Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Kau Berikan Kinan!..


__ADS_3

Cuaca hari ini sedang mendung, Serly melihat awan yang mulai gelap dengan udara yang semangkin dingin. entahlah, akhir akhir ini Musim dingin mulai tiba dengan kemunculan hujan yang berketerusan membuat ia sedikit Flu.


"apa sudah selesai?"


"Sudah Kak!" Serly masuk kedalam Mobil Jordan yang tadi mengantarnya ke Butik untuk mengambil Gaun yang akan di luncurkan saat acara Kampusnya.


"Apa Kakak setuju jika Kak Kinan menjadi Model mu?"


"Haiss! Bagaimana aku berani mennetang Kakak Tampan kita itu? Dia melotot kepada kami saat mengetahui apa maksudku!" ujar Serly berdecak kesal membuat Jordan terkekeh geli menatap Sepupunya ini.


"Sabar Ser! begitulah Kak Exell, dia sangat Posesif jika dihadapkan dengan Kakak ipar!"


Serly tersenyum mendengarnya, tapi ia seketika sadar saat mengingat keanehan yang ia alami tadi malam. seketika bulu kuduknya merinding membayangkan peristiwa itu.


"Kak!"


"Hmm! ada apa?" Jordan sesekali melihat wajah Serly lalu kembali fokus kejalanan.


"Semalam ada yang menarik kaki ku!"


"Siapa?"


"Tidak tahu! tapi saat aku tertidur tiba tiba ada yang melempar buku pada ku dan menarik kaki ku turun kebawah ranjang!"


Mendengar itu Jordan malah tertawa renyah dengan sangat senang sekaligus geli mendengar ucapan tak masuk akal dari mulut adiknya ini.


"Kau jangan terlalu banyak menonton Horor, Hmm!" gemas Jordan mencubit pipi kiri Serly yang mengembung.


"Aku serius Kak! Vina juga begitu, bahkan kakinya ada bekas cakaran membuat dia lari kekamar ku!"


Jordan terdiam, dari intonasi dan gestur bicara Serly membuktikan kalau gadis ini tidak berbohong, terlihat sekali guratan ketakutan didalam sana membuat Jordan berfikir.


Apa benar? Tapi bagaimana bisa?


"Tenanglah! Mungkin kalian hanya berhalusinasi!" Jordan mengelus kepala Serly mengalihkan ketakutan gadis ini. ia paham sekarang, Sepertinya Kak Exell akan membantu ini semua.


"Tapi aneh nya! Kamar Kak Renata tak diganggu!"


Jordan menghela nafas berat, Kalau ini benar maka masalah ini tak akan jauh dari yang namanya Nenek Gayung yang menjadi musuh bebuyutan mereka di Mashion sana.


"Nanti kakak urus! Kau tenang saja!"


"Terimakasih Kak!" ucap Serly memeluk lengan Jordan yang tersenyum melihat tingkahnya. ia mengemudikan Mobilnya dengan pikiran yang berkecamuk.


.....

__ADS_1


"aaaaaaa!" Semua Pelayan Mashion yang bekerja diluar pun lansung berlari menuju asal suara itu. mereka terpongoh pingoh dengan perasaan khawatir dari dada nya masing masing.


"apa yang terjadi?" tanya Bik Mety yang menjadi ketua Pelayan di Mashion ini. namun seketika ia terkejut melihat Penjaga Mashion pintu belakang yang sedang tergorok kaku bersimbah darah dengan kepala yang nyaris putus.


"Si..siapa yang melakukan ini?" lirih Bik Mety menutup mulutnya terkejut, ia mengamankan para Pelayan lain yang gemetar melihat jasad yang sudah tercabik cabik ini. sungguh terlihat mengerikan dengan bau amis yang menyengat hidung.


"Panggil Nyonya dan Tuan!"


"Baik!" Penjaga Mashion itu lansung berlari kedalam sana untuk melaporkan apa yang telah terjadi diluar sini.


setelah beberapa lama. ia sampai di ruang keluarga Mohana yang terlihat bercengkrama satu sama lain.


"Tuan! Nyonya!" panggil Penjaga itu menunduk sopan penuh hormat. mereka menautkan alisnya menatap Pria yang ngos ngosan dengan keringat di keningnya.


"ada apa?"


"Salah satu Penjaga Mashion Tergeletak tak bernyawa digerbang belakang!"


"Apaaaa?" pekik wanita wanita disana terlonjak kaget bukan main. Pasalnya belum pernah ada berita ini mereka dengar. tapi kenapa bisa?


"Kau jangan bercanda?" geram Dady Frank yang kesal saat melihat Istrinya panik mendengar kabar ini.


