Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Akhir yang indah!!...


__ADS_3

Siang-pun berganti malam, mentari yang tadinya bersinar terang berganti dengan bulan yang tampak muncul bersama awan gelap sana, sinaran benda bulat itu tampak meruak merebakan kilauan putih yang seakan memberi aktifitas malam pada Mahluk lain yang menerbanginya diatas langit sana.


Sepoyan angin yang masih segar tak terlalu kuat itu berhembus menerpa Tubuh molek seorang wanita yang memakai Gaun malam transparan dan dilapisi Mantel tebal yang hangat itu, apalagi Tubuh gagah seorang Pria tampan yang tampak menutup mata istrinya dengan langkah pelan mengiring wanita itu kesebuah tempat yang tersembunyi dibalik Kastil mereka.


"El!"


"Iya!"


"Kita kemana sayang? ini anginnya lumayan kuat!"


"Sebentar lagi sayang!"


Exell mempercepat langkahnya menuju tempat itu, Kinan terkejut saat kakinya malah menyentuh sesuatu yang basah dan lembut, seperti pasir pantai yang sangat sejuk, tapi ini lebih empuk dan segar.


"El! kita kemana?"


Exell hanya diam seraya memajukan langkah mereka, tangan Kinan berpeggangan pada pinggang kokoh pria itu, ia juga merasakan segarnya angin pantai dan juga deburan ombak yang mulai terdengar nyaring.


"Aku hitung sampai 3! baru kau buka mata ya sayang?"


"Baik El!"


Exell bersiap dibelakang wanita itu, tangannya masih membekap mata istrinya dengan tubuh yang menempel.


"Satu, Dua,..!"


Tangan Exell turun membelit perut datar istrinya dari belakang, Kinan masih belum membuka matanya sesuai perintah suaminya.


"Tiga, Buka sekarang sayang!"


Deggg..


Kinan meneggang ditempatnya melihat lautan luas dengan pulau-pulau yang bahkan sangat hijau dari sini, ini cuacanya sangat terang karna Sinaran bulan dan Lampu Kastil yang terang yang membendung Bagian belakang Tempat luas ini.


"E..El!"


"Happy Birthaday My Wife!!!" bisik Exell ketelinga Kinan yang masih menatap kosong apa yang sedang tersaji didepan netranya, ini pantai sangatlah besar dengan dikelilingi hutan pesisir muara biasanya, bahkan pasir putih yang mereka pijaki ini terlihat begitu nyata tampa ilusi sama sekali.


Apalagi dengan Keluarga mereka yang berjejer rapi diatas Atap Kastil yang melambaikan tangan kearah Kinan.


"Happy Birthaday Momy!!!!!" teriak Mereka kuat.


Tupp...Tupp..


Kembang api dan Letusan petasan yang menghiasi langit sana begitu meriah dan terang.


Baby Ars tampak memberi kedipan cinta untuk Momynya digendongan Renata sana.


"Sayang!" panggil Exell pada Kinan yang terdiam kosong menatap hamparan lautan luas ini, bahkan Kapal Pesiar yang tertengger didekat pelabuhan sana begitu bercahaya dihiasi lampu seakan ini sebuah Perayaan Kerajaan yang besar.


"Apa kau tak suka?" tanya Exell membalikan tubuh istrinya, Kinan menunduk dengan wajah yang sendu, kedua tangannya masih membelit pinggang kekar suaminya erat seakan tubuhnya sudah kaku.


"Sayang!"


"Kenapa kau melakukan ini?" lirih Kinan tak bisa berkata lain, suara bergetarnya membuat Exell sport jantung, apa istrinya marah? apa wanita ini tak suka dengan apa yang ia lakukan?


"Sa..Sayang! aku hanya..!"


Grepp..


Kinan menubruk tubuh gagah Exell, ia menagis menumpahkan seluruh gejolak yang ada didalam hatinya, ia tak bisa berkata lain selain ini.


"El hiks hiks!"


"Sayang! kau marah atau apa?"


Tidak! aku tak marah sayang, kenapa kau terlalu sempurna? bahkan aku tak sanggup membeban Cintamu yang besar itu, kau membuat aku kecil dengan semua yang berikan kepangkuanku!


Batin Kinan membeludah berteriak merasa sangat-sangat beruntung dan juga begitu merasa kecil dihadapkan dengan Cinta suaminya.


"El hiks hiks!"


"Kenapa menagis hm?"


"Kinan tak sanggup Mengemban Cinta yang besar itu hiks hiks!"


Exell menghela nafas halus, inilah yang terjadi jika ia sudah gila akan sesuatu, ia tak akan main-main dalam membangun hubungan.


