
Para pria merindu itu lansung meloncat dari kasurnya dan berlari menuju sang pujaan hati didepan pintu sana, Momy Chalista yang beru datangpun sedikit oleng akan pelukan erat Suaminya. Renata tersandar kepintu kamar dan Gea yang berpeggagan ke pinggir pintu.
"Heyy!" pekik ketiga wanita itu kaget, namun, para prianya tak perduli dan masih kekeh untuk memeluk sang pujangga itu.
"Kita akan menikah 3 hari lagi!"
"Mana bisa begitu?"
"Kenapa?"
"Kinan baru saja melahirkan! Exell berencana mengadakan Resepsi akan Pernikahan mereka, Dia bilang sekalian saja!" jelas Momy Chalista yang sudah membahas ini dengan pria itu.
"Jadi kapan?"
"Satu bulan! Kinan akan sehat dalam satu bulan masa darahnya! kalian perawatan saja dari sekarang!"
"Hm! baiklah, tidak apa- apa!" ucap keduanya dengan wajah tenang dan bahagia, setidaknya acara nanti akan sangat ramai.
"oh iya! kenapa lama sekali ha?"
"Iya! kami dari pagi menunggu!"
"Bagaimana cucuku dan menantu?"
"Apa keponakanku sudah lahir Mom?"
Deretan pertanyaan itu meruak membuat tiga wanita itu menggeleng-geleng saja, mereka menatap jam yang melingkar dipergelangannya masing-masing.
"Baby Ars baik-baik saja, dia lahir dengan sehat bersama Kinan putri kita!"
"Benarkah? ayo kita lihat!"
"Etss! ini sudah malam sayang" decah Momy Chalita menarik lengan kekar suaminya, Kinan butuh istirahat pasca melahirkan tadi.
"Tapi kami penasaran mom!" rengek Gebril merasa sangat tak sabaran, ia ingin melihat kombinasi antara dua Mahluk sempurna itu, ia yakin, Exell-lah yang mendominasi.
"Besok saja Riel sayang! sekarang kalian tidur, ini sudah malam, Baby dan Kinan perlu istirahat!"
"Lalu apa Pernikahan kami akan bersama?"
Momy Chalista menghela nafas, dua pria tampan ini memang kebelet kawin sekarang, ia memahami itu karna sekarang memang musimnya.
"Buat saja dulu! nanti baru nikah!"
Pugh..
Momy Chalista menepuk mulut suaminya ini gemas membuat pria itu mayun masam.
"Kau jangan menurunkan sifat legendaris mu itu!"
"Aku hanya bercanda sayang! kalau jadipun bagus kita punya 3 cucu!"
"Arkan!" geram Momy Chalista menunjukan wajah kelamnya membuat Pria paruh baya itu pucat dan lansung mengangguk.
"Aku hanya bercanda! Gebriel, Dion! kalian jangan melakukan nya, itu semua tidak baik!"
"Hm! Terserah dady saja!" malas Gebriel lalu menarik Renata kedalam kamarnya.
__ADS_1
"Hey! kau mau apakan Renata?"
"Buat Cucu!"
Brak..
"Hey! buat yang banyak!"
Grett..
"Ahh Sayang! ampun, aku hanya bercanda!" ringis Dady Arkan seraya mengikuti langkah Momy Chalista yang menjewer kupingnya nyeri disertai omelan wanita cantik itu.
Asisten Dion dan Gea yang melihatnya pun mengulum senyum geli, Dady Arkan memang memiliki sifat yang banyak sama seperti Putra-Putra tampannya, terkadang pria itu sangat menyeramkan kalau diluar sana, tapi sangat berbeda saat sudah bergaul dengan para anak saudaranya, apalagi Momy Chalista.
"Sudah istirahat hm?" tanya Gea mengelus kepala pria itu lembut, Asisten Dion tersenyum menggeleng.
"Etss!"
"ada apa? apa wajahmu sakit atau terluka sayang?" panik Asisten Dion saat Gea menepis halus tangannya saat ingin membuka masker diwajah wanita itu.
"Aku lagi jerawatan! jangan diliat!"
Asisten Dion mendelik gerah, ia tak perduli bentuknya, yang ia mau ingin menatap wajah Kekasihnya walau bagaimanapun.
"Ayolah sayang! aku sudah bilangkan, aku tak perduli Fisikmu, kau tetap cantik walau apapun yang terjadi, karna kecantiaan itu dari sini!" Asisten Dion menunjuk dada Gea dengan tulus.
"Kau baik! cerdas dan sangat-sangat aku cintai! Hatimu yang mengikatku, perjuangan dan perubahanmu yang membuat aku nyaman! aku tak butuh Kecantikan yang bisa saja aku dapatkan diberbagai wanita diluar sana!" jelas Asisten Dion membuat Gea mengembun, ia tak bisa berbuat apapun yang bisa ia berikan pada Pria ini, kehormatannya sudah direnggut orang lain, dia sangat kotor, tapi pria ini?
Oh Tuhan! entah kebaikan apa yang aku lakukan hingga kau masih memberiku orang yang bahkan tak pernah aku impikan, Pria lembut baik hati yang tak pernah aku dambakan.
"Ma..Maafkan aku hiks hiks!"
