
Kinan menatap sinis pada Renata yang sedang memakan makanannya dengan elegan. ia menatap tak suka pada Renata yang terlihat juga menyimpan rasa lain padanya.
"Sepertinya wajah ku terlalu cantik untuk kau pandangi terus?" ucap Renata menaikan satu alis nya sinis menatap Kinan yang juga menatapnya tajam.
"Makanlah makanan kalian! atau tak usah makan sekalian!" geram dady Arkan yang merasa terggangu dengan semua ini.
"Baiklah Dad!" ucap Renata mengangkat tangannya menurut, Kinan masih belum memakan makanannya karna ia menunggu Exell yang belum turun.
"Sayang! kau makanlah dulu, nanti Exell juga akan menyusul!" ucap Momy Chalista pada Kinan yang menggeleng.
"El janji akan turun tadi Mom!" ucap Kinan yang diangguki mereka, sudah biasa Kinan melakukan sesuatu harus bersama Elnya.
"Baiklah kalau begitu!" ucap Momy Chalista tersenyum lembut seraya menyuapi suaminya.
Kinan berbinar cerah saat melihat Pria tampan itu sedang melangkah mendekat kearah mereka.
"Kau lama sekali Boy?" ucap Dady Arkan mengetahui apa yang membuat putranya ini lama. sudah jelas kalau Kinan baru turun mengatakan Exell mandi maka Exell pasti sedang menundukan sesuatu.
"Hmm biasa dad!" jawab Exell duduk disamping Kinan yang menatapnya lembut.
"akan ku ambilkan!" ucap Renata ingin mengambilkan makanan Exell saat Gea mengambil piring makanannya.
"Biar Kinan saja!" ucap Momy Chalista pada Renata yang mendelik gerah membuat Gebriel geram. Kinan mengambil makanan untuk Exell dengan senyum cantik di wajah lugu itu.
"Ini El!"
"Terimakasih!" ucap Exell menerima piring yang Kinan berikan, ia memakan makanannya tanpa memperdulikan tatapan dari Renata yang tak henti hentinya melihatnya.
"Dad!" panggil Gebriel saat mengingat acara Formal yang akan diadakan Tiga pusat perusahaan yang akan mereka kembangkan.
"apa Boy?"
"Minggu ini akan ada Pesta Formalitas yang biasa diadakan setiap tahun kan?" tanya Gebriel sambil menyuapkan sendok kemulutnya.
"Yah! jadi?"
"apa Keluarga kita juga menghadirinya?" tanya Gebriel pada Dady Arkan yang berfikir. lalu menatap Exell yang hanya diam dengan makanannya sendiri.
"Pesta itu sangat menyenagkan!" ucap Serly dan Vina yang sungguh bahagia dengan acara besar itu.
"aku tak pergi!" ucapan Exell membuat mereka saling menatap. lalu menghela nafas jengah, Exell selalu tak ingin bergabung dalam pertemuan yang hanya mengacung acara Persahabatan ini.
"Ayolah El! kau selalu tak pergi, ini tak seru!" ucap Gebriel pada Exell yang menaikan bahunya acuh.
__ADS_1
"Kak! ikut saja ya, kan disana nanti mereka bertanya tentang kakak juga!" ucap Jordan yang masih menempuh pendidikan itu.
"Aku ada pekerjaan lain! Kalian bisa pergi sendiri, acara itu hanya Formalitas saja!" ucap Exell merasa tak ambil pusing dengan semua ini.
"Dady juga tak pergi!" ucap Gebriel pada dady Arkan yang memang tak ingin menampakan batang hidungnya disana, tentu alasan ia dan Exell sama karna tak ingin bertemu para penjilat dan hanya ingin menghabiskan waktu dengan istrinya saja.
"Kalian kan Sudah besar! lagi pula Kalian yang sudah mengambil alih setiap aset perusahaan, jadi untuk apa dady pergi?" jawab Dady Arkan santai.
mereke sungguh jengah dengan ayah dan anak ini. sama sama menyebalkan dengan jawaban pertanyaan yang sungguh tak ambil pusing.
"Kalau begitu biar Momy ikut Riel!"
"Dan Kak Kinan ikut kami!"
"Mana bisa begitu!" sambar Exell dan Dady Arkan bersamaan membuat mereka mengulum senyum geli, sudah jelas sekarang para Pria ini malas pergi karna para wanitanya masing masing.