"Saya tak bercanda Tuan! ini memang benar adanya."


Dady Arkan berdiri bersamaan dengan yang lainnya. ia harus melihat lansung kejadian ini meskipun ia percaya akan hal itu.


Mereka melangkah pergi mengikuti Penjaga Mashion yang dengan hormat menuntun jalan mereka hingga sampai kebelakang sana. Bik Mety lansung memberi ruang untuk Majikannya membelah keramaian ini.


"Tuan! Nyonya!" sapa Mereka menunduk sebagai salam penghormatan pada Dady Arkan dan Nyonya Chalista yang menganggukinya.


"I..Ituu..!" Momy Serlin menutup mulutnya terkejut melihat jasad yang sudah kaku dengan kepala yang hampir putus. dady David lansung memeluk Istrinya yang gemetar karna wajar Serlin takut sebab tak pernah melihat ini.


kalau Momy Yang lain. mereka sudah tak asing dengan Pembunuhan dan darah yang mengenaskan. sedang Momy Serlin hanya Dokter spisialis Syaraf yang masih belum kuat mental.


"Siapa yang melakukan ini?"


Mereka menunduk tak berani menatap wajah kelam Tuan Arkan yang begitu dingin. Sumpah demi apapun mereka tak tahu siapa yang melakukan ini.


"Tuan! Nyonya, Mereka sudah menemukan Jasad ini pagi ini, dan itu pun mereka lansung melapor pada Tuan!" jelas Bik Mety tegas.


Mereka diam dengan mata yang mengamati bentuk luka yang ada di tubuh Pria menyedihkan ini.


"Ada apa Mom?" suara Pria Tampan yang tampak berkilau menggandeng Gadisnya dari arah belakang sana. Mereka bersemu melihat pasangan menggetarkan jiwa ini berada dihadapanya . Sungguh ini bonus dari tuhan bisa menatap wajah Tampan dan Sempurna gadis itu dari jarak sedekat ini.


"Dad!" panggil Gebriel terkejut melihat apa yang ia lihat, begitu juga Kinan yang terlonjak kaget tapi tidak dengan Exell yang hanya diam dengan wajah yang begitu kelut dan menyeramkan. kepalan tangan Pria itu menguat dengan garis rahang yang mengetat.

__ADS_1


"A..Azua!" gumam Kinan menggengam erat tangan Exell yang juga memberi ketenangan baginya.


"Urus Pemakamannya dan tanggung semua kebutuhan Keluarganya sampai Akhir!" titah Dady Arkan yang diangguki mereka.Anggota Keluarga Mohana pergi meninggalkan tempat itu dengan Kinan yang masih menatap sendu Mayat ini.


"E..Ell..!"


"Tenanglah! Semua akan baik baik saja!"


"Tapi ini.."


"Sayang!" Exell menagkup pipi Kinan yang khawatir bukan main. ia takut jika semua keluarga Mohana yang akan kena imbasnya.


"Kau akan tetap bersama ku! Mengerti?"


Kinan mengangguki ucapan Exell lalu menuruti langkah Pria itu yang merangkul pinggangnya memberikan aura kenyamanan pada Kinan yang begitu terkejut melihat semua ini.


"Kinan!"


"Iya Dad!" jawab Kinan lalu saling tatap dengan Exell yang melihat Dadynya begitu serius menatap mereka intens.


"Kau tahu arti dari semua itu?"


"Sayang! Kau.."


"Pergilah bersama yang lain!" ucap Dady Arkan mengecup bibir istrinya kilas. Momy Chalista menghela nafas lalu mengangguk dan melangkah pergi bersama dengan Momy yang lain.


"Duduklah!"


Kinan duduk di sofa berhadapan dengan Dady Arkan yang menatapnya sulit bersamaan dengan para Pria lainnya. tapi tidak dengan Exell dan Gebriel yang lansung menghapit tubuh Kinan didalam satu Sofa. mereka siaga dengan apa yang akan diucapkan Pria Paruh baya ini.


"Mereka Melakukan itu karna mu?"


Degg...


Kinan tercekat bukan main. kepalanya tertunduk membuktikan bahwa itu semua benar. Semua Masalah ini disebabkan oleh dirinya.


"Maaf!" lirih Kinan menggengam tangan Exell yang memeluk pinggangnya erat dengan dada yang bergemuruh melihat gadisnya yang menagis.


"Dad! Kau.."


"Kau berikan Kinan!"


Brakkkk...


Meja kaca dihadapan mereka lansung terpecah akibat tendangan kaki kokoh itu. Mereka terkejut melihat Netra Biru yang memancarkan angkara murka dengan guratan kekelaman yang nyata.

__ADS_1


....


Vote and Like Sayang..


__ADS_2