"Ke..Kenapa kau baik sekali ha?" suara bergetar Gea membuat Asisten Dion teriris.
"Karna kau baik!"
Cup..
"Terimakasih!"
"Segelanya untukmu!" ucap Asisten Dion lalu menggendong Gea seraya melangkah menuju kamar wanita itu, Gea tak membiarkan Asisten Dion keluar kamarnya, ia ingin tidur dengan pria itu, tentunya masih memakai pakaian lengkap dan tertutup.
.........
Oeeekk..Oeekk..
"El! biar Kinan saja!"
"Aku saja! kau masih butuh istirahat!"
"Tapi ini sudah jam 2 malam sayang! kau butuh istirahat, kesinikan Babynya!" ucap Kinan bersandar kekepala ranjangnya, sedari tadi Baby Ars menagis entah apa yang membuat si kecil itu meradang.
"El!" Tekan Kinan pada Exell yang pasrah, pria itu meletakan Baby Ars kepangkaun istrinya yang lansung membuka Dot pabriknya itu.
"Kenapa tak mau sayang? Kinan bingung!" decah Kinan saat Baby Ars menolak Asi darinya, ia mengelus kepala yang dibaluti Bedong dengan kedua tangan dan kaki dibaluti Sapu tangan dan Kaos kaki khusus bayi.
"Baby sayang! lihat wajah dady Nak!" pujuk Exell seraya tangan yang berusaha mencari dimana bagain yang sakit dari Si unyilnya ini.
__ADS_1
Oeeekk...Oeeekk..
"Baby gembung ya sayang?" tanya Kinan yang sangat tak tahu apapun tentang Bayi, ia tak sempat mencari informasi apapun karna kegiatanya yang dibatasi pria ini.
"Tidak kembung! Baby Ars tak kembung Mom hm!" gemas Exell kembali mengambil alih putranya, ia membuka Bedongan itu membiarkan tangan dan kaki itu bergerak lincah dan mengangkat tubuh mungil itu kebahunya seraya berdiri dengan menepok-nepok bokong mungil itu lembut menyalurkan ketenagan bagi Baby Ars.
Perlahan tangisan Baby Ars mereda, beralih dengan nafas teratur dari helaan dada mungil itu, sesekali Exell bersenandung kecil membuat si kecil itu bertambah tenang.
"El!"
Exell tersenyum geli saat istri cantiknya itu malah mengacungkan jempol padanya, dengan hati-hati Exell duduk disamping istrinya.
"Babynya sudah tidur! kau bisa istirahat sayang!"
"El juga!"
"Tapi...!"
"Sutt! kau harus istirahat, lukamu masih basah, baru saja tadi ibu memberimu obat dan itu belum kau minum! ayo tidur!"
"Tidak mau!"
"Sayang!" tekan Exell berbisik supaya si Unyil ini tak bangun, Kinan menghela nafas berat, walau bagaimanapun ia tak mungkin membebankan semuanya pada Exell.
"Mau apa?" tanya Exell pelan saat melihat Kinan bergeser kesamping Kanan membuat ruang disebalah wanita itu, Kinan menepuk tempat disampingnya untuk pria itu berbaring.
"Sini El!"
"Tapi baby tak bisa diturunkan!"
"Coba sini!"
"Eaam!" Baby Ars menggeliat saat tangan lembut Momynya mau mengambil alih tubuhnya dari pelukan bahu Exell yang kokoh membuatnya nyaman.
"Sut Sut hm Tidur lagi Baby!" ucap Exell menepuk bokong mungil itu membuat Baby Ars kembali tidur dengan lelap.
"Sudahlah sayang! aku tak apa, yang penting kalian Tidur!"
"Kinan bisa bersandar!"
"Ha?"
Kinan mengarahkan Exell untuk bersandar dikepala ranjang bersamaan dengannya, Baby Ars tampak tak terganggu dengan posisi seperti ini.
"Sekarang baru bisa!" ucap Kinan bersandar bersamaan dengan Exell dan memejamkan matanya dengan tangan yang menggengam tangan kekar suaminya.
"Hey! pinggangmu bisa sakit sayang!"
"Kinan tak apa-apa! ini lebih nyaman!" ucap Kinan membuat Exell pasrah, ia mengganjal pinggang wanita itu dengan bantal lalu mengalihkan kepala Kinan kebahunya.
Cup..
"Tidurlah!" ucap Exell mengecup bibir ranum itu lembut seraya tangan yang masih menepuk bokong Baby Ars yang semangkin nyenyak, Exell berusaha memejamkan matanya dengan ketenagan ini, aroma Baby Ars khas bayi dan aroma tubuh istrinya yang begitu membuatnya nyaman dan damai.
Namun, Exell kembali terbangun dengan liukan tubuh mungil itu, sepertinya Baby Ars haus dan ia kembali memperbaiki posisi istrinya hingga terbaring dengan nyaman membuat Baby Ars leluasa mengemut Dot Asi nya itu.
"Tidurlah Baby! Momy sayang!" gumam Exell berbaring berhadapan dengan Kinan seraya tangan yanga membelit pinggang ramping itu, selimut tebal itu menghangatkan tubuh keduanya dari dinginnya malam.
__ADS_1
Vote and Like Sayang..