Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Kejutan luar biasa Exell!..


__ADS_3

Langkah kaki jenjang wanita itu tampak melangkah pelan penuh keangguna balutan kain yang senada dengan gaunnya itu tampak menutup netranya dengan kedua tangan dipimpin oleh Ratu Dahliya dan Momy Chalista.


Baby Ars hanya diam digendongan Gea, ia masih menatap datar para Manusia yang tampak berderet rapi menyambut mereka didepan gerbang beton besar ini.


"Kenapa pintunya ditutup?" gumam Gea bingung, Beton besar ini tampak begitu megah dan Mewah, tapi ia masih menerka apa yang ada didalam sana.


"Ibu! Momy, kenapa sepi?" tanya Kinan merasa aneh, bukannya perayaan lamaran ini seharusnya meriah? lalu kenapa seperti jalan kuburan?


"Jalan saja Nak, kita akan segera sampai!"


Kinan mengangguk dan melanjutkan langkahnya, Karpet merah yang ditaburi kelopak mawar biru itu terhempas akibat terpaan angin dari langkah Kinan dan hembusan wangi dari tubuh molek itu.


Whusss...


"Selamat datang Yang Mulia!" sambut puluhan anggota Exell tertunduk memberi hormat, Kinan hanya mengangguk tanpa melihat, ia masih bertanya-tanya sekarang.


"Buka gerbangnya!"


Grettt..


Pintu beton itu terbuka, Mereka terngangak melihat lapangan luas yang hijau itu sudah dipenuhi Manusia yang berpakain sesuai bangsa mereka.


Renata dan Gea tak bisa lagi berkata-kata, ini sangat luar biasa, Bangunan besar yang megah itu berdiri kokoh dengan lapangan yang sangat-sangat luas.


"Luar biasa!" decah kagum para Manusia menatap Kinan yang tampak begitu mempesona, Ratusan manusia yang sudah membentuk dekade besar itu mengitari tempat ini.


Semua anggota Exell,anggota Dark Devil dan Queen Nora-pun sudah berkumpul membuat tempat ini begitu ramai dan juga rapi.


Tatapan mereka tak teralihkan dari Kinan dan juga Baby Ars, sangat berbeda dengan bangsa awam biasanya.


"Selamat Datang Yang Mulia Putri Mahkota!" sambut mereka berirama, suara yang tampak bernada halus penuh kharisma yang kuat.


Bagaimana tidak? Bangsa Rings Flowers dan juga Kerajaan Catrinealeote juga hadir di acara ini, mereka memiliki tempat khusus diatas Singgasana sana dengan Pelaminan khusus bagi Mahluk yang akan menuai decah kagum nanti.


"Yang Mulia!"


Anderson yang tampak tampan memakai pakaian khas kerajaannya itu turun dari tempatnya dan beralih menggandeng Kinan untuk melanjutkan langkahnya.


"Kak! ada apa ini?"


"Kau akan tahu nanti sayang!"


Kinan hanya diam, ia bingung, tapi juga sangat nyaman dengan suasana adem yang disebabkan oleh rerumputan hijau dan pepohonan rindang yang mengelilingi mereka.


Langkah Kinan terhenti saat alunan musik kerajaan yang sangat romantis mengalun di telinganya, ia seakan terhipnotis dengan lagu ini.


"Ini sangat merdu!"


"Benarkah?"


Degg..

__ADS_1


Kinan meneggang ditempatnya mendengar suara itu, tubuhnya bergetar menghirup aroma Maskulin yang sedari beberapa hari ini membuatnya merindu berat.


"E..El!" lirih Kinan gagap, Anderson melepas gandengannya dan mundur tepat dibelakang Kinan, mereka terdiam menatap Pangeran tampan dan Putri Mahkota mempesona itu sudah berdiri saling berhadapan diatas bentangan karpet merah yang memberi kemeggahan bagi mereka.


"Yang Mulia Putri Mahkota!"


Suara Pria tampan bernetra biru itu berucap tenang dan tegas, tangannya menggengam sebuket bunga mawar biru yang mekar dan segar, tatapan netra biru itu menatap penuh cinta pada wajah cantik istrinya yang sudah beberapa waktu ini membuatnya tak bisa tenang.


"E..El!"


"Maukah kau hidup berdua denganku dan anak-anak kita nanti?"


Degggg..


Ikatan dimata Kinan terlepas akibat sepoyan angin dari Ratu Dahliya, wanita itu lansung tertegun menatap siapa yang berdiri dengan gagahnya dengan aura yang memikat ini.


"Mau hidup bersamaku?" tanya Exell lagi merentangkan tanganya untuk menyambut Kinan kedalam pelukannya, jarak mereka hanya 5 meter dari karpet masing-masing.


"E..El hiks hiks!" isak Kinan dan berlari menyonsong tubuh gagah itu, gaun wanita itu berkibar dengan kaki jenjang yang terpampang sempurna.


