
Lentingan barang barang didalam ruangan itu begitu nyaring terdengar di gendang telinga siapa saja yang mendengarnya. suara geraman dan teriakan sang empu yang mengamuk membuktikan betapa hancur dan emosinya semua yang telah ia rencanakan hancur seketika dengan kelimpungan yang besar.
Prank....
"Brengsekkk!" bentak seorang wanita yang meluluh lantakan ruangannya dengan sangat mengerikan. Netranya berubah semerah darah dengan tatapan tajam yang mengerikan. guratan Kebencian dan haus kekuasaan itu terlihat nyata dengan begitu menyedihkan.
"Dia selalu menghalangi jalanku!" Bayangan dimana wanita itu selalu ada disetiap langkah gadis polos itu membuat ia bertambah murka dengan amukan yang nyata.
"Sayang!" suara wanita paruh baya dengan pakaian yang begitu Elegan dan Glamor berkilau didalam ruangan yang remang remang begitu.
"Mom!"
"Dia membuat ulah lagi?" Wanita paruh baya itu mengiring Putrinya untuk duduk diatas kursi rias didalam kamar itu. ia menggeleng geleng melihat keadaan kamar yang berantakan karna amukan putrinya ini.
"Kau sangat cantik!"
"Yah Mom! aku memang cantik dan tak akan ada yang bisa mengalahkannya!"
"Tapi kau masih kurang cantik kalau dia tetap hidup Sayang!" tutur wanita paruh baya itu menyeringai licik dengan aura yang begitu mengerikan. entahlah, sepertinya dialah yang menjadi cabang kejahatan yang begitu besar ini.
"Lalu bagaimana Mom? aku sudah melakukan berbagai cara, Tapi, Tuan Muda Sialan itu selalu membuat ulah!" geram Wanita itu menatap wajah cantiknya dipantulan cermin dihadapannya.
"Kau bisa sayang, Serang dulu pelindungnya maka kau akan meruntuhkan ratunya!"
"Maksudnya?"
"Kau itu terlalu terburu buru Sayang! Serang pertahanan bukan inti dari peperangan. Ratu kuat karna dukungan dan perlindungan para penjaganya, kalau itu semua roboh, bagaimana bisa ratu tetap berdiri ditempat yang sama jika rakyatnya hancur! hmm?"
Wanita itu tersenyum licik dengan rencana yang sudah ia atur dengan matang didalam kepalanya. sungguh Momynya yang selalu dia banggakan ini begitu memberi solusi setiap masalah yang ia hadapi.
"Mom! kau memang luar biasa!" ucap Wanita itu memeluk Momynya yang juga tak kalah senang darinya. wanita paruh bayah itu mengeluarkan Kalung berlian mewah dengan liontin mawar biru yang begitu cantik tapi masih belum sempurna.
"Dia akan menjadi penyempurna paras dan kekuasaan kita!" ucapnya lalu tertawa jahat diringi dengan hembusan angin yang mengiringi setiap gelegaran mulut kejahatan itu.
......
Netra biru pria itu menatap penuh Murka pada seorang wanita yang sedang duduk dengan angkuh dihadapannya ini. ia sudah melakukan beberapa penganalisisan dengan penjagaan di tempat gadis kesayangannya dengan ketat. guratan keangkuhan dan kekuasaan dari tubuh gagahnya mekar membuat pori pori kulit mereka merinding.
"Kau ingin mengatakan sesuatu?" tanya Exell menyilangkan kakinya dengan begitu Elegan dan tentunya sangat berkelas membuat wanita berpakaian serba minim itu sungguh terpesona dengan paras gagah ini.
"Kau sangat Tampan!"
"Jangan membuat kesabaran ku habis!" geram Exell mengertakan giginya geram. ia tahu Renata pasti merencanakan sesuatu hingga wanita licik dan,Misterius ini melangkah menginjak lantai Perusahaannya.
"Tuan! bagaimana kabar Bayi mu itu?" tanya Renata dengan senyum Simarknya tampak begitu menakutkan tapi tidak bagi Exell yang hanya santai dengan wajah dinginnya.
"Seperti biasa! dia selalu mempesona dengan apa yang dia punya!" jawab Exell angkuh. sesungguhnya ia begitu merindukan gadisnya yang setengah hari ini ia tinggalkan dia Mashion keluarga Mohana karna tak mungkin ia bawa untuk Meeting kembali.
