Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Pernyataan Cinta, dan Penolakan Gea!,,


__ADS_3

Dua minggu telah berlalu dengan cepat, semenjak itu pula, semunya begitu berubah menjadi semangkin baik dari hari-hari sebelumnya,kesibukan yang semangkin padat karna Bumil yang kemaren masih mengandung 8 bulan setengah, sekarang sudah genap 9 bulan, mereka harus bersiaga dengan Kinan yang selalu tak mau diam, ia lebih aktif dari bulan biasanya, Tubuhnya yang mudah lelah tapi ingin beraktifitas terus itu membuat Suami Tampannya harus gesit mengawasi setiap pergerakannya.


Tak hayal, Exell dibuat terus mendampingi Bumil itu akibat Kinan yang terus ngelotot ingin bekerja, lebih parahnya lagi, wanita cantik itu mengidam Exstrem saat akhir bulan ini.


"Sayang!" pekik Exell kaget melihat istrinya yang sedang memotong tangkai mawar biru yang mekar dihalaman Taman Mashion, ia selalu dibuat sport jantung oleh wanita itu.


"El sudah pulang?"


"Kenapa keluar sendirian ha?"


"Kinan tak sendirian sayang! ada mereka disini?" Kinan menunjuk Pelayan dan bagian kolam ikan Koi Mashion yang tampak Gebriel dan Renata yang sedang saling menggoda manja membuat Exell naik pitam.


"Sialan kalian!" gumam Exell lalu melangkah mendekati sepasang manusia yang semangkin hari semangkin lengket saja.


"Kakak!"


"Eh!" Gebriel dan Renata tersentak kaget, mereka terkejut saat Exell sudah berdiri dengan Tampang menyeramkan itu membuat ia dan Renata saling pandang gugup.


"Ah El! kau sudah pulang ternyata! hm kau tak makan dulu?"


"Kenapa Kakak biarkan istriku sendiri?"


"Exell! Kinan memperbolehkan kami untuk jalan-jalan sebentar, lagi pula aku menyuruh salah satu Pelayan untuk menemani Kinan, Pelayan ibu Dahliya sendiri yang datang!" jelas Gebriel jengah, ia akui Kinan harus dijaga dengan ketat, tapi bukan berarti wanita itu tak boleh diberi waktu untuk melakukan kegiatannya sendiri bukan?


"Tapi..!"


"El!" Kinan lansung memeluk Pria tampan Overposesif ini, elusan tangan lembut Kinan kedada bidangnya membuat kekesalan Exell mereda.


"Tidak apa-apa! Kinan hanya suka kesunyian, lagi pula Renat dan Gebriel tak jauh dari Kinan, dari sini dekat kok sayang!"


Exell menghela nafas, ia mengecup bibir ranum itu kilas menormalkan detak jantungnya yang selalu berpacu keras jika wanita ini tak tertangkap dinetranya.


"Baiklah! lain kali kau bilang mau kemana? biar aku temani sayang!"


"Siap El!"


Mereka berdua tersenyum menatap wajah masing-masing membuat Renata dan Gebriel meremang geli.


"Ketombe!"


"Ketombe?" tanya Gebriel sinis, mereka sudah sangat dekat tapi masih belum ada yang mengungkapkan perasaan masing-masing.


"Iya! kan biasanya juga begitu?"


"Ganti saja!"


"Tidak mau!"


"Kau..!"


"Riel tak katakan Cinta pada Renat?"


Uhukk..


Kedua manusia itu lansung tersedak air liurnya sendiri, memang sedari kedekatan mereka sudah sangat intim, tak hayal kelewatan mencium dengan alasan tak sengaja.


"Aku?"


"Iya! bukannya dulu Riel mencintai Renat?" sambung Kinan merasa ia harus memulai pembicaraan ini, tak mungkin saudarinya terus digantung lebih lama, apalagi dengan pasangan satu itu.


"A..hmm itu..!"


"Apa?"


"Kinan!" Mereka lansung menolah pada Wanita memakai masker dan Pria tampan yang menggengam tangannya itu, mereka tak aneh lagi dengan Gea dan Asisten Dion yang begitu dekat hingga bersentuhan begini.


"Ada apa Gea?"

__ADS_1


"Tadi ibu memberikan Ramuannya lagi! aku meletakannya diatas meja dapur!"


"Apa?" pekik Kinan pucat, Ramuan itu yang selalu membuatnya takut karna rasanya yang aduhai pahit, asam bercampur aduk, tapi ia tak bohong soal khasiatnya yang begitu banyak.


"E..El!" mohon Kinan menunjukan wajah memelasnya pada sang suaminya yang menggeleng tak ingin dibantah.


"Itu untuk Baby dan Kau Sayang! hm?"


"Baiklah!" lirih Kinan lemah membuat Exell gemas, ia memeluk Bumil itu dengan sangat sangat lembut.


"Bagaimana dengan yang tadi?"


"Apanya?" tanya Gebriel membuat Renata berkecamuk, ia selama ini selalu berharap Gebriel mencintainya, tapi ia minder karna Citranya yang buruk.


"Gea!"


"Iya! ada apa?"


"Apa masih belum ada yang memiliki Kalian?"


Deggg..Mereka semua tersentak kaget, Exell sungguh tak habis pikir dengan dua Pria Tampan ini, apasalahnya dikatakan lebih cepat, lagi pula Gea dan Renata juga pasti tak menolak.


