
Satu minggu telah berlalu dengan cepat, perubahan kehidupan itu kembali dirasakan oleh para pria yang baru saja mengenal cinta, selama itu mereka berfikir panjang tentang sang wanita yang selama ini menuai kekesalan dan kegeraman dikehidupannya masing-masing, ternyata telah meninggalkan benih-benih cinta membuat mereka tak bisa menjalani hidup seperti biasa.
Kejanggalan perasaan,rasa kosong tak tenang dan kekhawatiran yang semangkin menjadi-jadi.
"Kakak!"
"hmm!"
"Kenapa kau tak keluar kamar? Momy mengkhawatirkanmu!"
Gebriel hanya diam seraya menatap keluar balkon kamarnya, satu minggu ini sudah banyak yang melandanya hingga membuat Gebriel tak begitu semangat sama sekali.
"Aku hanya ingin seperti ini!"
"Sampai kapan?"
"Sampai dia kembali!"
"Siapa?"
Kepala pria itu menunduk dengan kepalan tangan yang menguat, sudah ia sebar setiap anggotanya mencari wanita itu, tapi tak ada yang membuahkan hasil, kehampaan yang terus melanda kekosongan hatinya setiap saat.
"Apa posisinya bagimu?"
"Hati!"
Gebriel mengangkat kepalanya menatap Exell yang melangkah berdiri disampingnya, wajah tampan pria itu tampak tak bisa ditebak sama sekali, tak ada yang bisa ia perkirakan dari kebungkaman Exell selama ini.
"Aku telah jatuh dalam kata-kataku sendiri! nyatanya, setiap hal yang pernah ia lakukan, mengganguku, menghinaku, memperlakukan aku dengan seenaknya! aku merindukan itu semua! bicaranya yang melantur dan tak bisa direm sangat membuat hidupku berwarna El!"
Exell menyunggingkan senyum pelitnya, memang, Cinta itu selalu butuh pengorbanan dan rasa sakit disetiap langkahnya, makanya, dia tak ingin menyia-nyiakan Cinta, Ketulusan yang pernah ia dapatkan dari Bidadari cantiknya yang sangat ia puja itu.
"Kalau begitu kalian sama!"
"Dengan siapa?"
Exell menghela nafas berat lalu menunjuk Taman belakang yang bisa dilihat dari Balkon Gebriel, alangkah gelinya pria itu menatap sang asisten adiknya yang melamun dibawah pohon mangga taman yang teradapat ayunan itu.
"Cih! kenapa dia malah meniruku?"
"Sudah satu minggu dia begitu! memang pekerjaannya tak lagi terhambat, tapi saat jam kosong, lihatlah apa yang dia lakukan?"
"Dia sudah jatuh cinta El! dia melupakan masa lalunya begitu saja, memang dasar Udin!" kekeh Gebriel geli menatap kearah Taman yang begitu adem itu, Cocok untuk suasana merindu dan melamun.
Exell mengeluarkan ponselnya untuk menelfon Asisiten Dion untuk datang kesini.
"Yah Tuan!"
"Datanglah ke Balkon kamar Kakakku!"
"Baik Tuan!"
Exell kembali menyimpannya lalu duduk bersamaan dengan Gebriel dikursi Balkon berhadapan dengan taman belakang.
"Ada pekerjaan?"
"Hm! ada!"
Gebriel manggut-manggut mengerti seraya melihat-lihat pepohonan dan bunga dari atas sana.
"Tuan!"
__ADS_1
Asiaiten Dion datang dan lansung berdiri dihadapan Exell yang kesal, Pria ini seperti orang yang jauh dari keluarganya saja.
"Kau tak bisa duduk?"
"Eh! Maaf Tuan!" Asisten Dion duduk dihadapan Tuannya yang tampak masih berwajah datar itu.
"Ada apa Tuan?"
"Kau harus menyelamatkan seseorang!"
"Siapa?" Gebriel dan Asisiten Dion saling pandang bingung, Menyelamatkan? siapa? ayolah..yang jelas-jelas saja.
"Siapa El?"
Exell mengeluarkan Ponselnya dan meletakan ditengah-tengah pas dihadapan mereka.
"Lihatlah!"
Degg..
Alangkah terkejutnya Gebriel dan Asisten Dion siapa yang ada difoto itu, dekorasi Pernikahan yang ada di ruangan itu tampak mewah dengan seorang wanita yang memangku bocah 7 Tahun yang terlihat bermain bersamanya.
"Apa-Apaan ini?" geram Gebriel mengepalkan tangannya erat, rahangnya mengeras dengan urat-urat kemarahan yang menyelimuti wajahnya.
"Dia akan menikah malam ini!"
Brugh..