"Bukan kau saja yang mengemban Cinta itu! ada Baby, aku dan Hati kita sayang!"


"Tapi El selalu melakukan hal yang bahkan melebihi yang Kinan berikan sayang hiks hiks, Ki..Kinan tak tahu lagi apa yang harus Kinan berikan pada El!" isak Kinan mengadah menatap wajah lembut suaminya yang menatapnya penuh cinta.


"Ada yang bisa kau lakukan!"


"A..Apa El?"


"Lahirkan anak-anakku dari rahimmu dan jadikan kami hal yang berarti bagimu, dan Berikan, Kami Cintamu bahkan kasih kami dengan kasih tulusmu!"


Kinan semangkin mengembun, ia membenamkan wajahnya ke kaos Exell, enatah bagaimana lagi ia bisa membuat sesuatu untuk pria ini, Exell tahu setiap apa yang ia lakukan.

__ADS_1


"Sudahlah sayang, anggap saja ini Kejutan kedua dari Tangisanmu beberapa hari itu!"


"Darima El tahu?" gumam Kinan mengadah dengan dagu yang masih bersandar ke dada suaminya, hidungnya yang merah dengan rambut tertiup angin itu begitu cantik dan menggemakan.


"Apa yang tak ku tahu tentangmu hm?" gemas Exell mengecup bibir ranum istrinya lalu merapikan helaian rambut yang berantakan itu.


"Apa hari ini ulang tahun Kinan sayang?" Tanya Kinan semangkin merapatkan tubuh keduanya, Exell mengelus kepala kesayangannya itu lembut dengan satu tangan yang membelit pinggang istrinya mesra, Gaun malam Kinan berterbangan disapu angin pantai ini.


"Hm yah! Makanya aku menyiapkan ini, aku pergi itu memang mengurus Perusahaan, tapi aku juga berusaha membuat Pantai ini dibelakang Kastilmu!"


"Kenapa tak lansung kepantainya saja El?" tanya Kinan berbalik kembali Menatap gelombang dan bebatuan cantik itu, ia begitu berbinar merasakan kesegaran ini.


"Karna aku tak ingin kau dilihat orang lain!"


Bluss..


Wajah Kinan lansung memerah Tomat, ia mengigit bibir bawahnya merasa sangat kesemsem dengan ucapan mesra itu, apalagi Exell yang bertopang dagu di bahunya membuat Kinan tak bisa bergerak.


"Momy hanya milik Dady dan Baby saja, tak ada yang bisa mengambilnya dari kami!" ucap Exell kekeh seraya mengecup bahu istrinya lembut.


Kinan membusung saat bibir pria itu menyentuh leher jenjangnya, ia menggengam lengan Exell yang membelit perutnya dengan kepala yang terkadah dan mata terpejam menikmati sensasi ini.


Keluarga mereka yang lain melangkah pergi seakan telah menduga apa yang akan dilakukan para pasutri itu.


"Aku tak menyangka Putra kita akan mendapat Kebahagiaan yang gak pernah ia impikan!" gumam Momy Chalista sendu, Dady Arkan tersenyum menatap wajah cantik istrinya.


"Takdir tak ada yang tahu sayang! biarpun kita tak seperti Malikat, yang begitu baik dan suci, tapi Cinta tulus itu tak akan sia-sia!"


Momy Chalista mengangguk dan melangkah pergi bersama yang lainnya.


Exell juga tak ingin melewatkan Moment ini, ia semangkin merapatkan tubuh keduanya, dengan bibir yang sibuk memberi tanda cinta di leher dan tengkuk wanita itu membuat Kinan meremang geli.


"El!" lirih Kinan melemah dengan tangan yang naik menyentuh rahang suaminya yang masih sibuk dengan aktifitasnya, belaian tangan lembut itu membuat darah Exell mendidih.


bagaimana tidak? tangan lentik itu bergerilia dileher kekernya dan mengelus bagian belakang Telinga Exell mesra membuat Pria itu berbuai,


Perlahan, Exell menggendong tubuh istrinya ringan seraya melangkah kedalam Kapal besar yang memang ia rencanakan untuk mengulang Bulan Madunya dengan Istri cantiknya ini.


Bibir mereka masih bertaut mesra dengan langkah lebar Exell yang cepat, setelah beberapa lama, mereka sampai keatas sana.


Kinan merasa ini semua sudah disiapkan dan direncanakan dengan matang, terbukti dengan pijakan kaki Exell yang tepat dan tahu lekuk Kapal besar ini.


Krett..


