
"Kinannnnnn!"
Mereka lansung terlonjak kaget saat Pria yang tadinya pingsan dihutan sana, dan malah berteriak memanggil nama seseorang.
"Boy! Kau kenapa?"
"Mo..Momy! Kinan mana Mom?" tanya Exell celingak celinguk kesana kemari mencari keberadaan gadis itu. Mereka saling pandang bingung, apa Exell mengalami benturan atau apa hingga menyebut nama wanita sekarang?
"Boy! dimana yang sakit?"
Exell mengkerutkan alisnya melihat semua orang yang seakan tak mengenal istrinya dan juga terlihat sangat bingung melihat kondisinya.
"Kalian jangan bercanda!" bentak Exell hilang akal, istrinya sudah tak adalagi didekatnya, sekarang, apalagi yang terjadi pada ingatan keluarganya?
"Kak! kami tak tahu siapa itu Kinan? lagi pula kenapa Kakak pingsan di hutan itu? lalu kenapa semua anggota kalian lupa apa yang mereka lakukan disana?" cerocos Serly dan Vina yang terlihat sangat bingung,
"Istriku! Ka..Kalian melihatnyakan? Mom..istriku dimana?"
Bukannya menjawab, semua manusia disana malah tertawa terbahak bahak mendegar ucapan Exell yang tak masuk akal sekaligus menggelikan.
"hahahha! Boyy..dady rasa otak mu memang sudah terbentur!"
"Benar kak! Kau mendapat mukzizat dari Tuhan hingga menghayal sudah menikah!" ejek Vina tak kalah geli, mereka menatap Exell dengan sangat lucu, benarkah seorang Exell Mohana Gravindas itu sudah menikah? dengan siapa? hihihi..Pria ini terlalu banyak minum susu kadalwarsa.
"Kalian gila!" umpat Exell melangkah keluar kamarnya, ia berlari kesemua sudut Mashion yang sangat luas, tapi, ia tak menemukan sosok molek itu.
"Tuan! anda mencari apa?"beberapa pelayan yang bingung melihat Tuan Mudanya yang tak pernah kedapur utama ini kenapa kesini? terlihat sekali Netra biru mempesona itu mencari sesuatu di setiap lekuk bangunan ini.
"Istriku! Kalian melihatnya?"
Mereka saling pandang, lalu menunduk tak tahu jawaban dari pertanyaan gila ini. Istri? apa apaan ini, mereka saja tak pernah melihat Pria Tampan berjuta pesona ini menggandeng perempuan selain Nyonya besarnya.
"Kalian punya mulutkan? atau kalian bisu!" bentak Exell geram membuat mereka menunduk takut.
__ADS_1
"Tuan! Sumpah kami tak pernah melihat anda membawa wanita kesini!"
"Brengsek kalian semua!" umpat Exell sungguh dilanda kebingungan, ia melangkah ke ruang keluarga di depan sana, pikirannya sekarang berkecamuk antara keberadaan istrinya dan masalah ingatan yang melanda keluarganya.
"Sayang! kau dimana?" lirih Exell menatap dinding yang biasa terpajang foto pernikahannya dan sekarang malah menghilang, Kinan seakan menghilang bak ditelan bumi tanpa jejak secuilpun, dunianya serasa kosong melompong tanpa kehangatan, sentuhan dan suara lembut membuai itu.
"Ell Sayang! mana yang sakit Nak?" Momy Chalista datang duduk disamping putranya yang tampak linglung dan kacau. Exell menghela nafas berat, ia memeluk tubuh Momynya meredam perasaan yang merindu begitu dalam. biasanya, Tubuh Bidadari molek itu yang selalu ia keloni, tapi sekarang, jejaknya saja tak lagi terlihat di netra birunya.
"Mom!"
"Iya Sayang! ada apa hmm?" Momy Chalista mengelus kepala keangkuhan putranya, ia tak tahu apa yang membuat pria ini menjadi kacau begini, sekuat apapun mereka mengingtnya maka otak semangkin melupakan semuanya.
"Pagiiii!" Suara perempuan yang melangkah kedalam Mashion ini, mereka tersenyum melihat gadis cantik yang dulunya culun itu telah berubah menjadi gadis cantik berprestasi.
"Hay Gea! sudah lama tak kesini?" ucap Momy Serlin dan yang lainnya, mereka menyonsong kedatangan gadis itu dengan begitu akrap dan ramah.
