Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Cemburu?..


__ADS_3

Kinan memasangkan dasi ke leher Exell yang pasrah saja dengan pelayanan gadis ini. kalau tak ia turuti Kinan pasti akan menagis membuat jiwanya sesak tak tega melihatnya.


"apa sudah selesai? sedari tadi kau hanya menyimpul leher ku saja!" ketus Exell kesal saat Kinan seperti berusaha mengingat sesuatu seraya tangan yang bergerak tak tentu arah.


"Sebentar El!"


Grett...


"aaa Heyy Kau mau membunuh ku ha?" pekik Exell tercekat saat dasi itu malah mengikat leher nya kuat membuat ia aggak kesulitan bernafas.


"eh maaf El!" ucap Kinan melepaskan simpulannya pada Exell yang sudah berapi api.


"Kalau begini terus, seabad baru aku pergi ke kekantor!" ketus Exell pada Kinan yang merasa bersalah lalu kembali memeggang kemeja Exell membuat Pria itu mendadak lesu.


"ayolah! kalau mau uji coba jangan pada tubuh ku" ucap Exell tak tahu lagi harus bagaimana, kalau ia marah, bisa bisa ia dipanggang Momynya yang sudah akrap dengan gadis ini.


"Sekali lagi El! janji Kinan bisa," ucap Kinan sesekali mengkerut lalu mengangguk dengan bibir yang yak bisa di kondisikan membuat Exell sungguh tersiksa dengan posisi begini.


"Khilaf sekali saja kau lewat oleh ku!" geraman Exell menolehkan wajahnya ketempat lain.


"Selesai!" pekik Kinan menepuk nepuk dada Exell seperti yang ia lihat saat Momy Chalista memakaikan dasi dady Arkan.


"hmm! cepatlah!" ucap Exell ingin mengambil tas kerjanya namun Kinan sudah lebih dulu menyambar benda itu lalu menggandeng lengan Exell yang terlihat geli melihat sikap Kinan yang seperti istrinya saja.


"Kau jangan membuat ulah!" geram Exell pada Kinan yang mengangguk patuh lalu mengikuti langkah Exell yang melepaskan gandengannya.


"El! Kinan mau begini." ucap Kinan ingin kembali merangkul Exell tapi kembali di lepaskan Pria itu.


"Ellll!" rengek Kinan saat Exell melangkah jauh hingga keambang tangga sana dengan mata yang fokus ke Ponselnya.


"Ell!" panggil Kinan namun ia tergelincir saat ingin menapaki satu anak tangga di depannya.


"Kinann!" pekik anggota keluarga dibawah sana saat Kinan ingin jatuh kelantai bawah dengan sangat mengerikan. Gebriel berlari ingin membantu gadis itu.


Grepp...

__ADS_1


Tubuh Kinan di dekap oleh tubuh gagah seseorang yang lansung menggendongnnya turun menapaki tangga itu.


"E..El!" lirih Kinan menatap Exell yang ternyata lebih cepat dibandingkan Gebriel yang tertegun di atas tangga bawah sana.


"Menyusahkan!" ketus Exell dingin pada Kinan yang tersenyum melihat itu semua, walau bagaimana pun Exell mau menolongnya walau sikap dingin dan membingungkan pria ini membuat Kinan kelut.


Cup..


"Kauuu!" geram Exell saat Kinan mengecup bibirnya, sejujurnya ia merasa senang, entahlah, ia menyukai sentuhan lembut itu, tapi ia tak ingin terjatuh dalam sebelum semuanya jelas.


"Kinan!" ucap para Momy dibawah sana menyonsong kedatangan Kinan yang cengengesan membuat mereka gemas.


"Maaf Mom!" ucap Kinan turun dari gendongan Exell lalu memeluk Momy Chalista dan yang lainnya yang terlihat mencemaskan keadaannya,


"Kau tak apa apa?" ucap Gebriel memeggang bahu Kinan yang menggeleng tersenyum membuat hati pria itu menghangat.


tapi berbeda dengan Pria bernetra biru dibelakang sana yang mengetatkan rahangnya melihat itu semua.


"Makan!" ucap Exell melewati pertengahan tubuh Kinan dan Gebriel yang berhadap hadapan membuat kedua mahluk itu mundur menjauh karna Exell yang membelah jalan mereka.