Gebriel meninju meja dihadapannya hingga terbelah dua dengan sangat mengerikan, Exell hanya diam dengan wajah datarnya melihat kemarahan Kakaknya.
"Exell! kau jangan bercanda!" bentak Gebriel tak tahan, dadanya sesak melihat foto itu, apalagi Renata yang tampak bahagia.
"Aku tak tahu pasti! tapi pria itu akan menikahi Renata malam ini, Renata tak bisa menolak karna anak Thomas sangat ia cintai seperti anaknya sendiri!"
"Aku tak akan membiarkan itu terjadi!"
"Bagaimana dengan Gea Tuan?"
"Gea terkurung ditempat yang sama! dia tak ingin Renata menikah hingga berniat menggantikan posisinya!"
Degg..
Asisiten Dion meneggang ditempatnya, kepalan tangannya menguat dengan aura kekelaman yang nyata, kedua Pria ini terlihat mengeluarkan aura yang membunuh.
"Apa dia terpaksa melakukan itu?"
"Yah! Dia tak ingin menikah, tapi Pria itu telah mengikatnya dengan keberadaan bocah itu, dan perjanjian mereka saat dimasa lalu!"
"Dimana tempatnya?"
"Negara Tinaia kota Kirolton dekat pesisir pantai Amugoana!"
Gebriel dan Asisiten Dion lansung berdiri ingin melangkah pergi, namun suara tegas Exell menghentikan langkahnya.
"Mereka sudah menyiapkan kedatangan Kalian!"
"Maksudmu?"
"Pria itu telah menyerang Perusahaan sejak 4 hari belakangan, mereka mencoba membobol IP Perusahaan!"
"Apa mereka berhasil?"
__ADS_1
"Aku tak sebodoh itu bisa membiarkan dia melakukan apapun sesukanya! kau bawalah separuh anggotaku, dan kau harus tahu!"
Gebriel dan Asisten Dion menatap penuh keseriusan pada wajah tampan Exell yang tampak datar.
"Dia bukanlah manusia biasa! dia sama seperti wanita kalian berdua, ilmu hitam yang dia punya, sangat berbahaya!"
Gebriel dan Asisiten Dion menganggukinya lalu pamit pergi meninggalkan Exell yang hanya duduk dengan memainkan ponsel ditanganya.
.......
Tatapan netra indah itu terlihat sendu, peggangan tangannya kesebuah sendok makan itupun melemah dengan mata yang penuh luka dan kerinduan, entahlah, ia baru saja merasakan perasaan aneh yang sekarang menggebu didadanya.
"Kenapa malah sekarang aku menyadarinya?" gumamnya meremas dadanya yang selalu bergemuruh menatap wajah Tampan itu dimajala Bisnis sana.
"Momy!"
Renata tersentak dengan panggilan sang bocah kecil yang berlari membawa mainan robot ditangan mungilnya, wajah tampan anak itu tampak mirip dengan ayahnya.
"Ada apa Baby?"
"Mom! Momy akan tinggal dengan Carelo selamanya kan?"
Renata tersenyum memangku bocah itu dengan belitan tangannya yang begitu lembut.
"Carelo sayang siapa?"
"Momy!"
Renata mengecup pipi bocah itu penuh rasa sayang, inilah sumber kekuatannya yang membuat ia selalu bertahan selama ini.
"Momy akan selalu bersamamu sayang! selamanya!"
"Janji?"
Cup..
"Yah baby! mana ada Momy berniat meninggalkanmu lagi!"
"Tapi kenapa Momy meninggalkan Carelo selama 4 Tahun Mom?"
Renata terdiam dengan mata yang mengembun, ia mengelus kepala Carel dengan lembut membuktikan rasa keibuannya yang kuat.
"Karna Momy harus kerja!"
"Tidak usah kerja Mom! Pria itu selalu bekerja dan pulang pagi, Carel rasa uangnya sudah banyak!"
"Sutt! tak boleh bicara begitu, dia dadymu sayang!"
"Tapi dia jahat sama Momy! Carel benci dia yang memukuli Momy dulu dan sampai sekarang, Carel tak suka Momy dihina mereka Mom!"
"Anak Momy sudah besar hmm?"
"Tentu Momy! Momy yang terbaik!"
"Terimakasih sayang!" Renata memeluk bocah itu seakan ini memang keturunannya, tapi, para pelayan sana menatap sendu ketulusan Nyonya nya itu.
"Kenapa Tuan jahat sekali hingga membuat Nama baik Nyonya Renata hancur dan malah harus mengakui anak itu sebagai anaknya?"
"Enathlah, semenjak Nyonya Hisyana meninggal, Tuan menjadi marah dengan Tuan Muda hingga tak perduli dengannya lagi!"
......
__ADS_1
Vote and Like Sayang..