Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Perasaan apa ini?


__ADS_3

Deretan para pengawal itu begitu rapi menghadap Tuannya yang selalu membuat aura diMashion Thom ini selalu mengerikan, pria misterius ini terlalu menakutkan untuk dipandang, wajah ceria dan ramah tama yang mereka lihat diTV tadi siang, tak adalagi nampak dan berganti dengan wajah dingin dan kelam.


"Kau sudah mengirimnya?"


"Sudah Tuan! kami mengirim semua hal yang berhubungan dengan Perjanjian itu! anda bisa mengeceknya kembali!"


"hmm!"


Thomas manggut-manggut mengerti, ia meminta laporan khusus yang diberikan para penguntitnya sedari tadi.


"Exell Mohana Gravindas adalah putra kandung dari Arkan Mohana Gravindas dan Chalista Farenza...!"


"Lalu?"


"Hm Ka..Kami tak bisa melacak data pribadi mereka Tuan!"


"Kenapa?"


"Bidang IT mereka sangatlah kuat, apalagi Presedir Exell memiliki kemampuan dibidang itu, tapi tak tahu asal usul dan bagaimana keadaan keluarganya! mereka menyimpan semuanya dengan sangat baik tanpa bisa ditembus pihak kita!"


"Gebriel?"


Mereka saling pandang lalu kembali menatap Thomas yang semangkin kelam, gelengan kepala itu saja yang didapat Thomas membuatnya bungkam.


"Hm! Menarik, kau harus mendapatkan semua itu secepatnya sebelum Budaku itu datang menemuiku dengan suka rela!"


"Baik Tuan!"


........


Tatapan netra Elang pria tampan yang menatap pantulan dirinya diepan cermin itu terlihat menyelidik dan penuh guratan yang bingung, ia memeggangi dada nya yang selalu khawatir terhadap satu wanita yang 1 Tahun ini selalu membuatnya begitu berbeda.


"Ada apa dengan ini?" Pria itu meremas dadanya yang selalu sakit dan panas jika para sialan itu menyebut hal buruk tentang Jalangnya, ia tak tahu, apakah ini Cinta atau hanya sekedar rasa sementara yang bisa saja hilang hingga menyakiti orang lain nantinya.


Rasanya sangat kosong setelah seharian tak ada kabar dari wanita itu, biasanya setelah bangun tidur, ia akan disuguhi ejekan wanita cantik yang membangunkannya untuk bekerja.


.....


Wajah tampan pria itu begitu menatap intens kearah kursi sang Asisten yang sedari tadi hanya diam dengan pikirannya sendiri, bahkan pekerjaan yang mereka lakukan di ruang kerja Mashion yang diberikan para Kariawan untuk di Revisi harus ia tahan karna kefokusan pria itu terganggu.


"Dion!"


Tak ada suara dari empu yang melamun memainkan pena ditangannya, Exell menghela nafas berat, kenapa sekarang saat wanita-wanita itu pergi, para pria ini jadi tak ketulungan? Cih, ia sudah katakan dari dulu, pastikan perasaan yang bisa saja terpantik dari kebersamaan mereka.


Bugh..


Asisten Dion terlonjak kaget saat lemparan Dokumen lansung mengarah ke wajahnya, ia menoleh pada Exell yang menatapnya datar begitu santai.


"Kau bisa bekerja?"


Asisiten Dion hanya mengangguk menunduk tak berani menatap wajah Tampan Tuannya yang terkadang tak ia mengerti apa yang dipikirkan pria itu.


"Kemarilah!"


Asisiten Dion mendekat kearah Exell yang terlihat bertopang angkuh dengan tangan yang berada di kedua sisi kursi kekuasaannya.

__ADS_1


"Ada apa Tuan?"


"Apa yang kau rasakan?"


"Apanya?"


Exell menatap tajam Aisiten Dion yang ciut, ia tak suka Pertanyaanya malah dijawab Pertanyaan, kecuali Bumil sexsi yang mempesona didalam kamarnya sana, kalau wanita itu apapun saja tak akan membuatnya geram kecuali melakukan hal diluar batas.


"Sa..Saya hanya kurang istirahat Tuan!"


"Kau mau libur selamanya?"


"Bu..Bukan begitu Tuan! sa..saya hanya..!"


"jawab aku dengan jujur! aku tak ingin ada perpisahan yang kedua lagi setelah ini!"


"Baik Tuan!"


"Kau menyukainya?" Asisten Dion diam, sejujurnya ia tak tahu ini apa, kalau dikatakan cinta, Cih! ia tak tahu apa itu Cinta karna tak pernah merasakannya.


"Saya tak tahu Tuan!"


