
Cinta itu seperti rancun. bisa membunuh dan bisa mengobati, Racun Cinta yang selalu membuat orang gila dalam waktu sesaat dengan durasi yang lama tanpa obat. yang pasti meski apapun yang akan terjadi maka hatilah yang menjadi Tuntutan utama dalam Cinta.
Begitulah hidup, Baik buruknya nasip yang kalian hadapi maka perbuatan kalianlah pangkal dari segalanya. bagaimana cara menyikapinya dan cara menyelesaikannya. Kalian menyerah? maka kalian akan binasa dan tetap terkurung dalam lubang yang sama. Jika kalian berusaha tanpa lelah, terus mencoba hingga tak ada lagi harapan yang akan kalian capai maka Keberhasilan itu akan datang, Jangan mengharapkan hasil kalau usaha kalian belum selaras dengan hal apa yang kalian inginkan.
Seperti kisa Cinta ini. Sepasang Manusia yang berbeda namun mempunyai hati dan perjuangan yang kuat. Lihatlah bagaimana Panorama dan Perjuangan Cinta melawan perbedaan yang kuat diantara mereka.
Gudukan Selimut tebal itu membalut kedua tubuh sempurna yang sedang terlelap dengan sangat menyentuh hati. saling berbagi kehangatan dengan mata yang terpejam rapat membuktikan betapa lelapnya tidur kedua Ratu dan Raja ini.
Seakan tak ada pegal untuk memeluk dan tak ada kata bosan untuk memandang, kulit yang bersentuhan rapat serta nafas yang berhembus satu sama lain dengan begitu tenang tapi juga begitu menghayutkan.
"Ehmmm!" Bidadari cantik itu menggeliat dipelukan ternyaman yang diberikan tubuh gagah Pria yang sedang mendekapnya hangat ini. kelopak matanya terbuka dan lansung menagkap leher kokoh yang menjadi tempat sandaran dari wajah cantiknya pagi ini.
Senyuman memikat itu mekar melihat bagaimana Mempesonanya wajah Pangeran impiannya . dengan perawakan yang sangar namun mempesona, hidung mancung yang pas dengan rahang tegas yang tak terbantahkan. lekukan bibir yang sensual membuat ia tak tahan untuk melabuhkan kecupan sayang dibenda itu.
Cup...
Kinan terpekik saat bibirnya malah disambar ganas oleh sang empu yang telah lama memperhatikan raut wajahnya. ia sungguh tak habis pikir dengan serangan mendadak ini.
Bibir keduanya bertaut mesra dengan kelembutan yang menjalar dikedua tubuh itu. saling membalas dengan Nikmat penuh hisapan yang membuai. Kinan perlahan bisa mengimbangi Ciuman dahsyat Exell yang membuatnya kualahan, tapi ia juga mendambakan hisapan Menggoda itu membuat ia ketagihan walau masih sedikit labil dalam berciuman.
"Ehmmm!" gumaman Kinan saat lidahnya malah dihisap pria itu sensual dengan wajah yang sudah menempel sempurna dengan bibir yang mengulum sensual. Lidah pria ini menjilati bibirnya dengan sangat Nikmat membuat Kinan seakan terbuai membalas semua yang dilakukan Exell padanya.
"Akhmmm!" Exell mulai terpancing sehingga melenguh atas Kenikmatan bibir manis ini. ia menghisap dengan rakus seakan ini permen terbatas menciptakan suara erotis dari kecupan bibir yang beradu nyaring.
"Ell! Sudahh." rengek Kinan melepaskan tautan mereka karna kebuasan Exell yang membuat nafasnya sesak, tapi sejujurnya ia menyukainya, bahkan sangat. entah mengapa terkadang ia memiliki jiwa liar yang bahkan ia pun tak tahu sejak kapan bisa ada.
"Sekali lagi aku mohon!" pinta Exell menagup nagup bibir Kinan yang menghindar dengan menolehkan wajahnya kekanan dan kekiri membuat Exell manyun, rambut berantakan pria itu membuat wajah tampannya semangkin berkalilipat berdosis tinggi.
"El kenapa suka sekali main jilat hisap begitu sih?" tanya Kinan aggak memerah membayangkan setiap permainan lidah pria ini.
"Memangnya tak boleh?"
"Bo..Boleh! tapi.."
__ADS_1
Cup..
"Ell Kinan me.."
Cup..
Kinan bungkam mengigit bibir bawahnya dengan wajah yang memerah tomat. Sungguh, Exell ingin sekali mengurung wanita ini didalam kamarnya hingga siapa pun tak akan bisa menatapnya selain Netra biru itu.
Kinan hanya Miliknya seorang! tak ada mata lain dan tubuh pria lain yang akan menyentuh Mahluk sempurna ini selain dirinya seorang.
"Sayangg!" Exell bringsut bersandar kekepala ranjang dan menarik Tubuh Kinan untuk bersandar kedada polosnya, ia mengelus kepala gadisnya dengan lembut dengan tangan yang memainkan jari jari lentik itu.
