?" Momy Chalista panik melihat putranya yang turun mendadak, ia masih didalam Mobil karna dady Arkan tak memperbolehkannya turun akibat luka dikepalanya.
"Mo..Momy! Istriku Mom..Dia..Dia tidak ada!" ucap Exell dengan suara bergetarnya, ia masih berkeliling disekitar Mobilnya mencari keberadaan gadis itu.
Gebriel hanya diam, Kinan bukanlah asli dari mereka, lagi pula semuanya telah terlambat. untuk apa Pria ini mencarinya lagi,
"Untuk apa kau mencarinya? Kau yang menyuruhnya pergikan!"
"Tapi aku melepasnya supaya dia bebas Kakak! Supaya dia tak sakit lagi setiap bersamaku..Aku tak sanggup jika melihatnya sakit terus menerus! aku tak kuat hiks hiks!" Exell luruh terduduk diatas aspal ini, air hujan yang deras itu menjadi saksi bisu, Kesakitan dan luka yang mendalam bagi Pria ini.
Sayang! Sumpah demi apapun ini sangat menyiksaku hiks hiks, Aku hanya ingin kau terbebas dari Luka itu walau aku harus kehilangan mu..Tapi hiks hiks! Tapi bukan dengan cara ini Sayang! Aku mohon jangan buat aku mati perlahan hiks hiks jangan sayang..
Jeritan batin Exell yang meremas dadanya kuat, Bukan kebebasan ini yang ia mau, bukan perpisahan ini yang ia rencanakan.
Namun, Exell teringat dengan seseorang, rahangnya mengetat dengan deru nafas yang memburu, mereka terkejut melihat kobaran kemarahan dinetra biru.
"Kau akan Mati!" geram Exell masuk kedalam Mobilnya sendiri dan melajukan kendaraanya dengan Full.
Renata! Kau tak akan lolos dari ku, kau harus mempertanggung jawabkan semua iniiii..
Suara iblis didalam diri pria itu meluap. jiwanya serasa ingin mencabik cabik wanita bajingan itu.
__ADS_1
....
Vote and Like Sayang..