Exell mengkerutkan dahinya melihat perubahan Gea, bukankah gadis ini saat itu terlihat masih culun, apalagi Gea yang kemaren sudah berada di Mashion ini, lalu kenapa sekarang ia seakan baru kembali?
"Aku baru sampai Mom! ohh iya, bagaimana kabar kalian?"
"Pagi Kak!"
"Pagi Ser! Vina!"
Gea duduk berhadapan dengan Exell yang menatapnya dengan datar seperti biasa. bahkan Pria itu tak mau menatap Gea yang terlihat sangat berbeda dari biasanya.
"Hay El!"
"hmm! Hay!"
"Mom! dad..aku keatas!" Exell mengecup pipi Momynya lalu melangkah ke Lift menuju kamarnya, ia sekarang tak tahu lagi apa yang menimpa keluarganya hingga berubah begini.
"Nak! bagaimana keadaan dadymu?"
__ADS_1
"Baik Mom! Momy membawa dady ke pengobatan Alternatif di Negara Mian!"
"Wahh! Kakak tambah cantik saja" puji Vina pada Gea yang membalasnya dengan senyum simpulnya.
Mereka berbincang bincang dengan Gea yang sudah sedari sekolah berteman dengan Exell dan Gebriel, tapi mereka tak tahu kenapa Dua pria itu hanya diam saat bertemu gadis ini.
.....
Di kamar yang sunyi itu, Pria Tampan yang sedang memporak porandakan kamarnya mencari benda benda Peninggalan istrinya.
" Kenapa semuanya menghilang?" decih Exell mengacak rambutnya Frustasi, tak adalagi barang barang yang tersisa, bahkan aroma wangi mawar seperti biasanya pun tak lagi ia temukan.
Namun, Exell teringat dengan sesuatu, ia sungguh berharap benda itu juga tak lenyap dari kotak kecil yang ia simpan di lemarinya.
"Jangan ambil itu juga dariku!" gumam Exell mencari kotak kecil berbentuk hati di dalam lemarinya, ia sempat ingin berteriak sakit saat tak ada benda itu disana. Namun. Exell berbinar mendapati apa yang ia cari itu terlihat tersembunyi dibalik Kemejanya.
"Sayang!" lirih Exell lansung luruh kelantai melihat ukiran yang tertera di dua cincin pernikahan mereka, nama mereka terukir indah di cincin berlian masing masing, ini terlihat sangat indah dengan pahatan yang sempurna, tapi, Kenapa Peri cantik itu malah pergi darinya?
"Kau pergi tanpa jejak! Tapi, aku tak akan membiarkan ini meninggalkan aku! Tidak akan Sayang!" lirih Exell mengecup benda itu penuh cinta, ia akan menunggu sampai gadis itu kembali padanya. kalau tidakpun, ia tak akan mencari yang lain karna separuh jiwanya telah dibawa gadis itu.
Setelah beberapa Exell meratapi Cincin pernikahannya, ia berdiri lunglai melangkah menuju Lemari pakaian istrinya, ia tersenyum miris tak ada satupun isinya disana, hanya ada kekosongan seperti hidupnya ini.
"Kau keterlaluan Sayang! kau biarkan aku Merindu seberat ini tanpa ada pelampiasan dari barang barangmu! setidaknya sisahkan satu pakaianmu atau fotomu!"
Satu tetes cairan bening itu lansung menetes ke pipinya, matanya lansung terkunci dengan sebuah Gaun Pernikahan yang dulu dipakai wanita itu.
Bibir Exell gemetar saat melihat benda itu, ia menyentuhnya dengan lembut penuh belaian seakan ini adalah barang yang mudah rapuh dan retak.
"Terimakasihh hiks hiks! Kau masih membiarkan aku merasakan keberadaanmu Sayang hiks hiks! Terimakasih!" isak Exell memeluk Gaun itu dengan erat, bahkan aroma tubuh gadis itu masih kental didalam sana, ia tak akan membiarkan siapapun membawa ini darinya. Sudah cukup rasanya disakiti oleh takdir begini.
.....
Vote and Like Sayang ..
__ADS_1
Penasaran ? eakkkk...Votenya hayoo..ntar author jelasin apa yang terjadi 😂 hihihi