"Baguslah! tapi tentunya anda harus memperhatikan hal kecil tapi bisa menghancurkan gadismu yang mempesona itu tuan!"
"Jika kau hanya membual! maka pergilah dari hadapan ku!" ketus Exell sungguh tak ingin melihat wajah yang selalu membuatnya naik pitam ini. terlalu banyak Misteri membuat Exell harus berhati hati.
"Tuanku yang Sangat aku sayangi! apa kau yakin Cinta mu bisa membuat semuanya menjadi baik hmm?"
Exell hanya diam tapi sejujurnya ia meneliti apa yang dilakukan Renata. dari data yang disebutkan, wanita ini sangat terkenal dalam dunia Malam, tapi ia juga melihat hal lain dari mata itu.
"Rintangan itu akan datang! siap siaplah mencari jalan, dan kau harus melepas apa yang kau gengam Tuan!" ucap Renata menyeringai licik. entah apa yang direncanakan wanita ini hingga bisa berkata sesantai ini dengan guratan hal besar yang akan terjadi nantinya.
__ADS_1
"Hari itu akan tiba! Turuti apa yang telah direncanakan, Karna dia bukanlah Milikmu!" ucap Renata sinis lalu melangkah pergi dengan aura yang begitu membuat seisi ruangan ini panas dengan rahasia yang ia bawa
Exell mengetatkan rahang nya erat dengan kepalan tangan yang menguat. tak terhitung lagi kekelaman yang menjalar didalam tubuhnya dengan kedinginan wajah yang menggetarkan jiwa.
"Tuan!" panggil Asiaten Dion yang baru masuk dan lansung menunduk takut melihat wajah Tuannya yang sudah kelam.
"Hancurkan hutan itu!" titah Exell lalu berdiri dari duduknya dan melangkah pergi dengan amarah yang meluap. sekarang ia butuh obat penenag yang sedang menunggunya di Mashion sana.
.....
Suara gelak tawa keceriaan itu menggelegar disetiap sudut Mashion yang menyaksikan bagaimana cantik nya gadis ini berlenggok lenggok menirukan gaya seorang Model yang ada di majala yang ditunjukan oleh Serly, Vina dan juga Gea.
"Kak hahaha Kau..Kau sangat Memukau!" pekik Serly tertawa melihat Kinan yang sungguh luar biasa dengan jalan Modeling yang Khas dari tubuh sempurna itu.
"Tapi gaunnya kepanjangan!" decak Kinan merasa risih melihat gaun Hitam berbahan satin dengan belahan dada yang rendah menunjukan bagaimana Sekangnya buah persik itu dan bahu polos tanpa lengan serta belahan panjang hingga ke paha. untung saja mereka bermain seperti ini Khusus di ruangan Hias yang luas di Mashion Mohana membuat mereka bisa melakukan apa pun dengan bebas.
"Tapi Kakak Sangat Sangat Luar biasaaaa!" pekik Vina girang, Gea juga terlihat tak kalah Exited melihat penampilan Kinan yang selalu membuat mereka iri sekaligus berdecak kagum.
"Kak! mau tidak menjadi Model Gaun Serly?" tanya Serly pada Kinan yang bungkam. Serly mendapatkan tugas sebagai Panetia peyelenggara modelling Catwalk yang diadakan dikampusnya. ia menjadi siswi termuda yang selesai menamati Sekolahnya dengan cepat disertai nilai yang sangat memuaskan.
"Iya Kak! aku rasa Kakak akan menang jika ikut acara itu!" sambung Vina yang diangguki Gea.
"Apa El Kinan memperbolehkan?"
Mereka tercekat, Kesadaran itu kembali kepermukaan mendengar pertanyaan gadis lugu ini.
"Kan dia tidak tahu!" sambung Gea yang menuai pelototan dari dua gadis remaja disampingnya.
"Kalau begitu Kinan mau!"
"Benarkah?" pekik Serly berjingkrat membuat Kinan terkekeh geli.
"Iya kak! jangan bilang sama Kak Elya!"
"Bilang apa?"
Deggg..
Suara datar namun penuh penekanan dan berkharuisma itu membuat mereka tercekat bukan main. tubuh mereka gemetar menatap kebelakang Kinan yang masih diam melihat 3 manusia dihadapannya.