"Biar kau dengan ku saja Sayang!" ucap Renata dengan senyum menggodanya membuat Exell jijik. ia bisa saja menghancurkan wanita ini tapi ia juga memikirkan tentang persahabatan Dadynya dan ayah dari Renata yang sedari kecil menjadi teman yang baik.
"Kau urus saja urusan mu!" ketus Exell geram, ia lebih memilih menatap wajah cantik Kinan yang memandang Gea dan Renata dengan tatapan yang tak biasa.
Degg...
Kinan meneggang ditenpat melihat tanda di belakang telinga Gea yang membuat ia seakan mengingat sesuatu, begitu juga tanda yang ada di pergelangan tangan Renata.
"Ti..Tidak apa apa!" ucap Kinan mengalihkan tatapan matanya, ia merasa ada rasa takut bercampur kegelisahan saat melihat tanda dipergelangan Renata.
ada senyum miring yang tercipta dari Mahluk disana membuat semuanya terlihat begitu Misterius dan Sulit dipahami.
"Minumlah dulu!" ucap Gea merasa Kinan seperti dilanda sesuatu. Kinan mengambil gelas itu dengan wajah lembut Gea yang begitu manis dibandingkan wajah kelam misterius Renata.
..."Alinnnaaaa!" ...
Prankk..
Mereka terkejut saat Kinan menjatuhkan gelas ditangannya dengan tubuh yang gemetar melihat sekelilingnya.
"Kinan!" pekik Mereka terkejut dengan Exell yang menjauhkan tubuh Kinan dari pecahan kaca itu.
"ada yang luka?" tanya Exell melihat setiap lekuk tubuh Kinan yang masih pucat ditempatnya.
"Ki..Kinan tidak apa apa!" ucap Kinan lalu melangkah pergi dengan pikiran yang berkecamuk, ia memeggangi kepalanya yang berdenyut sakit merasa hawa panas yang menggerogoti tubuhnya.
"Si..Siapa?" lirih Kinan melangkah ke luar gerbang keluarga Mohana dengan langkah yang tak tentu arah.
__ADS_1
"Nona!" teriak penjaga Mashion yang aneh melihat Nonanya yang pergi dengan ketakutan.
"Alinaaaa!"
"Siapa? Siapa kau?" bentak Kinan merasa suara itu tak asing baginya, ia terus melangkah menjauh dari kediaman besar itu menuju jalan raya yang banyak dilalui mobil mobil besar yang berlalu lalang.
"Kinannn!" panggil Exell yang mengejarnya dengan cepat melihat pergerakan dan pandangan Kinan yang seperti di kendalikan sesuatu.
"Siapa? Siapa kau?" gumam Kinan dengan mata yang mulai kosong untuk melangkah kejalan besar yang begitu ramai ini.
Wushhhh...
Kilat bayangan hitam itu muncul membuat Kinan tertegun dengan pikiran yang mulai kosong.
"Adikkkk! ...Kemarilah Sayang!"
Suara itu menuntun Kinan melangkah ke Mobil Tengki air yang mendekat keseberang jalan sana.
"Adikkk!" gumam Kinan lalu melangkah kosong sesuai dengan tuntunan dari suara itu, entahlah, Kinan juga berperang dengan dirinya sendiri, merasa ada aura lain selain asap ini yang menyelumbungi matanya.
"*Jangan kesana!"
"Adikkk! Kemarilah Sayang!"
"Jangan hiks hiks ! Jangan lakukan ituuu*!" suara jeritan bocah kecil yang begitu nyaring membuat Kinan limpung ditempatnya.
Namun. Mobil Tangxi itu sudah melesat menuju Kinan yang tertegun ditengah jalan ramai ini.
Titttt....
Klakson Mobil yang sedang melaju tiba tiba tidak bisa direm dengan Kinan yang tak mau menyingkir.
"Heyyy!,Menyingkir lahh!" teriak Orang orang disana pada Kian yang seperti tak tahu apa apa.
"Nonaaa!" teriak Mereka saat Mobil itu sudah melaju mendekat membuat suasana begitu teggang dengan Kinan yang tiba tiba sadar lalu kosong kembali.
Sretttt...
Brakkkk...
Mereka terkejut saat melihat Mobil Tangki itu menabrak pohon yang ada di ujung sana dengan tubuh gadis itu yang terhalang Body Mobil.
,...
__ADS_1
Vote and Like Sayang...