
Mentari sudah menyapa dengan begitu ceria, tak adalagi rendungan awan hitam tadi malam, serta rintikan hujan yang mengguyur kota, yang terjadi sekarang, hanya genagan air diselokan dan becekan jalan di Aspal lembab sana.
Embun sisa gemercik tadi malam masih bergelantungan disudut dedaunan yang tampak segar pagi ini, kuntum-kuntum yang mekar di Taman Bangunan besar itu tampak segar memukau mata.
Seharusnya itu yang terjadi pada Seluruh Mahluk si Dunia ini bukan? kesegaran ini yang harus dipancarkan setiap harinya, Namun, sangat berbeda halnya dengan para Mahluk sempurna yang sedang berjemur didekat Taman yang lansung terpapar mentari pagi yang belum menyengat itu.
Mereka tengkurap dengan para Pelayan yang memijat tubuh Molek itu lembut karna sudah remuk redam digempur semalaman telak.
"Haiss! Ini nyeri sekali" Desis Renata memegangi pinggangnya yang memar, mereka sama-sama memakaki Bikini pagi ini, karna Taman dibagian khusus tempat Kinan itu sudah di Desian tertutup oleh sang suami posesifnya itu.
"Kau hanya pinggang Renat! Lihat ini!"
Mereka terkekeh geli melihat bokong Gea yang merah, entah bagaimana kisahnya semalam hingga tubuh ketiga wanita mempesona itu bak sisik ikan, dipenuhi lebam biru dan merah dari bekas kismark yang dibuat oleh para Suaminya masing-masing.
"Apa pinggang Nyonya terlalu sakit?" tanya Pelayan yang biasa dipekerjakan untuk Merefresing para wanita di Keluarga Mohana ini, mereka bertiga dari Perawatan Bonexsi Beauty Skin yang direkrut khusus untuk memijat para Nyonya-Nyonya yang berkulit putih ini.
"Nyonya!"
"Hm ada apa?"
"Kulit anda sangat lembut dan sehat!" puji Helen merasa Kulit Kinan sangat segar, bentuk tubuh wanita ini sangat memukau dengan liukan bak Biola Spanyol dengan bagian Favorit yang berisi membuat mereka iri.
"Cihh! kau samakan kulit Kinan dengan kami, Bayangkan saja, tubuhnya akan Mereigenerasi setiap terjadi luka dan akan bertambah Cantik dengan Perawatan yang alami didalam tubuhnya!" sambar Renata pada Kinan yang terkekeh geli, bisa-bisanya wanita itu cemburu pada parasnya.
"Kinan tak tahu, Paras Kinan memang begini!" ucap Kinan meliukan otot kakinya, 3 wanita yang memijat mereka itu tak bisa mengalihkan tatapannya pada wajah Kinan yang begitu cantik bak Anime Fantasi .
"Sudah Nyonya!"
"Terimakasih!"
"Kalian boleh pergi!"
3 pelayan itu pamit sopan melangkah pergi dengan Pelayan Ratu Dahliya yang lansung datang membawa Minuman segar untuk merilekskan Tubuh bagian dalam.
"Ibu!"
"Sudah lebih baik Nak?"
Kinan mengangguk lalu memakai Bathrobenya, ia duduk kembali menyambut Ratu Dahliya yang datang dengan menggendong Baby Ars yang tampak sedang asik bermain dengan kalung wanita itu.
"Ehm Segarnya!" ucap Gea setelah menegguk Racikan Ratu Dahliya yang selalu membuat Stamina mereka kembali Full.
"Lain kali kalian jangan Bodoh,mencari mati memancing Birahi Singa sendiri!"
"Sumpah aku sangat remuk! bagaimana bisa mereka sekuat itu!" decah Renata melenturkan otot lehernya.
"Itu biasa, bahkan mereka bisa membuat kalian tak bisa berjalan selama seminggu!"
"Hm iya Ibu, ini saja kaki Kinan aggak gemetar!"
"Yasudah sayang! ini, Babynya Haus!"
Kinan menggendong Baby Ars yang lansung meraih tali Bathrobe Momynya.
"Baby haus hm? Haus ya sayang?"
"Pagi!!!"
Pria tampan dengan senyum Tampan yang menghiasi wajah datarnya itu, juntaian helaian rambutnya yang jatuh dikening pria itu tampak menambah kesan Cool dan Kharisma yang kuat.
__ADS_1
"Kakak!"
"Pagi sayang!"
Cup..
"Pagi juga, sudah lama tak mengunjungi Kinan, kakak kemana saja?" tanya Kinan seraya menyandarkan kepalanya kebahu Anderson yang duduk disampingnya.
Baby Ars tak jadi mengedot, ia menggapai tubuh Pria itu seakan merindukan sosok Tampan ini.
"Rindu Dady hm?"
Grep..
Mereka terkejut saat Baby Ars diambil oleh tangan kekar seseorang yang baru datang dengan tampang sangarnya menatap tajam wajah datar penuh kegelian Anderson.
"Kenapa kau kesini?" suara datar dingin pria itu membuat mereka menghela nafas jengah, selalu saja cemburu dan sangat menggemaskan.
"Aku mengunjungi adikku!" Anderson membelit pinggang Kinan mesra membuat wajah Tampan Dewa Yunani itu mengeras dengan aura intimidasi yang kuat.