"ada bau gosong kan kak?" tanya Serly pada Jordan yang menganggukinya.


"Yah Ser! sepertinya ada yang terbakar disini!"


"aku rasa kebakaran ini sangat panas!" sambung Vina menimpali membuat para orang tua disana menggeleng geleng.


"apa yang terbakar?" tanya Kinan polos seraya memakan makanan yang telah disiapkan Momy Chalista.


"Suatu yang dulunya beku sekarang mulai mencair!" ucap Serly pada Kinan yang serius berfikir.


"apa yang beku El?" tanya Kinan pada Exell yang diam membuat Gebriel menggeleng geleng, begitulah Exell, Pria dingin yang suka berubah rubah membuat siapa saja tak bisa menebak apa isi pikiran Pria ini.


"Sudahlah! ayo makan," ucap Gebriel pada Kinan yang mengangguk memakan makanannya.


sesekali ia menatap Exell yang begitu serius jika melakukan suatu hal. kalau makan ya makan saja, maka tak akan ada pembicaraan dari mulut pria itu.

__ADS_1


"Elll!" panggil Kinan saat melihat Exell sudah menyelesaikan makanannya, ia bersicepat memasukan makanan itu kemulutnya takut Exell meninggalkannya.


"Sayang! Makanlah dengan pelan, kalau begitu kau akan tersedak!" ucap Momy Liona pada Kinan yang menegguk habis air digelas nya lalu berdiri di samping Exell yang sibuk dengan Ponselnya.


"Mom! aku pergi," ucap Exell mengecup pipi Momynya bersamaan dengan Kinan yang mengikuti apa yang dilakukan Exell.


"aku pergi Uncle! Aunty!" pamit Exell melangkah pergi bersamaan dengan, Kinan yang menyetarakan langkah mereka.


Gebriel menatap lain kepergian Exell dan Kinan yang membuat ia tak rela jika Kinan diperlakukan seenaknya begitu, padahalkan gadis itu sangat baik dan lugu, jadi ia tak setuju jika Exell menyianyiakan Mahluk langka seperti itu.


"Biarkan semuanya berjalan dengan semestinya Boy! biarkan Exell menentukan apa keputusannya, dan jika dia melepaskan Kinan maka dia tak lagi berhak akan gadis itu!" ucap Dady Arkan yang tahu akan pemikiran Putra nya sekaligus putra Kakaknya yang sudah pindah ke Negara kedua orang tuanya itu.


"Kalau Exell melepaskannya! belum tentu Kinan akan pergi," ucap Momy Chalista yang terlihat mendukung hubungan kedua manusia sempurna itu.


"Mereka berbeda Sayang! kau tahu sendiri Kinan siapa dan Kita siapa, mereka tak akan bisa bersama!" ucap dady Arkan mengelus kepala Momy Chalista yang tertegun.


"Mereka hanya akan saling menyakiti satu sama lain!" sambung Dady Johan yang menela'ah semua ini.


"Tapi, aku rasa kalau mereka bersatu maka semuanya akan terkendali, masalah sebesar pun akan bisa mereka hadapi!" tutur Momy Serlin yang mewakili perasaan para wanita disana.


"Kepercayaan!" ucap Momy Chalista menatap dady Arkan yang tertegun.


"Dalam hal ini Kepercayaan dan Keutuhan keduanya yang diperlukan!" sambung Momy Chalista yang dimengerti oleh mereka.


mereka tahu, Chalista dan Arkan sudah melewati lika liku kehidupan yang rumit, tentu sepasang suami istri yang sampai sekarang masih membuat siapa saja iri itu tahu apa yang menjadi dasar hubungan mereka.


Dady Arkan tahu, Kesalahannya beberapa tahun yang lalu membuat rumah tangga nya diambang batas kehancuran, ia masih bersyukur Istri dan anaknya masih mau menemaninya hingga sekarang..


Makanya, Pria paruh baya yang masih mengutamakan keluarga dan bentuk tubuhnya itu begitu mempercayai sang istri yang menjadi Tiang penegak keluarga ini.


ia tak percaya akan apa yang ia lihat, tapi ia percaya dengan kata hati dan perasaannya sendiri hingga ia bisa mengerti hal apapun yang terkadang menggangu kehidupan rumah tangganya.


.....


Vote and Like Sayang..

__ADS_1


__ADS_2