Pintu kamar itu terbuka otomatis, semua Desain kapal mewah ini bernuansa Moderen Klasik dengan warna putih dan Coklat yang menghiasi papan mahal dibawah sana.


Plup..


"Kemana sayang?" lirih Kinan saat Exell membaringkanya diatas Ranjang besar yang dikelilingi lilin aromaterapi ini lalu pria itu turun menuju ruangan disamping sana.


"Tunggu aku!" serak Exell menghilang diambang pintu itu, Kinan hanya bisa menghela nafas halus, ia menatap kagum pada Desain kamar yang begitu romantis ini.


Bahkan Foto Pernikahan mereka dan Foto Baby Ars juga terpajang besar diatas kepala ranjang dan didekat Lemari kaca besar sana.


"El memang sempurna!" gumam Kinan tersenyum manis, ia bersandar diatas Ranjang sana dengan tangan yang sibuk memainkan ukiran bunga mawar diatas ranjangnya.


"El!" panggil Kinan kembali duduk saat melihat Exell yang datang dengan membawa 2 buah Dasi dan juga madu dari Botol sana.


"El!"


"Sebentar sayang!" serak Exell membuka Mantel istrinya aggak sedikit tergesa-gesa, Kinan pun paham soal itu, tapi ia bingung untuk apa benda-benda yang dibawa pria itu.


Srettt..


"El!" Pekik Kinan saat gaun malamnya malah dirobek pria itu, Netra biru pria itu juga terlihat berkabut menatap lekuk tubuhnya lapar.


"Aku ingin!"


"Iya sayang, tapi pelan-pelan!" rengek Kinan saat Exell memepetkan tubuhnya dikepala ranjang, ia hanya dibatuli Bera dan CD saja membuat tubuh molek itu terpampang nyata membuat Exell sungguh membara panas,


Exell mengikat kedua tangan istrinya keatas dekat simpulan ranjang diatas sana, Kinan persisi seperti Samsak yang di ikat.


"El!" pekik Kinan membusung saat pria itu meremas dadanya kuat membuat beranya basah akibat cairan bening itu keluar, Bera Kinan hanya sebalut kain hitam tipis yang memang transparan membuat bentukan benda itu terlihat sempurna dengan ujung bukit yang menonjol.


"El!" geraman Kinan meilut geli, dadanya sudah seperti Adonan diremas gemas pra itu membuat ia menggelijang beberapa kali.


Exell merobek bera istrinya lalu menepuk gemas benda bulat sintal dan besar itu membuat Gudukan sintal itu berguncang lembek, ia juga membaluri setiap lekuk tubuh istrinya dengan Madu cair yang lansung membuat Kinan geli.


Cup..


"Akhh!" Kinan melenting saat dadanya malah dilahap habis pria itu, ia terkadah dengan bibir yang terngangak gila, jilatan lidah Exell seakan membuat ia terbang membelah awan diatas sana.


Exell seakan kesetanan mencicipi seluruh kulit pulen ini, lidahnya tak melewatkan sedikitpun lekukan indah yang membuat ia ketagihan.


Ini sangat sempurna sayang, kau yang terbaik!!!


Kinan hanya bisa meliuk geli dan Nikmat dengan cumbuan bibir pria itu, ia tak bisa berbuat apa-apa dengan kedua tangan yang tergantung diatas kepala.


"Hakkmm!" Kinan bertekuk saat wajah pria itu sudah sampai pada bagian intinya yang basah, Exell melepas balutan terakhir itu membuat Kinan polos begitu membakar hasrat kaum pria.

__ADS_1


Jakun Exell naik turun melihat bagian inti istrinya yang mulus dan merah, cairan bening itu tampak mengalir membuat ia haus.


"Buka sayang!" suara serak berat Exell berucap seraya membuka selangkahan wanita itu lebar, Kinan terpobok kekepala ranjang dengan kedua paha yang seperti gawang putsal membuat bagian intinya merekah bak Delima yang ranum.


"E..Ell hakm sss ahm!" Kinan bertekuk saat pria itu malah menjilati bagian sana dengan lembut dan lama, suara tegukan madu itu begitu terdengar nyaring dengan Bokong Kinan yang meliuk menahan rasa.


Slruppp..Akhmm.


"Ell!!!!"


Kinan terpekik-pekik dengan semua ini, ia tak bisa berkata lain selain mendesah Nikmat tak karuan.


Exell tampak menggila meneroboskan lidahnya kedalam sana, pria itu seakan melepas dahaga yang sangat berat.


"Ahh El!"