Exell menggeram melihat tatapan Ribuan manusia itu terlihat meneteskan air liur melihat paha dan kulit bening istrinya.


Grepp..


Tubuh kedua manusia itu bertubrikan mesra, Kinan menagis didalam pelukan tubuh gagah itu, mereka tersenyum haru melihat pasangan yang selalu menuai decah kagum ini.


"El hiks hiks!"


Kinan mengadah menatap wajah tampan suaminya, antara kesal bercampur aduk menjadi satu, ia ingin marah melepaskan rasa sesaknya dulu, tapi ia tak bisa karna apa yang sedang ia lihat sekarang.


"Ke..Kenapa baru sekarang hiks hiks? Kinan sudah tak tahan menunggumu lebih lama El hiks hiks!"


"Sutt! maafkan aku sayang!" Exell menghapus lelehan bening itu, ia mengecup bibir merah istrinya mesra membuat mereka menahan nafas.


"Mereka memang sangat sempurna!" puji Yang Mulia Lordse Morelius, ia kagum akan cinta yang besar dari kedua manusia itu.


"Yah, bahkan! aku bisa melihat, betapa kuatnya cinta kasih antara mereka! siapa yang bisa merobohkan kekuatan besar ini? selain Takdir yang berkata baik sekarang!" sambung Yang Mulia Rosyie Morelius.


"Jadi?" tanya Exell kembali, ia merapatkan tubuh keduanya mengikis jarak yang ada, bahkan, mereka tak bisa berkata lain akan keposesifan Exell yang menutupi paha istrinya dengan tangan besar itu.


"Jadi apa El?"


"Mau hidup berdua denganku dan si unyil itu?" bisik Exell lembut membuat Kinan bersemu, wajah tomat itu sunggu merayu hati para pria disana.


"Hm!"


"Hm apa sayang?"


"Kinan mau!"


Duarrrr..

__ADS_1


tembakan senjata yang seperti Mercon diatas sana lalu meledak menciptakan berbagai warna, Keluarga Militer Charlos juga hadir membuat Kinan sungguh tak menyangka.


Suara dentuman kembang api dan musik Kerajaan bertempu halus pun mengalun kembali.


"Woww!" pekik mereka terngangak melihat puluhan Helycopter yang terbang membentuk sebuah pola tempur dengan satu ukiran nama dari Kain besar itu.


"I LOVE YOU MY WIFE!" ucap Exell mesra sesuai tulisan diatas sana, Kinan lemas jatuh kepelukan suaminya, langit diatas sana sudah berwarna-warni terukir nama dan wajahnya, apalagi siraman kelopak bunga mawar yang menaburi mereka dari taburan diatas sana.


"I..Ini!"


"Semuanya untukmu!" ucap Exell membuat Kinan bertambah lemas, apalagi dengan Bangunan besar dibelakang sana membuat ia tak habis pikir.


Sayang!!!! kenapa kau selalu membuat aku jantungan dengan perbuatanmu yang tak bisa di duga ini?


teriakan frustasi sekaligus kebahagiaan Kinan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.


"Baby!"


Exell menggendong Baby Ars yang tampak menatapnya datar, bahkan, bocah itu tak mau menatap wajah tampan dadynya yang mengulum senyum geli.


"Merajuk hm?"


"hmm!" gumam Baby Ars tak jelas dengan tatapan tajamnya, Exell hanya bisa mendelik malas, mereka berdiri ditengah-tengah lapangan hijau luas ini dengan semua Manusia disana menabur bunga dan ucapan selamat pada mereka.


"Dady sudah menyiapkan sesuatu untukmu!"


seketika senyuman diwajah tampan Baby Ars mekar, tatapannya berubah sendu dan sangat imut seakan menyukai ucapan Dadynya.


"Ini sangat mahal sayang!" gumam Kinan bergidik melihat bangunan besar itu, ia tak bisa membayangkan berapa Triliun yang habis dengan dekorasi mewah ini.



bahkan, hiasan emas disetiap ukiran pilar kokoh itu membuat Manusia disana merasa kecil.


"Kau belum tahu apa yang ada didalamnya sayang!"


"Tapi ini..!"


Cup..


"Uhhhhh!"


mereka terpekik saat ciuman mesra pria itu menghisap bibir kenyal yang sudah dari tadi menuai gejolak kekaguman, Baby Ars yang ada dipertengahan mereka berdua tampak melotot tak percaya akan tingkah Dadynya.


"Romantisnya!!!" pekik para Nona-Nona muda disana histeris, bibir kedua manusia itu bertaut mesra membuat mereka basah dan bergetar.


Sedangkan ratusan anggota Exell dan Dark Devil hanya menunjukan wajah datar penuh ketegasannya, walapun hati mereka juga tergelitik manis dengan perlakuan pria itu.


.....


Vote and Like Sayang..

__ADS_1


__ADS_2