Exell menghela nafas berat, memang inilah yang terjadi saat seorang pria yang tak pernah bermain hati dipertemukan dengan keadaan yang janggal begini, hati dan pikiran mereka tak punya persiapan seperti Casanova diluar sana.


"Cobalah renungkan selama satu minggu ini! kau cari apa arti dia untukmu! kalau hanya rasa hilang sesaat karna kau sudah terbiasa dengan kehadirannya maka rasa itu masti akan hilang saat kau sudah lebih lama jauh darinya! tapi, jika kau bertambah sesak, tak semangat! dan..!"


Exell diam sejenak seraya menatap Asisten Dion yang terlihat menantikan patuah Cinta yang pernah ia alami dan nyatanya itu sangat benar.


"Dan?"


"Baik Tuan!"


"Hm! kau bisa pulang, ini sudah selesai"


Asisten Dion terkejut mendengar itu semua, ia merasa bersalah karna membuat Presedirnya sendiri bekerja tanpa ada campur tangannya.


"Tuan! saya minta maaf, anda yang mengerjakan ini semua, saya..!"


Pugh..


"Sudahlah! selagi aku berbaik hati maka kau bisa aman, tapi jangan begini berketerusan!" ucap Exell datar seraya menepuk bahu Asistennya jantan.


"Siap Tuan!"


"hmm!"


Exell melangkah keluar ruang kerjanya menuju sang pemantik rindu yang sudah 5 jam ini ia tinggalkan bersama dengan dua cecunguk itu.


"Kalau yang ini! boleh?"


"Yang mana kak?"


"Yang ini!"


"Tapi yang ini asam! kau tak takut perutmu sakit kak?"

__ADS_1


"Hm Tapi Kinan mau yang ini!" Kinan menatap mereka dengan mata yang begitu imut bak kucing manis yang meminta ikan bakar.


Serly dan Vina saling pandang lalu menghela nafas tak tahan dengan rayaun Bumil yang sedari tadi meminta hal yang membuat nyawa mereka terancam.


"Baiklah! tapi hanya sedikit!"


"Yess! Umuaahh!" Kinan mengecup pipi kedua cecunguk itu membuat para iparnya geli akan tabiat wanita cantik ini.


"Lidahku saja sudah berair melihat ini!" gumam Serly menatap belimbing hijau yang tampak sangat asam.


Ia membuka buah muda satu itu dengan liur yang terkadang meremang, kedua gadis cantik itu harus exstra bersabar hari ini.


"Ini kakak!"


"Terimakasih!" Kinan ingin mengambil piring itu tapi malah keduluan tangan kekar seseorang dari belakang tubuhnya.


"Kak El!"


"El!"


"Mau apa?"


"Itu!" Kinan menatap piring yang berisi belimbing itu dengan sangat mendamba.


"Ini asam Sayang! perutmu bisa sakit!"


"Tapi Kinan mau! kemaren El janji mau berikan Mangga di dekat kota kemaren tapi tak ada!" gerutu Kinan memanyunkan bibir merah nan sexsi itu membuat Exell gemas.


Cup..


Serly dan Vina menutup matanya tapi hanya setengah hihi terlalu banyak gaya para cecunguk itu.


"El..!"


Cup..


"Kakak!" pekik Sery dan Vina berlari menjauh, mereka meremang melihat pertubrukan bibir nikmat itu.


Exell meraup bibir kenyal itu sensual dengan kedua tangan yang memeluk tubuh istrinya posesif, jarak mereka hanya dibatasi perut buncit itu dengan Kinan yang mengadah menerima jilatan dari pria ini.


Tangan Exell menyusuri lekuk pinggang hingga sampai pada tengkuk leher istrinya, ia menekan tengkuk wanita itu pelan memperdalam pergelungan lidah mereka didalam sana.


"Akhmm!" teggukan liur itu menyatu dengan lidah yang bertemu saling menghisap dengan penuh sensasi, dengan pelan penuh kepastian, Exell mengangkat tubuh istrinya keatas meja pantri dengan mulut yang masih mengulum bibir masing-masing.


"Akhmm!" Permainan lidah mereka sangatlah erotis dan mesra, nafas keduanya menyatu dengan wajah yang berdempert erat.


Plup..


Exell melepas tautan mereka dengan nafas yang memburu, ia menjilati benang silva yang masih tersambung pada mulut masing-masing.


"Masih ingin?" Exell menunjuk piring buah tadi.


Kinan menggeleng lalu kembali menyambar bibir suaminya, Exell merasa geli dengan keganasan Bumil ini, tapi ia senang bukan main karna Kinan selalu bertempur dengan sangat luar bisa membuat jiwanya meletup-letup keenakan.


.....

__ADS_1


Vote and Like Sayang..


__ADS_2