"Apa yang tak boleh di sebutkan?" tanya Pria gagah itu berdiri diambang pintu sana dengan kedua tangan yang berada disaku celana terlihat begitu Tampan menggetarkan Syahwat.
"Elll!" panggil Kinan riang berbalik menatap Exell yang membulatkan matanya terkejut melihat penampilan Kinan yang hanya dibaluti gaun bedebah ini.
Brak...
Asisten Dion yang baru ingin masuk pun terhuyung keluar karna terjangan kaki kokoh itu menerpa perutnya.
"Kinannn!" geram Exell lansung memeluk Kinan untuk menutupi lekuk tubuh gadis ini dari tatapan Asisten Dion yang masih tersungkur di depan sana.
"ada apa El?" tanya Kinan polos pada wajah Exell yang tak terhitung lagi dosis balok es yang sudah menyelumbungi wajah Tampannya.
"Udin!" panggil Kinan melihat asisten Dion yang terlihat kacau begitu menyedihkan di pintu sana.
"A..aku tak apa apa Nona!"jawab Asisten Dion menelan kesal dengan semua ini. ia harus tersungkur dan kembali tercekat dengan ubahan nama yang baru membuat dunianya runtuh itu.
"Pergilah!"
__ADS_1
"Baik Tuan!" Asisten Dion pamit pergi dengan lega. ia juga tak mau berlama lama didekat Si pemicu masalah itu.
"Aaa Elll!" Pekik Kinan saat Exell menepuk bokongnya dan mengigit dadanya gemas membuat Kinan terpekik.
"Kenapa memakai ini ha?"
"Mereka yang suruh!"
Glek..
tiga manusia itu terlihat gugup dan kikuk dengan tatapan tajam Exell yang menohok kepersendian mereka membuat tungkainya lemas.
"Ha..Hanya mengetes Kak!"
"Kaliannn!" geram Exell namun mereka dengan cepat berlari keluar ruangan membuat Kinan terkejut.
"Serrrr!" panggil Kinan juga ingin ikut. tapi ia menunduk melihat wajah dingin Exell yang menatapnya kesal.
"Bisa kau jelaskan?"
Kinan menunduk dengan tangan yang memainkan kancing kemeja Elnya dengan imut.membuat Exell tak tahan untu memarahi Gadis ini.
"Mereka yang ngajak Main El!"
"Lalu kenapa Memakai Kain seperti ini! lebih baik kau Telanjang saja kalau begitu!" ketus Exell pada Kinan yang mengangguk membuka simpulan tali di pinggangnya.
"Heyyy!" pekik Exell memeggang gaun Kinan yang ingin merosot, ia tak habis pikir dengan otak udang gadis ini.
"Kan El yang suruh lepas!"
"Kenapa kau tak bisa memilah hal apa yang aku ucapkan?"
"Karna Kinan akan melakukan apapun yang El Perintahkan!"
Degg..
Seketika wajah Exell bersemu dengan guratan kebahagiaan yang terlihat nyata, ia memang tak bisa tahan dengan kata kata polos namun selalu masuk kedalam ulu hatinya.
"Sayang!" panggil Exell lembut memeluk Kinan dan mengiringnya ke Sofa panjang disampingnya.
"Apa El?"
"Jangan tinggalkan aku!" pinta Exell menyatukan kening mereka berdua hingga hembusan nafas segar itu menyentuh wajah masing masing dengan bibir yang nyaris berbenturan.
"Selama El masih menginginkan Kinan!" jawab Kinan lalu memejamkan matanya saat Exell menautkan bibir mereka lembut dengan penuh perasaan. Kinan mengalungkan kedua tangannya ke leher Pria itu menikmati hisapan lidah lihai itu.
"Kaliannnn!" pekikan Momy Chalista yang terkejut melihat sepasang manusia Sempurna ini sedang berciuman Nikmat begitu membuatnya terperangah.
"Mommmm!" kesal Exell melepaskan belitan lidah mereka menatap kesal Momy Chalista yang berkecak pinggang.
"Apa tak bisa dikamar saja?" geram Momy Chalista pada Exell yang lansung menggendong Kinan.
"Jangan melakukan yang Mantap Mantap sebelum kalian Sah!" sambung Dady Arkan yang menyembul dibalik pintu sana.
"aku hanya berangsur angsur Dad!" ucap Exell kesal lalu melangkah pergi meninggalkan Momy dan Dadynya yang menggeleng geleng.
....
__ADS_1
Vote and Like Sayang...