"Ready Baby!" serak Exell melepas Pakaiannya membuat tubuh kekar itu terpampang nyata, ia duduk tepat berhadapan dengan Kinan yang sudah tak bisa bicara banyak selain mengerang Nikmat saja.


"Hmm! Sayang!" lirih Kinan dengan wajah yang sudah berkabut syahwat, Exell mengusap pusakanya yang sudah tegak menantang, urat kegagahan dan keperkasaan itu tampak memelintir dengan otot kekar yang begitu menggiurkan.


Oh shitt El!..


batin Kinan terpekik saat pria itu melah mengeluskan benda itu kebagian intinya yang sudah lumer, bahkan, Exell sengaja membuat Kinan menggila dengan semua ini.


"El hiks hiks, Lakukan!" pinta Kinan tak tahan, benda itu saja sudah membuat ia berdenyut, apalagi dengan sentuhannya yang menggetarkan jiwa.


"Lihat kesini!" ucap Exell menagkup wajah cantik istrinya yang sudah memerah, ia bersiap mengangkat kedua kaki Kinan keatas pahanya.


"Akhhhh!" keduanya mendesah Nikmat saat pusaka masing-masing sudah bertemu dengan sangat nikmat.


Bahkan, Kinan terngangak merasakan Benda besar keras berurat itu menyekang bagian intinya yang lansung menghisap dan merapat.


Exell mulai mengayun dengan lembut, ia memepetkan tubuh keduanya kekepala ranjang sana dengan dada Kinan yang membusung menjadi mainan tangan pria itu.


"Akh El hm!" Kinan mulai menggeram nikmat, ia mengadah menatap wajah Tampan suaminya yang begitu menikmati pijatan dibawah sana.


Exell mulai memompa sesuai temo biasa, wajahnya tersuruk diceruk leher jenjang itu dengan pinggang yang sibuk menekuk.


"Akh Sayang!"


"Hmm El!"


Exell mengigit leher istrinya dengan tubuh yang semangkin cepat memompa, ia sungguh menggila akan gejolak rasa yang mengubun membakar setiap aliran darahnya yang mengailir panas.


"Ssss ahh Kinan sayang!" Exell terkadah nikmat, sungguh ini sangat sulit dijabarkan, tubuh istrinya selalu memberi Kepuasan yang bahkan melebihi batas biasa.


"Exell hiks hiks!" pekik Kinan saat pria itu menarik kakinya untuk naik keatas bahu kekar itu dengan Exell yang kembali memompa cepat.


Kinan menggeram dengan keringat yang membanjiri keduanya.


"Akh El hm Sayang Exell!"


"Yeah Baby hmm panggil namaku akh Kinan sayang!"


Mereka berdua saling megeksplor tubuh masing-masing, bahkan, percintaan ini sangat gila karna Exell meminta Kinan naik berjongkok diatas wajah pria itu.


Desahan keduanya menjadi pengiring malam yang panas ini, tiada henti mengerang dan mendesahkan nama masing-masing.


Namun, hati keduanya masih saling membatin untuk menyampaikan cinta di berbagai relung hatinya.


.........


"Sayang!"


Renata berlari dari kamarnya menuju Gebriel yang terlihat masih bermain dengan Baby Ars diruang keluarga sana, wanita itu terlihat berbinar dengan wajah yang tak bisa dijabarkan.


"Sayang! jangan berlari!" teriak Gebriel meloncat dari Sofa sana dan lansung menyonsong tubuh istrinya dari atas tangga sana.


Grepp..


"Kenapa kau berlari ha? bagaimana kau jatuh? kau ini memang ingin membuat jantungku pecah!" omel Gebriel dengan geramnya.


Bukanya mengerti, Renata malah berhambur meloncat ke pelukan suaminya, ia berkoala pada Gebriel yang terlihat naik darah.


"Aku hamil sayang!!!!"


Duarrr..


Gebriel meneggang ditempatnya, ia menatap Baby Ars yang tersenyum padanya seakan bayi unyil itu sudah tahu semuanya. tadi, ia memberikan Tespack pada istrinya, dan hasilnya terbukti mencengangkan.


Tatapan netra biru Baby Ars terlihat mengadah menatap langit kastilnya, ia tersenyum membayangkan wajah kedua orang tuanya yang akhirnya mencapai kebahagiaan yang dinantikan.


Selesai.....


............


Vote and Like Sayang..


Buat Up selanjutnya itu hanya pemberitahuan lanjitan saja, so..Author berterimakasih banyak pada kalian yang mau membaca karya remahan rengginag ini

__ADS_1



ini buat Visual Baby Ars ye😂


__ADS_2