"Apa masih sakit?"
"Sudah lebih baik El!"ucap Kinan saat tangan Exell mengelus kakinya seraya mata yang menatap yang menatap luka di kakinya tadi malam.
"Sayang!"
"Hmmm! ada apa?" tanya Kinan mengadah menatap wajah tampan pria ini. tangannya terangkat mengelus rahang tegas Exell yang mengecup jari jarinya lembut.
"Elll! ada hal aneh yang terjadi!" ucapan Kinan membuat Exell mulai fokus. ia semangkin merapatkan tubuh mereka berdua membuat Kinan begitu senang dengan perlakuan memuja ini.
"apa hmm?"
"Ada dua Suara El!"
"Maksudnya?"
"Sudah dua kali Kinan mendengar dan merasakan itu semua, bukan hanya suara Azua saja yang menghantui pikiran Kinan, tapi suara itu, dia seperti suara yang sangat kabur tapi kata katanya jelas, dia seakan membantu Kinan untuk tak menuruti Azua dan kembali menjadi Kinan sendiri!"
Exell diam dengan pikirannya sendiri, berarti ada sesuatu yang yang sedang berperan sekarang, ada yang membantu Kinannya tapi tidak terlihat namun selalu memantau.
"Sayang! kalian bangsa yang sama kan? lalu kenapa kau tak bisa melawan mereka dengan kekuatan mu sendiri?" tanya Exell mengelus kepala Kinan yang mengelus dada polosnya lembut membuat Exell harus menahan hasrat untuk mendapatkan penjelasan dari gadis ini.
__ADS_1
"Kinan tak tahu pasti! kata Kak Adres, Kinan berbeda, tapi dia tak pernah mengatakan apa pun tentang perbedaan itu! dia hanya mengatakan, Tetaplah berada dijalan yang seharusnya karna kalau Kinan keluar maka Kinan akan melewati tahap yang sangat sulit!"
"Tapi, kenapa kau bisa menyembuhkan Luka Serly waktu itu kalau kau tak punya kekuatan? Sayang!"
Kinan menghela nafas lalu jari jarinya memainkan Tompel yang ada didada Exell membuat Pria itu menggeram dengan hasrat yang melonjak derastis.
Shitt, mengintrogasi gadis ini harus mengorbankan kekuatan untuk menahan gelombang hasrat yang begitu naik dengan belaian tangan lembut itu ke tubuh gagahnya.
"Kinan bisa melakukannya karna Kak Adres yang mengajarinya! tapi itu tak sepenuhnya, karna setiap Kinan mengeluarkan Energi maka Tubuh Kinan akan lemah karna menggunakan banyak tenaga!"
Exell mengangguk paham. sekarang yang ia pikirkan, Siapa yang mencoba melindungi Kinan tapi entah dari bangsa mereka atau bangsa manusia? tapi, kalau dilihat dari petunjuk yang dia dapatkan. Suara itu memililiki hubungan dengan Kinan yang tak tahu apapun.
"Akhhh!" desahan Exell terpekik saat tangan Kinan menyentuh Pusaka orinya yang sedari tadi sudah meneggak membuat ia kelimpungan.
"Kenapa El selalu begini setiap dekat dengan Kinan?" tanya Kinan bingung seraya menyingkap selimut tebal yang tadinya menutupi tonjolan besar ini.
ia melihat Handuk yang tadi malam Exell gunakan sudah tergorok kebawah kaki mereka hingga membuat Exell benar benar polos tanpa sehelai benang pun. tubuh gagah itu terpampang nyata membuat Kinan tertegun, walau bagaimana pun ia juga wanita tapi tak tahu otaknya yang masih polos tak sejalan dengan tubuhnya yang telah dewasa.
"Ja..Jangan!"desis Exell memeggang tangan Kinan yang menggengam pusakanya yang sudah membengkak membuat Kinan gemas. ia baru tahu kalau memainkan benda ini bisa membuat Elnya seperti kucing begini.
"Sudah yah!" pinta Exell dengan suara serak dan berat serta dada yang naik turun dengan nafas yang memburu tak tahan dengan sentuhan lembut itu.
"Tapi Kinan suka!"ucap Kinan mengecup benda itu membuat Exell mengangak dengan bibir merah itu mengecup puncak menaranya yang menetang.
"Sayang! aku..aku mau kemar mandi!" ucap Exell tergesa gesa berlari kekamar mandi dengan tangan yang mmeggangi pusakanya membuat Kinan bingung.
"Kinan ikut!"
"Jangannnnn!"
Brakk...Pintu itu sudah ditutup oleh Kinan yang sudah masuk menubruk tubuh gagah Exell yang lansung berteriak Frustasi.
"Kinannnnn!" teriakan Frustasi pria itu disertai suara ceburan air yang nyaring dengan gelak tawa Kinan yang menggelegar .
__ADS_1
....
Vote and Like Sayang..