"A..Aku masih sendiri!" ucap Gea gugup, Renata hanya menganggukinya dengan genggaman tangannya ketangan Gebriel yang terlepas, kalau memang Gebriel serius, maka ia tak akan menunggu selama ini.


"Kinan!"


Mereka lansung menoleh pada wanita paruh baya yang masih tampak memukau dengan suaminya yang selalu menemani langkah wanita cantik itu.


"Ibu!"


"Kenapa berkumpul disini? didalam Mashion kosong, Dady dan Momy kalian sedang mengunjungi Keluarga yang lain ya?"


"Iya ibu!"


"Hmm!" Ratu Dahliya manggut-manggut lalu berdiri disamping Kinan.


"Ibu!" rengek Kinan yang tak tahan dengan ketusan wanita ini, pantas saja kalau ia menjadi Aliniya maka mulutnya tak bisa direm.


"Ibu benarkan?" Exell hanya membuang muka acuh saja, ia memang saling mengketusi dengan Ratu Keangkuhan ini.


"Terserah ibu saja!"


"Memang harus begitu!" jawab Ratu Dahliya lalu mengiring Kinan untuk duduk dibangku taman, perut buncitnya membuat Kinan aggak kesulitan untuk duduk.


"El!"


"Sini!"


Exell memangku Kinan yang lega karna bisa bersandar kedada bidang pria itu.


"Kalian tak ingin menikah seperti Putriku?"


Renata dan Gea bungkam, Menikah? sumpah demi apapun mereka ingin, apalagi melihat perut Kinan yang seakan menariknya gemas ingin seperti itu, tapi , sayangnya rumor yang buruk itu membuat mereka tak bisa melangkah lebih jauh.


"Kami masih ingin sendiri!"


"Sampai kapan?"


"Tidak tahu!" jawab keduanya membuat Ratu Dahliya diam dengan gaya duduk yang Casualnya, Tuan Sinmart tanpa menatap kedua wajah pria yang sedang ingin mengungkapkan rasa itu.


"Aku mau kalian menikah!"


Glek..


Mereka tercekat bukan main mendengar ucapan tegas itu,Renata berfikir pasrah bersamaan dengan Gea yang saling pandang lemah.


"Titahmu mutlak bagi kami!" Kedua wanita itu membungkuk hormat, membuat Gebriel dan Asisten Dion gemetar, kenapa mereka tak mengungkapkanya? karna mereka menyiapkan Pernikahan paksa jika kedua wanita ini tak mau.

__ADS_1


"Kalau begitu! kalian ikut aku pulang!"


"Tidak bisa!"


Mereka tersentak dengan bantahan kedua pria itu, tapi masih tak ingin berharap lebih akan alasannya nanti.


"Kalian siapa bisa mencegahku menikahkan mereka berdua?"


"Kau tak punya laki-laki yang tepat untuk menikahkannya sembarangan!"


"Memangnya seperti apa yang tak sembarangan?"


"Aku bersedia menikahinya!"


Degg..


Renata tercekat dengan ucapan lantang Gebriel, ia begitu terkejut bukan main.


"Ka..Kau..!"


"Aku sudah lama merasakan ini! tapi aku belum bisa mengatakan karna aku takut kau menolak, aku hanya bisa mendekatimu lebih intim hingga aku bisa mengatakan semuanya!" jelas Gebriel tegas tanpa plin-plan membuat Renata diam membungkam.


"Ba..Bagaimana dengan Pandangan or..!"


"Sutt!"Gebriel membekap lembut bibir merah sexsi itu, ia tak mempermasalahkan apapun soal pandangan orang lain.


"Aku tak pernah memandangmu kotor sejak aku tahu apa yang kau korbankan! aku sangat bangga jika memiliki istri yang Tangguh sepertimu!"


Cup..


Renata terenyuh saat kecupan bibir sensual itu melekat dibibirnya, tangannya tercengkram menahan gejolak rasa.


"Aku mencintaimu!" ucap Gebriel tulus, Renata mengembun bukan main, suara ketulusan itu sangatlah berarti baginya.


"A..Aku..!"


"Apa?"


"Aku juga mencintaimu Riel hiks hiks!"


Gebriel lansung memeluk Renata dengan perasaan leganya, akhirnya semuanya plong membuat dadanya ringan, ingin sekali ia berteriak sekarang, tapi ia tahan karna masih belum Sah.


"Gea!"


Mereka menatap Gea yang diam, jujur ia sangat mengharapkan Asisten Dion, tapi ia sadar, dia hanya jalang sedangkan Pria ini sangat sempurna.


"Gea aku..!"


"A..Aku pergi!" Gea melangkah pergi dengan tatapan hampa Asisten Dion yang merasa sakit atas penolakan wanita itu, ia menunduk suram.


"Permisi Tuan!"


"Hmm!"


Asisten Dion pergi membuat Renata dan Gebriel saling pandang dengan guratannya sendiri.


"Apa Gea tak mencintai Asisten Dion?" tanya Kinan bingung, Renata dan Ratu Dahliya menghela nafas berat, pasti wanita itu sedang dibebani dengan tubuh buruknya yang melepuh dan dia yang tak perawan lagi.


"Mereka hanya butuh penjelasan!"


"Renat!" Renata mengerti akan tatapan Ratu Dahliya, sepertinya ia harus mengungkapnya sekarang.


"Baik Ratu!"


"Aku ikut!" Gebriel menggengam tangan Renata untuk menyusul kedua mahluk itu.


.....

__ADS_1


Vote and Like Sayang..


__ADS_2