Exell dengan cepat mengangkat tubuh Kinan kedalam gendongannya dan juga Baby Ars yang ia belit dengan satu tangan, pria itu duduk dikursi Taman disamping Ratu Dahliya dengan kurungan Posesifnya.
"Sayang!"
"Diam!" Tekan Exell geram, bisa-bisanya wanita ini mau berdekatan dengan Pangeran Tampan itu, ia sangat panas melihatnya, apalagi Rupa Adres atau Anderson itu begitu Tampan, tapi sudah jelas ia lebih dari apapun.
"Yang Mulia! kau begitu takut aku merebut istrimu hm?"
"Kalau sampai itu terjadi! maka aku sendiri yang akan membunuhmu!" ucap Exell penuh penekanan, ia memang tak bisa menyembunyikan wajah tak sukanya itu.
"Baby! kau sangat terpaksakan punya Dady garang sepertinya?"
"Ayolah Yang Mulia! aku datang hanya ingin mengunjungi Putraku!"
"Adres!" geram Exell menggertakan giginya murka, ia tak bisa menahan panas yang terus berkobar didalam hatinya saat bertemu dengan pria ini.
"El! Kakak hanya datang berkunjung, tak ada Niat lain sayang!"
"Aku tak perduli! kau jangan dekat-dekat dengannya!"
Oeeekk...
"Baby!"
Kinan memangku tubuh mungil itu, Baby Ars menatap tajam Exell yang tak kalah mengintimidasi, kedua ayah dan anak itu seakan memiliki dendam lama.
Oeeekkk..Oeekkkk..
"Baby sayang? kenapa? ada yang sakit Nak?"
"Dia hanya berdrama!"
"El! Baby nagis sayang!"
Oeekkk...Oeekk..
"Berikan dia padaku!"
Exell menggendong Baby Ars yang masih meliut dipelukan tubuh gagah Exell, Bayi mungil itu menatap Exell dengan aura permususuhan dan kekesalan yang kuat.
__ADS_1
Pugh..
Mereka terkekeh saat tangan mungil Baby Ars menepuk wajah Exell yang meradang, jari-jari Bayi merah itu meremas bibir ayahnya, entah gemas atau geram yang bercampur aduk.
"Hey! kau ini dendam atau apa?" ketus Exell merasa Putranya begitu kesal, apalagi tatapan Netra biru itu seakan menelannya hidup-hidup.
"Berikan dia padaku!"
"Tidak bisa! dia putraku" sewot Exell menatap sinis Anderson yang menggeleng jengah.
Oeeekk...
"Baby! ayolah nak, kau jangan menagis tanpa air mata terus? kau mau dady masukan ke Wisata bawah tanah yang sangat menyenagkan hm?"
Pugh..
Kinan menepuk bahu kekar Exell yang bicara sembaragan.
"Jangan bicara begitu!"
"Aku hanya bercanda sayang!" ucap Exell mengecup bibir istrinya kilas membuat wajah cantik Kinan memerah malu.
Oeeekkk...
"Kau ingin berperang Baby hm?" gemas Exell bercampur geram mendudukan Baby Ars kepangkuannya setelah Kinan turun dari sana.
"Cihh! dasar Dady Galak!"
"Aku tak galak! aku sangat menyayangi putra langka ku ini, iya kan Unyil hm?" ucap Exell mengayun tangannya kesana kemari membuat Baby Ars cemberut masam.
"Kau senyum maka Dady akan mengajarimu bagaimana cara Berkelahi dan Meretas Program yang benar?" bisik Exell ketelinga Baby Ars membuat wajah yang tadinya masam kembali ceria bak mentari diatas sana.
Senyuman diwajah mungilnya mekar menampakan Gusi yang merah masih belum ditumbuhi gigi.
"Lihatlah! dia sangat menyayangi dadynya! jadi jangan coba menyentuh Momy kita kan Baby, nanti kau harus membunuh siapa saja yang mengusik Momymu!" hasut Exell yang diangguki Baby Ars membuat mereka menggeleng geli saja.
Adakah seorang ayah yang mengajari anaknya membunuh sedari bayi? jawabanya ada, dan itu diajarkan oleh Exell seorang.
"Terserah padamu saja! Putamu mana bisa disamakan dengan putra orang lain!" delik Anderson gerah, Bayi tampan itu sangat mirip dengan Exell, bahkan wajah kecil Pria bernetra biru itu sangat menurun pada Baby Ars.
"Ayo kita masuk, Panasnya mulai Terik!"
Ratu Dahliya melangkah beriringan dengan Anderson yang terlihat berbicara seiring dengan langkah mereka.
"Kau masih sibuk mencari Kekasihmu?"
"Aku belum tahu Yang Mulia!"
"Berhentilah mencari, dan pandang orang disekitarmu!"
Anderson menghentikan langkahnya, ia menatap bingung kepergian Ratu Dahliya yang menuai tanda tanya dibenaknya.
Apa aku harus berhenti mencarinya? tapi, rasanya aku sangat dekat, tapi dimana?
"Jangan terfokus pada satu titik matamu!" ucap Exell datar lalu mengiring istrinya pergi, Anderson dibuat bingung dengan ucapan mereka semua.
.......
Vote and Like Sayang..
__ADS_1